Pelajaran Pedang dan Sihir

...Dalam mimpi, kami memasuki dunia yang sepenuhnya milik kita sendiri...

_________

Mereka menghabiskan setengah jam untuk sekedar latihan terbang, para Khufra di istirahatkan dijajarkan dan dibiarkan diam disana menikmati makanannya. Debora ikut duduk bersama tiga orang rekannya sedangkan Riley ia masih tidak bisa lepas dari Khurfra yang menarik hatinya itu, bagaikan seorang pengembala sudah hampir sepuluh menit Riley berada disana mengusap memberi makan Khufra-Khufra itu.

"Sungguh anak itu sangat menyukai binatang!" Puji Justice seraya memperhatikan Riley dari jauh.

"Mungkin itulah yang membuatnya mampu menaklukan Hewan-hewan sihir, apa ia juga sihir perasuk?" Mendengar pertanyaan dari Mikhail, Rey menggeleng.

"Abjad sihir Riley B, tipe penyerang jarak jauh." Jelas Rey, Mikhail dan Justice manggut-manggut mendengarnya.

Axcel berdiri tepat dihadapan mereka lalu tersenyum telapak tangannya terbuka disana ada bak sebuah hologram kalimat-kalimat itu melayang begitu saja. Debora yang kagum seketika mendekat ke arah mereka merapatkan dirinya mencoba ikut serta mempelajari apa yang akan dipaparkan oleh Axcel.

"Riley adalah pengguna sihir Abjad B, penyerang jarak jauh itu benar. Namun tiap penyihir pemula memang diberi satu kitab saja yang kekuatannya terlihat dominan dari diri kalian, Riley lebih Dominan pada serangan jarak jauh itulah mengapa Dumbo memberikan abjad sihir B padanya. Namun sihir sisi lain juga ada dalam dirinya, tiap penyihir memiliki dua sisi sihir. Maksimal dua kemampuan Abjad, seperti Riley ahli serangan jarak jauhnya dominan, namun kemapuan merasuki para binatang, memanggil sulur-sulur tanaman menggunakan kekuatan alam adalah milik kitab sihir I dan H. Jadi abjad sihir yang dimiliki Riley adalah B dan I itu sebenarnya." Jelas Axcel, Mikhail memperhatikan itu dengan seksama disitu jelas ada satu kesimpulan.

"Tandanya tiap manusia sebenarnya mampu memiliki dua abjad sihir dalam dirinya?" Pertanyaan Mikhail itu mengundang anggukan dari Axcel, sejenak ia berfikir kali ini.

"Berarti Debora juga memiliki abjad sihir A dalam dirinya? Karena kemampuan sihir cahaya pernah ia gunakan, seperti sulur cahaya yang pernah ia keluarkan saat melawan leonin itu." Ungkap Mikhail, Debora dibuat terkejut akan itu jika benar dirinya memiliki abjad petarung lantas mengapa Kitab Sihirnya adalah E.

"Karena dua kemampuan itu tidak diberikan sepenuhnya, yang sepenuhnya hanya satu bagian yang paling dominan, sedangkan satu lagi hanya diberikan separuh itulah mengapa sekalipun ia memiliki sihir Abjad A ia hanya mampu menggunakan elemen cahanya saja." Jelas Axcel, lalu ia menunjuk Debora.

"Debora dominan sihir Abjad E bersamanya, namun partikel abjad A dari cahaya juga menyertainya." Jelas Axcel dilanjutkan dengan menunjuk Mikhail kali ini.

"Mikhail, dominan sihir Abjad M ada bersamanya, namun aura dari abjad I ada bersamamu dimana alam akan selalu menyertaimu kekuatannya, memanggil sulur-sulur dan partikel alam lainnya. Mungkin jika kau asah bahkan kau mampu membuat pohon-pohon hutan itu bergerak." Jelas Axcel itu membuat Mikhail terkejut rupanya ia memiliki kekuatan sehebat itu tidak hanya dalam ilmu ramuan dan pengobatan saja.

"Justice, dominan sihir Abjad G ada bersamanya, namun ia juga diberkahi sihir Abjad A bersamanya yaitu elemen petirnya. Kau juga tipe petarung namun juga ahli ilusi. Kalian berlima tim yang lengkap kekuatannya, jika kalian mampu bersatu maka Silver Alaska bersama Kaisar dan para Musketeers pasti bisa kita taklukan!" Jelas Axcel itu membakar semangat juang mereka lagi rasanya.

Riley melayang berada tepat disamping Axcel kali ini.

"Kalau begitu, kau bisa melatih kemampuan kami dalam mengolah senjata paman." Ujar Riley riang mereka tersenyum melihat itu begitupun Axcel.

Bahagia sekali rasanya melihat kawanan haus ilmu ini. Axcel mundur dari mereka beberapa langkah lalu mengangguk seakan disana tersirat bahwa mari kita lanjutkan pelajarannya. Anggukan itu serentak membuat membuat mereka bersemangat, secara bersamaan merekapun juga menganggukan kepalanya masing-masing.

"Pemanggilan pedang sihir!" Ucap Axcel seraya memejamkan matanya membuka telapak tangannya, dari langit lima kilatan cahaya itu datang masuk kedalam telapak tangannya membentuk sebuah pedang. Akhirnya, pedang besar bergerigi itu kembali lagi dalam genggaman Axcel.

"Ini adalah pedangku!" Ucap Axcel memperkenalkan.

"Lantas bagaimana cara pemanggilan pedang itu Paman?" Kali ini Rey dengan penuh semangat dimatanya menatap pedang itu penuh dengan binar kagum dimatanya.

