Bab. 19

Zion berdiri membelakangi Zeroun dan Serena. Pria itu masih memikirkan cara agar bisa menemukan Daisy. Sangat sedikit petunjuk yang ia dapat hingga ia tidak tahu harus bagaimana. Satu-satunya orang yang ia tuduh masih Foster. Belum ada tersangka lain karena memang semua bukti menuju ke Foster.

Walau Zion tahu Opa Zen bisa membantunya untuk menemukan Daisy, tapi tetap saja dia tidak mau meminta bantuan pria tua tersebut. Zion ingin menemukan Daisy tanpa bantuan siapapun. Terutama orang-orang hebat yang sudah berpengalaman seperti Opa, GrandNa dan kedua orang tuanya.

"Zion, sebenarnya aku ingin menceritakan sebuah kisah. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat. Tapi, ambil nilai positifnya," ucap Opa Zen.

Zion memutar tubuhnya agar bisa menatap Opa Zen secara langsung. Pria itu memandang Serena sejenak sebelum menghela napas panjang.

"Apa yang ingin Opa ceritakan? Aku pasti akan mendengarkannya," sahut Zion. Pria itu sama sekali tidak keberatan mendengar cerita Opa nya yang mungkin akan membosankan.

"Dulu saat Opa masih muda, Opa juga kehilangan adik Opa. Dia Oma Zetta." Zeroun memandang ke arah lain. "Sebagai seorang kakak memang selalu merasa gagal jika sampai adik kita hilang atau celaka. Apapun akan kita lakukan demi adik kita. Bahkan nyawa sekalipun akan dikorbankan. Melihat semangat yang sekarang kau miliki untuk mencari Daisy, Opa jadi ingat sama diri Opa dulu. Opa tidak menyalahkanmu. Tapi, pikirkan juga perasaan kedua orang tuamu, Zion. Mereka akan khawatir jika kau bertindak sendirian. Ini bukan solusi yang tepat. Tadi papa dan mamamu marah karena mereka sayang padamu. Opa harap, kau tidak membenci mereka."

"Opa salah. Papa marah karena dia kecewa padaku. Dia marah karena Aku gagal menjaga Daisy," ketus Zion. Dia terlihat sakit hati atas perkataan yang tadi sempat diletuskan Jordan terhadap dirinya.

Memang tadi antara Zion dan Jordan sempat ada perdebatan. Ayah dan anak itu sama-sama keras kepala. Mereka berpegang pendirian mereka masing-masing tanpa mau mengalah. Leona mengajak Jordan pergi karena tidak mau keadaan semakin rumit.

Serena yang melihat Zion dan Zeroun di atas kursi roda hanya bisa tersenyum. Keras kepala Zion sangat mirip dengan Leona saat masih muda dulu. Apapun yang sudah dia putuskan harus terjadi seperti itu.

"Sepertinya Leona menurunkan sifat keras kepalanya ke Zion dan Norah. Beruntung sekali Daisy mewarisi ilmu Oma Emelienya. Dia terlihat anggun dan cerdas. Entah apa yang akan terjadi jika keturunan Leona dan Jordan ketiga-tiganya keras kepala seperti ibunya," gumam Serena di dalam hati.

Mengingat nama Emelie membuat Serena kembali ingat dengan Daniel. Entah apa yang sudah dituliskan takdir, hingga di masa tua seperti ini. Dia dan juga Zeroun ditinggal oleh pasangan mereka masing-masing. Emelie pergi setelah satu tahun kepergian Daniel. Zeroun yang tadinya menguatkan Serena agar tidak bersedih pada akhirnya juga terpuruk karena kehilangan istri yang sangat dicintainya.

Zeroun memandang Serena yang kini terlihat sedih. Pria itu memijat dahinya yang sudah keriput. Sebenarnya memang bukan tugasnya lagi ikut campur dalam masalah cucunya seperti ini. Bahkan Zeroun angkat jempol melihat keberanian Zion Zein untuk mengambil keputusan seperti ini. Hanya saja dia tidak mau Jordan dan Zion bertengkar seperti tadi. Hal ini yang membuatnya terpaksa turun tangan.

"Baiklah. Terserah kau saja. Apapun yang sudah kau rencanakan, Opa hanya bisa berdoa agar cucu-cucu Opa baik-baik saja. Tapi, apa boleh Opa memberi sebuah petunjuk untuk mempermudah pencarian Daisy?" tawar Zeroun dengan begitu serius.

"Tidak, Opa. Tidak! Aku tahu Opa sudah tahu sesuatu. Bahkan mungkin saat ini Opa sudah tahu dimana Daisy berada dan bagaimana keadaannya. Bukankah begitu Opa?"

