Bab. 9

"No!" sahut Zion. "Grandna sudah tua. Mama akan memarahi kita jika dia sampai tahu kita menyusahi Grandna. Biarkan saja Grandna menikmati masa tuanya. Opa Daniel sudah tidak ada. Kita tidak bisa menyusahkan GrandNa lagi!" sahut Zion tidak setuju.

Pria itu kembali membayangkan wajah GrandNanya yang memang sudah keriput karena usianya sudah cukup tua. Jangankan untuk memikirkan masalah seperti ini, untuk keluar rumah saja terkadang Leona dan Jordan melarang Serena. Mereka hanya ingin Serena hidup tenang dan menikmati masa tuanya. Tidak mau sampai Serena bertemu dengan musuhnya lagi. Cukup puluhan tahun lalu saja terjadi. Untuk saat ini, Serena layak merasakan ketenangan yang sejak dulu sulit dia dapatkan.

"Tapi Grandna hanya fisiknya saja yang tua. Pikiran dan ide yang ia miliki seperti masih muda. Sangat brilian," gumam Norah yang hanya berani di dalam hati saja. Dia tahu akan timbul masalah baru jika tetap ngotot menghubungi Serena dan memberi tahu masalah ini.

"Baiklah. Aku tidak akan memberi tahu GrandNa," sahut Norah dengan nada ketus.

Norah terlihat cemberut. Namun, sayangnya ekspresi itu harus tertutup topeng hingga kakaknya Zion tidak bisa melihatnya. Nyonya Gulnora yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam saja. Dia tidak akan ikut campur dengan persoalan adik kakak yang ada di depannya. Walau sebenarnya dia sangat ingin ikut campur.

Untuk beberapa saat, Norah diam sejenak. Dia sedang memikirkan solusi yang tepat untuk mencari Daisy. Kedua matanya bersinar dengan penuh semangat ketika ide baru muncul di dalam pikirannya.

"Bagaimana kalau minta bantuan Opa Zen? Opa selalu bisa-"

"Stop, Norah! Stop. Dimanapun Daisy, kita pasti bisa menemukannya dan membawa Daisy pulang sebelum mama dan papa menyadari kalau Daisy hilang. Tanpa bantuan Mama, papa, Grandna, Opa Zen, Opa Lucas, atau siapapun itu! Kau pasti tahu, jika mereka sampai turun tangan, mungkin setengah jam saja Daisy sudah pulang. Tapi, kapan kita berhasilnya Norah! Kapan kita bisa mandiri jika masalah seperti ini saja minta bantuan sama leluhur kita? Kita ini penerus Gold Dragon. Kita sosok yang berperan penting. Bukan sekedar figuran semata!" jawab Zion dengan nada marah. Walau begitu, dia masih berusaha sabar menghadapi Norah. Dia sangat menyayangi Norah seperti dia menyayangi Daisy. Zion tidak mau perkataannya sampai menyinggung apa lagi melukai jari Norah.

Walau sebenarnya kali ini Zion benar-benar geram di buat adiknya. Tetapi, memang semua yang dikatakan Zion benar. Cukup sering mereka menyusahkan kedua orang tua mereka jika terlibat masalah. Terlebih lagi sosok Opa Zen yang tidak lain adalah Zeroun Zein dan Grandna yang tidak lain adalah Serena.

Mendengar ocehan Zion, Norah memilih diam saja. Apa yang dikatakan kakaknya itu memang benar. Hanya saja Norah tidak sabar jika dalam 24 jam adiknya belum ditemukan. Bila perlu Daisy ditemukan malam ini juga. Biasanya mereka tidak pernah sampai seperti ini. Ada masalah hitungan jam sudah beres.

"Kenapa mereka jari bertengkar? Jika mereka berdua bertengkar, mereka tidak akan bisa menemukan Daisy," gumam Nyonya Gulnora di dalam hati.

"Maafkan saya, tapi saya terpaksa ikut campur," ucap Nyonya Gulnora. Ternyata dia juga tidak bisa diam saja menjadi penonton. Usianya sudah tua tetapi dia tahu bagaimana pemikiran anak muda jaman sekarang. Terbiasa menjadi ibu di asrama putri, membuat Nyonya Gulnora ingin menjadi penengah perselisihan antara Zion dan Norah.

"Apa yang ingin anda katakan, Nyonya Gulnora?" tanya Norah dengan suara jutek. Dia masih kesal sama Zion karena telah membentaknya. "Kalau anda meminta saya untuk membebaskan Anda, sebaiknya anda diam saja!"

