Bab 7

Nyonya Gulnora di buat kaget ketika segerombolan orang tak dikenali masuk ke dalam ruang pribadinya. Ia melangkah mundur hendak mengambil telepon yang ada di atas meja. Namun, gerakannya terlambat karena Norah sudah lebih dulu melempar belatih dan menancap di meja. Nyonya Gulnora hanya bisa berdiri sambil memandang belatih yang tertancap dengan tubuh gemetar. Ia tidak lagi sanggup berlari atau menyelamatkan diri. Kedua kakinya terasa kaku melihat orang-orang bertopeng yang kini memenuhi ruangannya.

“Kami tidak akan menyakiti anda, Nyonya.” Norah maju ke depan. Ia memandang sekeliling ruangan tersebut sebelum tersenyum tipis. “Saya dengar-dengar anda kenal dengan pria bernama Fores. Boleh ceritakan kepada saya sedikit tentang pria itu?” Nada bicara Norah sungguh lembut. Namun, selembut apapun nada bicara wanita itu. Lawan bicaranya tidak akan menganggapnya sebagai wanita baik.

"Kenapa anda takut? Apa anda takut sama benda ini?" tunjuk Norah pada belatih miliknya. "Baiklah. Akan saya simpan saja."

Norah mencabut belatihnya dan duduk di sofa. Wanita itu meletakkan kedua kakinya di atas meja sambil menatap wajah Nyonya Gulnora. “Anda bisa duduk, Nyonya. Sepertinya akan lebih nyaman jika kita mengobrol sambil duduk.” Norah menunjuk sofa yang ada di depannya.

Tetapi, mana bisa Nyonya Gulnora duduk di sana. Sekarang saja dia ingin segera kabur dan menyelamatkan diri. Wanita itu juga tidak mau membahas masalah Fores. Ia tidak mau terlibat di dalam masalah yang telah terjadi.

“Saya tidak kenal dengan Fores. Saya hanya pernah dengar namanya saja,” sahut Nyonya Gulnora. Berharap wanita di hadapannya percaya.

“Ckckckck,” decak Norah. “Sudah tua tapi tukang bohong,” ledek Norah.

“Dia bukan mahasiswa saya. Saya sama sekali tidak mengenalnya. Jika anda ingin mengetahui informasi lengkap tentang Fores, anda bisa temui rektor langsung. Dia yang lebih tahu masalah mahasiswa yang ada di universitas Yale!” ucap Nyonya Gulnora dengan nada tinggi. Zion yang sejak tadi memperhatikan Nyonya Gulnora, mulai mengerti kalau wanita itu bukan hanya ketakutan melihat Norah. Tapi, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

Norah diam sejenak seperti sedang memikirkan apa yang baru saja dia dengar. Berbeda dengan Zion yang kini mulai mengambil tindakan. Ia mendekati Nyonya Gulnora sambil memegang senjata api.

“Apa yang ingin anda lakukan?” ucap Nyonya Gulnora. Ia terus saja melangkah mundur agar tidak tersentuh oleh Zion. Hingga akhirnya tubuhnya bersandar di dinding. Nyonya Gulnora tidak memiliki ruang untuk kabur. Dia telah terjebak di sudut rumahnya sendiri.

Norah berdiri sambil melihat apa yang ingin dilakukan kakaknya. Wanita itu tidak setuju jika Zion sampai membunuh wanita tua tidak bersalah seperti Nyonya Gulnora. Tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan kalau Nyonya Gulnora bersalah. Tidak sepantasnya mereka memperlakukan Nyonya Gulnora seperti ini. Melihat Nyonya Gulnora, rasanya Norah sama seperti melihat ibu kandungnya sendiri. Apa lagi kalau dilihat sepintas, usia Nyonya Gulnora sepertinya sama dengan usia Leona.

“Kak,” ucap Norah. Sebenarnya itu sudah sebuah kode agar Zion berhenti. Menghilangkan segala niat jahat untuk mencelakai Nyonya Gulnora.

“Siapa Foster? Apa hubungannya dengan Daisy?” tanya Zion dengan nada menekan. Ini sungguh mengerikan bagi Nyonya Gulnora. Seolah-olah dia sedang di suruh memilih antara hidup atau mati.

“Ternyata mereka bagian dari keluarga Daisy, lalu apa yang sekarang harus aku lakukan?” gumam Nyonya Gulnora di dalam hati.

“SIAPA!”

“Saya tidak tahu.” Nyonya Gulnora berlutut di kaki Zion. Wanita itu mengatupkan kedua tangannya dan menangis. Ia menggeleng pelan sambil menunjukkan sebuah kalung yang kini dia kenakan.

Zion mengeryitkan dahi melihat kalung tersebut. Dia tahu kalau kalung itu berisi camera. Seseorang sedang mengamati mereka. Zion tidak mau bertindak gegabah. Kini dia tahu alasan Nyonya Gulnora tidak mau bicara bukan karena wanita itu ingin melindungi Fores. Tetapi, wanita itu juga dalam keadaan di ancam oleh seseorang.

