...Guru-mantra terbesar adalah:...
...Jangan pernah membagikan rahasiamu kepada orang lain...
...Itu akan menghancurkanmu...
___________
Sebuah mantra dari balik kalender menarik mereka masuk kedalam satu ruangan ini seperti sebuah Stadion megah sekali. Disana terlihat Axcel yang membelakangi mereka ia sedang berada tepat dihadapan beberapa hewan besar serba putih sepertinya dari gerakan juga tingkahnya Axcel sedang memberi mereka makan.
"Wah luar biasa sekali itu binatang apa indah sekali?" Riley kagum melihat binatang yang berjajar mengantri dihadapan Axcel letak mereka tak terlalu jauh hanya berjarak beberapa meter, mendengar decak kagum itu Riley menatap aneh ke arah temannya itu.
"Kau bilang makhluk besar itu indah Riley?" Tanya Rey tak percaya sambil menatap Rey, sedang Riley hanya menganggukan kepalanya.
"Ini lebih indah dari serigalaku!" Jawab Riley ia menarik tangan Rey ke arah Axcel.
Barisan hewan itu damai tenang tak ada pemberontakan sama sekali, Rey sedaritadi gemetar dibuatnya ia takut sekali dengan hewan ini taringnya yang tajam itu membawa pikiran Rey kemana-mana rasanya, ia takut dimakan makhluk ini namun ia berusaha tenang karena malu jika teman-temannya tau ia takut.
"Rey peganglah bulunya halus sekali!" Puji Riley seraya memegang kepala serigala putih itu.
"Tentu saja, aku selalu memandikannya rutin!" Jawab Axcel bangga seraya mengusap lembut kepala peliharaannya itu.
"Hahaha..." Batin Rey tertawa dalam hatinya mencoba meredam segala ketakutannya.
"Menjijikan sekali manusia yang ku tempati ini!" Ujar Baron dalam tubuhnya Rey terkejut mendengar protesan itu.
"Apa kau?" Tanya Rey melalui telepatinya.
"Kau takut pada para Khufra, padahal mereka adalah tunggangan para ksatria sihir!" Jelas Baron pada Rey.
"Aku bisa terbang dengan sihir petir dan cahayaku mengapa harus menggunakan mereka?" Tanya Rey, Baron menghela nafas mendengar itu pasalnya semakin Rey menggunakan mana untuk terbang semakin terkuras pula tenaganya itulah mengapa para ksatria sihir akan diberi tunggangan hewan terbang, dimana komplotan hewan ini diberi nama Khufra.
"Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan. Yakinlah kalau itu bukan apa-apa takut itu hanya ada dalam pikiranmu." Jelas Baron, namun Rey menggelengkan kepalanya dengan cepat mendengar itu ia tiap manusia punya rasa takutnya sendiri memang butuh perlahan untuk membuat mereka terbiasa tidak ada yang instan bukan.
Grepppp
Axcel mencengkram tangan Rey saat ini, sumpah demi apapun Rey terkejut sontak ia mundur dan menarik tangannya.
"Huwahhhhh kau akan apa?" Teriaknya histeris itu mengundang tawa dari rekannya apa ini Baron Putih Legendaris berteriak layaknya wanita.
"Aku hanya ingin memperkenalkan dirimu pada peliharaanku Rey, sengaja ku siapkan ini untuk kalian. Lima Khufra sebagai tunggangan kalian ketika menjalankan misi." Jelas Axcel pada Rey namun Rey hanya menggelengkan kepalanya.
"Rasa takut pada sebuah nama hanya meningkatkan rasa takut akan hal itu sendiri." Ujar Baron dalam tubuhnya rasanya seperti ditampar saja setelah mendengar itu.
"Jika kau bertekad menjadi kuat maka kalahkan segala ketakutanmu. Karena kekuatan ada dihadapan ketakutanmu, ketika kau berhasil maju melewati ketakutanmu disitulah kau sudah menambah kekuatanmu. Perjalanan ada untuk ditempuh, Ketakutan ada ditaklukan dan Harapan ada untuk diwujudkan." Tutur Baron seluruh petuah yang ada dalam kepalanya ia tuangkan demi untuk membentuk karakter Rey menjadi lebih kuat lagi.
