...Dalam mimpi, kami memasuki dunia yang sepenuhnya milik kita sendiri...
_________
Mereka menghabiskan setengah jam untuk sekedar latihan terbang, para Khufra di istirahatkan dijajarkan dan dibiarkan diam disana menikmati makanannya. Debora ikut duduk bersama tiga orang rekannya sedangkan Riley ia masih tidak bisa lepas dari Khurfra yang menarik hatinya itu, bagaikan seorang pengembala sudah hampir sepuluh menit Riley berada disana mengusap memberi makan Khufra-Khufra itu.
"Sungguh anak itu sangat menyukai binatang!" Puji Justice seraya memperhatikan Riley dari jauh.
"Mungkin itulah yang membuatnya mampu menaklukan Hewan-hewan sihir, apa ia juga sihir perasuk?" Mendengar pertanyaan dari Mikhail, Rey menggeleng.
"Abjad sihir Riley B, tipe penyerang jarak jauh." Jelas Rey, Mikhail dan Justice manggut-manggut mendengarnya.
Axcel berdiri tepat dihadapan mereka lalu tersenyum telapak tangannya terbuka disana ada bak sebuah hologram kalimat-kalimat itu melayang begitu saja. Debora yang kagum seketika mendekat ke arah mereka merapatkan dirinya mencoba ikut serta mempelajari apa yang akan dipaparkan oleh Axcel.
"Riley adalah pengguna sihir Abjad B, penyerang jarak jauh itu benar. Namun tiap penyihir pemula memang diberi satu kitab saja yang kekuatannya terlihat dominan dari diri kalian, Riley lebih Dominan pada serangan jarak jauh itulah mengapa Dumbo memberikan abjad sihir B padanya. Namun sihir sisi lain juga ada dalam dirinya, tiap penyihir memiliki dua sisi sihir. Maksimal dua kemampuan Abjad, seperti Riley ahli serangan jarak jauhnya dominan, namun kemapuan merasuki para binatang, memanggil sulur-sulur tanaman menggunakan kekuatan alam adalah milik kitab sihir I dan H. Jadi abjad sihir yang dimiliki Riley adalah B dan I itu sebenarnya." Jelas Axcel, Mikhail memperhatikan itu dengan seksama disitu jelas ada satu kesimpulan.
"Tandanya tiap manusia sebenarnya mampu memiliki dua abjad sihir dalam dirinya?" Pertanyaan Mikhail itu mengundang anggukan dari Axcel, sejenak ia berfikir kali ini.
"Berarti Debora juga memiliki abjad sihir A dalam dirinya? Karena kemampuan sihir cahaya pernah ia gunakan, seperti sulur cahaya yang pernah ia keluarkan saat melawan leonin itu." Ungkap Mikhail, Debora dibuat terkejut akan itu jika benar dirinya memiliki abjad petarung lantas mengapa Kitab Sihirnya adalah E.
"Karena dua kemampuan itu tidak diberikan sepenuhnya, yang sepenuhnya hanya satu bagian yang paling dominan, sedangkan satu lagi hanya diberikan separuh itulah mengapa sekalipun ia memiliki sihir Abjad A ia hanya mampu menggunakan elemen cahanya saja." Jelas Axcel, lalu ia menunjuk Debora.
"Debora dominan sihir Abjad E bersamanya, namun partikel abjad A dari cahaya juga menyertainya." Jelas Axcel dilanjutkan dengan menunjuk Mikhail kali ini.
"Mikhail, dominan sihir Abjad M ada bersamanya, namun aura dari abjad I ada bersamamu dimana alam akan selalu menyertaimu kekuatannya, memanggil sulur-sulur dan partikel alam lainnya. Mungkin jika kau asah bahkan kau mampu membuat pohon-pohon hutan itu bergerak." Jelas Axcel itu membuat Mikhail terkejut rupanya ia memiliki kekuatan sehebat itu tidak hanya dalam ilmu ramuan dan pengobatan saja.
"Justice, dominan sihir Abjad G ada bersamanya, namun ia juga diberkahi sihir Abjad A bersamanya yaitu elemen petirnya. Kau juga tipe petarung namun juga ahli ilusi. Kalian berlima tim yang lengkap kekuatannya, jika kalian mampu bersatu maka Silver Alaska bersama Kaisar dan para Musketeers pasti bisa kita taklukan!" Jelas Axcel itu membakar semangat juang mereka lagi rasanya.
Riley melayang berada tepat disamping Axcel kali ini.
"Kalau begitu, kau bisa melatih kemampuan kami dalam mengolah senjata paman." Ujar Riley riang mereka tersenyum melihat itu begitupun Axcel.
Bahagia sekali rasanya melihat kawanan haus ilmu ini. Axcel mundur dari mereka beberapa langkah lalu mengangguk seakan disana tersirat bahwa mari kita lanjutkan pelajarannya. Anggukan itu serentak membuat membuat mereka bersemangat, secara bersamaan merekapun juga menganggukan kepalanya masing-masing.
