Hening dan Kekacauan

...Keindahan persaudaraan tidak hanya karena ikatan darah...

...Ketika kamu merasa energimu selalu bertambah ketika bersamanya, itulah persaudaraan sejati...

_________

Rembulan malam ini cukup syahdu, taburan bintang kerlap-kerlip diangkasa, hembusan angin malam ini sejuk tidak terlalu berlebihan. Rey dan Justice berjalan kembali ke markas Rensuar, cukup sepi malam ini hanya ada beberapa Musketeers berlalu lalang entah mereka sedang berjaga ataukah mereka ada kelas malam ini. Lihatlah rasanya Rensuar seperti sebuah universitas bukan, namun pembedanya disini mempelajari Sihir dan Pedang ilmu pertarungan.

Kali ini mereka hanya berdua, setelah rentetan jadwal kegiatan hari ini, mereka lalui dengan baik, Riley menunjukkan pada mereka jadwal giliran berbelanja untuk mengisi stok bulanan mereka di markas. Ya, hari ini adalah giliran Rey dan Justice berbelanja.

"Ah damai sekali malam ini sungguh!" Ucap Rey matanya berbinar menatap langit-langit syahdu itu.

"Disini damai tetapi diluar benteng Rensuar kacau." Jawab Justice sesekali menatap langit malam, sambil mengingat apa yang sudah terjadi diluar benteng ini, kacau populasi manusia hanya tinggal 20%, belahan bumi yang mereka tinggali hanya sekitar 15% dari permukaan bumi.

"Kekacauan ini kapan ya berakhirnya?" Tanya Rey lagi padanya, Justice tersenyum miris mendengar itu memang rasanya mereka sama sekali tak menemukan sisi terang untuk akhir bahagia.

Justice teringat akan satu hal dimana dahulu sebelum kekacauan ini muncul para manusia beramai-ramai mengatakan seorang indigo adalah anak kutukan, mata mereka dianggap sebagai penyakit. Jika memang keyakinan mereka mengatakan seperti itu tolong, biarlah kenyataan itu menjadi milik mereka pribadi jangan dipaparkan mereka pun tak ingin dilahirkan semacam itu.

"Dengar Rey, kebanyakan dari kita kemari apa karena memang ingin membalas dendam atau karena tuntutan masyarakat?" Kali ini Justice kembali melempar pertanyaan pada Rey. Apa yang Justice ucapkan cukup membuat Rey bingung juga heran.

"Apa maksudmu itu, kau berbicara tidak jelas malam ini?" Maki Rey, Justice menggelengkan kepalanya sembari tersenyum mendengar itu memang perlu kesabaran ekstra untuk sekedar mengobrol bersama Rey, mungkin karena minimnya IQ yang Rey miliki.

"Suamiku memang tidak peka ya!" Ujar Justice, Rey membulatkan matanya mendengar ungkapan itu. Benar apa yang dikatakan Justice padanya kalimat itu menjijikan sekali jika diucapkan.

"Hahaha... mengapa kau menatapku semacam itu hah? Bagaimana rasanya, kalimat itu hangat dan nyaman bukan?" Canda Justice padanya, Rey menatap jijik ke arahnya rasanya hampir mual ia dibuatnya.

"Bagian mana yang hangat dan nyaman hah?" Tanya Rey dingin padanya. Justice mengacuhkan pertanyaan itu kali ini, ia menunduk memikirkan sesuatu, sesuatu beberapa tahun lalu, sesuatu yang terpaksa membawanya kemari.

"Kemampuan sihir hanya mampu digunakan para Indigo bukan? Selama dunia baik-baik saja anak-anak seperti kita di cap sebagai anak kutukan, mata kita dianggap sebuah penyakit. Namun hari ini apa Rey, umpatan mereka pada kita tidak benar adanya." Jelas Justice, Rey meresapi apa yang dikatakan rekannya ini. Sepertinya hal buruk pernah menimpanya sehingga menjadikannya semacam ini.

