...Bersama-sama adalah awal...
...Menjaga kebersamaan adalah kemajuan...
...Bekerja sama adalah sukses...
____________
Suara Gong keramat yang sakral juga terkesan tak sopan itu membawa mereka yang gelap mata berbondong-bondong ke arah sumber suara. Muka lusuh kusut juga Surai berantakan bangun tidur mereka mengarah, siap meledakkan amarah mereka pada seseorang atau sesuatu yang dengan lancang meramaikan markas mereka. Tibanya mereka tepat diruang tamu, ada yang menatap malas ke arah sosok kecil itu, ada juga yang menatap kesal juga dendam padanya. Rey melotot melihat kehadiran itu dengan santai masih memukul gongnya, kesal dengan hal itu Rey mencoba merapal mantranya namun Riley mencegahnya.
"Jangan!"
Cegah Riley, Rey heran melihat itu mengapa dirinya tak boleh mengamuk pada leonin kerdil mengesalkan dihadapan mereka itu.
"Hei kenapa kau mencegahku Riley? Lihatlah dia mengganggu tidur damai kita aku lelah semalam kau suruh memberi makan peliharaanmu usai aku berbelanja!" Protes Rey.
Riley membuang kasar nafasnya namun terbesit juga pikiran dimana semalam Rey pasti sangat kewalahan memberi makan mereka, jika tidak mereka Rey juga Justice tidak akan pulang selarut itu karenanya.
"Marah tidak menyelesaikan apa pun, Kemarahan bukanlah emosi yang baik."
Riley mencoba meredam segala kekesalan juga amarah dalam diri Rey, Debora memilih duduk bersimpuh dihadapan Harith yang masih memukul-mukul gongnya. Memang makhluk ini sedikit usil sifatnya hampir sama dengan Rey juga Baron dalam tubuh Rey. Melihat Debora yang tenang sambil bersimpuh itu Justice juga Mikhail mengekorinya, mereka berempat tau perihal sosok ini, dimana ia adalah Kaisar Putih, hanya Rey saja yan tidak mengetahuinya karena Axcel tak mengizinkan mereka mengatakan segalanya pada Rey.
"Hei kalian ini kenapa?" Tanya Rey heran pada teman-temannya.
"Hoammm.... Rey, mengapa kau selalu heboh tiap pagi? Sudah kau diam dan ikuti kami saja!"
Justice muak rasanya melihat tingkah Rey yang masih berprotes pada mereka, netranya yang masih mengantuk membiarkan tubuhnya bersimpuh pasrah tepat dihadapan Harith. Riley meraih tangan Rey menuntunnya mengikutinya untuk bersimpuh. Rey yang tak punya pilihan akhirnya pasrah dengan keputusan itu, sambil menatap kesal ke arah Harith yang masih memukul gong keramatnya.
Debora bertindak kali ini, rungunya rasanya sudah tak tahan lagi akan ulah Harith ini.
"Errium!"
Rapalan mantra sulur cahaya itu ia kendalikan tepat ke arah tangan-tangan Harith, melilitnya, mencoba menghentikan usilnya tangan itu pagi ini. Ketika sulur-sulur itu menyentuhnya membuatnya sulit memukul gong itu Harith membuka matanya, detik itu juga Debora menarik sulur cahayanya.
"Wahahaha... Lihatlah wajah-wajah berdosa ini!" Pekik Harith pada mereka.
Rey beserta yang lain menatap satu sama lain seakan tak percaya akan apa yang Harith katakan, wajah tak berdosa itu seperti sebuah umpatan pada mereka.
"Hei sebenarnya niatmu kemari itu apa?" Tanya Justice padanya.
Harith tersenyum mendengar itu.
"Amannara!"
Lirihnya seraya merubah posisinya turun berdiri saat ini, sambil melipat tangannya didada Harith masih tertawa, entahlah terkadang leonin ini sedikit gila memang.