Rey mengepalkan tangannya kuduknya yang berdiri tak lagi ia pedulikan kalimat Baron benar sampai kapan ia akan terus mengelak dan lari dari ketakutannya, tidak, tidak itu bukan cara hidup seorang ksatria. Maki adalah hal benar dan murni jiwa ksatria, ayolah, bukankah ia adalah Baron Putih Legendaris sesuai ramalan. Bukankah ia disini saat ini untuk menjadi kuat, untuk Syena juga dunia.
Rey meraih tali kekang yang berada dalam genggaman Axcel, lalu menaiki pelananya. Debora bahkan Riley dibuat kagum atas tindakannya berani sekali manusia ini tingkahnya juga terkesan keren dimata mereka.
"Hei Rey!" Pekik Axcel terkejut atas tindakannya namun Rey hanya tersenyum lalu mengangguk ia mengacungkan jempolnya seraya mengatakan aku siap untuk ini.
Melihat tingkah Rey yang meyakinkan itu Axcel berada disisinya kemudian.
"Khufra ada untuk membantu kita dalam pertempuran, jika kalian menggunakan sihir untuk terbang maka mana kalian akan cepat habis. Sementara energi musuh kita di Alaska mampu beregenerasi, mereka hanya mampu dibunuh dengan senjata buatan Lapu-lapu dimana senjata itu kalian sebelum kemari mendapatkannya dari Dumbo. Kalian hanya diizinkan menggunakan pedang dalam dua hal, pertama, untuk misi yang dibebankan pada kalian tertuju untuk membinasakan iblis kalian boleh menggunakannya dalam misi pengintaian kota. Kedua, pedang digunakan ketika kalian berada diluar area suar ketika misi penyelidikan. Intinya Lapu-lapu memberikan pedang dan mantra didalamnya sebagai pelindung kalian dari Iblis." Jelas Axcel, Debora, Riley dan yang lain menatap juga mendengarkan hal itu dengan seksama.
"Jadi pelajaran hari ini pagi ini, selama dua jam penuh aku akan melatih kalian bertempur menggunakan sihir dan pedang. Akan ku ajari cara pemanggilan senjata kalian." Ujar Axcel ia naik ke atas pelana Khufra lain yang kosong lalu mengangkat tangannya sambil terpejam detik kemudian lima kilatan cahaya hijau masuk kedalam tangannya membentuk sebuah pedang besar bergerigi.
Mereka dibuat kagum atas apa yang ada dihadapan mereka itu luar biasa sekali, untuk memanggil pedang sihir dari Lapu-lapu mereka masih belum mampu memang. Rey memperhatikan pedang itu dengan seksama ada perbedaan memang antara senjata biasa bukan tempaan Lapu-lapu dan senjata tempaan Lapu-lapu.
Pedang buatan Lapu-lapu akan sangat terang cahayanya juga aliran kekuatan sihirnya berkeliling meliputi pedang itu hawa dari pedang itu juga sangat kuat. Apakah Baron adalah tempaan Lapu-lapu itulah yang ada dipikiran Rey saat ini.
"Apakah kau termasuk tempaan Lapu-lapu?" Tanya Rey pada Baron dalam tubuhnya melalui telepati.
"Tidak Rey, aku dan tiga pedang milik Guardian adalah salah satu pedang istimewa, aku diberikan pada Harith langsung dari sang Penguasa. Aku tidak begitu paham bagaimana aku diciptakan yang ku tahu pertama kali aku membuka mataku aku berada dalam domain seorang Harith. Disana ia menceritakan segalanya bahwa aku disampingnya untuk melindungi semesta sesuai perintah Sang Penguasa." Jelas Baron menceritakan tentang dirinya.
"Jadi pengecualian untuk dirimu dan dua pedang sihir yang masih menghilang. Kalian bertiga memiliki pemikiran sendiri?" Tanya Rey lagi terdengar suara tawa Baron kali ini.
