"No!" sahut Zion. "Grandna sudah tua. Mama akan memarahi kita jika dia sampai tahu kita menyusahi Grandna. Biarkan saja Grandna menikmati masa tuanya. Opa Daniel sudah tidak ada. Kita tidak bisa menyusahkan GrandNa lagi!" sahut Zion tidak setuju.
Pria itu kembali membayangkan wajah GrandNanya yang memang sudah keriput karena usianya sudah cukup tua. Jangankan untuk memikirkan masalah seperti ini, untuk keluar rumah saja terkadang Leona dan Jordan melarang Serena. Mereka hanya ingin Serena hidup tenang dan menikmati masa tuanya. Tidak mau sampai Serena bertemu dengan musuhnya lagi. Cukup puluhan tahun lalu saja terjadi. Untuk saat ini, Serena layak merasakan ketenangan yang sejak dulu sulit dia dapatkan.
"Tapi Grandna hanya fisiknya saja yang tua. Pikiran dan ide yang ia miliki seperti masih muda. Sangat brilian," gumam Norah yang hanya berani di dalam hati saja. Dia tahu akan timbul masalah baru jika tetap ngotot menghubungi Serena dan memberi tahu masalah ini.
"Baiklah. Aku tidak akan memberi tahu GrandNa," sahut Norah dengan nada ketus.
Norah terlihat cemberut. Namun, sayangnya ekspresi itu harus tertutup topeng hingga kakaknya Zion tidak bisa melihatnya. Nyonya Gulnora yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam saja. Dia tidak akan ikut campur dengan persoalan adik kakak yang ada di depannya. Walau sebenarnya dia sangat ingin ikut campur.
Untuk beberapa saat, Norah diam sejenak. Dia sedang memikirkan solusi yang tepat untuk mencari Daisy. Kedua matanya bersinar dengan penuh semangat ketika ide baru muncul di dalam pikirannya.
"Bagaimana kalau minta bantuan Opa Zen? Opa selalu bisa-"
"Stop, Norah! Stop. Dimanapun Daisy, kita pasti bisa menemukannya dan membawa Daisy pulang sebelum mama dan papa menyadari kalau Daisy hilang. Tanpa bantuan Mama, papa, Grandna, Opa Zen, Opa Lucas, atau siapapun itu! Kau pasti tahu, jika mereka sampai turun tangan, mungkin setengah jam saja Daisy sudah pulang. Tapi, kapan kita berhasilnya Norah! Kapan kita bisa mandiri jika masalah seperti ini saja minta bantuan sama leluhur kita? Kita ini penerus Gold Dragon. Kita sosok yang berperan penting. Bukan sekedar figuran semata!" jawab Zion dengan nada marah. Walau begitu, dia masih berusaha sabar menghadapi Norah. Dia sangat menyayangi Norah seperti dia menyayangi Daisy. Zion tidak mau perkataannya sampai menyinggung apa lagi melukai jari Norah.
Walau sebenarnya kali ini Zion benar-benar geram di buat adiknya. Tetapi, memang semua yang dikatakan Zion benar. Cukup sering mereka menyusahkan kedua orang tua mereka jika terlibat masalah. Terlebih lagi sosok Opa Zen yang tidak lain adalah Zeroun Zein dan Grandna yang tidak lain adalah Serena.
Mendengar ocehan Zion, Norah memilih diam saja. Apa yang dikatakan kakaknya itu memang benar. Hanya saja Norah tidak sabar jika dalam 24 jam adiknya belum ditemukan. Bila perlu Daisy ditemukan malam ini juga. Biasanya mereka tidak pernah sampai seperti ini. Ada masalah hitungan jam sudah beres.
"Kenapa mereka jari bertengkar? Jika mereka berdua bertengkar, mereka tidak akan bisa menemukan Daisy," gumam Nyonya Gulnora di dalam hati.
"Maafkan saya, tapi saya terpaksa ikut campur," ucap Nyonya Gulnora. Ternyata dia juga tidak bisa diam saja menjadi penonton. Usianya sudah tua tetapi dia tahu bagaimana pemikiran anak muda jaman sekarang. Terbiasa menjadi ibu di asrama putri, membuat Nyonya Gulnora ingin menjadi penengah perselisihan antara Zion dan Norah.
"Apa yang ingin anda katakan, Nyonya Gulnora?" tanya Norah dengan suara jutek. Dia masih kesal sama Zion karena telah membentaknya. "Kalau anda meminta saya untuk membebaskan Anda, sebaiknya anda diam saja!"
