Kunci Keberuntungan

...Ada tali di hati manusia yang sebaiknya tidak digetarkan...

...Segalanya mungkin jika kamu punya cukup keberanian...

...Setiap kehidupan manusia bernilai sama, dan layak diselamatkan...

Setelah pertempuran di sesi akhir Riley beserta kawanannya dituntun seekor kupu-kupu menuju suatu tempat Rensuar besar sekali sungguh tanpa kupu-kupu itu mungkin mereka akan tersesat. Sudah habis sekitar lima belas menit mereka berjalan memasuki seluk beluk Rensuar namun tak ada tanda pemberhentian bagi mereka, jenuh rasanya. Hingga tak lama mereka dipertemukan dengan satu gerbang besar sekali gerbang itu berwarna putih sisi-sisinya berwarna emas, setibanya mereka dihadapan pintu itu kupu-kupu kecil itu menghilang dengan sendirinya.

"Wah sepertinya kita sudah sampai!" Ucap Riley girang.

"Bisa secepatnya kita masuk sungguh Rey berat sekali teman!" Gerutu Justice dibelakang Rey, sementara rekannya hanya tertawa mendengar itu.

"Kau bersyukur saja seharusnya kapan lagi kau akan menggendong Baron putih legendaris?" Ujar Mikhail mencoba menyemangati Justice.

"Apa kau ingin oper denganku, Mikha?" Ujar Justice sembari melirik Mikhail dingin disampingnya, Mikhail mengangkat telapak tangannya seakan menolak hal itu diiringi dengan kepalanya yang menggeleng.

"Tunggu, lantas bagaimana masuknya kita dari sini? Tak ada lobi sesuai yang dikatakan Paman Axcel padaku!" Ucap Riley mendengar itu Debora mulai memperhatikan tempat itu.

Disini sepi sekali kosong tak ada apapun atau siapapun hanya bangunan.

"Apa isi kertasnya Riley?" Tanya Debora sembari memperhatikan tempat itu, Riley membolak-balik kertas itu disana sama sekali tak ada apapun hanya kertas berwarna emas yang kosong.

"Axcel mengerjai kita mungkin! Bagaimana pemula seperti kita bisa secepat ini masuk ke Asrama Elang Putih, bukankah ini Asramanya para Crusher prajurit terbaik dalam Rensuar?" Gerutu Justice ia memang masih belum percaya akan instan sekali perjuangannya ini.

"Mahodayou!" Lirih Mikhail merapal mantranya ke arah kertas yang dipegang Riley.

"Hei!" Pekik Riley ketika melihat kertas itu terbang ke arah Mikhail.

"Sebentar aku lihat dulu barangkali ada petunjuk disini!" Ujar Mikhail, Riley hanya mengangguk mendengar itu ia berjalan ke arah lain mencoba memperhatikan luas wilayah kosong ini.

Mikhail tak menemukan apa-apa memang disana namun ada terlintas satu ide dalam pikirannya saat ini, cahaya mentari, kali ini Mikhail merentangkan kertas emas itu dihadapan cahaya mentari. Disana terlihat sebuah pola, seketika Mikhail menunduk kebawah melihat pola yang sama itu ada dibawahnya. Pola itu berbentuk seperti akar dengan lima cabang yang berbeda-beda warnanya.

"Coba lihat ini!" Ujar Mikhail serentak Debora dan Riley berbalik lalu menghampirinya.

"Ada apa?" Tanya Debora ingin tau, begitupun dengan Riley yang merapat memperhatikan kertas yang dipegang Mikhail.

"Tanda ini sama dengan lantainya, mungkin ini caranya." Ujar Mikhail, Riley dan Debora saling pandang mendengar itu mereka tak tau apa maksud Mikhail.

"Maksudnya?" Tanya Debora.

"Lima ranting dengan warna yang berbeda bukankah anggota Elang Putih lima orang. Tandanya untuk membuka ini dibutuhkan lima orang berdiri di tiap ranting-rantingnya. Lima Penyihir berada di satu ranting masing-masing." Jelas Mikhail.

"Kalau begitu lakukanlah!" Ujar Justice yang masih berdiri dibelakang mereka sungguh kasihan sekali manusia ini sejak tadi Rey masih bertengger tak sadarkan diri dibelakang tubuhnya.

"Baiklah mari kita lakukan!" Ucap Riley.

"Ambillah posisi kalian masing-masing!" Ujar Mikhail, mereka mengangguk mendengar itu.

Justice meletakkan tubuh Rey sejenak digambar akar lain disampingnya membaringkannya. Ketika lima Penyihir itu berdiri tepat diposisi berbeda suara gerbang terbuka itu membuat mereka sumringah. Dari dalam terpantull sebuah cahaya ke arah mereka itu cukup silau sekali.

Terlihat ada tiga orang keluar dari sana mereka berjubah putih menunggangi kuda berwarna putih sembari disisi kiri tubuhnya terlihat pedang berwarna putih bercahaya. Tiga orang berkuda itu melompat dari gerbang ke arah mereka.

"Selamat datang di Asrama Elang Putih, kalian datang atas perintah siapa kemari?" Tanya salah satu dari mereka.

Mikhail menunjukkan kertas emas yang ia bawa lalu ia maju ke depan menghampiri mereka, disana Mikhail memberikan kertas emas itu.

"Wah dari Musketeers Axcel ya, selamat ya kalian datang kemari secara instan. Mungkin ada sesuatu yang membuat Kaisar Putih terkesan sehingga mengirim kalian kemari, coba ceritakan." Ujar salah satu dari mereka, Riley memandang mereka masam kali ini ia ikut maju berdiri tepat disamping Mikhail.

