Bab. 3

Norah melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi setelah Zion memberi kabar. Wanita itu akan tiba dalam waktu 20 menit di asrama Daisy. Walau kota dimana Asrama Daisy jaraknya cukup jauh dari lokasinya berada, tetapi ia yakin bisa sampai dalam waktu 20 menit. Wanita itu memegang erat gas sepeda motornya dan fokus ke depan. Menyalip satu persatu mobil yang melintas tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri.

Walau seorang wanita, tapi Norah sangat menyukai sepeda motor. Bahkan dia selalu menang jika memutuskan untuk ikut balapan motor. Sepeda motor Ducati Panigale V4 Superleggera berwarna hitam menjadi teman setianya kemanapun dia berada. Berada di atas sepeda motor itu Norah merasa melayang seperti di udara. Walau terlihat berat, tapi di tangan Norah sepeda motor itu sangat ringan.

"Daisy, kamu gadis yang kuat. Kakak akan segera datang untuk menolongmu," rasanya Norah tidak sabar untuk segera tiba di asrama Daisy. Namun, mau bagaimana lagi? Jarak tempuhnya cukup jauh. Ia tidak bisa tiba di lokasi secepat Zion. Di tambah lagi, pada malam hari, jalan lintas yang dilewati Norah sangat padat.

Norah mungkin tidak akan peduli dengan keselamatan dirinya sendiri. Namun, bagaimana kalau aksi brutalnya membuat orang lain celaka? Norah tidak mau membuat orang yang tidak berdosa kehilangan nyawa. Bukan seperti itu prinsip hidupnya!

Di detik yang sama. Zion sudah tiba di asrama Daisy. Pria itu berdiri mematung melihat darah dimana-mana. Bahkan di dinding juga ada. Darah itu membekas menuju ke kamar mandi yang letaknya beberapa meter dari posisi Zion berdiri. Letaknya sedikit ke samping. Dari posisi Zion, keadaan di dalam kamar mandi tidak terlihat.

"Daisy ...," lirihnya dengan nada lemah.

Rasanya Zion tidak sanggup melangkah lagi. Dia tidak akan siap untuk melihat adiknya celaka. Pria itu menggeram. Kedua tangannya terkepal kuat sampai memutih. Rahangnya mengeras. Wajahnya terlihat menahan marah. Namun, ada satu bagian yang kini rasanya begitu menyiksa. Debaran jantungnya. Jantung Zion memompa dengan begitu cepat karena kini dia sangat was-was.

Belum pernah Zion takut seperti ini. Dia bahkan kesulitan untuk melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Seolah-olah di telapak sepatunya ada lem yang membuatnya kesulitan untuk melangkah lagi.

"Siapa kau?"

Esme muncul di depan pintu. Wanita itu juga syok melihat ada darah di lantai kamar sahabatnya. Dia menuduh Zion yang sudah melakukan semua ini karena memang Esme tidak tahu kalau Daisy memiliki kakak.

"TOLONG! ADA PENJAHAT!" teriak Esme. "Tolong!"

Zion memutar tubuhnya dan memandang Esme. Dia tidak mau melukai Esme karena Zion tahu wanita itu sahabat adiknya. Sedangkan Esme berlari untuk mencari pertolongan. Dia ketakutan ketika melihat pandangan mata Zion yang terlihat menakutkan.

Semua orang yang mendengar teriakan Esme segera keluar dari kamar. Salah satunya adalah Lyn. Wanita itu berdiri di depan kamar sambil melipat kedua tangannya. Ada handuk di atas kepalanya yang masih melilit rambut basah. Tatapannya terlihat tidak suka ketika mendengar Esme teriak di jam istirahat.

"Apa yang kau lakukan wanita bodoh!" umat Lyn.

Esme yang memang kini berada tepat di depan Lyn, hanya bisa berdiri dengan tubuh gemetar. Bahkan bibirnya sampai kesulitan untuk bicara.

"Dai .... Dai ...." Gagapnya dengan bibir pucat.

"Maksudmu, Daisy?" Lyn memeriksa kukunya dengan ekspresi wajah cuek. "Ada apa yang wanita udik itu?"

"Darah darah," lanjut Esme lagi. Masih terus mengiang di ingatannya tatapan menakutkan Zion hingga membuatnya tidak bisa bicara.

"Darah?" Lyn menghela napas panjang. Wanita itu masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan Esme. "Apa maksudmu Daisy berdarah?"

