Norah melajukan sepeda motornya mengikuti rombongan yang ada di depan. Sedangkan mobil Zion ada di belakang sepeda motor Norah. Mereka akan menuju ke asrama tempat Daisy tinggal selama ini. Satu-satunya orang yang ingin mereka temui adalah Nyonya Gulnora. Hanya wanita itu satu-satunya orang yang bisa membantu mereka untuk bertemu dengan pria bernama Foster. Petunjuk ada di tangan Nyonya Gulnora. Walau mereka sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya agar Nyonya Gulnora mau mengatakan informasi yang mereka cari.
Pasukan Gold Dragon telah melakukan penyelidikan di berbagai tempat. Namun, jejak Daisy hilang seperti di telan bumi. CCTV juga tidak ada yang merekam wajah Daisy. Kasus hilanganya Daisy seperti benang kusut yang tidak tahu dimana ujungnya. Zion dan Norah harus di buat pusing tujuh keliling kali ini. Belum lagi mereka harus menyimpan rapat-rapat kasus ini dari kedua orang tua mereka.
Sebenarnya Zion sudah memberikan sebuah cincin yang akan membuat mereka tahu kemana Daisy pergi. Sayangnya, Daisy juga termasuk wanita yang pelupa. Cincin itu tergeletak di dalam laci begitu saja. Padahal kalau cincin itu sampai di pakai, mereka tidak akan pusing seperti sekarang.
Zion melajukan mobilnya sambil melamun. Percakapan terakhirnya bersama Daisy masih tergiang di telinganya bersamaan suara tembakan di dalam telepon. Darah! Ya, hasil pemeriksaan yang mengatakan kalau darah itu milik Daisy membuat Zion khawatir dan takut. Jika memang benar Daisy yang tertembak, di bagian mana yang terluka? Seberapa parah luka tembaknya? Akankah gadis manja itu bertahan?
“Daisy …,” gumam Zion. Baru saja bibirnya tertutup rapat karena menyebutkan nama Daisy, sekarang dia di buat kaget lagi. “Norah!”
Zion segera menginjak rem mobilnya secara mendadak karena dia baru sadar kalau Norah telah memberhentikan sepeda motornya di depan sana. Norah memandang ke belakang ketika mendengar decitan rem mobil kakaknya. Wanita itu segera membuka helm yang dipakai dan memandang wajah Zion dengan tatapan tidak percaya. Zion menghela napas panjang ketika dia berhasil menghentikan laju mobilnya di waktu yang tepat. Walau begitu, dia ingin memastikan keadaan adiknya.
“Kak Zion mau menabrakku?” tanyanya di dalam hati.
Zion segera turun dari mobil. Pria itu ingin memeriksa keadaan adiknya. “Norah, maafkan aku. Aku tidak lihat kalau kalian berhenti di sini. Apa ada yang terluka?” Zion memegang kedua lengan Norah dan memeriksanya dengan saksama. “Ada yang sakit?”
“Kak, aku juga memikirkan Daisy saat ini. Daisy tidak pernah hilang dari ingatanku. Tapi, tidak harus seperti ini juga. Kita juga harus bisa menjaga kesehatan kita agar kita bisa menemukan Daisy,” ucap Norah dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu merasa prihatin melihat kakak kandungnya yang kini berubah 180 derajat. Biasanya Zion terlihat tenang dan cerdas ketika mereka dalam masalah. Tapi, kali ini pria itu seperti kehilangan arah.
“Maafkan aku.” Zion memandang ke depan. “Kenapa kita berhenti?”
“Ada yang menghalangi jalan kita,” jawab Norah.
Zion mengeryitkan dahinya dan memandang ke depan lagi. Lebih tepatnya ke mobil sport hitam yang kini berhenti di hadapan mereka. Seorang wanita berambut panjang turun dengan senyum yang sangat manis. Beberapa bodyguard dari mobil yang dibelakang juga keluar lengkap dengan senjata mereka. Wanita itu melambaikan tangan ke arah Zion dan mengedipkan sebelah matanya
Norah memalingkan wajahnya ke arah lain. “Sepertinya aku duluan saja,” ujar Norah. Wanita itu memakai kembali helmnya dan melajukan sepeda motor miliknya. Di ikuti oleh pasukan Gold Dragon. Tidak lupa Norah memainkan pedal gas sepeda motornya hingga keluar kepulan asap dari knalpot. Wanita itu seperti tidak suka dengan sosok yang kini ingin menemui kakak kandungnya.
