Bab. 12

Zion dan Norah berada di dalam mobil yang sama. Norah membersihkan tubuhnya yang kotor terkena debu ketika tadi dia jatuh terguling di tanah saat bertarung bersama anak buah Foster. Bukan hanya bajunya saja yang kotor. Rambutnya juga kotor dan berantakan.

Norah membuka ikat rambutnya sebelum membersihkan sampah yang melekat di rambut. Wanita itu menggunakan cermin kecil yang ada di mobil. Dia terlihat kesal melihat rambutnya kotor. Belum pernah dia bertarung sampai sekotor ini sebelum.

"Kenapa sampahnya sulit dibersihkan! Aku menyesal memilih jatuh di tempat tadi. Sangat kotor dan menjijikkan. Bagaimana bisa rumah semewah dan sebesar itu memiliki tumpukan sampah yang begitu banyak!" umpat Norah kesal. Ingin sekali dia kembali ke rumah Foster dan menghajar orang-orang yang sudah membuatnya seperti ini. Tadi memang pertarungan belum selesai ketika Zion mengajaknya pergi.

"Foster! Akan aku ingat namanya. Ini tidak akan jadi pertemuan terakhir kita. Aku akan menghajarmu nanti ketika Daisy sudah ditemukan. Tanpa bantuan Kak Zion, aku yakin aku pasti menang," gumam Norah lagi.

Wanita itu terus saja mengumpat Foster karena sudah membuatnya kotor seperti ini. Sayangnya, Foster tidak ada di lokasi pertandingan tadi. Pria itu hilang entah kemana. Membiarkan Norah di keroyok oleh anak buah miliknya. Padahal kalau Foster ada di sana, suasana akan semakin ramai. Norah tidak akan membiarkan Foster lolos begitu saja. Belum lagi Zion. Pria itu tidak akan membiarkan adiknya dalam bahaya.

"Pria brengsek! Pria pengecut! Beraninya main keroyokan! Apa dia takut kalah? Sepertinya dia tidak percaya dengan kemampuannya sendiri maka dari itu dia menghubungi anak buahnya untuk membantunya!" umpat Norah untuk kesekian kalinya. Hanya suara wanita itu yang kini memenuhi mobil. Dia mengikat lagi rambutnya sebelum menutup cermin yang ada di depan.

Zion hanya fokus ke laju mobilnya. Pria itu terus saja memikirkan keadaan Daisy sampai tidak mempedulikan ocehan yang keluar dari mulut Norah. Dia sudah mengirim orang untuk memeriksa rumah tempat Foster berada. Namun, anak buah Zion tidak ada yang berhasil menemukan keberadaan Daisy. Entah dimana wanita itu disembunyikan. Seperti itulah jalan pikiran Zion saat ini. Dia tidak sadar kalau sebenarnya Foster tidak terlihat dalam hilangnya Daisy.

"Kalau saja sejak awal aku tahu di rumah itu ada banyak penjaga dan pria bernama Fores itu jago bela diri, maka aku lebih memilih menjadi sniper saja," ujar Norah kesal. "Kakak saja yang langsung menemuinya!"

"Sudah aku bilang sejak awal. Biar aku yang menemuinya," sahut Zion tanpa mau memandang. "Kau begitu keras kepala Norah! Bahkan jauh lebih keras kepala dari Daisy!"

Norah melipat kedua tangannya. "Kenapa kakak tidak bilang kalau ternyata Foster jago bertarung?"

"Aku juga tidak tahu," jawab Zion dengan santai. "Tapi, melihat dia bertarung seperti tadi membuatku semakin yakin kalau Daisy memang disembunyikan olehnya. Dia bukan pria kaya seperti pada umumnya. Yang dominan anak manja. Pria itu sulit di tebak. Kita harus memiliki rencana yang matang jika ingin mengalahkannya."

Zion terlihat serius. Hal itu menandakan kalau memang masalah mereka sangat serius. Musuh yang tadinya di pikir hanya musuh yang kemah ternyata juga memiliki kemampuan yang sama seperti mereka. Padahal dari data yang di dapat oleh pasukan Gold Dragon, Foster terkenal sebagai pria lemah. Anak mami dan sama sekali tidak tahan sakit. Itu yang membuat Zion dan Norah tidak menyangka kalau Foster ternyata jago bela diri.

Norah membayangkan pertemuannya dengan Foster tadi. Wanita itu kembali ingat satu ekspresi Foster yang membuatnya sendiri juga bingung.

