...Ada tali di hati manusia yang sebaiknya tidak digetarkan...
...Segalanya mungkin jika kamu punya cukup keberanian...
...Setiap kehidupan manusia bernilai sama, dan layak diselamatkan...
Setelah pertempuran di sesi akhir Riley beserta kawanannya dituntun seekor kupu-kupu menuju suatu tempat Rensuar besar sekali sungguh tanpa kupu-kupu itu mungkin mereka akan tersesat. Sudah habis sekitar lima belas menit mereka berjalan memasuki seluk beluk Rensuar namun tak ada tanda pemberhentian bagi mereka, jenuh rasanya. Hingga tak lama mereka dipertemukan dengan satu gerbang besar sekali gerbang itu berwarna putih sisi-sisinya berwarna emas, setibanya mereka dihadapan pintu itu kupu-kupu kecil itu menghilang dengan sendirinya.
"Wah sepertinya kita sudah sampai!" Ucap Riley girang.
"Bisa secepatnya kita masuk sungguh Rey berat sekali teman!" Gerutu Justice dibelakang Rey, sementara rekannya hanya tertawa mendengar itu.
"Kau bersyukur saja seharusnya kapan lagi kau akan menggendong Baron putih legendaris?" Ujar Mikhail mencoba menyemangati Justice.
"Apa kau ingin oper denganku, Mikha?" Ujar Justice sembari melirik Mikhail dingin disampingnya, Mikhail mengangkat telapak tangannya seakan menolak hal itu diiringi dengan kepalanya yang menggeleng.
"Tunggu, lantas bagaimana masuknya kita dari sini? Tak ada lobi sesuai yang dikatakan Paman Axcel padaku!" Ucap Riley mendengar itu Debora mulai memperhatikan tempat itu.
Disini sepi sekali kosong tak ada apapun atau siapapun hanya bangunan.
"Apa isi kertasnya Riley?" Tanya Debora sembari memperhatikan tempat itu, Riley membolak-balik kertas itu disana sama sekali tak ada apapun hanya kertas berwarna emas yang kosong.
"Axcel mengerjai kita mungkin! Bagaimana pemula seperti kita bisa secepat ini masuk ke Asrama Elang Putih, bukankah ini Asramanya para Crusher prajurit terbaik dalam Rensuar?" Gerutu Justice ia memang masih belum percaya akan instan sekali perjuangannya ini.
"Mahodayou!" Lirih Mikhail merapal mantranya ke arah kertas yang dipegang Riley.
"Hei!" Pekik Riley ketika melihat kertas itu terbang ke arah Mikhail.
"Sebentar aku lihat dulu barangkali ada petunjuk disini!" Ujar Mikhail, Riley hanya mengangguk mendengar itu ia berjalan ke arah lain mencoba memperhatikan luas wilayah kosong ini.
Mikhail tak menemukan apa-apa memang disana namun ada terlintas satu ide dalam pikirannya saat ini, cahaya mentari, kali ini Mikhail merentangkan kertas emas itu dihadapan cahaya mentari. Disana terlihat sebuah pola, seketika Mikhail menunduk kebawah melihat pola yang sama itu ada dibawahnya. Pola itu berbentuk seperti akar dengan lima cabang yang berbeda-beda warnanya.
"Coba lihat ini!" Ujar Mikhail serentak Debora dan Riley berbalik lalu menghampirinya.
"Ada apa?" Tanya Debora ingin tau, begitupun dengan Riley yang merapat memperhatikan kertas yang dipegang Mikhail.
"Tanda ini sama dengan lantainya, mungkin ini caranya." Ujar Mikhail, Riley dan Debora saling pandang mendengar itu mereka tak tau apa maksud Mikhail.
"Maksudnya?" Tanya Debora.
"Lima ranting dengan warna yang berbeda bukankah anggota Elang Putih lima orang. Tandanya untuk membuka ini dibutuhkan lima orang berdiri di tiap ranting-rantingnya. Lima Penyihir berada di satu ranting masing-masing." Jelas Mikhail.
"Kalau begitu lakukanlah!" Ujar Justice yang masih berdiri dibelakang mereka sungguh kasihan sekali manusia ini sejak tadi Rey masih bertengger tak sadarkan diri dibelakang tubuhnya.
"Baiklah mari kita lakukan!" Ucap Riley.
"Ambillah posisi kalian masing-masing!" Ujar Mikhail, mereka mengangguk mendengar itu.
Justice meletakkan tubuh Rey sejenak digambar akar lain disampingnya membaringkannya. Ketika lima Penyihir itu berdiri tepat diposisi berbeda suara gerbang terbuka itu membuat mereka sumringah. Dari dalam terpantull sebuah cahaya ke arah mereka itu cukup silau sekali.
Terlihat ada tiga orang keluar dari sana mereka berjubah putih menunggangi kuda berwarna putih sembari disisi kiri tubuhnya terlihat pedang berwarna putih bercahaya. Tiga orang berkuda itu melompat dari gerbang ke arah mereka.
"Selamat datang di Asrama Elang Putih, kalian datang atas perintah siapa kemari?" Tanya salah satu dari mereka.
Mikhail menunjukkan kertas emas yang ia bawa lalu ia maju ke depan menghampiri mereka, disana Mikhail memberikan kertas emas itu.
"Wah dari Musketeers Axcel ya, selamat ya kalian datang kemari secara instan. Mungkin ada sesuatu yang membuat Kaisar Putih terkesan sehingga mengirim kalian kemari, coba ceritakan." Ujar salah satu dari mereka, Riley memandang mereka masam kali ini ia ikut maju berdiri tepat disamping Mikhail.
