Bab. 14

“Livy, apa seperti ini yang daddy ajarkan? Apa kau masih belum rela jika Gold Dragon jatuh ke tangan Zion dan Norah?” tanya Oliver dengan ekspresi wajah yang serius. Walau Livy seorang wanita, tetapi mereka mendidik Livy layaknya seorang pria tangguh yang tidak mudah dikalahkan.

Memang beberapa tahun yang lalu, masalah Gold Dragon menjadi masalah puncak yang membuat lelah Oliver, Jordan, Lukas dan Zeroun. Tidak mungkin sebuah geng mafia di pimpin oleh dua orang yang memiliki karakter berbeda. Walau Livy dan Zion dekat dan sangat akrab, tetapi jiwa muda antara Livy dan Norah sulit disatukan. Mereka lebih sering bertengkar daripada harus bersatu. Hal itu yang membuat Lukas dan Oliver akhirnya menyerahlan Gold Dragon kepada Zion dan Norah. Bukan tanpa alasan. Kakek Zion dan Norah justru pemilik asli Geng mafia Gold Dragon. Jika keturunan Zeroun ingin memiliki, maka Lukas dan Oliver tidak bisa menghalangi.

Walaupun begitu, Oliver dan Lukas berjuang keras membentuk sebuah geng mafia yang diberi nama The Filast. Yang berasal dari singkatakan First anda Last. Pertama dan terakhir. Bersama dengan geng mafia The Filast, Livy mendapat julukan Tiger Eye. Karena Livy mewarisi sifat dingin Opa Lukas dan kecerdikan Oliver.

“Tidak, Dad. Aku tidak iri dengan Kak Zion. Aku hanya tidak mau ada masalah lagi antara Daddy dan Opa Zein. Seperti yang pernah terjadi. Seperti kejadian beberapa tahun lalu,” ucap Livy dengan wajah bersalah.

“Semua sudah berlalu. Gold Dragon akan tetap menjadi bagian kita. Walau kini Zion yang memimpinnya. Oke, baiklah. Masalah ini sepertinya tidak perlu di bahas lagi. Bagaimana kalau kita kembali ke topik utama. Apa yang terjadi? Kenapa Gold Dragon terlihat sibuk akhir-akhir ini. Bahkan mereka sebagian dari mereka sudah ada di Sapporo,” tanya Oliver dengan ekspresi yang serius.

“Sapporo?” Livy melebarkan kedua matanya.

“Jangan bilang kau tidak tahu, Livy,” sahut Lukas.

Livy benar-benar terjebak. Dia memang sebenarnya tidak tahu kalau Zion dan Norah ada di Sapporo. Dia hanya tahu kalau Daisy hilang. Sudah sampai mana usaha Zion dan Norah untuk menemukan Daisy, Livy sama sekali tidak tahu! Bahkan ditelepon tadi sebenarnya Livy sempat kecewa karena hilangnya Daisy dirahasiakan oleh Zion. Namun, dia wanita yang cerdas. Dengan mudahnya ia membuat Norah memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku harus lacak mereka,” ucap Livy. Dia mengambil ponselnya di dalam tas. Wanita itu menekan-nekan layarnya yang hanya dia sendiri yang tahu arti angka-angka di sana. Lukas dan Oliver saling memandang sebelum menghela napas.

“Livy, kau sendirian?” Lukas memandang seseorang yang secara diam-diam menguping pembicaraan mereka dan bersembunyi di balik dinding.

“Ya, opa,” jawab Livy tanpa memandang.

“Kau yakin?” tanya Lukas sekali lagi.

“Ya-” Livy mengeryitkan dahinya. “Apa ada yang mengikutiku?”

Seseorang itu lari. Dengan cepat Oliver berlari untuk mengejarnya. Usianya yang masih 50an tahun jelas saja tidak membuat fisik dan kemampuan Oliver banyak berubah. Pria itu masih tangguh seperti 25 tahun yang lalu.

“Livy memasukkan ponselnya ke dalam tas. “Ayo kita pergi dari sini,” ajak Lukas. Dia menarik tangan cucunya. Langkah Lukas memang tidak secepat dulu lagi. Namun, pria itu masih mampu mendidik dan menjadikan cucunya wanita yang tangguh seperti Lana.

Oliver menarik jaket hitam pria yang kini berlari dengan wajah ketakuan. Rasanya pria itu merasa menyesal sudah lewat sana dan mendengar pembicaraan Oliver, Lukas dan Livy. Ia berada dalam bahaya! Ya, seperti itu yang dia pikirkan ketika dia melihat wajah Oliver yang begitu mengerikan. Seperti ingin melahap manusia hidup-hidup.