"Dia sepertinya juga kaget ketika tahu Daisy hilang. Apa mungkin dia yang melakukan semua ini? Bagaimana kalau kita salah sasaran? Bukankah kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi?" ucap Norah.

"Kita tidak akan salah sasaran selama benda ini ada di tangan kita." Zion memamerkan kalung milik Foster yang ia temukan di kamar Daisy. "Kita bisa gunakan benda ini untuk membuatnya mengaku!" Dia tidak akan bisa menghindar lagi karena barang bukti sudah di tangan kita."

"Kakak yakin akan berhasil?" tanya Norah dengan wajah kurang yakin. "Sepertinya dia juga pria yang cerdas."

"Aku sudah mengirim orang untuk masuk ke dalam rumah Foster. Kita akan tahu, apa benar Daisy ada di rumah itu atau tidak. Aku juga sudah memasak alat pelacak di mobil yang kini di kemudian Foster. Sekarang, kemanapun pria itu pergi akan berada dalam pengawasan kita."

"Lalu, sekarang kemana pria itu pergi kak?"

Zion memberhentikan laju mobilnya. Pria itu membuka ponselnya untuk memeriksa posisi Foster berada. Alisnya saling bertaut melihat Foster berada di sebuah bandara.

"Apa yang dia lakukan di bandara? Apa dia ingin kabur dari kita?" umpat Zion kesal.

"Kak, aku akan meminta seseorang untuk memeriksa negara mana yang ingin dia kunjungi. Dengan begitu, kita tetap bisa mengikutinya."

"Apa kau bisa melakukannya?" tanya Zion dengan sedikit keraguan di wajahnya. Adiknya itu tidak terlalu pintar dalam tekhnologi. Bisa di bilang, Daisy jauh lebih unggul jika dalam bidang tekhnologi jika dibandingkan dengan Norah.

Norah tertawa kecil mendengar ledekan kakaknya. "Aku minta bantuan Kak Livy," jawabnya malu-malu.

Zion menaikan satu alisnya. "Kalian sudah berteman lagi?"

"Sepertinya bermusuhan dengan saudara sendiri tidaklah baik. Jadi, aku putuskan untuk memaafkannya tadi malam." Norah memandang ke layar ponselnya lagi.

"Bukankah memang sejak awal kau yang salah?"

"Kakak!" protes Norah.

"Lanjutkan. Aku ingin Daisy segera ditemukan." Zion melajukan mobilnya lagi. Pria itu tidak mau menyia-nyiakan sedetikpun. Dia hanya ingin Daisy segera ditemukan. Minimal mendapat petunjuk yang jelas atas keberadaan Daisy saat ini.

"Halo Kak Livy, Kak bisakah kakak bantu aku? Aku sudah mengirimkan apa-apa saja yang harus kakak lakukan. Apa kakak bisa memberiku informasi itu secepatnya?"

"Baiklah. Setelah ini aku akan membaca pesanku, Norah. Aku juga akan membantumu," jawab Livy.

"Terima kasih, Kak."

"Bagaimana dengan Daisy? Apa dia sudah ditemukan?"

Norah diam sejenak. "Kakak tahu kalau Daisy hilang?"

"Tentu saja aku tahu. Informasi seperti itu sangat mudah aku ketahui. Walau kalian tidak cerita, aku bisa tahu segalanya."

"Apa kakak juga sudah menyelidikinya?"

"Masih diselidiki tapi belum juga mendapat petunjuk. Hilangnya Daisy sambat misterius. Bahkan camera cctv saja tidak terbaca. Sepertinya lawan kita lumayan hebat di bidang tekhnologi," jelas Livy.

"Apa mama tahu? Apa kakak ada cerita sama Mama?"

"Tidak ada. Tapi, sepertinya Opa Zen tahu. Dia sempat meminta nomor Kak Zion yang baru. Mungkin tidak lama lagi dia akan menghubungi kalian."

"Apa? Opa Zein tahu kalau Daisy hilang?"