"Selama aku bernafas yang kupelajari adalah, tetaplah bangkit sekalipun jeruji dunia ini menusukmu begitu dalam." Ujar Rey, kalimat itu seakan menggetarkan hati Justice. Rupanya sosok konyol disampingnya ini mampu merapal kata yang bijak sekali.

Rey memang istimewa tekad juga semangatnya terkadang ikut membawa mereka terbakar melalui segalanya bersama, sosok kawan yang baik berani menjadi sebuah tameng untuk kawannya.

"Sepertinya duniamu lebih kejam daripadaku ya Rey!" Ujar Justice kali ini, Rey hanya tersenyum mendengar itu.

"Aku hidup sebatang kara dalam naungan panti asuhan, disana aku mengenal seorang gadis kecil yang umurnya berbeda lima tahun denganku. Gadis itu sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri, Syena namanya." Jelas Rey sambil menerka-nerka kenangan masa lalunya bersama Syena. Sungguh seandainya hari itu Rey mampu menggunakan seluruh kekuatan Baron dalam dirinya adiknya nasibnya tidak akan menderita.

"Lantas kemanakah saudaramu itu Rey!" Sejenak Rey mendengar itu sesak didadanya kembali, kekecewaan dalam dirinya membungkus hatinya kembali menyalahkan segala yang terjadi pada dirinya sendiri.

"Kemalangan menimpa kami ketika aku ingin memberinya hadiah ulang tahun. Hari itu kami terjebak di toko roti dengan belasan iblis yang mengepung kami. Beruntungnya aku memilki Baron dalam tubuhku itulah yang menyebabkan diriku masih bernafas sampai saat ini."Jelas Rey, Justice iba mendengar kisah hidup Rey.

"Jadi apakah Syena...." Ucapan Justice terpotong ketika Rey menatapnya.

"Syena tidak mati, dia masih hidup! Baron sendirilah yang memberitahuku tentang Syena yang tidak akan dibunuh, karena memiliki pecahan partikel Baron dalam tubuhnya." Jelas Rey, tersirat dalam mata itu sebuah penyangkalan, juga keyakinan yang teramat dalam.

Seperti menyimpan banyak kekecewaan, Justice tau itu, ia diam kali ini tak mengatakan apapun.

"Jadilah manusia hebat. Yang dihina tak tumbang, dan yang dipuji tak terbang. Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih orang yang amatiran. Kita disini untuk menjadi manusia kuat, kit disini karena tekad jadi teruslah melangkah! Jangan jadi manusia yang amatir!" Ujar Rey lagi.

Justice tertawa mendengar itu, lihatlah lintasan petuah itu muncul lagi dari balik lisan Rey sungguh malam ini segala ucapannya membuat Justice sadar, bahwa sekalipun bagaimanapun kacaunya dunia, rasa syukur juga menikmati itu harus selalu ada dalam diri manusia.

"Kenapa kau tertawa hah?" Tanya Rey heran sambil menoleh kesamping. Justice menggelengkan kepalanya seraya masih tertawa.

"Otak sedangkal ini rupanya bijak juga ya!" Ucapan yang terkesan mengesalkan sungguh rasanya Rey ingin sekali menghajarnya sekarang.

"Lama-lama kutampar juga kau nanti Justice!" Geram Rey, seandainya tangannya tak memangku barang belanjaan mungkin adu mekanik malam ini bisa saja terjadi antara dirinya dan Justice.

"Aku hanya bercanda Rey!" Ucap Justice seraya tertawa, Rey membuang nafasnya kasa mendengar tawa itu matanya kembali menatap taburan bintang dilangit, dengan penuh harapan ia berdoa.

"Semoga Tuhan selalu menjagamu Syena." Batin Rey, dibawah rembulan malam itu hatinya mendoakan sosok satu-satunya keluarga yang ia miliki, hatinya tak sabar untuk segera bertemu Syena kembali.

