Bab. 6

Norah melajukan sepeda motornya mengikuti rombongan yang ada di depan. Sedangkan mobil Zion ada di belakang sepeda motor Norah. Mereka akan menuju ke asrama tempat Daisy tinggal selama ini. Satu-satunya orang yang ingin mereka temui adalah Nyonya Gulnora. Hanya wanita itu satu-satunya orang yang bisa membantu mereka untuk bertemu dengan pria bernama Foster. Petunjuk ada di tangan Nyonya Gulnora. Walau mereka sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya agar Nyonya Gulnora mau mengatakan informasi yang mereka cari.

Pasukan Gold Dragon telah melakukan penyelidikan di berbagai tempat. Namun, jejak Daisy hilang seperti di telan bumi. CCTV juga tidak ada yang merekam wajah Daisy. Kasus hilanganya Daisy seperti benang kusut yang tidak tahu dimana ujungnya. Zion dan Norah harus di buat pusing tujuh keliling kali ini. Belum lagi mereka harus menyimpan rapat-rapat kasus ini dari kedua orang tua mereka.

Sebenarnya Zion sudah memberikan sebuah cincin yang akan membuat mereka tahu kemana Daisy pergi. Sayangnya, Daisy juga termasuk wanita yang pelupa. Cincin itu tergeletak di dalam laci begitu saja. Padahal kalau cincin itu sampai di pakai, mereka tidak akan pusing seperti sekarang.

Zion melajukan mobilnya sambil melamun. Percakapan terakhirnya bersama Daisy masih tergiang di telinganya bersamaan suara tembakan di dalam telepon. Darah! Ya, hasil pemeriksaan yang mengatakan kalau darah itu milik Daisy membuat Zion khawatir dan takut. Jika memang benar Daisy yang tertembak, di bagian mana yang terluka? Seberapa parah luka tembaknya? Akankah gadis manja itu bertahan?

“Daisy …,” gumam Zion. Baru saja bibirnya tertutup rapat karena menyebutkan nama Daisy, sekarang dia di buat kaget lagi. “Norah!”

Zion segera menginjak rem mobilnya secara mendadak karena dia baru sadar kalau Norah telah memberhentikan sepeda motornya di depan sana. Norah memandang ke belakang ketika mendengar decitan rem mobil kakaknya. Wanita itu segera membuka helm yang dipakai dan memandang wajah Zion dengan tatapan tidak percaya. Zion menghela napas panjang ketika dia berhasil menghentikan laju mobilnya di waktu yang tepat. Walau begitu, dia ingin memastikan keadaan adiknya.

“Kak Zion mau menabrakku?” tanyanya di dalam hati.

Zion segera turun dari mobil. Pria itu ingin memeriksa keadaan adiknya. “Norah, maafkan aku. Aku tidak lihat kalau kalian berhenti di sini. Apa ada yang terluka?” Zion memegang kedua lengan Norah dan memeriksanya dengan saksama. “Ada yang sakit?”

“Kak, aku juga memikirkan Daisy saat ini. Daisy tidak pernah hilang dari ingatanku. Tapi, tidak harus seperti ini juga. Kita juga harus bisa menjaga kesehatan kita agar kita bisa menemukan Daisy,” ucap Norah dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu merasa prihatin melihat kakak kandungnya yang kini berubah 180 derajat. Biasanya Zion terlihat tenang dan cerdas ketika mereka dalam masalah. Tapi, kali ini pria itu seperti kehilangan arah.

“Maafkan aku.” Zion memandang ke depan. “Kenapa kita berhenti?”

“Ada yang menghalangi jalan kita,” jawab Norah.

Zion mengeryitkan dahinya dan memandang ke depan lagi. Lebih tepatnya ke mobil sport hitam yang kini berhenti di hadapan mereka. Seorang wanita berambut panjang turun dengan senyum yang sangat manis. Beberapa bodyguard dari mobil yang dibelakang juga keluar lengkap dengan senjata mereka. Wanita itu melambaikan tangan ke arah Zion dan mengedipkan sebelah matanya

Norah memalingkan wajahnya ke arah lain. “Sepertinya aku duluan saja,” ujar Norah. Wanita itu memakai kembali helmnya dan melajukan sepeda motor miliknya. Di ikuti oleh pasukan Gold Dragon. Tidak lupa Norah memainkan pedal gas sepeda motornya hingga keluar kepulan asap dari knalpot. Wanita itu seperti tidak suka dengan sosok yang kini ingin menemui kakak kandungnya.

