Leonin dan Purnama

...Bersama-sama adalah awal...

...Menjaga kebersamaan adalah kemajuan...

...Bekerja sama adalah sukses...

____________

Suara Gong keramat yang sakral juga terkesan tak sopan itu membawa mereka yang gelap mata berbondong-bondong ke arah sumber suara. Muka lusuh kusut juga Surai berantakan bangun tidur mereka mengarah, siap meledakkan amarah mereka pada seseorang atau sesuatu yang dengan lancang meramaikan markas mereka. Tibanya mereka tepat diruang tamu, ada yang menatap malas ke arah sosok kecil itu, ada juga yang menatap kesal juga dendam padanya. Rey melotot melihat kehadiran itu dengan santai masih memukul gongnya, kesal dengan hal itu Rey mencoba merapal mantranya namun Riley mencegahnya.

"Jangan!"

Cegah Riley, Rey heran melihat itu mengapa dirinya tak boleh mengamuk pada leonin kerdil mengesalkan dihadapan mereka itu.

"Hei kenapa kau mencegahku Riley? Lihatlah dia mengganggu tidur damai kita aku lelah semalam kau suruh memberi makan peliharaanmu usai aku berbelanja!" Protes Rey.

Riley membuang kasar nafasnya namun terbesit juga pikiran dimana semalam Rey pasti sangat kewalahan memberi makan mereka, jika tidak mereka Rey juga Justice tidak akan pulang selarut itu karenanya.

"Marah tidak menyelesaikan apa pun, Kemarahan bukanlah emosi yang baik."

Riley mencoba meredam segala kekesalan juga amarah dalam diri Rey, Debora memilih duduk bersimpuh dihadapan Harith yang masih memukul-mukul gongnya. Memang makhluk ini sedikit usil sifatnya hampir sama dengan Rey juga Baron dalam tubuh Rey. Melihat Debora yang tenang sambil bersimpuh itu Justice juga Mikhail mengekorinya, mereka berempat tau perihal sosok ini, dimana ia adalah Kaisar Putih, hanya Rey saja yan tidak mengetahuinya karena Axcel tak mengizinkan mereka mengatakan segalanya pada Rey.

"Hei kalian ini kenapa?" Tanya Rey heran pada teman-temannya.

"Hoammm.... Rey, mengapa kau selalu heboh tiap pagi? Sudah kau diam dan ikuti kami saja!"

Justice muak rasanya melihat tingkah Rey yang masih berprotes pada mereka, netranya yang masih mengantuk membiarkan tubuhnya bersimpuh pasrah tepat dihadapan Harith. Riley meraih tangan Rey menuntunnya mengikutinya untuk bersimpuh. Rey yang tak punya pilihan akhirnya pasrah dengan keputusan itu, sambil menatap kesal ke arah Harith yang masih memukul gong keramatnya.

Debora bertindak kali ini, rungunya rasanya sudah tak tahan lagi akan ulah Harith ini.

"Errium!"

Rapalan mantra sulur cahaya itu ia kendalikan tepat ke arah tangan-tangan Harith, melilitnya, mencoba menghentikan usilnya tangan itu pagi ini. Ketika sulur-sulur itu menyentuhnya membuatnya sulit memukul gong itu Harith membuka matanya, detik itu juga Debora menarik sulur cahayanya.

"Wahahaha... Lihatlah wajah-wajah berdosa ini!" Pekik Harith pada mereka.

Rey beserta yang lain menatap satu sama lain seakan tak percaya akan apa yang Harith katakan, wajah tak berdosa itu seperti sebuah umpatan pada mereka.

"Hei sebenarnya niatmu kemari itu apa?" Tanya Justice padanya.

Harith tersenyum mendengar itu.

"Amannara!"

Lirihnya seraya merubah posisinya turun berdiri saat ini, sambil melipat tangannya didada Harith masih tertawa, entahlah terkadang leonin ini sedikit gila memang.