"Paman katakan padaku, siapa nama-nama kalian?" Ucap Riley lantang, tiga orang berkuda itu tersenyum mendengar pertanyaan Riley mereka turun dari kuda mereka lalu berjalan mendekati Riley juga Mikhail.
"Kami adalah Three Musketeers Elang Putih, anggota divisi pertahanan. Kelompok kami dikenal dengan nama Triple J, dengan nama kami masing-masing aku Jae!" Ucap Jae memperkenalkan dirinya.
"Aku Joy!" Ucap Joy memperkenalkan dirinya.
"Aku Jerome!" Ucap Jerome memperkenalkan dirinya.
"Kami pemegang sihir Abjad A dan kami selalu berada di garda terdepan mencari informasi tentang Silver Alaska." Jelas Jae, seketika mendengar nama kota itu Debora membulatkan matanya tangannya mengepal keras mencoba menahan luka batin dalam hatinya.
"Ah sepertinya ada yang terluka ya?" Tanya Joy sembari melihat Rey yang terbaring tak sadarkan diri.
"Ya, itu ulah Paman Axcel!" Jawab Riley itu membuat ketiga Musketeers terbahak-bahak, tak aneh memang beberapa prajurit yang kemari babak belur pasti telah melalui ujian keras entah itu dari Kaisar putih atau dari Axcel.
"Baiklah perkenalkan nama kalian beserta kemampuan kalian!" Ucap Jerome, itu membuat Riley beserta rekannya mengangguk.
"Aku Riley pemegang abjad sihir B.Aku tipe penyerang jarak jauh dan ya aku tak memiliki pedang namun Dumbo hanya memberiku panah saja, namun saat ini panahku sedang diperbarui oleh para Lapu-lapu." Ucap Riley memperkenalkan dirinya.
"Wah kau bisa menghabiskan banyak waktu bersama Jerome dia adalah ahli serangan jarak jauh kebanggaan kami." Jelas Jae pada Riley, Riley hanya tersenyum lalu mengangguk mendengar itu.
"Aku Mikhail, dengan sihir Abjad M ahli pengobatan dan ramuan. Aku bukan terpilih sebagai petarung namun aku adalah ahlinya pembuat benteng perlindungan." Ujar Mikhail.
"Aku Debora, pemegang abjad sihir E ahli pertahanan dan pemikir, penyusunan strategi, ahli tangkisan." Ucap Debora memperkenalkan dirinya.
"Aku Justice pemegang abjad sihir G ahli ilusi, ahli perasukan, ahli pelebur dan jebakan." Ucap Justice memperkenalkan dirinya.
Tiga Musketeers itu dibuat takjub akan perkenalan mereka rupanya mereka tim yang komplit dengan seluruh bakat itu dijadikan satu akan menghasilkan salah satu Tim Elang Putih terbaik. Jerome memperhatikan Rey yang masih tak sadarkan diri itu lalu menunjuknya.
"Lalu dia?" Tanya Jerome pada mereka, seketika Riley dan Debora tersenyum mendengar pertanyaan itu.
"Dialah manusia didalam ramalan Lapu-lapu, pemegang Baron putih legendaris Rey Arlert." Ucap Riley seraya memandangi Rey yang masih terpejam.
Seketika tiga Musketeers itu dibuat kaget benarkah Baron Putih Legendaris berada dalam Asrama mereka, sungguh itu luar biasa sekali. Tiga Musketeers itu berbondong-bondong menghampiri Rey kemudian mengangkatnya membawanya naik ke kuda mereka dengan Jerome di belakangnya yang menopang tubuh Rey agar tak jatuh.
"Astaga beruntung sekali rasanya Baron Putih datang di Asrama kami." Ujar Jae seraya memperhatikan Rey tak lama ia pun berbalik menghadap Riley dan rekannya. Telapak tangannya mengarah tepat pada Riley lalu merapalkan sebuah mantra detik itu juga sebuah kunci emas melayang tepat dihadapan wajah Riley.
"Selamat datang, itu adalah kunci menuju tempat kalian nikmati fasilitasnya. Pagi esok pukul delapan kalian sudah harus berada di ruangan Tuan Axcel, petunjuk untuk kesana ada dalam tempat kalian. Kami akan membawa Rey ke tempat pengobatan dulu, jika kalian ingin menjenguk untuk kesana petanya juga ada ditempat kalian. Untuk menemukan tempat kalian cari papan dengan nomor yang sama dengan kunci itu, selamat mencari kami pergi dulu." Ujar Jerome, Riley mengangguk mendengar itu tanda bahwa dirinya paham.
"Leviousa!" Ucap Ketiganya lalu menghilang darisana.
...Jangan pernah menaruh kepercayaan pada pangeran...
...Jika kau butuh keajaiban, carilah itu pada penyihir...
Ensiklopedia :
Mengapa planet-planet itu berbentuk bulat?
Bumi dan semua planet itu bulat karena planet ketika terbentuk terdiri dari bahan cair – pada dasarnya cairan yang sangat panas. Karena gravitasi selalu mengarah ke pusat massa, gravitasi menekan materi tersebut secara merata dari segala arah ke titik pusat, dan membentuk bola.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀
keberanian menentuhkan segalanya kalau kau tidak mempunyai keberani mending diam aja
2023-02-18
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Mikhail kamu cerdas banget ternyata
2023-02-18
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
Nama Malaikat...
2023-02-02
0