Esme mengangguk. Belum juga sempat menjelaskan dia sudah pingsan. Wanita itu terhuyung ke depan hingga terjatuh di tubuh Lyn. Lyn mengeryitkan dahinya dan segera mendorong tubuh Daisy dengan wajah jijik.

"Iuhhh! Apa-apaan dia!" umpat Lyn tidak suka. Wanita itu memandang ke kiri. Di sana beberapa orang juga keluar dari kamar dengan wajah bingung.

"Ada apa? Seseorang berteriak ada orang jahat! Di mana?" tanya salah satu penghuni asrama.

Lyn hanya mengangkat kedua bahunya. "Paling juga si wanita bodoh dan wanita udik lagi buat sensasi. Yuk kita masuk saja. Gak penting juga ," sahut Lyn.

Ucapan Lyn membuat yang lainnya juga ikut masuk ke kamar. Memang kamar Daisy dan Esme ada di sudut lorong. Dua kamar mereka seperti kamar yang di asingkan. Karena sebelum mendapatkan kamar mereka, ada dinding panjang yang harus dilalui.

"Ada apa ini?"

Seorang wanita berusia sekitar 45 tahun berdiri di depan tangga. Wanita itu memandang satu persatu wajah mahasiswinya dengan tatapan penuh tanya. "Kenapa kalian ribut sekali? Ini sudah malam!"

"Dia pingsan di depan kamarku, madam. Nyonya Gulnora. Bisakah anda singkirkan dia dari hadapanku? Aku tidak mau virus dari tubuhnya terbang ke kamarku!" ujar Lyn.

Nyonya Gulnora segera mendekati Esme. Wanita itu memandang ke depan. Ia merasa ada yang aneh. Biasanya dimana ada Esme di situ ada Daisy. Sekarang, dimana wanita cerdas itu?

Semua masuk ke dalam kamar lagi. Sedangkan Nyonya Gulnora tertarik untuk memeriksa ke kamar Daisy. Ia bahkan membiarkan Esme tergeletak di lantai karena sangat mengkhawatirkan Daisy. Hanya Nyonya Gulnora satu-satunya orang yang mengetahui identitas asli Daisy. Sisanya hanya menganggap Daisy sebagai wanita kampung tidak berguna.

Setibanya di kamar Daisy, Nyonya Gulnora di buat syok melihat kamar berantakan dan darah dimana-mana. Dia menutup mulutnya dengan tangan dan menahan pita suaranya agar tidak menjerit karena ketakutan. Wanita itu terus melangkah untuk memeriksa ke arah kamar mandi. Jejak darah itu berakhir di sana.

Zion keluar dari kamar mandi hingga membuat Nyonya Gulnora syok bukan main. Pria itu menatap Nyonya Gulnora dengan tatapan menikam dan berjalan mendekati wanita itu.

"Siapa Foster?"

"Foster? Anda siapa? Kenapa anda ada di kamar Daisy? Apa yang terjadi pada Daisy?" tanya Nyonya Gulnora dengan sisa keberanian yang ia miliki.

Zion memperlihatkan kalung yang ia temukan di kamar mandi. Kalung itu ada inisial huruf F yang di belakangnya tertulis jelas nama Foster. Di dalam kamar mandi tidak ada siapapun selain ceceran darah yang begitu mengerikan.

"Katakan atau aku akan-" Zion menahan langkah kakinya ketika mendengar suara sirine polisi. Pria itu mengepal kuat kalung yang ia temukan dan membawanya pergi. Ia tidak lagi peduli dengan Nyonya Gulnora.

"Dia mahasiswa yang suka sama Daisy!" teriak Nyonya Gulnora sebelum Zion melompat dari jendela. Zion memandang Nyonya Gulnora sekilas sebelum melompat. Pria itu tidak mau berurusan dengan polisi. Dia bisa mencari adik kandungnya tanpa bantuan dari polisi-polisi tersebut.

Nyonya Gulnora terduduk di lantai. Ia masih tidak sanggup memandang darah di lantai. "Daisy ... apa yang terjadi padamu Nak? Apa seseorang telah mencelakaimu? Dimana kamu nak?" lirih Nyonya Gulnora dengan wajah menahan tangis.

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

kangen dengan generasi pertama dragon gold masih belum bisa move on dengan pesona mereka

2022-12-28

1

Santi Rahma

Santi Rahma

wooooiw wooowwww sukses selalu krya2 nya selalu kereeeeeeeen

2022-12-17

0

indah_kajoL

indah_kajoL

yessss,,,,
golek i dewehhhh,,,🔫🔥🔥🔥🔥

2022-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!