Bab. 2

Yale University

Daisy dan rombongan telah tiba di asrama. Para mahasiswa dan mahasiswi yang baru melakukan praktek lapangan itu segera turun dan menuju ke kamar masing-masing. Sebelum turun, Daisy memeriksa kembali hasil kerjanya hari ini. Dia terlihat serius dalam belajar. Daisy memiliki mimpi kalau dia harus menjadi orang yang di kenal dunia karena prestasi. Bukan kekuasaan. Daisy memasukkan semua laporan ke dalam tas lagi ketika dia rasa laporan yang ia tulis sudah lengkap.

“Daisy, siapa mereka?” Seorang wanita yang duduk di samping Daisy memandang Daisy dengan serius.

Wanita itu bernama Esme. Dia satu-satunya orang yang dekat dengan Daisy. Semua orang terlihat tidak menyukai Daisy dan memusuhi wanita itu karena Daisy di anggap tidak pantas kuliah di universitas elit tersebut. Memang jika di lihat dari penampilan Daisy yang sederhana, tidak akan ada yang menyangka kalau Daisy seorang putri dari kerajaan Cambridge.

Penampilan Daisy sangat sederhana. Dia selalu menggunakan barang-barang yang tidak bermerk. Berbeda dengan teman sekelasnya yang selalu menggunakan barang-barang branded dan memakai fasilitas mewah selama kuliah.

“Siapa?” tanya Daisy bingung. Bahkan karena sangat bingungnya, dia memandang keluar bis. Mencari sosok yang dimaksud temannya itu. Tetapi, Daisy tidak menemukan siapapun di dalam sana.

“Pria-pria yang mengejarmu tadi. Aku melihatnya. Tetapi ….” Wanita itu menunduk dengan rasa bersalah. “Aku tidak berani memberi tahu dosen karena Lyn dan yang lainnya mencegahku.”

Daisy mengangguk dengan senyum tertahan. Kali ini dia tahu siapa yang sudah membuatnya lelah berlari seperti tadi. Memang Lyn bisa di bilang sebagai wanita popular di kampus itu. Dialah ratunya. Semua orang memujanya karena dia anak konglomerat dan berparas cantik. Walau begitu, Daisy tidak pernah peduli. Selama dia tidak di usik, maka Daisy tidak akan pernah mengusik orang lain.

Biasanya juga kalau Lyn membuat masalah dengan Daisy, Daisy tidak langsung marah. Ia lebih sering bersikap masa bodoh. Namun, kali ini jebakan Lyn menyangkut harga dirinya. Andai saja tadi dia tidak di tolong oleh Zion, mungkin harga dirinya telah hilang sudah.

“Wanita itu. Tapi, aku tidak boleh bertindak gegabah. Aku juga tidak memiliki bukti kalau memang benar Lyn yang melakukan semua ini,” gumam Daisy di dalam hati.

“Maafkan aku,” ujar Esme lagi. Dia memegang tangan Daisy dengan kedua mata berkaca-kaca.

“Tidak apa-apa. Sekarang aku baik-baik saja. Kau tidak perlu bersedih seperti ini. Ayo kita turun,” ajak Daisy. Ia merangkul lengan Esme dan membawanya turun bersama-sama. Wanita itu berdiri di depan bis sambil memandang segerombol wanita yang kini memandangnya dengan tatapan menghina. “Awas saja kalian. Aku akan membalas kalian nanti,” umpat Daisy di dalam hati. Dengan bibir tersenyum, wanita itu melangkah menuju ke gedung asrama tempatnya tinggal selama dua tahun terakhir ini.

Setibanya di dalam kamar, Daisy meletakkan semua barang-barang miliknya di meja. Wanita itu di buat syok ketika melihat kamar yang berantakan dan begitu kotor. Bagaimana bisa? Padahal sebelum pergi, Daisy sudah merapikan kamar itu dan menjamin kebersihannya.

“Ini semua pasti ulah Lyn. Dia iri melihat nilai ujianmu mendekati sempurna,” ujar Esme.

Daisy tersenyum sambil menghela napas panjang. “Aku akan bersihkan semuanya. Esme, pergilah istirahat. Aku bisa mengatasinya. Aku tidak mau kau ikut terlibat,” pinta Daisy. Esme hanya mengangguk saja sebelum masuk ke dalam kamarnya. Posisi kamar mereka bersebelahan. Khusus asrama yang di tempati Daisy memang kamar yang satu kamar satu mahasiswa.

