Bab. 4

Zion dan Norah berdiri di sebuah gedung sambil memandang kegelapan malam. Langit terlihat mendung seperti sedang sedih atas hilangnya Daisy. Kakak adik itu terdiam sambil memikirkan nasip adik mereka saat ini. Seumur hidup mereka, malam ini adalah malam paling sedih yang pernah mereka alami. Apapun yang sudah terjadi di kamar itu, mereka berharap adik mereka masih hidup.

Daisy memang wanita yang pintar. Namun, dia tidak setangguh Norah dan Zion. Tahunya hanya nangis ketika sakit. Mudah menangis. Sangat manja dan yang pasti dia gadis yang lembut. Jangankan melukainya, berkata kasar saja di depannya Zion dan Norah tidak sanggup. Walaupun Daisy yang buat masalah duluan. Mereka berdua selalu ngalah jika sudah berhubungan dengan Daisy. Entah apa yang kini dirasakan Daisy. Mereka sudah tahu, pasti adik kecil mereka itu sedang menangis dan sangat ketakutan.

"Ini darah yang aku ambil dari kamar mandi. Ada genangan darah di sana. Semoga saja darah ini bukan milik Daisy," ucap Zion sambil memberikan sampel darah yang ia dapat kepada Norah.

Norah memandang botol kecil itu sebelum mengambilnya. "Aku akan meminta Kak Livy untuk memeriksanya."

"Jangan!" tolak Zion. "Aku tidak mau masalah ini sampai ke telinga Livy. Terlebih lagi Mommy dan Daddy. Ini akan jadi rahasia kita berdua. Kita harus bisa membawa Daisy pulang ke rumah."

"Tapi, waktunya sebentar lagi," protes Norah. Menang tidak lama lagi Leona dan Jordan akan mengadakan pesta perayaan hari jadi pernikahan mereka. Sudah pasti semua orang di undang dan anak-anak mereka harus hadir. Norah takut nantinya Jordan dan Leona menanyakan keberadaan Daisy.

"Kita masih punya waktu," sahut Zion berusaha tetap tenang.

"Mommy dan Daddy bisa membantu kita untuk segera menemukan Daisy!" Norah masih bersih keras memberi tahu masalah ini kepada Leona dan Jordan. Orang tua kandung mereka. Rasanya apapun masalahnya, entah itu berat atau masalah sepele. Norah tidak akan bisa tenang sebelum kedua orang tuanya mengetahuinya.

"Tidak, Norah! Daddy akan kecewa padaku! Aku sudah gagal menjaga adikku!" protes Zion.

Pria itu mengepal kuat tangannya. Entah seperti apa rasa bersalah yang kini ia rasakan. Ia seperti ingin berteriak sekerasnya untuk melampiaskan rasa kesal itu. "Aku kakak yang tidak berguna! Adikku hilang di depan mataku!"

Zion mendekati dinding dan tanpa pikir panjang ia memukulkan tangannya yang terkepal dengan sekuat tenaga. Berulang kali! Sampai-sampai kulit tangannya pecah dan mengeluarkan darah. Dinding itu berwarna merah ketika darah segar mengalir jari jari-jari Zion.

Norah tidak bisa membendung air matanya. Sekuat apapun dia! Dia hanya seorang wanita. Memiliki hati dan rasa tidak tega. Wanita itu berlari untuk mencegah Zion agar tidak menyakiti dirinya sendiri lagi.

"Kakak, sudah Kak! Sudah!" Norah menarik tubuh Zion agar tidak terus menerus memukul dinding beton tersebut. Sayangnya Zion seperti orang kesetanan. Pria itu terus saja menyakiti dirinya sendiri untuk melampiaskan rasa bersalahnya terhadap Daisy.

"KAKAK!" teriak Norah. Wanita itu berdiri di depan Zion. Zion menahan pukulannya ketika melihat wajah Norah dipenuhi dengan genangan air mata. "Jangan seperti ini. Kita harus bersatu kak. Daddy tidak akan marah sama kakak. Percaya padaku."

"Aku tidak akan mengajakmu dalam misi pencarian Daisy juga kau berani menceritakan semua ini sama Mommy dan Daddy!" ancam Zion. "Aku akan mencari Daisy dengan bantuan Gold Dragon!"

Norah kali ini menyerah. "Baiklah. tapi, jika di ulang tahun pernikahan mommy dan Daddy nanti Daisy belum juga ditemukan. Aku akan memberi tahu masalah ini sama Mommy dan Daddy. Tidak peduli kakak setuju atau tidak!"

Zion mengangkat tangannya dan menghapus air mata yang tersisa di pipi Norah. "Jangan menangis. Jika kau meneteskan air mata seperti ini, aku akan semakin bersalah karena tidak bisa menjaga adikku dengan baik."

Norah mengangguk. Justru ucapan Zion membuatnya semakin ingin menangis. Wanita itu memeluk Zion dan menangis sejadi-jadinya. "Kita pasti akan menemukan Daisy. Daisy pasti baik-baik saja."