“Aku akan membiarkanmu hidup dengan catatan. Kau tidak mendengar apapun dan tidak melihat apapun. Pergilah seperti orang buta dan tuli,” ucap Oliver. Sepertinya kali ini Oliver masih berbaik hati. Dia mau membebaskan orang yang sudah lancang menguping pembicaraan mereka.

Pria itu merasa bahagia. Dia mengangguk sebelum berjalan pergi dengan langkah yang kaku. Dia sebenarnya masih ketakutan. Namun, dia paksa kedua kakinya berjalan pergi. Oliver segera masuk ke dalam mobil. Pria itu harus menjadi supir dari ayah dan putrinya. Mereka harus membahas masalah ini di tempat yang jauh lebih tenang dan nyaman.

***

Livy membawa Oliver dan Lukas ke markas The Filast. Pertama kali Livy memasuki lokasi markas, kedatangannya di sambut hangat oleh anak buah Livy yang mayoritasnya laki-laki. Beberapa wanita tangguh memang ada di sana, namun mereka memiliki tugas yang jauh lebih ringan jika dibandingkan pria. Sangat jarang Livy mengajak bawahannya yang wanita untuk terjun ke lapangan langsung.

“Sejauh ini, apa kau mengalami masalah, Livy? Bagaimana caramu membagi waktu antara pekerjaan di rumah sakit dengan The Filast?” tanya Oliver ingin tahu.

“Itu sangat mudah, Dad. Aku hanya perlu meminta izin untuk tidur lalu aku kabur dari jendela dan bermain dengan The Filast,” sahut Livy dengan santai. Dia segera turun dari mobil ketika Oliver memberhentikan mobilnya. Wanita itu melangkah ke kursi yang letaknya tidak jauh dari mobilnya berhenti. Seorang wanita berpakaian seksi meletakkan laptop dan segala keperluan Livy di atas meja. Tidak lupa mereka menyediakan minum untuk menyambut kedatangan Lukas dan Oliver.

“Dad, aku tahu Daddy dan Opa juga sangat mengkhawatirkan Daisy. Begitu juga dengan Opa Zein. Tapi, bisakan kalian memberi kesempatan kepada Kak Zion untuk menyelesaikan masalah ini sendirian? Beri kami waktu satu minggu. Jika dalam satu minggu kami tidak berhasil menemukan Daisy, Opa dan Daddy boleh turun tangan,” ucap Livy dengan wajah memohon.

Lukas dan Oliver saling memandang. Memang seperti ini jawaban yang ingin mereka dengar. Mereka tidak mau keturunan mereka menjadi pribadi yang lemah dan mudah bergantung pada orang lain. Seperti inilah karakter yang mereka impikan.

“Baiklah. Satu minggu,” sahut Oliver. “Pesan mommymu, kau harus pulang dalam waktu dekat. Dia sangat merindukanmu, Livy.”

“Baiklah, Dad. Menang atau kalah, aku akan pulang. Sekarang, apa Daddy dan Opa bisa pergi dan temui Opa Zein? Katakan padanya kami bisa menyelesaikan semua masalah ini sendiri,” pinta Livy dengan wajah yang sangat serius. Jelas saja hal itu membuat Oliver dan Lukas tidak bisa berkata-kata lagi. Walau sebenarnya mereka masih ingin di sana menemani cucu dan anak mereka.

“Bailah,” jawab Lukas pasrah.

“Terima kasih, Opa.” Livy turun dan memeluk Lukas. “Livy sayang sama Opa.”

Lukas mengukir senyum kecil sebelum mengusap rambut Livy dengan lembut. “Opa juga sangat menyayangimu Livy. Kau nyawa Opa saat ini. Hidupmu adalah napas Opa.”

Livy merasa tersanjung hingga ia memeluk Lukas lebih erat lagi. “Semakin tua Opa semakin bucin,” ledek Livy.

Oliver hanya bisa tersenyum melihat ayah dan putrinya. Pemandangan yang ada di depan matanya sangat indah hingga ia tidak mau momen bahagia itu segera berakhir. “Tuhan, tolong jaga Putriku dimanapun dia berada. Hanya dia harta yang paling berharga yang pernah kami miliki,” gumam Oliver di dalam hati.

Terpopuler

Comments

Maia Mayong

Maia Mayong

aq kmri lg , blm siap baca nggu tamat mksdny thor. cm kyk ny blm tamat jg y thor.
rsa ny mw balik baca lukas n lana zein n serena lg ...

2023-07-13

0

Ghaza Syifa Alita

Ghaza Syifa Alita

opa Lukas pake tongkat ga ya

2023-02-10

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

anak Katt dan Oliver hanya Livy

2022-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!