Selubung Penghubung

...Guru-mantra terbesar adalah:...

...Jangan pernah membagikan rahasiamu kepada orang lain...

...Itu akan menghancurkanmu...

___________

Sebuah mantra dari balik kalender menarik mereka masuk kedalam satu ruangan ini seperti sebuah Stadion megah sekali. Disana terlihat Axcel yang membelakangi mereka ia sedang berada tepat dihadapan beberapa hewan besar serba putih sepertinya dari gerakan juga tingkahnya Axcel sedang memberi mereka makan.

"Wah luar biasa sekali itu binatang apa indah sekali?" Riley kagum melihat binatang yang berjajar mengantri dihadapan Axcel letak mereka tak terlalu jauh hanya berjarak beberapa meter, mendengar decak kagum itu Riley menatap aneh ke arah temannya itu.

"Kau bilang makhluk besar itu indah Riley?" Tanya Rey tak percaya sambil menatap Rey, sedang Riley hanya menganggukan kepalanya.

"Ini lebih indah dari serigalaku!" Jawab Riley ia menarik tangan Rey ke arah Axcel.

Barisan hewan itu damai tenang tak ada pemberontakan sama sekali, Rey sedaritadi gemetar dibuatnya ia takut sekali dengan hewan ini taringnya yang tajam itu membawa pikiran Rey kemana-mana rasanya, ia takut dimakan makhluk ini namun ia berusaha tenang karena malu jika teman-temannya tau ia takut.

"Rey peganglah bulunya halus sekali!" Puji Riley seraya memegang kepala serigala putih itu.

"Tentu saja, aku selalu memandikannya rutin!" Jawab Axcel bangga seraya mengusap lembut kepala peliharaannya itu.

"Hahaha..." Batin Rey tertawa dalam hatinya mencoba meredam segala ketakutannya.

"Menjijikan sekali manusia yang ku tempati ini!" Ujar Baron dalam tubuhnya Rey terkejut mendengar protesan itu.

"Apa kau?" Tanya Rey melalui telepatinya.

"Kau takut pada para Khufra, padahal mereka adalah tunggangan para ksatria sihir!" Jelas Baron pada Rey.

"Aku bisa terbang dengan sihir petir dan cahayaku mengapa harus menggunakan mereka?" Tanya Rey, Baron menghela nafas mendengar itu pasalnya semakin Rey menggunakan mana untuk terbang semakin terkuras pula tenaganya itulah mengapa para ksatria sihir akan diberi tunggangan hewan terbang, dimana komplotan hewan ini diberi nama Khufra.

"Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan. Yakinlah kalau itu bukan apa-apa takut itu hanya ada dalam pikiranmu." Jelas Baron, namun Rey menggelengkan kepalanya dengan cepat mendengar itu ia tiap manusia punya rasa takutnya sendiri memang butuh perlahan untuk membuat mereka terbiasa tidak ada yang instan bukan.

Grepppp

Axcel mencengkram tangan Rey saat ini, sumpah demi apapun Rey terkejut sontak ia mundur dan menarik tangannya.

"Huwahhhhh kau akan apa?" Teriaknya histeris itu mengundang tawa dari rekannya apa ini Baron Putih Legendaris berteriak layaknya wanita.

"Aku hanya ingin memperkenalkan dirimu pada peliharaanku Rey, sengaja ku siapkan ini untuk kalian. Lima Khufra sebagai tunggangan kalian ketika menjalankan misi." Jelas Axcel pada Rey namun Rey hanya menggelengkan kepalanya.

"Rasa takut pada sebuah nama hanya meningkatkan rasa takut akan hal itu sendiri." Ujar Baron dalam tubuhnya rasanya seperti ditampar saja setelah mendengar itu.

"Jika kau bertekad menjadi kuat maka kalahkan segala ketakutanmu. Karena kekuatan ada dihadapan ketakutanmu, ketika kau berhasil maju melewati ketakutanmu disitulah kau sudah menambah kekuatanmu. Perjalanan ada untuk ditempuh, Ketakutan ada ditaklukan dan Harapan ada untuk diwujudkan." Tutur Baron seluruh petuah yang ada dalam kepalanya ia tuangkan demi untuk membentuk karakter Rey menjadi lebih kuat lagi.