"Apa kau akan terus tertawa tanpa penjelasan hah?"

Pertanyaan penuh kekesalan itu Rey lontarkan seketika Harith menunjuknya dan masih tertawa.

"Kau manusia yang kubuat babak belur itu ya, lucu sekali ekspresimu itu mengapa kekesalan itu tersirat jelas disana hahaha..."

Tawanya, Riley menahan tawanya mendengar itu seluruh rekannya itu menahan tawanya. Rekannya tau pagi ini Harith dengan segala umpatannya pada Rey ingin membuatnya kesal.

"Baiklah, aku akan katakan!"

Kali ini Harith mulai fokus pada tujuan datang kemari sebuah ancaman yang datang malam itu harus segera diselesaikan. Harith menatap serius ke arah mereka kali ini, seketika raut wajah memperhatikan nan fokus itu terpampang jelas untuknya. Suasana berubah menjadi tegang seakan akan menerima berita kematian.

"Semalam kediaman Kaisar Putih di serang, oleh salah satu makhluk dari Silver Alaska."

Penjelasan itu seakan mengirim sinyal penuh kejut pada mereka, ekspresi tak percaya itu jelas merambati wajah mereka. Debora berfikir sejenak, manusia tipe pemikir ini mungkin akan beradu dengan segala hal dalam dirinya. Bagaimana makhluk itu mampu masuk kedalam Benteng besar Rensuar, bukankah tiga divisi sihir masing-masing sudah ada ditempatnya.

"Mengapa dan Bagaimana ia mampu masuk kemari?"

Harith mengangguk mendengar itu, itu adalah pertanyaan yang sama yang masih bergelut dalam otaknya. Strategi pertahanan Rensuar ketat sekali, namun entah bagaimana para Iblis ini mampu semaju ini, mereka memiliki mantra meminimalisir aura, berkamuflase sesuai dengan area yang di datangi sehingga keberadaan mereka tak di kenali.

"Mungkin ini ada hubungannya dengan sembilan kristal dalam Asteroid." Ujar Harith.

Teringat sesuatu akan sembilan bagian Asteroid itu, dimana tiap pecahannya menyimpan sembilan kristal suci.

"Kristal Suci, ada dalam tiap pecahan Asteroid. Itu terdiri dari Lunox dan Bembi dua Guardian yang terperangkap didalamnya. Juga dua senjata mereka, Baron Hitam dan Baron Emas. Berdasarkan riset dari Kaisar yang sering datang ke Silver Alaska untuk menemukan sesuatu, dengan teknik penyamarannya, Kaisar tau satu hal. Bahwa Iblis seratus juta jiwa sudah memiliki sekitar telah memiliki tiga bagian kristal." Jelas Harith.

Debora mencoba mencerna tiap apa yang dijelaskan Harith, begitupun dengan Mikhail. Kedua tipe pemikir ini sama-sama dibuat bingung, pasalnya tak ada buku yang menjelaskan tentang sembilan bagian suci itu.

"Darimana kau mengetahui tentang sembilan kristal suci itu?"

Tanya Mikhail kali ini padanya, memang sengaja pengetahuan sejarah tentang itu tidak dipaparkan. Entah apa alasan Harith merahasiakan itu, namun tiap penyihir didalam Rensuar ada masanya mengetahui hal itu, ban itu masih jauh perlu menjadi seorang petarung untuk tau dan menau perihal itu. Rey beserta rekannya adalah regu istimewa yang Harith temukan, bahkan dalam beberapa waktu singkat mereka sudah menjadi anggota Elang Putih, dimana itu adalah anggota petarung divisi Crusher.

"Itu adalah Rahasia Rensuar, hanya petarung penyihir dalam tingkatan empat yang tau. Karena kalian pilihan Axcel jadi ia memintaku datang kemari, untuk memberitahu kalian juga untuk menyuruh kalian mengemban misi pertama kalian."

