Austin berdiri di depan cermin kamar mandi dengan tubuh bertelanjang dada. Pria itu memperhatikan Rula dari cermin sebelum memalingkan wajahnya. Dia sama sekali tidak tertarik melihat wanita seksi tersebut. Walau penampilan Rula sudah cukup menarik dan mempesona tetapi tetap saja Austin tidak pernah bergairah setiap kali melihat wanita tersebut. Bahkan dia tidak pernah mau sampai terjebak di ranjang bersama wanita tersebut.
"Baby, Apa yang sedang kau pikirkan? Bukankah tidak lama lagi mereka semua akan datang ke tempat ini? Dengan begitu Kau tidak perlu susah-susah mencari mereka. Sekarang kita hanya perlu menyusun rencana agar bisa menyambut kedatangan mereka yang mungkin tidak akan lama lagi," ucap Rula sambil mengusap permukaan kulit Austin dengan sentuhan yang begitu menggoda. Wanita itu berharap godaannya kali ini berhasil membuat Austin terpesona.
"Menyingkirlah!" ketus Austin.
Austin berpindah ke tempat lain karena risih dekat-dekat dengan Rula. Pria itu memilih keluar dari kamar mandi dan duduk di atas sofa. Dia menuang minuman beralkohol ke dalam gelas kristal dan meneguknya secara perlahan.
Rula yang masih bertahan di kamar mandi terlihat sangat kesal. Namun wanita itu tidak pernah mau menyerah. Dia akan berjuang sekeras mungkin agar bisa mendapatkan hati Austin. Wanita itu mengukir senyuman manis sebelum keluar dari kamar mandi.
"Apa yang membuatmu begitu percaya diri mengatakan kalau mereka akan datang ke tempat ini. Kita tidak akan pernah tahu kapan mereka akan datang. Wajah mereka tidak dikenali. Itu hanya akan membuat masalah baru di tempat ini!" ujar Austin. Sebenarnya dia sudah malas bicara dengan Rula. Namun, wanita itu yang terus saja bicara omong kosong di depan Austin.
"Sebenarnya itu hal yang mudah. Di dunia ini, tidak akan ada orang yang peduli dengan wanita tidak berguna itu. Hanya keluarganya yang peduli. Kita hanya perlu mengawasi di sekitar depan kamar wanita tersebut. Siapapun yang berani mendekat maka sudah bisa dipastikan kalau dia adalah bagian dari keluarganya. Kali ini aku sangat yakin kalau Zion Zein sendiri yang akan turun tangan untuk menolong adiknya. Karena informasi yang aku terima dari Esme, wanita bernama Daisy itu tidak memiliki pacar. Itu berarti tidak ada pria lain yang peduli terhadapnya selain kakak kandungnya sendiri." Rula terlihat percaya diri mengatakan semua itu di depan Austin. Padahal jelas-jelas itu hanya tebakannya saja. Belum tentu juga terjadi seperti itu.
"Apa mereka hanya dua bersaudara?" Austin menatap Rula dengan tatapan menyelidik.
Rula mengangguk. "Kata Esme seperti itu!"
"Kau pernah bilang kalau adikmu itu sama sekali tidak berguna. Wanita payah yang seharusnya tidak pernah terlahir di dunia ini. Bagaimana bisa sekarang kau mempercayai Semua kata-kata yang dia ucapkan. Aku memintamu turun tangan karena aku ingin kau menyelidikinya sendiri secara langsung. Bukan untuk mengandalkan adikmu yang tidak berguna itu," teriak Austin emosi. Rasanya kalau Rula sudah tidak berguna lagi, ingin sekali dia membunuh Rula. Wanita itu membuatnya muak setiap kali bertemu.
Rula terdiam mendengar kata-kata Austin. Sebenarnya bukannya Rula tidak mau menyelidiki Gold Dragon. Yetapi memang sesulit itu menyelidiki seorang Zion Zein. Namun, Rula tidak sanggup untuk mengatakannya langsung kepada Austin bahwa dirinya menyerah. Dia datang ke tempat ini dan bersikap seolah-olah masalah telah berhasil di atasi. Padahal pada kenyataannya masalah ini masih seperti benang kusut yang belum menemukan jalan keluarnya.
