Bab. 17

Livy melajukan mobilnya menuju ke lokasi tempat Zion, Norah dan Gold Dragon berada. Wanita itu tidak sendirian. Pasukan The Filast bersama dengannya. Mereka mengemudi kendaraan masing-masing. Mengawal Livy agar selalu aman. Sambil mengemudi mobil, Livy kembali ingat dengan pesan Lukas sebelum dia pergi tadi.

"Dulu Opa pernah bertemu dengan wanita keras kepala yang sulit di tebak jalan pikirannya. Dia yang sudah membuat Opa jatuh cinta. Apa kau tahu? Wanita tangguh yang keras kepala memang selalu bisa diandalkan. Tapi, Opa harap kau tidak seperti itu. Terkadang bersih keras mempertahankan pendapat kita jika keadaan tidak mendukung, kau tidak akan bisa menang. Pikirkan orang lain jangan hanya dirimu sendiri!"

"Apa ini kalimat yang harus aku sampaikan ke Kak Zion?" tanya Livy tadi. "Apa Opa Lukas sengaja berkata seperti itu agar aku sampaikan kepada Kak Zion? Tapi, apa mungkin Kak Zion mau mengalah?"

Setelah mengatakan kalimat itu, Oliver hanya tersenyum dan pergi. Dia membawa Lukas masuk ke dalam mobil tanpa mau memberikan kesempatan kepada Lukas untuk menjelaskan kalimat tersebut.

"Sebenarnya apa maksud Opa Lukas tadi? Dia marah karena aku bilang jangan ikut campur dengan urusan Kak Zion?" gumam Livy di dalam hati.

Livy membelokkan mobilnya menuju ke lokasi tempat Zion dan yang lain berada. Masih di jalan masuk saja Livy sudah tahu seperti apa lokasi yang dipilih Zion lalu ini.

Livy melirik ponselnya yang tiba-tiba saja dibisa mengakses internet. Wanita itu mendengus kesal sebelum menurunkan laju mobilnya. Satu persatu rumah ia lewati. Jarak rumah satu dengan rumah yang lainnya memang cukup jauh. Sepertinya Zion memilih lokasi itu untuk bersembunyi karena lokasi tersebut terlihat tenang dan nyaman.

Pepohonan tinggi menjadi gerbang masuk menuju ke jalanan menanjak yang ada di depan. Livy melirik pasukan The Filast sebelum membuka jendela mobil. Kabur di depan sangat tebal. Dia harus hati-hati dalam berkendara.

Setelah melewati pohon tinggi dan besar itu, Livy di sambut dengan pemandangan yang sangat indah. Mobilnya melewati jembatan kayu yang masih kokoh walau sudah tua. Derasnya air sungai tidak terlihat dengan jelas karena memang sudah malam. Rasanya Livy ingin cepat-cepat pagi agar bisa melihat pemandangan yang ada di sekitar lokasi tersebut.

"Dingin sekali," ujar Livy sebelum menutup jendela mobilnya lagi.

Tidak butuh waktu lama, Livy sudah tiba di lokasi. Wanita itu memandang rumah berdinding kayu yang ada di depannya. Tidak terlalu besar. Sampai-sampai pasukan Gold Dragon berada di dalam mobil karena tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah itu.

Kali ini lokasinya di tengah pemukiman warga desa. Berbeda dengan rumah-rumah yang ditemui Livy ketika pertama kali dia masuk ke wilayah ini tadi. Lokasi sekitar dikelilingi dengan bukit-bukit yang membuat udara malam semakin dingin. Livy mengambil jaket hitamnya sebelum turun. Dia memandang ke belakang dan melihat pasukannya sebelum memakai jaket tersebut. Wanita itu tidak langsung masuk ke dalam. Dia ingin bertemu dengan The Filast terlebih dahulu.

"Bos, anda kedinginan? Apa perlu saya carikan mantel?" tanya salah satu pasukan The Filast. "Atau dibuatkan kopi agar anda bisa merasa hangat?"