"Tidak. Opa tidak tahu. Akhir-akhir ini Opa lebih sering menghabiskan waktu di rumah. GrandNa yang tahu semuanya." Zeroun memandang Serena. "Zion, kau harus tahu satu hal. Grandna mu tidak akan duduk diam di sini jika Daisy dalam bahaya."

Serena mengukir senyuman. Ia memandang ke arah Zion. "Zion, lakukan apa yang sudah kau persiapkan. Ajak Livy dan juga Norah. GrandNa yakin kau bisa menemukan Daisy," ucap Serena. Ia hanya ingin memberi cucunya semangat.

"Terima kasih GrandNa. Sejak dulu Grandna dan Opa Zen yang selalu mengerti aku."

Livy berdiri beberapa meter dari lokasi tempat Zion berada. Wanita itu terlihat bahagia mendengar perbincangan tiga orang yang ada di pinggir sungai tersebut.

Tanpa sengaja Zion memandang ke arah Livy. "Livy, kemarilah!" teriaknya.

Livy mengeryitkan dahi. Wanita itu melangkah mendekati Zion. Ia melirik Serena sekilas sebelum memandang Zeroun dan menunduk hormat.

"Selamat malam, Opa. Apa kabar? Livy dengar kesehatan Opa akhir-akhir ini mengalami penurunan," tanya Livy dengan nada yang lembut.

"Itu hal yang wajar, Livy. Opa sudah tua. Sudah sewajarnya Opa seperti ini. Apa tadi kau sudah bertemu dengan Opa Lukas dan Daddy mu? Apa yang mereka katakan?"

"Mereka hanya ingin aku membawa The Filast saat mencari keberadaan Daisy," jawab Livy apa adanya.

"Ya, saran yang bagus. Mereka hanya ingin kau bertanggung jawab dengan geng yang sudah kau bentuk. Walau kau seorang wanita, kau tetap harus kuat Livy," ujar Zeroun dengan penuh semangat.

"Terima kasih, Opa." Livy memandang ke arah Serena. "Grandna, ini sudah malam. Angin di sini sangat dingin. Sebaiknya GrandNa tidak berlama-lama di sini. Tidak bagus untuk kesehatan GrandNa."

"Terima kasih Livy sayang. Grandna memang sudah mau pergi. Paman Aleo sudah menunggu GrandNa di hotel yang ada di dekat sini. Besok pagi GrandNa akan berangkat ke Cambridge. Grandna akan ada di sana sampai Daisy pulang," jawab Serena Dengan senyuman. Entah kenapa dia sangat percaya sama Zion dan percaya kalau Zion pasti bisa membawa Daisy pulang sebelum pesta tiba.

"Grandna tenang saja. Livy akan membantu Kak Zion menemukan Daisy. Daisy juga adik Livy."

"Terima kasih sayang." Serena mengeluarkan sebuah pistol dan menyodorkannya kepada Zion. "Senjata ini selalu membawa keberuntungan bagi hidup GrandNa dulu. Sekarang Grandna ingin kau yang menjadi pemilik senjata ini. Walau terbilang barang lama, tali dia cukup bisa diandalkan."

Zion menerima senjata api tersebut dan memperhatikannya dengan saksama. Alisnya saling bertaut melihat sebuah tulisan kecil berwarna silver di sana.

"Queen Star?"

Serena dan Zeroun saling memandang sebelum memandang ke arah Zion lagi. Memang selama ini Queen Star seperti hilang di telan bumi. Padahal yang sebenarnya terjadi Queen Star masih tetap ada. Namun, Letty dan keturunan Letty yang memilikinya. Serena tidak mau tahu lagi. Dia merasa tidak berhak lagi di sana walau sebenarnya dialah generasi kedua Queen Star kala itu.

"Itu hanya merk dagang," sahut Zeroun. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menceritakan Queen Star kepada Zion. Saat ini mereka hanya perlu fokus terhadap pencarian Daisy.

"Merk dagang? Wah, nama yang bagus," puji Livy.

"Terima kasih, GrandNa. Zion akan menjaga senjata ini seperti GrandNa menjaga Zion selama ini."

Serena hanya mengangguk pelan mendengar janji Zion. "Waktu terus berlalu. Waktu itu aku yang berdiri sambil memegang senjata itu. Sekarang, cucuku yang berdiri dan akan menggunakannya," gumam Serena di dalam hati.

Terpopuler

Comments

wiens

wiens

bakalan seru nih......

2023-03-21

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

Queen Start apa.mungkin Foster anak Letty🤔

2022-12-28

1

Santi Rahma

Santi Rahma

wah wah wah ada quin star

2022-12-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!