"Apa kau akan terus tertawa tanpa penjelasan hah?"
Pertanyaan penuh kekesalan itu Rey lontarkan seketika Harith menunjuknya dan masih tertawa.
"Kau manusia yang kubuat babak belur itu ya, lucu sekali ekspresimu itu mengapa kekesalan itu tersirat jelas disana hahaha..."
Tawanya, Riley menahan tawanya mendengar itu seluruh rekannya itu menahan tawanya. Rekannya tau pagi ini Harith dengan segala umpatannya pada Rey ingin membuatnya kesal.
"Baiklah, aku akan katakan!"
Kali ini Harith mulai fokus pada tujuan datang kemari sebuah ancaman yang datang malam itu harus segera diselesaikan. Harith menatap serius ke arah mereka kali ini, seketika raut wajah memperhatikan nan fokus itu terpampang jelas untuknya. Suasana berubah menjadi tegang seakan akan menerima berita kematian.
"Semalam kediaman Kaisar Putih di serang, oleh salah satu makhluk dari Silver Alaska."
Penjelasan itu seakan mengirim sinyal penuh kejut pada mereka, ekspresi tak percaya itu jelas merambati wajah mereka. Debora berfikir sejenak, manusia tipe pemikir ini mungkin akan beradu dengan segala hal dalam dirinya. Bagaimana makhluk itu mampu masuk kedalam Benteng besar Rensuar, bukankah tiga divisi sihir masing-masing sudah ada ditempatnya.
"Mengapa dan Bagaimana ia mampu masuk kemari?"
Harith mengangguk mendengar itu, itu adalah pertanyaan yang sama yang masih bergelut dalam otaknya. Strategi pertahanan Rensuar ketat sekali, namun entah bagaimana para Iblis ini mampu semaju ini, mereka memiliki mantra meminimalisir aura, berkamuflase sesuai dengan area yang di datangi sehingga keberadaan mereka tak di kenali.
"Mungkin ini ada hubungannya dengan sembilan kristal dalam Asteroid." Ujar Harith.
Teringat sesuatu akan sembilan bagian Asteroid itu, dimana tiap pecahannya menyimpan sembilan kristal suci.
"Kristal Suci, ada dalam tiap pecahan Asteroid. Itu terdiri dari Lunox dan Bembi dua Guardian yang terperangkap didalamnya. Juga dua senjata mereka, Baron Hitam dan Baron Emas. Berdasarkan riset dari Kaisar yang sering datang ke Silver Alaska untuk menemukan sesuatu, dengan teknik penyamarannya, Kaisar tau satu hal. Bahwa Iblis seratus juta jiwa sudah memiliki sekitar telah memiliki tiga bagian kristal." Jelas Harith.
Debora mencoba mencerna tiap apa yang dijelaskan Harith, begitupun dengan Mikhail. Kedua tipe pemikir ini sama-sama dibuat bingung, pasalnya tak ada buku yang menjelaskan tentang sembilan bagian suci itu.
"Darimana kau mengetahui tentang sembilan kristal suci itu?"
Tanya Mikhail kali ini padanya, memang sengaja pengetahuan sejarah tentang itu tidak dipaparkan. Entah apa alasan Harith merahasiakan itu, namun tiap penyihir didalam Rensuar ada masanya mengetahui hal itu, ban itu masih jauh perlu menjadi seorang petarung untuk tau dan menau perihal itu. Rey beserta rekannya adalah regu istimewa yang Harith temukan, bahkan dalam beberapa waktu singkat mereka sudah menjadi anggota Elang Putih, dimana itu adalah anggota petarung divisi Crusher.
"Itu adalah Rahasia Rensuar, hanya petarung penyihir dalam tingkatan empat yang tau. Karena kalian pilihan Axcel jadi ia memintaku datang kemari, untuk memberitahu kalian juga untuk menyuruh kalian mengemban misi pertama kalian."
