Bab. 18

"Bukan hanya Opa Zen saja. GrandNa juga di sini. Bahkan Mama dan papa juga," ucap Norah dengan nada lemah. "Mereka sudah tahu kalau Daisy hilang. Mereka marah karena Kak Zion tidak memberi tahu mereka sejak awal. Sekarang aku tidak tahu apa yang terjadi di sana. Kak Zion memintaku untuk tetap di sini menjaga pria tidak berguna itu. Sebenarnya aku sangat ingin ke sana. Aku ingin membantu Kak Zion agar tidak disalahkan oleh semua orang. Tujuan Kak Zion baik. Dia hanya tidak mau dipandang sebagai kakak yang gagal. Tapi sepertinya mama dan papa salah paham. Hanya GrandNa dan Opa Zen yang ada di pihak Kak Zion."

Mendengar cerita Norah membuat Livy juga merasa sedih. Namun, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ada Zeroun dan Serena. Leona dan Jordan.

"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kenapa tadi Daddy sama Opa Lukas tidak bilang kalau Opa Zen sudah ada di sini. Apa mereka juga tidak tahu?" gumam Livy di dalam hati.

Livy tidak bisa berkutik lagi. Bagaimanapun juga, Livy tidak mau ikut campur terlalu jauh. Dia harus menjaga batasan agar Oliver dan Lukas tidak kecewa padanya. Terutama Oma Lana. Sejak dulu wanita itu selalu saja mengingatkan Livy agar tidak membanggakan status Katterine sebagai seorang putri di kerajaan Cambridge. Lana selalu meminta Livy untuk hidup apa adanya. Tidak tergantung dan tidak suka mengusik orang lain.

"Kak Livy, kenapa kakak bisa ke sini? Apa Kak Zion yang memanggil kakak ke sini?" tanya Norah penuh selidik. Wanita itu melupakan masalah tentang kakaknya dan kini menatap Livy dengan tatapan menyelidik. "Atau jangan-jangan kakak yang sudah memberi tahu semua orang kalau Daisy hilang! Kakak datang ke sini untuk melihat apa yang terjadi setelahnya!"

Tuduhan Norah berhasil menyulut api emosi di dalam dada Livy. Wanita itu mengepal kuat tangannya berusaha menekan emosi yang ingin meledak di ubun-ubun. Bukan saatnya untuk bertengkar walau memang perkataan Norah sangat menyinggungnya. Kalau saja di depannya ini bukan Norah, mungkin sudah habis di hajar oleh Livy.

"Norah, lain kali sebelum bicara pikirkan terlebih dahulu. Kira-kira lawan bicaramu bisa menerima kalimat yang kau ucapkan atau tidak. Karena terkadang, apa yang kita pikir baik belum tentu baik di pikiran orang lain. Apa lagi yang buruk? Sudah pasti tidak akan bisa diterima dimanapun. Kau masih sangat muda, sebaiknya jaga perkataanmu agar kau bisa menjadi wanita yang terhormat. Walau sekarang kau tidak berada di lingkungan istana lagi, tetapi kau ini keturunan kerajaan. Apa jangan-jangan selama ini kau tidak pernah belajar tata krama?"

"Livy!"

Livy melebarkan kedua matanya ketika mendengar teriakan dari seorang yang tidak asing baginya. Ia memandang ke samping untuk memeriksa. Norah menghapus air mata yang menetes sebelum berlari pergi. Livy memandang ke arah Norah sebelum ke samping lagi. Wanita itu pada akhirnya menunduk karena merasa takut dan bersalah.

"Tante Leona? Maafkan saya," ucap Livy dengan nada ketakutan. Walau ibu kandungnya adalah adik ipar Leona. Tetap saja Livy merasa takut jika sampai perkataannya menyinggung perasaan Leona.

Leona memandang ke arah Norah sebelum memandang ke arah Livy lagi. Sebenarnya dia tidak menyalahkan Livy sepenuhnya. Memang sejak awal Norah yang lebih dulu memancing keributan. Bahkan banyak sedikitnya apa yang dikatakan Livy ada benarnya. Sejak dulu memang Norah tidak pernah mau menurut dan mempelajari segala hal yang berhubungan dengan tata krama sebagai seorang wanita. Norah berpenampilan lebih tomboy karena terbiasa berada di dekat Zion. Bahkan tidak pernah peduli dengan kodratnya sebagai seorang wanita.