Pasukan Gold Dragon tidak ada yang berani melakukan tindakan seperti yang dilakukan Norah walau sebagian dari mereka juga naik sepeda motor. Di sana masih ada Zion. Bisa gawat urusannya jika Zion sampai marah dan menghukum mereka.

“Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini,” ujar wanita itu. Dia duduk di depan mobil Zion dan memandang kepergian Norah dan pasukan Gold Dragon. “Dia masih marah padaku?” Wanita itu mengipas-ngipas untuk menghilangkan asap yang mengepul di hadapannya.

Zion memutar tubuhnya. “Ada hal penting yang harus kami selesaikan. Maafkan aku tidak bisa bersamamu malam ini,” ucap Zion dengan wajah menyesal.

“Sepenting apa masalahnya? Kenapa aku tidak di ajak?” Wanita itu melirik kukunya yang baru saja perawatan di salon. “Kenapa tidak menghubungiku? Aku juga ingin melakukan sesuatu yang menantang.”

“Livy, aku harus pergi. Aku tidak bilang ada di pihak Norah. Aku hanya ingin menjadi orang yang ada di tengah-tengah kalian. Setelah masalah yang sekarang aku hadapi berhasil terpecahkan, aku akan memikirkan cara agar kau dan Norah bisa berbaikan. Oke?” bujuk Zion berharap adik sepupunya itu tidak marah.

“Kak Zion, mau kemana?” rengek Livy. Tiba-tiba saja wanita itu berubah manja. Berbeda jauh ketika dia sedang memimpin geng mafia miliknya. Tiger eye yang selalu terlihat menyeramkan kini berubah menjadi tatapan hello kitty. “Livy ikut ya?” bujuknya lagi.

Sebenarnya Zion ingin sekali memberi tahu Livy apa yang sebenarnya terjadi. Livy salah satu kakak yang juga sangat menyayangi Daisy. Dengan bantuan geng mafia milik Livy, mungkin Daisy akan segera ditemukan. Tetapi, ini akan membuat Norah marah. Padahal jelas-jelas beberapa jam yang lalu seperti tidak ada masalah antara Livy dan Norah. Namun, satu jam kemudiannya, ada perselisihan yang membuat mereka tidak akur. Memang seperti itulah kelakukan Norah dan Livy selama ini. Zion hanya bisa menjadi penengah agar Norah dan Livy bisa berbaikan. Dan itu terus saja berlanjut tanpa tahu kapan akhirnya.

“Apa Norah yang melarang Kak Zion mengajakku?” tebak Livy asal saja.

“Kali ini entah masalah apa lagi yang sudah membuat kalian salah paham. Tadi, sebelum berangkat Norah menerima telepon dari seseorang dan dia meneriaki namamu.”

“Kakak mau dengar ceritanya?” tawar Livy.

“Tidak, Livy. Tidak sekarang. Oke?” Zion segera masuk ke dalam mobil. Livy menyingkir dan memberi jalan agar mobil Zion bisa pergi. Setelah mobil itu melaju, Livy memasang tatapan yang begitu mengerikan. “Ikuti mereka. Tapi, jangan sampai ketahuan,” perintah Livy kepada pasukannya.

“Baik, Bos,” sahut pasukan mafia Livy. Livy juga ingin masuk ke dalam mobil. Tetapi, tiba-tiba saja ada panggilan telepon. Wajahnya wanita itu berubah kesal ketika melihat panggilan telepon itu dari rumah sakit.

“Halo,” sahutnya cepat.

“Dok, ada pasien kecelakaan yang membutuhkan pertolongan anda sesegera mungkin. Kami sudah memasang selang oksigen dan selang infuse. Apa anda bisa segera ke rumah sakit?”

“Baiklah. Aku akan segera ke sana,” sahut Livy. Wanita itu memasukkan ponselnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sebagian pasukan mafia miliknya mengikuti Zion dan sebagian lagi mengikutinya dari belakang. “Sebenarnya aku ingin mengikuti Kak Zion dan Norah. Tapi, sekarang ada masalah yang lebih penting. Aku harus segera ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa pasien itu,” gumam Livy di dalam hati.

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

Livy dan Norah koq gak akur sih kan sepupet

2022-12-28

0

indah_kajoL

indah_kajoL

dokter tp mafia
🔥🔥🔥🔥🔥

2022-10-13

2

happy oktavia

happy oktavia

Livy nih anaknya sapa yah? duuuhh eikeh loading

2022-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!