"Tidak. Saya hanya ingin menanggapi obrolan kalian berdua anak muda. Apa yang dikatakan kakakmu benar. Hargai dia sebagai seorang kakak. Dia ingin menemukan adiknya. Harga diri seorang pria akan sangat dihargai jika dia berhasil menjaga adiknya. Sebaliknya, jika dia gagal. Dia akan menjadi orang yang pertama kali ditanya. Kenapa bisa sampai gagal! Keputusan kakakmu sudah tepat. Dukung dia. Jangan libatkan kedua orang tuamu ataupun nenek kakekmu. Orang tua memang yang selalu hebat, karena pengalaman mereka sudah banyak. Tetapi, mereka menjadi hebat juga karena mereka sering berhasil. Di usia kalian yang masih muda seperti ini. Jangan pernah takut kalah. Berjuang dulu. Hasilnya akan kelihatan jika kalian bersungguh-sungguh." Panjang lebar Nyonya Gulnora menjelaskan namun Norah terlihat semakin kesal. Tidak ada yang membelanya. Padahal dia hanya ingin Daisy cepat ditemukan. Hanya itu saja!

Zion hanya diam saja mendengar ucapan nyonya Gulnora. Tidak membenarkan juga tidak membantah.

"Tetapi, sebentar lagi kami harus pulang untuk menghadiri pesta mama dan papa. Mereka akan marah jika pada tanggal itu Daisy belum ditemukan. Terlebih lagi jika mereka tahu kalau Daisy hilang dan kami tidak memberi tahu mereka," jawab Norah dengan nada sedih.

"Jangan berpikir kalau Daisy tidak akan ditemukan. Berdoalah, Nak. Berdoa agar Daisy segera ditemukan. Kalian semua orang baik. Semoga Tuhan selalu memberkati kalian," ucap Nyonya Gulnora. Dia mengambil ponselnya yang ada di dalam saku mantel cokelat. Wanita itu mengotak-atik layar ponselnya seperti sedang mencari sesuatu. "Ini alamat rumah keluarga Mattiew. Foster pasti ada di sana. Dia mengambil cuti selama satu semester karena ingin fokus melakukan sesuatu. Sepertinya dia menginginkan Daisy hingga nekad melakukan semua ini. Tetapi, percayalah kalau Foster tidak akan melukai Daisy. Dia pria yang baik. Sopan dan berpendidikan. Dia pasti akan menjaga Daisy dengan baik." Tatapan Nyonya Gulnora terlihat sangat menyakinkan. Seolah-olah Daisy akan senang jika di culik Foster. Bisa dibilang tidak ada masalah di sana. Padahal yang sebenarnya terjadi, tidak seperti itu. Siapapun yang sudah menculik Daisy, akan tetap mendapat balasannya dari Zion. Tidak peduli pria itu bagaimana statusnya. Entah itu orang kaya atau putra ketua mafia sekalipun Zion tidak peduli. Dia akan tetap membalas perbuatan orang yang sudah berani mengusik ketenangan adik kandungnya.

"Kalian bisa pergi ke sini-"

Tiba-tiba Zion merebut paksa ponsel Nyonya Gulnora. Pria itu membaca alamat yang tertera di layar ponsel Nyonya Gulnora. Setelah selesai mengingat alamatnya, ia menarik tangan Norah agar berdiri.

"Untuk sementara waktu, anda tinggal di tempat ini. Anda akan dijaga oleh beberapa orang bawahan saya. Anak-anak anda akan saya kirimkan ke rumah ini. Anda akan dibebaskan setelah Daisy ditemukan!" ucap Zion.

"Baiklah," jawab Nyonya Gulnora pasrah. Baginya yang terpenting Daisy ditemukan dan anak-anaknya baik-baik saja.

"Kak, kita mau ke mana?" tanya Norah ketika Zion menarik tangannya meninggalkan ruangan tersebut.

"Ke Sapporo. Kita harus segera menemukan Daisy!" sahut Zion tanpa memandang.

Terpopuler

Comments

wiens

wiens

bisa balikan lagi nih serena sama zeroun, kalo jodoh udah g kemana meski udah opa Oma😘😘

2023-03-21

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

opa Daniel uda meninggal😔
grandna tinggal sendiri dong

2022-12-28

0

Retno Asih

Retno Asih

daniel dah meningal 😪😪 trus serena tinggal sama siapa??

2022-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!