"Pemanggilan pedang sihir!" Ucap Axcel seraya memejamkan matanya membuka telapak tangannya, dari langit lima kilatan cahaya itu datang masuk kedalam telapak tangannya membentuk sebuah pedang. Akhirnya, pedang besar bergerigi itu kembali lagi dalam genggaman Axcel.
"Ini adalah pedangku!" Ucap Axcel memperkenalkan.
"Lantas bagaimana cara pemanggilan pedang itu Paman?" Kali ini Rey dengan penuh semangat dimatanya menatap pedang itu penuh dengan binar kagum dimatanya.
"Pemanggilan pedang sihir menggunakan dua kalimat penyatuan, juga setengah dari mana kalian pusatkan pada satu titik fokus lalu ucapkan mantra penggabungan dari kedua abjad sihir yang ada dalam diri kalian." Jelas Axcel namun penjelasan itu rupanya tidak mampu dicerna dengan baik oleh otak mereka. Axcel yang tau mereka tak paham akhirnya menghilangkan kembali pedangnya.
"Seperti ini, abjad sihirku M tetapi aku juga memiliki abjad H dalam diriku. Maka kalian ucapkan kedua abjad itu secara bersamaan dalam hati kalian, MH, katakan itu, di iringi dengan pengumpulan mana 50% sebagai pemerciknya, pusatkan mana kalian pada satu titik. Maka jika itu berhasil pedang sihir akan menghampiri kalian dengan sendirinya." Jelas Axcel anggukan serentak itu menandakan bahwa apa yang Axcel jelaskan sudah bisa dipahami.
"Lakukan!" Ucap Axcel seraya menatap mereka serius, mereka mengangguk mendengar itu secara bersamaan sama-sama membuka tangannya mengangangkat itu keatas.
Sesuai dengan arahan mereka mulai fokus memusatkan mana mereka dalam satu titik, secara bersama dua unsur sihir itu mereka ucapkan serentak. Seketika cahaya beragam itu turun dari langit menyambar masuk kedalam telapak tangan mereka masing-masing, Axcel tersenyum senang melihat itu rekrutan Kaisar Putih ini memang luar biasa sekejap saja ia memaparkan penjelasan sekejap itu juga mereka mampu mencerna juga menggunakannya.
Senjata sihir sudah berada ditangan mereka saat ini masing-masing. Decak kagum dari Riley dan Rey menghebohkan suasana disana, kegirangan juga kekonyolan mereka menambah suasana semakin bahagia, keberhasilan yang sangat memuaskan sungguh.
"Aku bisa memanggil Baronku!" Seru Rey sambil mengangangkat pedang putih bercahaya itu melompat-lompat kegirangan layaknya seorang anak kecil.
"Hentikan Rey, kau mempermalukanku!" Ujar Baron dalam dirinya, namun rasanya Rey tak peduli akan itu.
"Pedangmu bagus sekali Rey!" Puji Riley seraya menyentuh pedang Baron itu.
"Baiklah, sekarang mari kita mulai latihannya!" Ucapa dari Axcel itu membuat mereka diam seketika, ketika Axcel mulai mengeluarkan senjatanya mereka serentak bersiap menatap Axcel dengan tatapan serius.
Brsshhhhhhh
Tebasan satu pedang dari Axcel menciptakan cahaya hijau melintang mengarah tepat ke arah mereka refleks mereka mengarahkan pedangnya ka arah itu berharap mampu membelah cahaya melintang itu namun rupanya cahaya itu justru malah menekan mereka kebelakang.
"Batrium!" Ucap Riley merapalkan mantranya.
Berbeda dengan mereka Riley melompat ke atas memanggil satu Khufra nya dengan sihir pengendali hewan miliknya, Riley berdiri diatas pelana Khufra ia melayang dilangit sambil membidik Axcel.
Ketika target terkunci Riley menembakan anak panahnya pada Axcel saat itu juga namun secepat kilatan cahaya Axcel berpindah ke belakangnya.
"Errium!" Pekik Debora.
Debora yang melihat itu satu tangan yang mencengkram pedangnya ia gunakan untuk mengeluarkan sulur cahaya mengarahkan itu pada Riley mencoba melindunginya dari Axcel.
Namun lagi dan lagi Axcel menghilang dari sana kali ini Axcel berada di belakang tubuh mereka.
"Pertahanan Mikhail!" Teriak Debora pada Mikhail sontak ia melepas pedangnya dari sana berlari ke arah belakang membuat tameng pertahanan.
"Mohetetrum!" Teriak Mihkail melepas seluruh mananya membuat sebuah perlindungan, mencakup seluruh rekannya masuk kedalam.
Kali ini Axcel kembali menghilang Debora mulai mencerna tapi pergerakan yang Axcel lakukan, beberapa detik kemudian sebuah formasi muncul dalam kepalanya.
"Rey kau bisa menahan ini bukan jika sendiri?" Tanya Debora, Rey tersenyum mendengar itu.
"Serahkan ini padaku, tangkap leonin itu mari kita menangkan pertarungan ini!" Ujar Rey penuh dengan keyakinan.