Pasukan Gold Dragon tidak ada yang berani melakukan tindakan seperti yang dilakukan Norah walau sebagian dari mereka juga naik sepeda motor. Di sana masih ada Zion. Bisa gawat urusannya jika Zion sampai marah dan menghukum mereka.
“Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini,” ujar wanita itu. Dia duduk di depan mobil Zion dan memandang kepergian Norah dan pasukan Gold Dragon. “Dia masih marah padaku?” Wanita itu mengipas-ngipas untuk menghilangkan asap yang mengepul di hadapannya.
Zion memutar tubuhnya. “Ada hal penting yang harus kami selesaikan. Maafkan aku tidak bisa bersamamu malam ini,” ucap Zion dengan wajah menyesal.
“Sepenting apa masalahnya? Kenapa aku tidak di ajak?” Wanita itu melirik kukunya yang baru saja perawatan di salon. “Kenapa tidak menghubungiku? Aku juga ingin melakukan sesuatu yang menantang.”
“Livy, aku harus pergi. Aku tidak bilang ada di pihak Norah. Aku hanya ingin menjadi orang yang ada di tengah-tengah kalian. Setelah masalah yang sekarang aku hadapi berhasil terpecahkan, aku akan memikirkan cara agar kau dan Norah bisa berbaikan. Oke?” bujuk Zion berharap adik sepupunya itu tidak marah.
“Kak Zion, mau kemana?” rengek Livy. Tiba-tiba saja wanita itu berubah manja. Berbeda jauh ketika dia sedang memimpin geng mafia miliknya. Tiger eye yang selalu terlihat menyeramkan kini berubah menjadi tatapan hello kitty. “Livy ikut ya?” bujuknya lagi.
Sebenarnya Zion ingin sekali memberi tahu Livy apa yang sebenarnya terjadi. Livy salah satu kakak yang juga sangat menyayangi Daisy. Dengan bantuan geng mafia milik Livy, mungkin Daisy akan segera ditemukan. Tetapi, ini akan membuat Norah marah. Padahal jelas-jelas beberapa jam yang lalu seperti tidak ada masalah antara Livy dan Norah. Namun, satu jam kemudiannya, ada perselisihan yang membuat mereka tidak akur. Memang seperti itulah kelakukan Norah dan Livy selama ini. Zion hanya bisa menjadi penengah agar Norah dan Livy bisa berbaikan. Dan itu terus saja berlanjut tanpa tahu kapan akhirnya.
“Apa Norah yang melarang Kak Zion mengajakku?” tebak Livy asal saja.
“Kali ini entah masalah apa lagi yang sudah membuat kalian salah paham. Tadi, sebelum berangkat Norah menerima telepon dari seseorang dan dia meneriaki namamu.”
“Kakak mau dengar ceritanya?” tawar Livy.
“Tidak, Livy. Tidak sekarang. Oke?” Zion segera masuk ke dalam mobil. Livy menyingkir dan memberi jalan agar mobil Zion bisa pergi. Setelah mobil itu melaju, Livy memasang tatapan yang begitu mengerikan. “Ikuti mereka. Tapi, jangan sampai ketahuan,” perintah Livy kepada pasukannya.
“Baik, Bos,” sahut pasukan mafia Livy. Livy juga ingin masuk ke dalam mobil. Tetapi, tiba-tiba saja ada panggilan telepon. Wajahnya wanita itu berubah kesal ketika melihat panggilan telepon itu dari rumah sakit.
“Halo,” sahutnya cepat.
“Dok, ada pasien kecelakaan yang membutuhkan pertolongan anda sesegera mungkin. Kami sudah memasang selang oksigen dan selang infuse. Apa anda bisa segera ke rumah sakit?”
“Baiklah. Aku akan segera ke sana,” sahut Livy. Wanita itu memasukkan ponselnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sebagian pasukan mafia miliknya mengikuti Zion dan sebagian lagi mengikutinya dari belakang. “Sebenarnya aku ingin mengikuti Kak Zion dan Norah. Tapi, sekarang ada masalah yang lebih penting. Aku harus segera ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa pasien itu,” gumam Livy di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
🌼 Pisces Boy's 🦋
Livy dan Norah koq gak akur sih kan sepupet
2022-12-28
0
indah_kajoL
dokter tp mafia
🔥🔥🔥🔥🔥
2022-10-13
2
happy oktavia
Livy nih anaknya sapa yah? duuuhh eikeh loading
2022-10-07
1