"Livy, jangan memperkeruh keadaan. Kau pasti sudah tahu bagaimana sikap Norah selama ini. Sejak kecil kalian memang selalu saja bertengkar. Tetapi tidak pernah lama, setelah beberapa saat kalian akan berteman lagi. Tetapi, sekarang situasinya berbeda. Kalian sudah sama-sama besar. Tidak anak-anak seperti dulu lagi. Sebaiknya kalian mulai bersikap dewasa dan belajar untuk mengerti satu sama lain. Sikap yang seperti ini, bisa membuat musuh berada di tengah-tengah kalian untuk memecah bela kalian," ucap Leona dengan tangan terlipat di depan dada. "Tante tahu Norah salah. Tapi, sebagai kakak kau seharusnya bisa membimbing adikmu menjadi lebih baik lagi. Jangan bersikap sama seperti dia."

"Maafkan Livy Tante," ucap Livy masih dengan kepala menunduk.

Jordan juga sudah muncul di sana. Pria itu memandang Livy sejenak sebelum memandang Leona. "Dimana Norah?" Pria itu ingin bertemu dengan Norah. Dia sudah merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Daisy dengan baik. Kali ini dia ingin memastikan sendiri kalau Norah baik-baik saja.

"Norah tadi pergi. Dia berselisih paham dengan Livy," sahut Leona apa adanya.

Jordan memandang Livy. Dia tahu kalau kini Livy merasa bersalah sampai gak berani memandang wajahnya. "Livy, semua akan baik saja. Kau tidak perlu bersikap seperti itu. Saat ini, paman dan Tante harus pulang. Apa kau bisa membantu Zion menemukan Daisy? Jika Gold Dragon dan The Filast bersatu, pasti Daisy akan cepat ditemukan."

"The Filast pasti akan membantu Kak Zion mencari Daisy, Paman," jawab Livy. "Paman, jangan salahkan Kak Zion. Dia hanya ingin menjadi kakak yang berguna untuk Daisy. Sebelum disalahkan, dia sudah lebih dulu menyalahkan dirinya sendiri."

Jordan tersenyum mendengar perkataan Livy. "Tidak ada yang menyalahkan Zion. Kami marah karena dia ingin pergi ke rumah sendirian. Tanpa melibatkan Gold Dragon, Norah dan juga kau. Dia menyusun sebuah rencana sendirian. Sayangnya, rencana dia ketahuan GrandNa. Dia tidak bisa berkutik lagi sekarang."

Livy mengeryitkan dahinya. "Kak Zion! Dia memang sulit di tebak. Di depan dia bersikap seperti butuh bantuan. Di belakang ternyata dia sudah memikirkan cara untuk bertindak sendirian," umpat Livy di dalam hati.

"Livy, apa yang kita pikirkan nak?" tanya Leona ketika Livy hanya diam sambil memikirkan Zion.

"Gak, Tante. Gak ada. Sekarang dimana Kak Zion? Apa dia masih bersama Opa Zen dan GrandNa?"

"Ya, mereka di dekat sungai. Di sana suasananya sangat tenang. Kau boleh ke sana. Opa Zen juga merindukanmu," ujar Leona dengan senyuman.

"Nanti Livy ke sana Tante."

"Kok nanti. Sekarang saja. Kau akan sendirian di sini. Kami ingin mencari Norah sebelum pulang."

"Baiklah. Livy ke sana dulu ya Tante," pamit Livy dengan suara pelan.

Livy tersenyum kecil. Dia lebih dekat dengan Opa Lukas daripada Opa Zen. Rasanya Livy kalau ada di dekat Opa Zen, bawaannya canggung. Berbeda ketika dia ada di dekat Lukas.

"Apa yang harus aku ucapkan nanti? Apa aku tanya kabar Opa Zen gitu?" gumam Livy sambil berjalan menuju sungai.

Terpopuler

Comments

Ayunaa

Ayunaa

kemana emailly dan Daniel?

2023-01-08

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

opa Zen baik kenapa Livy canggung

2022-12-28

0

Maia Mayong

Maia Mayong

daniel ud mninggal emilly jg sudh mninggal kah .
knp zeroun ma serena ikt turun jg

2022-11-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!