Penjelasan itu membuat mereka berbinar terutama Rey dan Riley, Debora tersenyum mendengar itu rupanya mereka sudah secepat ini menuju mimpi mereka. Begitupun dengan Justice ia berseringai mencoba menerka-nerka berapakah bayaran yang akan mereka terima dalam misi ini.

"Jadi, berapa bayaran yang akan kami terima dari misi ini?"

Ucap Riley juga Justice berdiri bersamaan keduanya saling tatap kemudian.

"Ahhh mata uangan kalian!" Gerutu Harith.

"Kenapa kau ikut berdiri juga hah!"

Kesal akan persamaan itu Justice menarik kerah baju Rey, begitupun dengan Rey pagi ini perdebatan konyol mereka sepertinya akan mengalir.

"Hah, terus saja begini, rasanya aku tak ingin sekamar dengan dua sejoli itu."

Gerutu Mikhail memijat pelipisnya mengingat sudah terlalu sering peraduan layaknya sepasang suami istri itu terjadi. Debora juga Riley tertawa mendengar itu, berapa senangnya Harith melihat ksatria pilihannya sudah mampu berbaur seperti ini.

"Hei sudah hentikan! Aku sibuk, jadi dengarkan ini!"

Kali ini Harith meninggikan suaranya supaya fokus mereka kembali teralih padanya, Rey melepaskan cengkraman itu begitupun dengan Justice.

"Misi dimulai hari ini, untuk upah ketika kalian membawanya ke dalam istana setelah itu kalian akan menerima upah pertama kalian. Jadi, laksanakan misinya dengan baik. Juga ingat, hati-hati dalam menggunakan sihir di kota, karena pengintaian ini dilakukan di kota." Jelas Harith.

Debora mengangguk begitupun dengan seluruh rekannya. Debora ada taktik kali ini, ia tersenyum lalu mengangkat tangannya.

"Bolehkah kami menjalankan misi ini malam hari?" Tanya Debora.

"Mengapa harus malam hari?" Tanya Harith heran padanya.

"Paman, aku tak tau siapa namamu. Tapi kau Musketeers juga pasti, kau tau ancaman selalu datang malam hari. Iblis juga sangat lekat dengan gelap, itulah mengapa adrenalin akan lebih ada ketika gelap, dan mereka akan lebih beraksi saat gelap. Jadi untuk mempermudah ini aku ingin melakukan misi ini malam hari, apa diperbolehkan?"

Penjelasan itu benar adanya, apa yang dipaparkan Debora tak ada yang salah. Kebenaran juga segala pertimbangan itu membuat Harith mengangguk menyetujuinya.

"Baiklah, kalian boleh melaksanakannya malam hari! Aku pergi dulu! Selamat menjalankan misi pertama kalian, semoga berhasil." Ucap Harith.

Debora tersenyum lalu mengangguk, ia memang dominan disini sebagai ahli strategi. Bahkan tak ada protes an terarah padanya perihal apa yang tiap kali ia perintahkan.

...Kita harus belajar hidup bersama sebagai saudara atau binasa bersama sebagai orang bodoh...

...Sungguh luar biasa berada dalam solidaritas dengan sekelompok besar orang lainnya...

___________

Ensiklopedia :

Sirius merupakan bintang paling terang di seluruh langit malam. Nama Sirius berasal dari bahasa Yunani, Seirios yang bermakna 'berkilauan'. Jenis bintang yang satu ini terletak di konstelasi Canis Mayor (Anjing Besar).

Berada di rasi Canis Majoris, bintang ini terbit pada musim panas.

Terpopuler

Comments

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

rey belajarlah mengontrol emosi mu,jangan sampai nanti terjebak karena emosi mengalahkan akal sehat untuk berfikir melawan musuh

2023-02-18

1

 𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊

𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊

upah biasanya membuat kita semangat menjalankan misi🤭

2023-02-18

0

 𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊

𝑳𝒂𝒚𝒚𝒂𝒓𝒊

Deborah langsung menganalisa apa yg terjadi

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!