Bab. 11

Rula menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Kepalanya terasa pusing ketika dia tidak berhasil mendapatkan petunjuk apapun mengenai Zion Zein. Kali ini misinya memang sangat sulit. Tidak ada pilihan lain selain pulang ke rumah. Rula butuh ketenangan agar ia bisa berpikir jernih mengenai masalah ini. Gagal belum pernah ada di dalam kamus Rula. Dia yakin, dia pasti akan berhasil mendapatkan foto asli Zion Zein.

Suara ketukan pintu membuat Rula semakin mencari posisi nyamannya. Sepertinya wanita itu sudah tahu siapa yang datang.

"Kakak, apa kakak di dalam? Aku masuk ya?" Pintu terbuka.

Esme masuk ke dalam kamar dan tersenyum ramah melihat Rula. "Kakak sudah pulang? Jam berapa kakak sampai rumah?" Wanita itu segera naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Rula. Ia terlihat sangat bahagia.

"Kak, aku kangen kakak. Kakak pulang kok gak bilang-bilang sih!" protes Esme. "Apa kakak pulang karena kakak tahu kalau hari ini aku juga pulang ke rumah?"

Rula hanya bersikap cuek dengan mata terpejam seolah Esme tidak ada. Wanita itu mengangkat satu tangannya di atas kepala agar tidak tidak terkena cahaya lampu secara langsung. Bersikap bodoh amat terhadap ocehan yang keluar dari mulut adiknya Esme.

Ya, Esme yang tidak lain adalah sahabat Daisy itu adalah adik kandung Rula!

"Bagaimana dengan pria yang kakak suka? Apa kakak berhasil mendapatkan hatinya?"

"Esme, berhentilah berbicara. Aku lelah! Aku ingin istirahat. Bukan mendengar ocehan tidak jelasmu itu!" ketus Rula. Wanita itu memiringkan tubuhnya hingga posisinya membelakangi Esme. Esme yang kesal dan sakit hati segera beranjak dari tempat tidur. Wanita itu berdiri di sana dengan tangan terlipat di depan dada.

"Seperti ini ucapan terima kasih dari kakak? Kakak lupa kalau aku juga sudah berjuang selama ini untuk membantu kakak? Tanpa bantuanku, kakak tidak akan berhenti menangkap Daisy!"

Rula kembali emosi mendengar ocehan adiknya. Wanita itu duduk di atas tempat tidur dan menatap Esme dengan tatapan menikam. "Apa yang kau inginkan? Kau ingin uang? Hem?" Rula mengambil dompetnya dan melempar beberapa lembar uang ke depan wajah Esme. "Ambil semua dan gunakan sesuka hatimu!"

Esme menangis. Dia merasa terhina. Bukan mengutip lembaran uang di lantai, justru wanita itu berlari pergi meninggalkan kamar. Rula masih bersikap tidak peduli. Wanita itu kembali berbaring untuk melanjutkan istirahatnya yang telah tertunda.

Esme masuk ke dalam kamarnya dan memeluk boneka beruang cokelat yang ada di sana. Wanita itu kembali ingat dengan apa yang sudah ia lakukan selama ini untuk membantu kakaknya menangkap Daisy tanpa diketahui siapapun.

Beberapa hari yang lalu.

Esme masuk ke dalam kamar setelah dia bertemu dengan Daisy. Dia tersenyum melihat kakaknya Rula ada di dalam kamar. Wanita itu duduk di kursi dengan kaki terlipat. Menatapnya dengan sorot mata yang tajam.

"Bagaimana? Apa wanita itu ada di kamarnya? Aku tidak memiliki waktu lagi. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menangkapnya. Bersikaplah seolah kau sahabat Daisy. Sahabat terbaiknya. Dengan begitu, kau bisa membantuku mendapatkan informasi tentangnya," ujar Rula tanpa memandang.

"Aku sudah melakukan apa yang kakak perintahkan," ucap Esme dengan wajah takut.

"Bagus!" Rula beranjak dari kursi yang ia duduki. Ketika wanita itu melangkah menuju ke pintu, Esme memegang tangannya dengan wajah khawatir.

"Kak, apa yang mau kakak lakukan? Apa ini akan membahayakan kakak?"

"Berhentilah merengek!" Rula menghempaskan tangan Esme dan pergi meninggalkan kamar. Esme hanya diam saja di dalam kamar dengan perasaan khawatir.

