Bab. 8

"Bagaimana? Apa kau berhasil? Seperti apa wajah Zion Zein? Segera kirimkan fotonya!"

"Dia memakai topeng!" sahut wanita di dalam telepon. "Aku tidak berhasil mendapatkan wajahnya."

"Kau menjadikan topeng sebagai alasan?" Nada pria itu seperti menikam. Hingga wanita di seberang sana tidak berani menjawab lagi.

"Aku sudah berusaha. Aku sudah lakukan segala cara agar-"

"Aku beri waktu satu minggu. Jika dalam waktu satu minggu kau tidak berhasil menemukan wajah pemimpin geng Gold Dragon, aku akan-"

"Baiklah. Satu minggu," sahut wanita di dalam telepon. "Aku yakin satu minggu aku bisa mendapatkan foto pemimpin Gold Dragon. Tapi ... ada satu hal yang ingin aku tanyakan."

"Kau minta uang?"

"Tidak! Aku minta status. Jika aku berhasil mendapatkan foto pria itu, aku ingin kau berjanji untuk menikahiku. Bagaimana?" tawar si wanita.

Sebenarnya bisa di bilang ia sedang bertarung nyawa menanyakan pertanyaan seperti itu. Anehnya, ia memiliki keberanian untuk mengatakannya. Wanita itu butuh kepastian. Selama ini hanya dia yang tergila-gila mencintai pria tersebut. Namun, sang pria tidak pernah membalas perasaannya. Bahkan selalu memperlakukannya seperti sampah yang tidak berguna. Walau begitu, karena sudah cinta mati si wanita tetap saja mau menuruti apa yang diperintahkan pria tersebut.

Pria itu terlihat tidak suka dengan tawaran wanita di seberang sana. Tetapi, jasa wanita itu masih ia butuhkan. Ia tidak mau mengotori tangannya untuk mencari keberadaan pemimpin Gold Dragon.

"Baiklah," jawabnya walau terdengar jelas nadanya terpaksa.

"Terima kasih Austin, I love you," teriak si wanita di dalam telepon. Pria itu segera memutuskan sambungan teleponnya karena tidak mau mendengar ocehan tidak jelas yang keluar dari mulut wanita bernama Rula tersebut.

"Apa dia pikir semudah itu menikah denganku?" ujar Austin. Dia melempar ponselnya ke sofa yang ada di seberang sebelum beranjak. Pria itu melangkah menuju ke arah pintu. Dia ingin memeriksa keadaan seseorang. Ya, seseorang. Tepatnya seorang wanita cantik yang kini sedang tidur di sebuah kamar yang dipenuhi dengan camera cctv.

Austin adalah pemimpin geng mafia bernama The Bloods. Dia memiliki dendam terhadap geng Gold Dragon karena sebuah misi yang ia lakukan harus gagal di tengah jalan. Secara sengaja pemimpin geng mafia Gold Dragon yang tidak lain adalah Zion, meledakkan gudang senjata yang akan mereka gunakan untuk menyerang sebuah rumah sakit.

Memang awalnya Austin tidak ada niat menghancurkan rumah sakit tersebut. Tetapi, ketika dia tahu kalau orang yang ia cari bersembunyi di tempat yang tidak diketahui, mau tidak mau dia memerintahkan bawahannya untuk menghancurkan rumah sakit yang tidak lain adalah rumah sakit tempat Livy bekerja.

Austin hanya mendapat informasi kalau pemimpin geng Gold Dragon bernama Zion. Sisanya dia sama sekali tidak tahu. Bahkan Austin baru-baru ini aja tahu kalau Zion Zein memiliki adik perempuan yang sekolah di universitas Yale.

Austin yang sudah menculik Daisy. Tentu saja semua ini tidak dilakukannya sendiri. Ada Rula yang menjadi tangan dan kaki bagi Austin. Wanita itu yang menyusun semua rencana penculikan Daisy. Sosok Foster hanya dijadikan kambing hitam agar jejak mereka tidak ketahuan.

Austin berhenti di depan monitor yang memperlihatkan Daisy yang sedang tidur di atas ranjang berseprei putih. Ada selang infus yang sengaja di pasang dan obat yang selalu di suntikkan setiap enam jam sekali. Daisy tidak pernah bangun setelah dia di culik dari asrama. Wanita itu sengaja di buat tidur agar tidak merepotkan Austin.

"Daisy ... namanya cukup bagus. Apa dia adik kesayangan seorang Zion Zein?" gumam Austin dengan senyuman penuh arti. "Aku ingin lihat, seperti apa cerdasnya pemimpin geng Gold Dragon? Aku ingin lihat, bagaimana cara dia menemukan adiknya yang hilang tanpa jejak."

...***...

Norah memandang Nyonya Gulnora yang masih belum sadarkan diri. Wanita itu sudah menyiapkan air minum untuk Nyonya Gulnora.

"Kenapa dia lama sekali bangunnya? Seharusnya dia sudah bangun sekarang!" protes Norah tidak sabar.