"Tidak. Saya hanya ingin menanggapi obrolan kalian berdua anak muda. Apa yang dikatakan kakakmu benar. Hargai dia sebagai seorang kakak. Dia ingin menemukan adiknya. Harga diri seorang pria akan sangat dihargai jika dia berhasil menjaga adiknya. Sebaliknya, jika dia gagal. Dia akan menjadi orang yang pertama kali ditanya. Kenapa bisa sampai gagal! Keputusan kakakmu sudah tepat. Dukung dia. Jangan libatkan kedua orang tuamu ataupun nenek kakekmu. Orang tua memang yang selalu hebat, karena pengalaman mereka sudah banyak. Tetapi, mereka menjadi hebat juga karena mereka sering berhasil. Di usia kalian yang masih muda seperti ini. Jangan pernah takut kalah. Berjuang dulu. Hasilnya akan kelihatan jika kalian bersungguh-sungguh." Panjang lebar Nyonya Gulnora menjelaskan namun Norah terlihat semakin kesal. Tidak ada yang membelanya. Padahal dia hanya ingin Daisy cepat ditemukan. Hanya itu saja!
Zion hanya diam saja mendengar ucapan nyonya Gulnora. Tidak membenarkan juga tidak membantah.
"Tetapi, sebentar lagi kami harus pulang untuk menghadiri pesta mama dan papa. Mereka akan marah jika pada tanggal itu Daisy belum ditemukan. Terlebih lagi jika mereka tahu kalau Daisy hilang dan kami tidak memberi tahu mereka," jawab Norah dengan nada sedih.
"Jangan berpikir kalau Daisy tidak akan ditemukan. Berdoalah, Nak. Berdoa agar Daisy segera ditemukan. Kalian semua orang baik. Semoga Tuhan selalu memberkati kalian," ucap Nyonya Gulnora. Dia mengambil ponselnya yang ada di dalam saku mantel cokelat. Wanita itu mengotak-atik layar ponselnya seperti sedang mencari sesuatu. "Ini alamat rumah keluarga Mattiew. Foster pasti ada di sana. Dia mengambil cuti selama satu semester karena ingin fokus melakukan sesuatu. Sepertinya dia menginginkan Daisy hingga nekad melakukan semua ini. Tetapi, percayalah kalau Foster tidak akan melukai Daisy. Dia pria yang baik. Sopan dan berpendidikan. Dia pasti akan menjaga Daisy dengan baik." Tatapan Nyonya Gulnora terlihat sangat menyakinkan. Seolah-olah Daisy akan senang jika di culik Foster. Bisa dibilang tidak ada masalah di sana. Padahal yang sebenarnya terjadi, tidak seperti itu. Siapapun yang sudah menculik Daisy, akan tetap mendapat balasannya dari Zion. Tidak peduli pria itu bagaimana statusnya. Entah itu orang kaya atau putra ketua mafia sekalipun Zion tidak peduli. Dia akan tetap membalas perbuatan orang yang sudah berani mengusik ketenangan adik kandungnya.
"Kalian bisa pergi ke sini-"
Tiba-tiba Zion merebut paksa ponsel Nyonya Gulnora. Pria itu membaca alamat yang tertera di layar ponsel Nyonya Gulnora. Setelah selesai mengingat alamatnya, ia menarik tangan Norah agar berdiri.
"Untuk sementara waktu, anda tinggal di tempat ini. Anda akan dijaga oleh beberapa orang bawahan saya. Anak-anak anda akan saya kirimkan ke rumah ini. Anda akan dibebaskan setelah Daisy ditemukan!" ucap Zion.
"Baiklah," jawab Nyonya Gulnora pasrah. Baginya yang terpenting Daisy ditemukan dan anak-anaknya baik-baik saja.
"Kak, kita mau ke mana?" tanya Norah ketika Zion menarik tangannya meninggalkan ruangan tersebut.
"Ke Sapporo. Kita harus segera menemukan Daisy!" sahut Zion tanpa memandang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 254 Episodes
Comments
wiens
bisa balikan lagi nih serena sama zeroun, kalo jodoh udah g kemana meski udah opa Oma😘😘
2023-03-21
0
🌼 Pisces Boy's 🦋
opa Daniel uda meninggal😔
grandna tinggal sendiri dong
2022-12-28
0
Retno Asih
daniel dah meningal 😪😪 trus serena tinggal sama siapa??
2022-11-02
1