Esme melangkah ke jendela. Di sana ia melihat beberapa orang latihan menembak. Karena memang di dekat asrama mereka ada arena latihan menembak. Di waktu yang bersamaan, terdengar suara tembakan dari kamar Daisy. Esme yakin tidak akan ada yang curiga karena semua orang berpikir suara itu berasal dari arena latihan. Di tambah lagi, mahasiswi yang ada di lorong itu rata-rata menghidupkan music dan memiliki ruangan kedap udara.

Pintu kembali terbuka. Rula membawa tubuh Daisy yang kini terbungkus kain berwarna merah. Dia meletakkan tubuh Daisy di atas tempat tidur dan membalut lukanya dengan perban.

"Kak, apa yang kakak lakukan? Kenapa tangan Daisy terluka?"

"Diamlah. Cepat keluar dan alihkan perhatian semua orang. Pastikan tidak ada yang curiga. Jangan sampai ada yang masuk ke dalam kamar ini. Aku akan sudah menghubungi polisi. Jika polisi tiba, kau pura-pura pingsan dan tidak tahu apa-apa!" ujar Rula. Esme hanya mengangguk saja. Ia segera keluar untuk memeriksa keadaan di depan.

***

Esme menutup wajahnya dengan bantal. Rasanya dia sekarang menyesal sudah membuat Daisy terluka. Wanita itu sangat baik padanya. Bahkan sangat mempercayainya. Bagaimana bisa Esme berkhianat. Tapi, mau bagaimana lagi? Rula tidak akan menganggapnya sebagai adik lagi jika dia tidak mau menuruti apa yang diperintahkan oleh Rula.

"Daisy ... maafkan aku. Aku juga tidak tahu sebenarnya apa yang sudah direncanakan kak Rula sampai dia mencelakaimu. Tapi, percayalah kalau Kak Rula tidak akan melukaimu. Kak Rula seperti ini karena dia ingin mendapatkan perhatian dan cinta dari pria yang ia puja-puja selama ini. Jangan marah sama aku ya Daisy?" gumam Esme di dalam hati.

Esme kembali ingat dengan kalung Foster yang sengaja ia ambil dari kamar pribadi Foster dan ia lemparkan di kamar mandi. Wanita itu menghela napas panjang dengan peraturan tidak tenang.

"Bagaimana kalau Kak Foster tahu kalau aku yang sudah mengambil kalung itu dari kamarnya dan meletakkannya di kamar mandi Daisy? Bagaimana ini? Bukankah Kak Foster orang yang berkuasa? Memang malam itu aku menggunakan topeng. Tapi ...." Esme menggeleng dengan wajah ketakutan. "Tidak. Aku yakin Kak Foster tidak akan menuduh aku. Sekarang aku harus pikirkan cara agar Lyn yang menjadi tersangka. Bukankah dia selalu bermusuhan dengan Daisy? Aku yakin, Kak Foster pasti akan langsung menuduh Lyn sebagai dalang dari masalah ini."

Esme berusaha kembali tenang. Sebenarnya dia juga tidak mau sampai melibatkan banyak orang seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi? Dia harus mencari orang lain untuk dijadikan kambing hitam agar Foster tidak menangkapnya dan menghukumnya karena sudah terlibat dalam hilangnya Daisy.

Jangankan Esme. Satu Universitas Yale juga sudah tahu bagaimana gilanya Foster terhadap Daisy. Dan bagaimana cemburunya Lyn terhadap Daisy. Semua ini bukan sekedar kebetulan semata. Esme akan memanfaatkan kecemburuan Lyn dan cinta Foster untuk melindungi dirinya sendiri kali ini.

"Semoga saja rencana Kak Rula berhasil agar dia bisa segera menikah dengan pria pujaannya itu dan aku tidak perlu pusing membantunya mencar informasi tentang Daisy dan keluarganya."

Terpopuler

Comments

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

ternyata o ternyata Esme kamu penghianat

2022-12-28

1

Santi Rahma

Santi Rahma

ternyata oh nyatater selimut berbulu domba🤨🤨🤨🤨

2022-12-18

0

Fadilah Herbalis Nasa

Fadilah Herbalis Nasa

sahabat penghianat esme

2022-10-24

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!