"Kau cerdas argumenmu itu benar, hanya kami yang memiliki pemikiran sendiri. Juga pecahan sembilan Asteroid itu adalah tubuh dari para Guardian yang terbelah, mereka tidak mati namun mereka terkurung itulah mengapa senjata besar yang dimaksud oleh Harith adalah Bembi dan Lunox. Tugas kita ada dua Rey mengumpulkan kesembilan pecahan Asteroid itu lalu mengembalikan dua Guardian semesta, ketiga temukan dua senjata mereka. Aku yakin dua senjata itu sedang bersembunyi dibumi ini mereka pasti sudah melihat kekacauan ini." Jelas Baron lagi kali ini berfikir sejenak.
"Bagaimana cara pedang bersembunyi jika tidak bersemayam dalam tubuh manusia?" Tanya Rey lagi.
"Mereka hanya menciptakan sebuah kubah dimana mereka akan menyamakan aura mereka dengan apa yang ada disekitar mereka sehingga, baik manusia ataupun Iblis tidak akan tau kemanakah dia. Mereka hanya akan keluar ketika mereka ingin keluar, juga mereka akan memberi kekuatan dan bersemayam dalam diri seseorang sesuai keinginannya." Jelas Baron Rey tersenyum mendengar itu, itu tandanya Baron sendirilah yang memilih dan percaya padanya.
"Ah itu berarti tandanya kau menyukaiku, Rey memang menarik kan!" Ujar Rey bangga.
"Aku hanya mempercayaimu bukan menyukaimu." Ucap Baron dingin padanya Rey tertawa mendengar itu.
Riuh tawanya itu sekejap membuat rekan-rekannya menatapnya aneh.
"Hei kenapa kau tertawa?" Tanya Riley sambil menatapnya penuh curiga.
"Tidak aku hanya menertawakan tungganganku yang keren ini!" Jawab Rey seraya menepuk-nepuk Khufra nya.
Axcel tersenyum mendengar itu disana ia mulai fokus pada satu hal.
"Untuk mengendalikan Khufra kalian hanya perlu menghentakkan tali kekangnya, jika kau hentakkan bersamaan ia akan terbang. Jika kau hentakkan tali sebelah kiri ia akan berbelok ke kanan, jika kau hentakan tali kanan maka ia akan berbelok ke kiri. Untuk berhenti atau turun kau hentakkan dua kali tali kekangnya maka ia akan turun."Jelas Axcel.
Rey dan temannya mengangguk mendengar penjelasan itu rasanya mereka sudah cukup paham. Kali ini Axcel menunjuk tiang-tiang dengan ujung berbentuk ring menjulang ke atas langit.
"Itu adalah Medan lintasan kita. Lewati sesuai alurnya setelah itu kita kembali kemari masing-masing." Jelas Axcel.
"Mari kita mulai!!!" Ucap Axcel penuh semangat, mereka menghentakkan tali kekang mereka secara bersamaan. Sesuai dengan arahan mereka mulai serius mempelajari pelajaran apa yang diberikan Axcel. Satu persatu ring itu mereka lewati dengan mulus tanpa kendala apapun.
Tak jarang Axcel mengingatkan tentang arahan cara mengendalikan Khufra barangkali mereka lupa.
...Keberanian hidup adalah simbol yang paling baik bagi kehidupan...
...Bagi orang yang berani, tidak ada jalan yang tidak dapat dilalui...
...Keberanian dikombinasikan dengan integritas adalah dasar dari karakter seorang pemimpin...
___________
Ensiklopedia :
Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻
ngakak qu. eh lagi tegang ',nya ada sempilan lucu nya 🤣🤣🤣
2023-02-18
0
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
setiap orang pasti memiliki rasa takut, dan akhirnya Rey bisa menghilang kan rasa takutnya, hebat akhirnya Rey mau naik kufra yg disediakan tuan axcel
2023-02-18
0
B⃟c𝓝𝓐𝓝𝓐 19♧
Rey kamu harus mulai terbiasa dengan Hal itu ... Baru Awalan loh 😁
2023-02-07
0