Rey mengepalkan tangannya kuduknya yang berdiri tak lagi ia pedulikan kalimat Baron benar sampai kapan ia akan terus mengelak dan lari dari ketakutannya, tidak, tidak itu bukan cara hidup seorang ksatria. Maki adalah hal benar dan murni jiwa ksatria, ayolah, bukankah ia adalah Baron Putih Legendaris sesuai ramalan. Bukankah ia disini saat ini untuk menjadi kuat, untuk Syena juga dunia.

Rey meraih tali kekang yang berada dalam genggaman Axcel, lalu menaiki pelananya. Debora bahkan Riley dibuat kagum atas tindakannya berani sekali manusia ini tingkahnya juga terkesan keren dimata mereka.

"Hei Rey!" Pekik Axcel terkejut atas tindakannya namun Rey hanya tersenyum lalu mengangguk ia mengacungkan jempolnya seraya mengatakan aku siap untuk ini.

Melihat tingkah Rey yang meyakinkan itu Axcel berada disisinya kemudian.

"Khufra ada untuk membantu kita dalam pertempuran, jika kalian menggunakan sihir untuk terbang maka mana kalian akan cepat habis. Sementara energi musuh kita di Alaska mampu beregenerasi, mereka hanya mampu dibunuh dengan senjata buatan Lapu-lapu dimana senjata itu kalian sebelum kemari mendapatkannya dari Dumbo. Kalian hanya diizinkan menggunakan pedang dalam dua hal, pertama, untuk misi yang dibebankan pada kalian tertuju untuk membinasakan iblis kalian boleh menggunakannya dalam misi pengintaian kota. Kedua, pedang digunakan ketika kalian berada diluar area suar ketika misi penyelidikan. Intinya Lapu-lapu memberikan pedang dan mantra didalamnya sebagai pelindung kalian dari Iblis." Jelas Axcel, Debora, Riley dan yang lain menatap juga mendengarkan hal itu dengan seksama.

"Jadi pelajaran hari ini pagi ini, selama dua jam penuh aku akan melatih kalian bertempur menggunakan sihir dan pedang. Akan ku ajari cara pemanggilan senjata kalian." Ujar Axcel ia naik ke atas pelana Khufra lain yang kosong lalu mengangkat tangannya sambil terpejam detik kemudian lima kilatan cahaya hijau masuk kedalam tangannya membentuk sebuah pedang besar bergerigi.

Mereka dibuat kagum atas apa yang ada dihadapan mereka itu luar biasa sekali, untuk memanggil pedang sihir dari Lapu-lapu mereka masih belum mampu memang. Rey memperhatikan pedang itu dengan seksama ada perbedaan memang antara senjata biasa bukan tempaan Lapu-lapu dan senjata tempaan Lapu-lapu.

Pedang buatan Lapu-lapu akan sangat terang cahayanya juga aliran kekuatan sihirnya berkeliling meliputi pedang itu hawa dari pedang itu juga sangat kuat. Apakah Baron adalah tempaan Lapu-lapu itulah yang ada dipikiran Rey saat ini.

"Apakah kau termasuk tempaan Lapu-lapu?" Tanya Rey pada Baron dalam tubuhnya melalui telepati.

"Tidak Rey, aku dan tiga pedang milik Guardian adalah salah satu pedang istimewa, aku diberikan pada Harith langsung dari sang Penguasa. Aku tidak begitu paham bagaimana aku diciptakan yang ku tahu pertama kali aku membuka mataku aku berada dalam domain seorang Harith. Disana ia menceritakan segalanya bahwa aku disampingnya untuk melindungi semesta sesuai perintah Sang Penguasa." Jelas Baron menceritakan tentang dirinya.

"Jadi pengecualian untuk dirimu dan dua pedang sihir yang masih menghilang. Kalian bertiga memiliki pemikiran sendiri?" Tanya Rey lagi terdengar suara tawa Baron kali ini.

