Livy melajukan mobilnya menuju ke lokasi tempat Zion, Norah dan Gold Dragon berada. Wanita itu tidak sendirian. Pasukan The Filast bersama dengannya. Mereka mengemudi kendaraan masing-masing. Mengawal Livy agar selalu aman. Sambil mengemudi mobil, Livy kembali ingat dengan pesan Lukas sebelum dia pergi tadi.
"Dulu Opa pernah bertemu dengan wanita keras kepala yang sulit di tebak jalan pikirannya. Dia yang sudah membuat Opa jatuh cinta. Apa kau tahu? Wanita tangguh yang keras kepala memang selalu bisa diandalkan. Tapi, Opa harap kau tidak seperti itu. Terkadang bersih keras mempertahankan pendapat kita jika keadaan tidak mendukung, kau tidak akan bisa menang. Pikirkan orang lain jangan hanya dirimu sendiri!"
"Apa ini kalimat yang harus aku sampaikan ke Kak Zion?" tanya Livy tadi. "Apa Opa Lukas sengaja berkata seperti itu agar aku sampaikan kepada Kak Zion? Tapi, apa mungkin Kak Zion mau mengalah?"
Setelah mengatakan kalimat itu, Oliver hanya tersenyum dan pergi. Dia membawa Lukas masuk ke dalam mobil tanpa mau memberikan kesempatan kepada Lukas untuk menjelaskan kalimat tersebut.
"Sebenarnya apa maksud Opa Lukas tadi? Dia marah karena aku bilang jangan ikut campur dengan urusan Kak Zion?" gumam Livy di dalam hati.
Livy membelokkan mobilnya menuju ke lokasi tempat Zion dan yang lain berada. Masih di jalan masuk saja Livy sudah tahu seperti apa lokasi yang dipilih Zion lalu ini.
Livy melirik ponselnya yang tiba-tiba saja dibisa mengakses internet. Wanita itu mendengus kesal sebelum menurunkan laju mobilnya. Satu persatu rumah ia lewati. Jarak rumah satu dengan rumah yang lainnya memang cukup jauh. Sepertinya Zion memilih lokasi itu untuk bersembunyi karena lokasi tersebut terlihat tenang dan nyaman.
Pepohonan tinggi menjadi gerbang masuk menuju ke jalanan menanjak yang ada di depan. Livy melirik pasukan The Filast sebelum membuka jendela mobil. Kabur di depan sangat tebal. Dia harus hati-hati dalam berkendara.
Setelah melewati pohon tinggi dan besar itu, Livy di sambut dengan pemandangan yang sangat indah. Mobilnya melewati jembatan kayu yang masih kokoh walau sudah tua. Derasnya air sungai tidak terlihat dengan jelas karena memang sudah malam. Rasanya Livy ingin cepat-cepat pagi agar bisa melihat pemandangan yang ada di sekitar lokasi tersebut.
"Dingin sekali," ujar Livy sebelum menutup jendela mobilnya lagi.
Tidak butuh waktu lama, Livy sudah tiba di lokasi. Wanita itu memandang rumah berdinding kayu yang ada di depannya. Tidak terlalu besar. Sampai-sampai pasukan Gold Dragon berada di dalam mobil karena tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah itu.
Kali ini lokasinya di tengah pemukiman warga desa. Berbeda dengan rumah-rumah yang ditemui Livy ketika pertama kali dia masuk ke wilayah ini tadi. Lokasi sekitar dikelilingi dengan bukit-bukit yang membuat udara malam semakin dingin. Livy mengambil jaket hitamnya sebelum turun. Dia memandang ke belakang dan melihat pasukannya sebelum memakai jaket tersebut. Wanita itu tidak langsung masuk ke dalam. Dia ingin bertemu dengan The Filast terlebih dahulu.
"Bos, anda kedinginan? Apa perlu saya carikan mantel?" tanya salah satu pasukan The Filast. "Atau dibuatkan kopi agar anda bisa merasa hangat?"
Livy menggeleng pelan. Dia memandang pasukan Gold Dragon yang menyambut kedatangannya. "Aku minta jangan buat keributan. Perselisihan apapun itu. The Filast dan Gold Dragon bersaudara. Kalian tidak perlu membesarkan masalah yang tidak penting!" Livy sebagai pemimpin sering sekali memperingati pasukannya. Setiap kali di ajak bertemu seperti ini, biasanya tidak sampai satu jam. Baik The Filast maupun Gold Dragon sudah berkelahi tanpa perintah. Terutama Gold Dragon yang biasa di pimpin Norah. Bukan sekali dua kali terjadi. Baik Livy maupun Zion sama-sama tidak tahu siapa yang salah. Biasanya kalau sampai perkelahian itu terjadi, mereka hanya bisa menghukum semua yang terlibat tanpa terkecuali!