Livy menggeleng pelan. Dia memandang pasukan Gold Dragon yang menyambut kedatangannya. "Aku minta jangan buat keributan. Perselisihan apapun itu. The Filast dan Gold Dragon bersaudara. Kalian tidak perlu membesarkan masalah yang tidak penting!" Livy sebagai pemimpin sering sekali memperingati pasukannya. Setiap kali di ajak bertemu seperti ini, biasanya tidak sampai satu jam. Baik The Filast maupun Gold Dragon sudah berkelahi tanpa perintah. Terutama Gold Dragon yang biasa di pimpin Norah. Bukan sekali dua kali terjadi. Baik Livy maupun Zion sama-sama tidak tahu siapa yang salah. Biasanya kalau sampai perkelahian itu terjadi, mereka hanya bisa menghukum semua yang terlibat tanpa terkecuali!

"Baik, Bos," jawab mereka serentak. "Kami tidak akan membuat anda khawatir. Anda bisa masuk dan kami akan menjaga lokasi di sini agar tetap aman."

Livy mengangguk. "Baiklah. Aku akan masuk ke dalam. Tetap di sini!" ujar Livy sekali lagi sebelum memutar tubuhnya mendekati pasukan Gold Dragon yang berdiri dan menunduk hormat di depannya.

"Selamat malam, Nona," sambut mereka dengan nada sopan.

"Selamat malam."

Pasukan Gold Dragon yang menyambut Livy memandang sinis ke arah The Filast sebelum mengawal Livy masuk ke dalam.

"Apa Norah dan Kak Zion sudah tidur?" tanya Livy kepada pria yang kini ada di sampingnya.

"Bos ada dipinggiran sungai, Nona," jawabnya. "Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah ini. Di belakang sana," tunjuknya ke arah belakang rumah yang di lihat dari posisi mereka terlihat sangat gelap karena tertutup kabut. "Anda diminta untuk menunggu di rumah ini."

Livy menahan langkah kakinya. "Sungai? Di sini sangat dingin, apa yang dilakukan Kak Zion di sungai? Dia mandi? Atau sedang latihan?"

Pasukan Gold Dragon saling memandang. "Tidak, Nona. Bos Zion tidak sedang latihan."

Livy mengurungkan niatnya masuk ke dalam. "Antar aku ke tempat Kak Zion. Aku ingin bertemu dengannya. Aku tidak mau masuk ke rumah ini sebelum bertemu dan bicara dengan Kak Zion sebelum aku bertemu Norah. Mereka juga harus tahu kalau aku sudah tiba di sini!"

"Tapi Bos Norah sudah menunggu anda di dalam, Nona." Mereka terlihat keberatan. Seperti sedang menghalang-halangi Livy agar tidak bertemu dengan Zion. Jelas saja hal itu membuat Livy menjadi semakin penasaran dan curiga. Dia semakin ingin bertemu dengan Zion untuk melihat apa yang sedang dilakukan pria itu di tengah malam seperti ini. Di pinggir sungai lagi.

"Antar atau aku pergi sendiri! Kalian pikir aku tidak bisa mencari Kak Zion?" sahut Livy mulai kesal. "Katakan pada Norah, aku akan menemuinya jika sudah bertemu Kak Zion!"

"Mari ikut saya Nona." Pria itu kalah. Dia mengajak Livy menuju ke tempat Zion berada. Belum jauh dari rumah, Norah sudah keluar dan mengeryitkan dahi melihat Livy ingin pergi.

"Kak, mau kemana?" tanyanya. Dia melangkah mendekati Livy dan meminta pasukan Gold Dragon pergi.

"Tempat Kak Zion," sahut Livy tanpa memandang. Wanita itu sudah tahu kalau Norah pasti akan menghalanginya bertemu Zion seperti apa yang baru saja dilakukan pasukan Gold Dragon.

"Jangan, Kak. Bahaya!" teriak Norah. Livy lagi-lagi berhenti dan memandang ke belakang.

"Bahaya? Apa yang terjadi dengan Kak Zion?"

Norah diam dan menunduk. Sepertinya ada masalah penting yang terjadi. "Opa Zen ada di sana," ucap Norah berbisik.

"Apa? Opa Zen ada di sini? Bagaimana bisa?"

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

wah leluhur udah turun tangan semua masalah teratasi

2022-12-28

0

Sehrazat

Sehrazat

Aku merasa, novel ini akan booming seperti novel pertama othor ☺️. Pelan² tapi pasti.. Jgn lupa selipi promo ya othor, alnya gak semua orang ingat sama Author novel yg pernah disukai dan didukung mereka 😁

2022-10-26

2

Riyanti

Riyanti

Rinduku padamu tak terbatas waktu.. sebelum kesini tadi aku sempat²in singgah ke Mafia's in love 😁😁😁

2022-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!