_________

Disisi lain Noella tercengang melihat satu kehadiran gelap dihadapan matanya, sosok itu hitam sekujur tubuhnya hitam bentuk fisiknya tinggi besar namun ramping, sosok itu sedang membelakanginya. Malam ini tepat didalam ruang penyimpanan prestasi sihir sosok itu sedang mencari sesuatu, entah apa yang dicarinya disana. Harith sedang berada diatas leonin itu sedang sibuk membahas perkara Silver Alaska bersama dengan para Musketeersnya.

Noella berancang-ancang menyerang sosok itu ketika tubuhnya hendak berbalik ke arahnya. Matanya membulat ketika melihat wujud menyeramkan itu, bagaimana sosok iblis mampu masuk kedalam istana Kaisar Putih bukankah penjagaan Rensuar ini ketat lantas mengapa sosok seram ini tak terdeteksi. Ketika Noella hendak menyerangnya sosok itu seketika menghilang, bingung dengan hal itu Noella mengedarkan pandangannya ke segala arah namun netranya tak menangkap siapapun disana hanya ruangan remang yang kosong, seakan hanya dirinya saja yang berada disana.

Ketika Noella menghela nafas lega merasa sosok itu sudah tak ada, aura kehadiran itu seketika muncul dari balik tubuhnya, ketika kuku-kuku tajam itu akan mengoyak dirinya sebuah mantra dari depan Noella menghentikannya.

"Axxio!!!" Teriak Harith merapalkan mantranya ke arah sosok itu.

Bommmmmm

Suara ledakan itu melempar sosok itu keluar, Jendela belakang Noella pecah begitu saja karena mantra itu. Noella terengah-engah was-was rasanya hampir saja tadi ia terluka dan mati jika Harith tak datang kemari. Harith menghampiri Noella yang masih terkejut itu.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Harith panik namun Noella hanya mengangguk mencoba menenangkan perasaannya yang kalut. Harith mengepalkan tangannya ia takut, bukan takut akan iblis itu namun takut jika sesuatu terjadi pada Noellanya.

Ketika Harith beranjak darisana mencoba memeriksa apakah Iblis itu mati atau tidak ia dikejutkan dengan satu serangan mantra mendadak dari arah samping, beruntungnya Harith sempat mengelak dari itu.

Harith melihat sosok itu dengan cengiran menyeramkannya sebelum menghilang, melihat itu Harith mencoba mendeteksinya dengan kemampuannya namun nihil sosok itu tak terdeteksi apapun kehadirannya seakan ilusi, namun sosok itu nyata adanya dan mengancam.

"Sesuatu macam apakah itu Harith? Mengapa kehadirannya tak terdeteksi oleh Musketeers kita?" Tanya Noella seraya menghampirinya, Harith masih merenungkan apa yang baru saja terjadi.

"Noella, Iblis semakin mendekati kemajuan! Menunggu akan membuat mereka semakin kuat, ketika fajar tiba nanti aku akan memberikan misi untuk mereka berlima, bagaimanapun caranya kita harus mempersingkat waktu." Jelas Harith berlalu dari hadapan Noella.

Ancaman itu berbahaya rasanya, jika Iblis datang kemari mencari tau sesuatu atau membawa pulang sesuatu informasi benteng Rensuar akan bocor ditangan Iblis seratus juta jiwa.

...Lebih baik bersiap perang daripada berharap bahwa musuh tidak pernah datang...

...Gagalkan kekuatan musuh, paksa dia untuk menampilkan wajah asli mereka...

______________

Ensiklopedia :

Mengapa Alam Semesta Berwarna Gelap?

Sebab luar angkasa memiliki partikel yang sangat sedikit, hampir tidak ada apa pun di ruang antara bintang dan planet yang dapat menyebarkan cahaya ke mata kita. Itulah mengapa kita melihat luar angkasa berwarna gelap bahkan hitam.

Terpopuler

Comments

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

tak perlu sedarah Ki hrs puya ijab

2023-02-18

0

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

kalau sosok iblis udah mulai gak terdeteksi mereka harus semakin kuat menyerang para musuh

2023-02-18

1

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

hahahaha justice suami mu berbeda makanya gak peka 🤣🤣

2023-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!