"Baik, Bos," jawab mereka serentak. "Kami tidak akan membuat anda khawatir. Anda bisa masuk dan kami akan menjaga lokasi di sini agar tetap aman."
Livy mengangguk. "Baiklah. Aku akan masuk ke dalam. Tetap di sini!" ujar Livy sekali lagi sebelum memutar tubuhnya mendekati pasukan Gold Dragon yang berdiri dan menunduk hormat di depannya.
"Selamat malam, Nona," sambut mereka dengan nada sopan.
"Selamat malam."
Pasukan Gold Dragon yang menyambut Livy memandang sinis ke arah The Filast sebelum mengawal Livy masuk ke dalam.
"Apa Norah dan Kak Zion sudah tidur?" tanya Livy kepada pria yang kini ada di sampingnya.
"Bos ada dipinggiran sungai, Nona," jawabnya. "Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah ini. Di belakang sana," tunjuknya ke arah belakang rumah yang di lihat dari posisi mereka terlihat sangat gelap karena tertutup kabut. "Anda diminta untuk menunggu di rumah ini."
Livy menahan langkah kakinya. "Sungai? Di sini sangat dingin, apa yang dilakukan Kak Zion di sungai? Dia mandi? Atau sedang latihan?"
Pasukan Gold Dragon saling memandang. "Tidak, Nona. Bos Zion tidak sedang latihan."
Livy mengurungkan niatnya masuk ke dalam. "Antar aku ke tempat Kak Zion. Aku ingin bertemu dengannya. Aku tidak mau masuk ke rumah ini sebelum bertemu dan bicara dengan Kak Zion sebelum aku bertemu Norah. Mereka juga harus tahu kalau aku sudah tiba di sini!"
"Tapi Bos Norah sudah menunggu anda di dalam, Nona." Mereka terlihat keberatan. Seperti sedang menghalang-halangi Livy agar tidak bertemu dengan Zion. Jelas saja hal itu membuat Livy menjadi semakin penasaran dan curiga. Dia semakin ingin bertemu dengan Zion untuk melihat apa yang sedang dilakukan pria itu di tengah malam seperti ini. Di pinggir sungai lagi.
"Antar atau aku pergi sendiri! Kalian pikir aku tidak bisa mencari Kak Zion?" sahut Livy mulai kesal. "Katakan pada Norah, aku akan menemuinya jika sudah bertemu Kak Zion!"
"Mari ikut saya Nona." Pria itu kalah. Dia mengajak Livy menuju ke tempat Zion berada. Belum jauh dari rumah, Norah sudah keluar dan mengeryitkan dahi melihat Livy ingin pergi.
"Kak, mau kemana?" tanyanya. Dia melangkah mendekati Livy dan meminta pasukan Gold Dragon pergi.
"Tempat Kak Zion," sahut Livy tanpa memandang. Wanita itu sudah tahu kalau Norah pasti akan menghalanginya bertemu Zion seperti apa yang baru saja dilakukan pasukan Gold Dragon.
"Jangan, Kak. Bahaya!" teriak Norah. Livy lagi-lagi berhenti dan memandang ke belakang.
"Bahaya? Apa yang terjadi dengan Kak Zion?"
Norah diam dan menunduk. Sepertinya ada masalah penting yang terjadi. "Opa Zen ada di sana," ucap Norah berbisik.
"Apa? Opa Zen ada di sini? Bagaimana bisa?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
🌼 Pisces Boy's 🦋
wah leluhur udah turun tangan semua masalah teratasi
2022-12-28
0
Sehrazat
Aku merasa, novel ini akan booming seperti novel pertama othor ☺️. Pelan² tapi pasti.. Jgn lupa selipi promo ya othor, alnya gak semua orang ingat sama Author novel yg pernah disukai dan didukung mereka 😁
2022-10-26
2
Riyanti
Rinduku padamu tak terbatas waktu.. sebelum kesini tadi aku sempat²in singgah ke Mafia's in love 😁😁😁
2022-10-20
1