"Justice tancapkan pedangmu disana keluarkan sihir petirnya buat itu mengalir didepan kami. Lalu ketika Axcel menampakkan dirinya lagi dihadapanmu buat ilusi tsunami untuk mengecohkannya aku akan menarik kakinya dari bawah, dan Riley gunakan kekuatan alam melalui daun untuk mengaburkan pandangannya supaya fokus matanya tak memperhatikan apapun itari kepalanya dengan dedaunanmu." Jelas Debora, mereka yang sudah mengerti formasinya seketika langsung berada diposisi mereka masing-masing.
Dengan segala perhitungan rupanya benar Axcel muncul tepat dihadapan mereka ia melayang. Seketika setelah pedang itu ditancapkan dan petir mengaliri alas mereka Justice dengan cepat melesat kebelakang Axcel bersamaan dengan itu Riley mengarahkan dedaunan miliknya memutari kepala Axcel, seketika sulur cahaya dari Debora melesat kebawah kakinya melilitnya. Axcel memperhatika itu lantas ia tersenyum, pemikiran strategi yang cerdik menurutnya.
Bruakkkkkk
Suara Axcel yang terlilit lalu terjatuh itu menghentikan segalanya, sihir miliknya pun hilang saat itu juga. Mereka bernafas lega melihat itu rasanya mereka sudah menang saat ini, Riley dan Rey datang menghampiri Axcel yang terjatuh membantunya bangun. Senyum sumringah itu terpampang jelas dalam diri Axcel kali ini ia mengacungkan kedua jempol nya pada mereka.
"Kalian hebat!" Puji Axcel.
"Latihan ini akan terus dilaksanakan setiap jam delapan pagi selama dua jam. Setelahnya kalian akan menghadiri kelas ramuan dan pengobatan, selama dua jam. Lalu kelas sejarah, yang akan menjelaskan pada kalian mengenai bumi ini, sihir, iblis dan para Guardian." Jelas Axcel lagi pada mereka, mendengar seluruh penjelasan itu mereka mengangguk.
"Baiklah, selamat menjalankan segala aktivitas di Rensuar para ksatria Sihirku." Ucap Axcel.
"Siap!" Jawab mereka serentak penuh dengan luapan semangat. Mereka bangkit dari duduknya, Rey menjabat tangan Axcel seraya mengucapkan terima kasih padanya.
"Pak Axcel!" Ucap Riley ketika kawannya hendak pergi juga Axcel yang akan meninggalkan mereka, Axcel berbalik mendengar sapaan itu.
"Ya Riley?" Tanya Axcel padanya Riley menunjuk gerombolan Khufra yang berjajar disana sambil memasang raut muka sumringahnya. Axcel tersenyum tau apa maksud Riley sedangkan Rey ia memperhatikan itu dengan cengiran khasnya, Debora dan dua temannya masih bingung akan apakah Riley dengan Axcel disana.
"Apa para Khufra ini boleh kubawa?" Tanya Riley.
"Sudah kuduga ia ingin koleksi peliharaan lagi!" Ujar Rey seraya menghela nafasnya.
"Dia memang sangat menyukai ternak ya!" Ucap Justice.
"Masalahnya yang ia pelihara itu rentetan hewan beringas juga buas. Serigala, harimau, para singa dan sekarang Serigala!" Gerutu Rey, Mikhail tertawa mendengar itu begitupun dengan Debora.
Atas persetujuan dari Axcel, Riley membawa lima Khufra itu ke arah mereka dengan seutas tali kekang yang ia jadikan satu. Rey menatap ngeri gerombolan hewan itu biarpun tadi tekadnya penuh menungganginya namun Rey tetap seorang penakut. Sejenak Riley merogoh sakunya lalu secarik kertas itu terpampang jelas ke arah kawannya, Rey juga Justice saling menatap melihat nama mereka berada tepat diatas kertas itu, itu adalah jadwal pergantian siapakah yang akan menyetok perbekalan mereka selama sebulan.
"Giliran kalian setelah seluruh tugas selesai berbelanja lah! Kita tidak mungkin bertahan tanpa makanan disini!" Jelas Riley seraya menempelkan kertas itu didada Rey, lalu berlalu dari sana.
Debora tersenyum tipis melihat ekspresi kedua temannya itu, terlihat tertekan rasanya begitupun dengan Justice. Mereka pergi dari sana meninggalkan Rey juga Justice yang sedang bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.
"Huh, baiklah-baiklah!" Ujar Rey pasrah melipat kertas itu lalu memasukkannya ke saku.
"Terima dan jalani hahaha...." Ucap Justice riang itu membuat Rey juga tersenyum keduanya mengangguk sambil tertawa.
...Dicintai begitu dalam, meskipun orang yang mencintai kita pergi...
...Akan memberi kita perlindungan selamanya...
_____________
Ensiklopedia :
Komet Halley adalah komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻
Hebat kalian semua kerja sama yg bagus
2023-02-18
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
jangan jalan trus sambil berlari biar cepat sampai
2023-02-18
0
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
kerjasama merek udah keren semakin dilatih makan akan semakin kuat.
2023-02-07
0