"Kau cerdas argumenmu itu benar, hanya kami yang memiliki pemikiran sendiri. Juga pecahan sembilan Asteroid itu adalah tubuh dari para Guardian yang terbelah, mereka tidak mati namun mereka terkurung itulah mengapa senjata besar yang dimaksud oleh Harith adalah Bembi dan Lunox. Tugas kita ada dua Rey mengumpulkan kesembilan pecahan Asteroid itu lalu mengembalikan dua Guardian semesta, ketiga temukan dua senjata mereka. Aku yakin dua senjata itu sedang bersembunyi dibumi ini mereka pasti sudah melihat kekacauan ini." Jelas Baron lagi kali ini berfikir sejenak.

"Bagaimana cara pedang bersembunyi jika tidak bersemayam dalam tubuh manusia?" Tanya Rey lagi.

"Mereka hanya menciptakan sebuah kubah dimana mereka akan menyamakan aura mereka dengan apa yang ada disekitar mereka sehingga, baik manusia ataupun Iblis tidak akan tau kemanakah dia. Mereka hanya akan keluar ketika mereka ingin keluar, juga mereka akan memberi kekuatan dan bersemayam dalam diri seseorang sesuai keinginannya." Jelas Baron Rey tersenyum mendengar itu, itu tandanya Baron sendirilah yang memilih dan percaya padanya.

"Ah itu berarti tandanya kau menyukaiku, Rey memang menarik kan!" Ujar Rey bangga.

"Aku hanya mempercayaimu bukan menyukaimu." Ucap Baron dingin padanya Rey tertawa mendengar itu.

Riuh tawanya itu sekejap membuat rekan-rekannya menatapnya aneh.

"Hei kenapa kau tertawa?" Tanya Riley sambil menatapnya penuh curiga.

"Tidak aku hanya menertawakan tungganganku yang keren ini!" Jawab Rey seraya menepuk-nepuk Khufra nya.

Axcel tersenyum mendengar itu disana ia mulai fokus pada satu hal.

"Untuk mengendalikan Khufra kalian hanya perlu menghentakkan tali kekangnya, jika kau hentakkan bersamaan ia akan terbang. Jika kau hentakkan tali sebelah kiri ia akan berbelok ke kanan, jika kau hentakan tali kanan maka ia akan berbelok ke kiri. Untuk berhenti atau turun kau hentakkan dua kali tali kekangnya maka ia akan turun."Jelas Axcel.

Rey dan temannya mengangguk mendengar penjelasan itu rasanya mereka sudah cukup paham. Kali ini Axcel menunjuk tiang-tiang dengan ujung berbentuk ring menjulang ke atas langit.

"Itu adalah Medan lintasan kita. Lewati sesuai alurnya setelah itu kita kembali kemari masing-masing." Jelas Axcel.

"Mari kita mulai!!!" Ucap Axcel penuh semangat, mereka menghentakkan tali kekang mereka secara bersamaan. Sesuai dengan arahan mereka mulai serius mempelajari pelajaran apa yang diberikan Axcel. Satu persatu ring itu mereka lewati dengan mulus tanpa kendala apapun.

Tak jarang Axcel mengingatkan tentang arahan cara mengendalikan Khufra barangkali mereka lupa.

...Keberanian hidup adalah simbol yang paling baik bagi kehidupan...

...Bagi orang yang berani, tidak ada jalan yang tidak dapat dilalui...

...Keberanian dikombinasikan dengan integritas adalah dasar dari karakter seorang pemimpin...

___________

Ensiklopedia :

Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.

Terpopuler

Comments

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

ngakak qu. eh lagi tegang ',nya ada sempilan lucu nya 🤣🤣🤣

2023-02-18

0

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥

setiap orang pasti memiliki rasa takut, dan akhirnya Rey bisa menghilang kan rasa takutnya, hebat akhirnya Rey mau naik kufra yg disediakan tuan axcel

2023-02-18

0

B⃟c𝓝𝓐𝓝𝓐 19♧

B⃟c𝓝𝓐𝓝𝓐 19♧

Rey kamu harus mulai terbiasa dengan Hal itu ... Baru Awalan loh 😁

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!