Penjelasan itu membuat mereka berbinar terutama Rey dan Riley, Debora tersenyum mendengar itu rupanya mereka sudah secepat ini menuju mimpi mereka. Begitupun dengan Justice ia berseringai mencoba menerka-nerka berapakah bayaran yang akan mereka terima dalam misi ini.
"Jadi, berapa bayaran yang akan kami terima dari misi ini?"
Ucap Riley juga Justice berdiri bersamaan keduanya saling tatap kemudian.
"Ahhh mata uangan kalian!" Gerutu Harith.
"Kenapa kau ikut berdiri juga hah!"
Kesal akan persamaan itu Justice menarik kerah baju Rey, begitupun dengan Rey pagi ini perdebatan konyol mereka sepertinya akan mengalir.
"Hah, terus saja begini, rasanya aku tak ingin sekamar dengan dua sejoli itu."
Gerutu Mikhail memijat pelipisnya mengingat sudah terlalu sering peraduan layaknya sepasang suami istri itu terjadi. Debora juga Riley tertawa mendengar itu, berapa senangnya Harith melihat ksatria pilihannya sudah mampu berbaur seperti ini.
"Hei sudah hentikan! Aku sibuk, jadi dengarkan ini!"
Kali ini Harith meninggikan suaranya supaya fokus mereka kembali teralih padanya, Rey melepaskan cengkraman itu begitupun dengan Justice.
"Misi dimulai hari ini, untuk upah ketika kalian membawanya ke dalam istana setelah itu kalian akan menerima upah pertama kalian. Jadi, laksanakan misinya dengan baik. Juga ingat, hati-hati dalam menggunakan sihir di kota, karena pengintaian ini dilakukan di kota." Jelas Harith.
Debora mengangguk begitupun dengan seluruh rekannya. Debora ada taktik kali ini, ia tersenyum lalu mengangkat tangannya.
"Bolehkah kami menjalankan misi ini malam hari?" Tanya Debora.
"Mengapa harus malam hari?" Tanya Harith heran padanya.
"Paman, aku tak tau siapa namamu. Tapi kau Musketeers juga pasti, kau tau ancaman selalu datang malam hari. Iblis juga sangat lekat dengan gelap, itulah mengapa adrenalin akan lebih ada ketika gelap, dan mereka akan lebih beraksi saat gelap. Jadi untuk mempermudah ini aku ingin melakukan misi ini malam hari, apa diperbolehkan?"
Penjelasan itu benar adanya, apa yang dipaparkan Debora tak ada yang salah. Kebenaran juga segala pertimbangan itu membuat Harith mengangguk menyetujuinya.
"Baiklah, kalian boleh melaksanakannya malam hari! Aku pergi dulu! Selamat menjalankan misi pertama kalian, semoga berhasil." Ucap Harith.
Debora tersenyum lalu mengangguk, ia memang dominan disini sebagai ahli strategi. Bahkan tak ada protes an terarah padanya perihal apa yang tiap kali ia perintahkan.
...Kita harus belajar hidup bersama sebagai saudara atau binasa bersama sebagai orang bodoh...
...Sungguh luar biasa berada dalam solidaritas dengan sekelompok besar orang lainnya...
___________
Ensiklopedia :
Sirius merupakan bintang paling terang di seluruh langit malam. Nama Sirius berasal dari bahasa Yunani, Seirios yang bermakna 'berkilauan'. Jenis bintang yang satu ini terletak di konstelasi Canis Mayor (Anjing Besar).
Berada di rasi Canis Majoris, bintang ini terbit pada musim panas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
rey belajarlah mengontrol emosi mu,jangan sampai nanti terjebak karena emosi mengalahkan akal sehat untuk berfikir melawan musuh
2023-02-18
1
𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊
upah biasanya membuat kita semangat menjalankan misi🤭
2023-02-18
0
𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊
Deborah langsung menganalisa apa yg terjadi
2023-02-18
0