Daisy menutup pintu kamarnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku benar-benar lelah. Tapi, aku kangen sama Kak Zion. Aku telepon dulu Kak Zion baru bersihin kamar.”

Daisy menekan nomor kakak pertamanya sebelum menarik seprei yang dipenuhi sampah. Wanita itu menggantinya dengan seprei yang baru sebelum berbaring. Panggilan telepon sudah tersambung, tetapi Daisy belum juga mau bicara.

“Kau baik-baik saja Daisy? Sekali lagi aku tanya dan kau tidak juga menjawab, aku akan berdiri di hadapanmu dalam waktu lima menit!” ancam Zion.

“Aku baik-baik saja. Aku merindukan kakak,” sahut Daisy. Wanita itu tersenyum ketika membayangkan wajah kesal kakak kandungnya di kejauhan sana.

“Kenapa kamarmu terlihat berantakan? Kau mulai bosan. Eh?” ledek Zion.

“Aku pergi terburu-buru, kak,” jawab Daisy asal saja. Dia tahu, apa resikonya jika sampai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bukan hanya Lyn saja yang celaka. Tetapi, kedua orang tua Lyn juga bisa ikut terseret. Zion pria yang tidak pandang bulu. Entah itu muda atau tua, jika berani menyakiti adiknya maka dia akan membalasnya hingga berkali-kali lipat.

Zion berusaha mempercayai jawaban Daisy walaupun sebenarnya dia tidak percaya. Dia tahu ada yang di tutup-tutupi adiknya. Namun, dia juga tidak mau memaksa. “Daisy, kau tidak bisa bertindak seperti tadi terus-menerus. Bagaimana kalau aku pas tidak ada? Apa yang akan kau lakukan?”

“Bukankah masih ada Kak Norah?” sahut Daisy dengan mudahnya.

“Daisy ….”

“Ya, kak. Maaf. Lain kali aku akan lebih hati-hati,” sahut Daisy sambil memajukan bibirnya. “Kak, apa yang sedang kakak lakukan? Kenapa berisik sekali?”

“Aku sedang memperhatikan seseorang,” sahut Zion.

“Seseorang?” Daisy mengganti posisinya dengan posisi duduk. “Apa dia seorang wanita?”

“Hemmm.”

“Dia cantik?”

“Tidak terlalu.”

“Apa dia baik?”

“Tidak juga,” jawab Zion cepat.

“Kakak sedang memperhatikan siapa?” Daisy mulai penasaran. Dia ingin tahu sespesial apa wanita yang sudah berhasil mendapat perhatian Kak Zionnya yang cuek itu.

“Seseorang,” jawab Zion. “Sekarang dia lagi duduk.”

Daisy tersadar. Dia memandang ke luar jendela dan melihat ada banyak sekali gedung di sana. Wanita itu tersenyum sambil melambaikan tangan. “Kak Zion, I miss you,” teriaknya.

Zion hanya tersenyum mendengar suara adeknya di telepon. Dia menurunkan teropongnya karena memang ingin pergi dari gedung tersebut. “Daisy, Kakak juga merindukanmu.”

Zion merasa ada yang aneh. Suara adiknya tidak terdengar lagi. Pria itu memutar tubuhnya dan mengarahkan teropongnya ke kamar adiknya. Kali ini Zion di buat panik. Kamar itu kosong. Zion juga tidak bisa berkomunikasi dengan Daisy lagi karena Daisy tidak bicara sepatah katapun.

“Daisy?”

“KAKAK! TOLONG AKU!”

DUARRRR

Zion di buat syok ketika dari dalam telepon dia mendengar suara tembakan. Pria itu segera mengambil tali dan turun dari gedung dengan tali. Tidak lupa ponsel dan segala barang penting lainnya ia masukkan ke dalam tas dan ia bawa turun bersama dirinya. Secepat kilat ia akan segera tiba di asrama adiknya untuk menolong adiknya yang kini dalam bahaya. “Daisy, kakak akan segera datang,” ujar Zion di dalam hati.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

Kok kamar dimasukin orang sampah apa gak dikunci ya berarti keamanannya jelek

2024-01-27

0

Nining Sulastri

Nining Sulastri

baru juga bab awal udah mulai lari lariii 😮😮😮😮🤭

2023-02-22

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

uda mulai aksi kejar kejaran yang menegangkan

2022-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!