"Paman katakan padaku, siapa nama-nama kalian?" Ucap Riley lantang, tiga orang berkuda itu tersenyum mendengar pertanyaan Riley mereka turun dari kuda mereka lalu berjalan mendekati Riley juga Mikhail.

"Kami adalah Three Musketeers Elang Putih, anggota divisi pertahanan. Kelompok kami dikenal dengan nama Triple J, dengan nama kami masing-masing aku Jae!" Ucap Jae memperkenalkan dirinya.

"Aku Joy!" Ucap Joy memperkenalkan dirinya.

"Aku Jerome!" Ucap Jerome memperkenalkan dirinya.

"Kami pemegang sihir Abjad A dan kami selalu berada di garda terdepan mencari informasi tentang Silver Alaska." Jelas Jae, seketika mendengar nama kota itu Debora membulatkan matanya tangannya mengepal keras mencoba menahan luka batin dalam hatinya.

"Ah sepertinya ada yang terluka ya?" Tanya Joy sembari melihat Rey yang terbaring tak sadarkan diri.

"Ya, itu ulah Paman Axcel!" Jawab Riley itu membuat ketiga Musketeers terbahak-bahak, tak aneh memang beberapa prajurit yang kemari babak belur pasti telah melalui ujian keras entah itu dari Kaisar putih atau dari Axcel.

"Baiklah perkenalkan nama kalian beserta kemampuan kalian!" Ucap Jerome, itu membuat Riley beserta rekannya mengangguk.

"Aku Riley pemegang abjad sihir B.Aku tipe penyerang jarak jauh dan ya aku tak memiliki pedang namun Dumbo hanya memberiku panah saja, namun saat ini panahku sedang diperbarui oleh para Lapu-lapu." Ucap Riley memperkenalkan dirinya.

"Wah kau bisa menghabiskan banyak waktu bersama Jerome dia adalah ahli serangan jarak jauh kebanggaan kami." Jelas Jae pada Riley, Riley hanya tersenyum lalu mengangguk mendengar itu.

"Aku Mikhail, dengan sihir Abjad M ahli pengobatan dan ramuan. Aku bukan terpilih sebagai petarung namun aku adalah ahlinya pembuat benteng perlindungan." Ujar Mikhail.

"Aku Debora, pemegang abjad sihir E ahli pertahanan dan pemikir, penyusunan strategi, ahli tangkisan." Ucap Debora memperkenalkan dirinya.

"Aku Justice pemegang abjad sihir G ahli ilusi, ahli perasukan, ahli pelebur dan jebakan." Ucap Justice memperkenalkan dirinya.

Tiga Musketeers itu dibuat takjub akan perkenalan mereka rupanya mereka tim yang komplit dengan seluruh bakat itu dijadikan satu akan menghasilkan salah satu Tim Elang Putih terbaik. Jerome memperhatikan Rey yang masih tak sadarkan diri itu lalu menunjuknya.

"Lalu dia?" Tanya Jerome pada mereka, seketika Riley dan Debora tersenyum mendengar pertanyaan itu.

"Dialah manusia didalam ramalan Lapu-lapu, pemegang Baron putih legendaris Rey Arlert." Ucap Riley seraya memandangi Rey yang masih terpejam.

Seketika tiga Musketeers itu dibuat kaget benarkah Baron Putih Legendaris berada dalam Asrama mereka, sungguh itu luar biasa sekali. Tiga Musketeers itu berbondong-bondong menghampiri Rey kemudian mengangkatnya membawanya naik ke kuda mereka dengan Jerome di belakangnya yang menopang tubuh Rey agar tak jatuh.

"Astaga beruntung sekali rasanya Baron Putih datang di Asrama kami." Ujar Jae seraya memperhatikan Rey tak lama ia pun berbalik menghadap Riley dan rekannya. Telapak tangannya mengarah tepat pada Riley lalu merapalkan sebuah mantra detik itu juga sebuah kunci emas melayang tepat dihadapan wajah Riley.

"Selamat datang, itu adalah kunci menuju tempat kalian nikmati fasilitasnya. Pagi esok pukul delapan kalian sudah harus berada di ruangan Tuan Axcel, petunjuk untuk kesana ada dalam tempat kalian. Kami akan membawa Rey ke tempat pengobatan dulu, jika kalian ingin menjenguk untuk kesana petanya juga ada ditempat kalian. Untuk menemukan tempat kalian cari papan dengan nomor yang sama dengan kunci itu, selamat mencari kami pergi dulu." Ujar Jerome, Riley mengangguk mendengar itu tanda bahwa dirinya paham.

"Leviousa!" Ucap Ketiganya lalu menghilang darisana.

...Jangan pernah menaruh kepercayaan pada pangeran...

...Jika kau butuh keajaiban, carilah itu pada penyihir...

Ensiklopedia :

Mengapa planet-planet itu berbentuk bulat?

Bumi dan semua planet itu bulat karena planet ketika terbentuk terdiri dari bahan cair – pada dasarnya cairan yang sangat panas. Karena gravitasi selalu mengarah ke pusat massa, gravitasi menekan materi tersebut secara merata dari segala arah ke titik pusat, dan membentuk bola.

Terpopuler

Comments

𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀

𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀

keberanian menentuhkan segalanya kalau kau tidak mempunyai keberani mending diam aja

2023-02-18

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Mikhail kamu cerdas banget ternyata

2023-02-18

0

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

Nama Malaikat...

2023-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!