Zion memejamkan matanya. "Kita pasti bisa menemukan Daisy!"

...***...

Polisi melakukan pemeriksaan di kamar Daisy. Semua mahasiswi yang ada di lorong kamar itu di pindahkan ke gedung lain. Lokasi itu di kosongkan untuk mempermudah pemeriksaan.

Nyonya Gulnora masih belum bisa tenang. Di sampingnya ada seorang dosen yang kini membantu menenangkan Nyonya Gulnora.

"Tenanglah, Nyonya. Semua akan baik-baik saja."

"Bagaimana dengan darah di kamar ini? Kekacauan ini! Apa yang harus aku katakan kepada orang tua Daisy jika mereka menanyakan kabar putri mereka?"

Dosen wanita itu mengeryitkan dahi. "Anda kenal dengan orang tua Daisy? Dimana mereka? Kenapa mereka tidak pernah terlibat? Apa mereka tinggal di kota ini?"

Nyonya Gulnora terdiam. Dia sudah keceplosan. Rahasia tentang Daisy tidak boleh banyak yang tahu. Semakin banyak yang tahu, maka semakin banyak orang yang tertarik untuk mencari tahu.

"Maksud saya ... orang yang mendaftarkan Daisy ke Universitas ini. Mereka pasti akan mengkhawatirkan keadaan Daisy jika tahu keadaannya sekarang seperti ini."

"Saran saya tidak perlu diberi tahu. Nanti, kita tunggu keputusan polisi saja dulu bagaimana hasilnya. Jika memang Daisy sudah ditemukan dan dinyatakan tidak bernyawa, baru kita beri tahu orang terdekat Daisy. Ya, saya tahu Daisy mahasiswi yang berprestasi dan cukup membanggakan. Tapi, dia selalu menjadi saingan Lyn. Anda pasti tahu, bagaimana pentingnya keluarga Lyn untuk kemajuan universitas kita ini."

Nyonya Gulnora geleng-geleng mendengar perkataan dosen wanita tersebut. "Anda benar-benar tidak punya hati! Anda seorang wanita! Seorang ibu! Apa seperti ini respon anda ketika anda tahu kalau putri anda dalam bahaya?" ujar Nyonya Gulnora dengan emosi tertahan.

"Keadaannya akan berbeda. Karena di dunia ini orang yang paling penting yang berhak di utamakan. Anda juga jangan lupa Nyonya Gulnora! Anda di gaji dari uang yang berasal dari donasi keluarga Lyn!"

Dosen wanita itu segera pergi ketika Nyonya Gulnora tidak lagi bisa di ajak kerja sama. Ketika Nyonya Gulnora ingin memaki dosen itu, tiba-tiba seorang polisi sudah berdiri di samping Nyonya Gulnora.

"Saya menemukan banyak darah di sekitar kamar. Tetapi, tidak ada jejak apapun dari jendela maupun dari pintu. Kalau memang mahasiswi itu sempat di siksa di dalam kamar ini, seharusnya dia tetap ada di dalam kamar. Karena jejaknya benar-benar tidak terlacak," ujar polisi itu apa adanya.

"Pak, tolong bantu saya menemukan mahasiswi saya. Dia sangat berarti bagi saya," pinta Nyonya Gulnora dengan wajah memohon.

"Kami akan terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan. Anda tenang saja, Nyonya!"

Entah kenapa Nyonya Gulnora merasa ada yang aneh dari sikap polisi yang ada di depannya. Polisi itu seperti tidak serius menangani kasus ini. Seolah-olah dia datang ke TKP bukan karena peduli, tetapi karena sekedar formalitas saja.

"Untuk beberapa hari ke depan, tidak diperbolehkan siapapun masuk ke kamar ini. Kami permisi dulu, Nona," ucap polisi itu lagi sebelum pergi bersama rekannya yang lain.

Setelah polisi itu sedikit menjauh, Nyonya Gulnora berteriak lagi.

"Pak polisi, kalau boleh saya tahu. Siapa yang sudah menghubungi anda?"

Terpopuler

Comments

kusgrisela

kusgrisela

aku senang menemukan novel ,soalnya lama sekali aku sdh baca tamat kisah orangbtuanya dan kakek neneknya sampai lupa nama authornya,lalu aku cari" kisah mafia di novelthon dan ketemu lagi sama karya mbk Sisca nasti dan ini yg aku tunggu" kisah anak" nya Leona dan Jordan kyk ketemu hadiah yg TDK disangka" 🥰🥰😍

2024-01-31

0

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

bisa rata kampus dibuat grandpa Zeroun dan Grandma Serena saat tau cucu mereka diculik

2022-12-28

0

Maia Mayong

Maia Mayong

nyonya gulnora kenal ma leona n jordan knp ga kenal ma zion.

2022-11-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!