"Aku akan mengadakan pesta besar dan mengundang semua orang. Aku akan memberikannya jalan untuk datang ke rumah ini. Dengan begitu aku bisa bertatap muka langsung dengan seorang Zion Zein dan mengalahkannya!" Austin membanting gelas itu di meja. Kali ini keputusannya sudah final. Walau awalnya ragu, tapi pada akhirnya dia mau menuruti rencana yang dikatakan Rula.
Rula tersenyum bahagia ketika rencana yang ia susun disetujui oleh Austin. Memang sebenarnya Rula yang sudah membuat ide untuk mengadakan pesta di rumah mewah tersebut. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah seorang Austin. Tetapi tapi kali ini mereka membiarkan semua orang masuk hanya untuk menangkap seorang Zion Zein. Rula sudah mendapat kabar Kalau Foster telah mengetahui hilangnya Daisy. Masalah ini akan semakin rumit jika Foster sampai turun tangan mencari Daisy. Apalagi jika sampai Zion Zein bekerja sama dengan Foster.
"Mencari Zion Zein sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sangat sulit dan mustahil. Aku harap rencana ini berhasil. Aku juga sudah menebar petunjuk agar Zion Zein tahu kalau adiknya di tangkap oleh Austin. Aku terpaksa mengambil rencana seperti ini walau sebenarnya resikonya sambat besar," gumam Rula di dalam hati.
Tiba-tiba saja wanita itu kepikiran dengan Daisy. Dia ingin melihat Daisy di kamarnya dan memastikan kalau wanita itu masih hidup. Ia tahu bagaimana Austin. Pria itu pasti tidak peduli dan mungkin akan membiarkan Daisy begitu saja. Rula tidak mau sampai Daisy tewas karena memang bukan seperti itu tujuan utamanya. Kematian Daisy sama sekali tidak menguntungkan baginya.
Rula beranjak dari sana. Austin terlihat tidak peduli. Pria itu lebih asyik memeriksa senjata barunya daripada harus memandang Rula.
Rula memakai mantel berbulu untuk menutupi tubuhnya yang seksi sebelum keluar kamar. Wanita itu langsung menuju ke ruangan tempat Daisy di kurung. Beberapa pengawal menyambut kedatangan Rula dan memberikan wanita itu jalan untuk masuk ke dalam.
"Bagaimana keadaan wanita itu? Apa dia sudah dikasih makan?" tanya Rula sembari melangkah masuk ke dalam.
"Sudah, Nona. Wanita itu dalam keadaan stabil," jawab pengawal itu sambil menunduk.
Rula berdiri di samping tempat tidur Daisy. Ada senyum simpul di bibirnya. Dia seperti menyepelekan Daisy karena kini wanita itu cuma bisa berbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Wanita tidak berguna. Bagaimana bisa Esme berteman dengannya sejak masuk kuliah. Apa wanita culun seperti ini tidak membosankan?" ledek Rula. Dia kembali ingat kalau Daisy itu adalah adik kandung Zion. "Oh iya, wanita ini adalah adik kandung Zion Zein. Zion Zein itu adalah ketua mafia Gold Dragon. Apa dia tahu kalau kakaknya seorang mafia? Atau jangan-jangan selama ini kakaknya menyembunyikan identitasnya?"
Rula menggeleng kepalanya. "Untuk apa juga aku memikirkan mereka?" Rula mendekati Daisy. Wanita itu memperhatikannya dengan saksama. Walau saat ini Daisy terlihat seperti orang sakit, tapi sebenarnya wanita itu hanya tidur. Tidak tahu apa efek yang akan didapat oleh Daisy jika obat terus-menerus masuk ke tubuhnya. Yang terpenting Austin bisa berhasil mengalahkan Zion.
"Sepertinya penjagaan di kamar ini harus di perketat. Terutama CCTV. Harus dihubungkan langsung ke ponselku," perintah Rula kepada bawahannya.
"Baik, Nona!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
🌼 Pisces Boy's 🦋
belum tau saja Rula kalau Foster suka sama Daisy sdh pasti dia akan datang menyelamatkan wanita yang disukainya
2022-12-28
0
Dimas Syadewa
mf mau tanyakan ledy of mafia tayang dimana trim ksih
2022-11-02
3
Waode Daniati
Austin hot bangat...apkah Austin bakalan berjodoh dengan Norah...
2022-10-19
1