Terpopuler

Comments

Aleta Henderinahauteas

Aleta Henderinahauteas

opa Zein 😘😘

2024-03-29

0

wiens

wiens

wah opa Zen tambah hot sekarang, kangen niiihhh

2023-03-21

1

🌼 Pisces Boy's 🦋

🌼 Pisces Boy's 🦋

opa Zein kami kangeeeeeen🤩🤩

2022-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Bab. 157
158 Bab. 158
159 Bab. 159
160 Bab. 160
161 Bab. 161
162 Bab. 162
163 Bab. 163
164 Bab. 164
165 Bab. 165
166 Bab. 166
167 Bab. 167
168 Bab. 168
169 Bab. 169
170 Bab. 170
171 Bab. 171
172 Bab. 172
173 Bab. 173
174 Bab. 174
175 Bab. 175
176 Bab. 176
177 Bab. 177
178 Bab. 178
179 Bab. 179
180 Bab. 180
181 Bab. 181
182 Bab. 182
183 Bab. 183
184 Bab. 184
185 Bab. 185
186 Bab. 186
187 Bab. 187
188 Bab. 188
189 Bab. 189
190 Bab. 190
191 Bab. 191
192 Bab. 192
193 Bab. 193
194 Bab. 194
195 Bab. 195
196 Bab. 196
197 Bab. 197
198 Bab. 198
199 Bab. 199
200 Bab. 200
201 Bab. 201
202 Bab. 202
203 Bab. 203
204 Bab. 204
205 Bab. 205
206 Bab. 206
207 Bab. 207
208 Bab. 208
209 Bab. 209
210 Bab. 210
211 Bab. 211
212 Bab. 212
213 Bab. 213
214 Bab. 214
215 Bab. 215
216 Bab. 216
217 Bab. 217
218 Bab. 218
219 Bab. 219
220 Bab. 220
221 Bab. 221
222 Bab. 222
223 Bab. 223
224 Bab. 224.
225 Bab. 225
226 Bab. 226
227 Bab. 227
228 Bab. 228
229 Bab. 229
230 Bab. 230
231 Bab. 231
232 Bab. 232
233 Bab. 233
234 Bab. 234
235 Bab. 235
236 Bab. 236
237 Bab. 237
238 Bab. 238
239 Bab. 239
240 Bab. 240
241 Bab. 241
242 Bab. 242
243 Bab. 243
244 Bab. 244
245 Bab. 245
246 Bab. 246
247 Bab. 247
248 Bab. 248
249 Bab. 249
250 Bab. 250
251 Bab. 251
252 Bab. 252
253 Bab. 253 (Part Ending)
254 Pesan Author
Episodes

Updated 254 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Bab. 157
158
Bab. 158
159
Bab. 159
160
Bab. 160
161
Bab. 161
162
Bab. 162
163
Bab. 163
164
Bab. 164
165
Bab. 165
166
Bab. 166
167
Bab. 167
168
Bab. 168
169
Bab. 169
170
Bab. 170
171
Bab. 171
172
Bab. 172
173
Bab. 173
174
Bab. 174
175
Bab. 175
176
Bab. 176
177
Bab. 177
178
Bab. 178
179
Bab. 179
180
Bab. 180
181
Bab. 181
182
Bab. 182
183
Bab. 183
184
Bab. 184
185
Bab. 185
186
Bab. 186
187
Bab. 187
188
Bab. 188
189
Bab. 189
190
Bab. 190
191
Bab. 191
192
Bab. 192
193
Bab. 193
194
Bab. 194
195
Bab. 195
196
Bab. 196
197
Bab. 197
198
Bab. 198
199
Bab. 199
200
Bab. 200
201
Bab. 201
202
Bab. 202
203
Bab. 203
204
Bab. 204
205
Bab. 205
206
Bab. 206
207
Bab. 207
208
Bab. 208
209
Bab. 209
210
Bab. 210
211
Bab. 211
212
Bab. 212
213
Bab. 213
214
Bab. 214
215
Bab. 215
216
Bab. 216
217
Bab. 217
218
Bab. 218
219
Bab. 219
220
Bab. 220
221
Bab. 221
222
Bab. 222
223
Bab. 223
224
Bab. 224.
225
Bab. 225
226
Bab. 226
227
Bab. 227
228
Bab. 228
229
Bab. 229
230
Bab. 230
231
Bab. 231
232
Bab. 232
233
Bab. 233
234
Bab. 234
235
Bab. 235
236
Bab. 236
237
Bab. 237
238
Bab. 238
239
Bab. 239
240
Bab. 240
241
Bab. 241
242
Bab. 242
243
Bab. 243
244
Bab. 244
245
Bab. 245
246
Bab. 246
247
Bab. 247
248
Bab. 248
249
Bab. 249
250
Bab. 250
251
Bab. 251
252
Bab. 252
253
Bab. 253 (Part Ending)
254
Pesan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!