"Reaksi tubuh setiap orang berbeda-beda. dia sudah tua. Wajar saja dia lama sadar. Jangan-jangan dia langsung pindah dunia. Kau yakin memukul saraf yang tepat tadi? Gak meleset kan?" ujar Zion. Pria itu memeriksa ponselnya sambil menyahuti pertanyaan yang keluar dari bibir Norah.

"Kak, jangan menakutiku! Hanya wanita ini satu-satunya orang yang bisa membantu kita menemukan Daisy. Aku tidak mau dia celaka!" sahut Norah.

Nyonya Gulnora mulai memberikan reaksi. Wanita itu memegang kepalanya yang terasa pusing sebelum membuka kedua matanya.

"Dimana ini?" tanyanya sambil memijat kepalanya yang pusing.

"Anda ada di tempat yang aman. Tidak ada lagi orang yang mengancam anda, Nyonya," sahut Norah dengan senyum ramah. Ia bersikap selembut mungkin agar Nyonya Gulnora mau membantunya.

Nyonya Gulnora menunduk. "Dimana kalungnya?"

"Sudah di buang. Maafkan kami, karena kami harus membakar ruangan tadi. Kami terpaksa melakukan semua itu agar-"

"Membakar ruang kerjaku?" sahut Nyonya Gulnora. Wajah wanita itu syok.

"Maafkan kami, Nyonya. Tapi, apa anda bisa bekerja sama dengan kami untuk menemukan Daisy?"

Zion yang terlihat tidak peduli sebenarnya sedang menguping pembicaraan Norah dan Nyonya Gulnora. Hanya saja pria itu ingin menilai bagaimana cara kerja adiknya ketika mengatasi sebuah masalah.

"Daisy?" Wajah Nyonya Gulnora berubah sedih. "Dia anak yang baik dan pintar. Kenapa dia harus mengalami hal buruk seperti ini. Anda kakak Daisy? Bukankah Daisy hanya memiliki satu orang kakak dan itu seorang pria?"

Norah menyipitkan kedua matanya. "Apa Daisy yang bilang kalau dia hanya memiliki seorang kakak?"

Nyonya Gulnora tertawa kecil. "Tidak. Hanya saja setiap kali saya memeriksa Daisy. Dia sedang menelepon seseorang. Dan dia menyebutnya dengan sebutan Kak Zion," sahut Nyonya Gulnora apa adanya.

Norah mengangguk sambil melirik ke arah Zion. "Ya, saya memang jarang menelepon Daisy. Tapi, saya yang lebih sering menjaganya!" teriak Norah agar Zion mendengarnya.

Zion hanya tersenyum saja mendengar teriakan Norah. Pria itu masih terlihat sibuk seolah sedang melakukan tugas penting.

"Itu berarti Daisy memiliki dua orang kakak? Satu laki-laki dan satu lagi perempuan?" tanya Nyonya Gulnora.

"Benar, tapi maaf. Kami tidak bisa membuka topeng kami. Identitas kami disembunyikan," sahut Norah. Dia berharap Nyonya Gulnora tidak memaksa dia dan Zion membuka topeng. Karena memang sampai saat ini juga mereka masih memakai topeng agar identitas mereka tidak diketahui.

"Baiklah. Saya bisa paham. Tapi, saya juga ingin minta tolong kepada anda. Tolong selamatkan anak-anak saya. Mereka di sembunyikan oleh seseorang," ucap Nyonya Gulnora khawatir. "Seorang wanita sempat menghubungi saya dan mengancam saya agar saya mau memakai kalung itu. Jika saya tidak menurut apa yang dia perintahkan, dia akan membunuh anak-anak saya. Saya takut kehilangan dua anak saya. Mereka masih terlalu muda. Masa depan mereka masih panjang." Wajah Nyonya Gulnora berubah sedih.

"Tenang saja. Kami sudah menemukan keberadaan mereka. Sekarang mereka berada di tempat yang aman. Nyonya Gulnora, apa anda mau memberi tahu kami, dimana kami bisa bertemu dengan pria bernama Foster? Kami menemukan kalung bertuliskan Foster di kamar mandi. Itu sudah menunjukkan bukti kalau Foster yang sudah melakukan semua ini."

Nyonya Gulnora mengangguk setuju. "Ya, sepertinya memang semua ini ulah Foster. Dia sangat tergila-gila dengan Daisy. Kabar terakhir yang saya dapat, sekarang Foster ada di Sapporo. Ya, Sapporo," sahut Nyonya Gulnora.

"Sapporo?" Norah mengeryitkan dahi. Ia memandang Zion yang kini juga memandang ke arah dirinya. "Apa kita harus meminta bantuan Grandna?"

Terpopuler

Comments

Aleta Henderinahauteas

Aleta Henderinahauteas

wahhh kangen nih sama serena

2024-03-29

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

grandna Serena kami merindukan aksi mu yang memukau🤩🤩🤩

2022-12-28

0

Maia Mayong

Maia Mayong

ksian foster jd kmbing hitam

2022-11-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!