“Kau pantas mati wanita tua!” teriak Zion.

“KAKAK!” teriak Norah kaget.

DUARR DUARRR

Suara tembakan itu sungguh memekakan telinga. Nyonya Gulnora hanya bisa memejamkan mata sambil menunduk pasrah. Jika harus di tembak dan mati hari ini, dia pasrah. Usianya sudah tua. Cepat atau lambat dia memang akan mati.

Namun, satu hal tidak terduga terjadi. Kalung itu terlepas dan entah di bawah ke mana. Zion mendorong Nyonya Gulnora ke arah Norah. Norah segera menarik tangan Nyonya Gulnora agar pergi dari sana. Sedangkan Zion seperti sedang bercakap-cakap dengan pasukan Gold Dragon.

Nyonya Gulnora dibuat tidak sadarkan diri dengan cara di pukul saraf bagian belakangnya. Melihat Nyonya Gulnora sudah tidak sadarkan diri, Zion memandang pasukannya lagi. Hanya Nyonya Gulnora yang bisa membantunya untuk menemukan Daisy. Dengan begitu, wanita tua itu harus ia jaga dengan sebaik mungkin saat ini.

“Bakar wanita tua ini! Dia sama sekali tidak berguna! Pastikan dia mati dan menjadi abu di dalam ruangannya sendiri. Buat kebakakaran ini seolah-olah sebuah kecelakaan!” teriak Zion.

Pasukan Gold Dragon langsung paham. Karena dari kalimat yang diucapkan Zion, itu memiliki arti yang jelas. Zion meminta mereka membakar seseorang di dalam ruangan ini. Pastikan ruangan ini menyisakan satu mayat agar semua orang berpikir kalau Nyonya Gulnora telah tewas terbakar.

“Baik, Bos,” jawab pasukan Gold Dragon sebelum mereka melakukan tugas masing-masing.

“Satu lagi! Cari informasi tentang keluarganya. Aku ingin membunuh mereka satu persatu. Jika sudah berani menolong musuh, maka dia juga termasuk musuh kita!” sambung Zion dengan nada yang menyakinkan.

“Baik, Bos!”

Pasukan Gold Dragon segera melakukan misi yang diperintahkan Zion. Zion memandang kalung yang sudah terlepas dan tersenyum kecil. “Apa dia pikir dia lebih pintar dari aku? Tunggu tanggal mainnya. Secepatnya kita akan bertemu dan kau akan merasakan bagaimana rasanya menyesal karena sudah berani mengusik keluargaku!” ancam Zion di dalam hati.

Norah menunggu Zion di depan pintu. Nyonya Gulnora sudah di amankan oleh pasukan Gold Dragon. Wanita itu tersenyum melihat kakaknya yang begitu cerdik. “Aku tidak sadar kalau-”

Zion segera membungkam mulut Norah. “Ayo kita pergi. Bisa saja dia mendengar pembicaraan kita sekarang!” ucap Zion sebelum menarik tangan Norah pergi dari sana. Norah hanya diam tanpa berani berkata lagi karena takut melakukan kesalahan.

“Trik yang dilakukan Kak Zion sangat rapi. Bagaimana caranya agar aku bisa seperti Kak Zion. Jika aku sendirian yang menangani kasus ini sejak awal, mungkin aku sudah kalah,” gumam Norah di dalam hati.

Di sisi lain, seorang wanita mengepal kuat tangannya mendengar perbincangan yang ia dengar di ruangan Nyonya Gulnora. Posisi wanita itu sebenarnya tidak terlalu jauh dari posisi Zion dan pasukannya berada walau dia berada di gedung yang berbeda. Kini Nyonya Gulnora sudah tiada Ya, seperti itu yang ia pikirkan. Namun, dia lagi-lagi hanya bisa mendengar suaranya saja. Tidak berhasil melihat wajah asli seorang pemimpin geng Gold Dragon. Tadinya dia pikir dengan memakaikan kalung berisi camera di leher Nyonya Gulnora, dia akan bisa melihat jelas wajah pemimpin Gold Dragon.

“ARRGGH! SIAL!”

Wanita itu melempar laptop yang ada di depannya. Baginya camera itu sudah tidak berguna lagi. Ia mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang. Wajahnya terlihat emosi karena harus gagal secepat ini.

“Bebaskan semuanya. Wanita tua itu sudah tidak berguna lagi!” perintahnya kepada seseorang. Wanita itu beranjak dari kursi dan berjalan ke jendela. Ia melihat api mengepul di gedung yang ada di depannya. “Aku masih memiliki cara lain. Tidak semudah ini mengalahkanku, Zion Zein!”

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

siapa tuh wanita apa Zion pernah bersinggungan dengannya🤔

2022-12-28

0

indah_kajoL

indah_kajoL

ow ow siapaaa diaaaa?

2022-10-13

2

Waode Daniati

Waode Daniati

zerouan apa kabar? walaupun cucu sdh PD besar smga zeroun masih sehat dan kuat

2022-10-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!