"Pemanggilan pedang sihir menggunakan dua kalimat penyatuan, juga setengah dari mana kalian pusatkan pada satu titik fokus lalu ucapkan mantra penggabungan dari kedua abjad sihir yang ada dalam diri kalian." Jelas Axcel namun penjelasan itu rupanya tidak mampu dicerna dengan baik oleh otak mereka. Axcel yang tau mereka tak paham akhirnya menghilangkan kembali pedangnya.

"Seperti ini, abjad sihirku M tetapi aku juga memiliki abjad H dalam diriku. Maka kalian ucapkan kedua abjad itu secara bersamaan dalam hati kalian, MH, katakan itu, di iringi dengan pengumpulan mana 50% sebagai pemerciknya, pusatkan mana kalian pada satu titik. Maka jika itu berhasil pedang sihir akan menghampiri kalian dengan sendirinya." Jelas Axcel anggukan serentak itu menandakan bahwa apa yang Axcel jelaskan sudah bisa dipahami.

"Lakukan!" Ucap Axcel seraya menatap mereka serius, mereka mengangguk mendengar itu secara bersamaan sama-sama membuka tangannya mengangangkat itu keatas.

Sesuai dengan arahan mereka mulai fokus memusatkan mana mereka dalam satu titik, secara bersama dua unsur sihir itu mereka ucapkan serentak. Seketika cahaya beragam itu turun dari langit menyambar masuk kedalam telapak tangan mereka masing-masing, Axcel tersenyum senang melihat itu rekrutan Kaisar Putih ini memang luar biasa sekejap saja ia memaparkan penjelasan sekejap itu juga mereka mampu mencerna juga menggunakannya.

Senjata sihir sudah berada ditangan mereka saat ini masing-masing. Decak kagum dari Riley dan Rey menghebohkan suasana disana, kegirangan juga kekonyolan mereka menambah suasana semakin bahagia, keberhasilan yang sangat memuaskan sungguh.

"Aku bisa memanggil Baronku!" Seru Rey sambil mengangangkat pedang putih bercahaya itu melompat-lompat kegirangan layaknya seorang anak kecil.

"Hentikan Rey, kau mempermalukanku!" Ujar Baron dalam dirinya, namun rasanya Rey tak peduli akan itu.

"Pedangmu bagus sekali Rey!" Puji Riley seraya menyentuh pedang Baron itu.

"Baiklah, sekarang mari kita mulai latihannya!" Ucapa dari Axcel itu membuat mereka diam seketika, ketika Axcel mulai mengeluarkan senjatanya mereka serentak bersiap menatap Axcel dengan tatapan serius.

Brsshhhhhhh

Tebasan satu pedang dari Axcel menciptakan cahaya hijau melintang mengarah tepat ke arah mereka refleks mereka mengarahkan pedangnya ka arah itu berharap mampu membelah cahaya melintang itu namun rupanya cahaya itu justru malah menekan mereka kebelakang.

"Batrium!" Ucap Riley merapalkan mantranya.

Berbeda dengan mereka Riley melompat ke atas memanggil satu Khufra nya dengan sihir pengendali hewan miliknya, Riley berdiri diatas pelana Khufra ia melayang dilangit sambil membidik Axcel.

Ketika target terkunci Riley menembakan anak panahnya pada Axcel saat itu juga namun secepat kilatan cahaya Axcel berpindah ke belakangnya.

"Errium!" Pekik Debora.

Debora yang melihat itu satu tangan yang mencengkram pedangnya ia gunakan untuk mengeluarkan sulur cahaya mengarahkan itu pada Riley mencoba melindunginya dari Axcel.

Namun lagi dan lagi Axcel menghilang dari sana kali ini Axcel berada di belakang tubuh mereka.

"Pertahanan Mikhail!" Teriak Debora pada Mikhail sontak ia melepas pedangnya dari sana berlari ke arah belakang membuat tameng pertahanan.

"Mohetetrum!" Teriak Mihkail melepas seluruh mananya membuat sebuah perlindungan, mencakup seluruh rekannya masuk kedalam.

Kali ini Axcel kembali menghilang Debora mulai mencerna tapi pergerakan yang Axcel lakukan, beberapa detik kemudian sebuah formasi muncul dalam kepalanya.

"Rey kau bisa menahan ini bukan jika sendiri?" Tanya Debora, Rey tersenyum mendengar itu.

"Serahkan ini padaku, tangkap leonin itu mari kita menangkan pertarungan ini!" Ujar Rey penuh dengan keyakinan.

"Justice tancapkan pedangmu disana keluarkan sihir petirnya buat itu mengalir didepan kami. Lalu ketika Axcel menampakkan dirinya lagi dihadapanmu buat ilusi tsunami untuk mengecohkannya aku akan menarik kakinya dari bawah, dan Riley gunakan kekuatan alam melalui daun untuk mengaburkan pandangannya supaya fokus matanya tak memperhatikan apapun itari kepalanya dengan dedaunanmu." Jelas Debora, mereka yang sudah mengerti formasinya seketika langsung berada diposisi mereka masing-masing.

Dengan segala perhitungan rupanya benar Axcel muncul tepat dihadapan mereka ia melayang. Seketika setelah pedang itu ditancapkan dan petir mengaliri alas mereka Justice dengan cepat melesat kebelakang Axcel bersamaan dengan itu Riley mengarahkan dedaunan miliknya memutari kepala Axcel, seketika sulur cahaya dari Debora melesat kebawah kakinya melilitnya. Axcel memperhatika itu lantas ia tersenyum, pemikiran strategi yang cerdik menurutnya.

Bruakkkkkk

Suara Axcel yang terlilit lalu terjatuh itu menghentikan segalanya, sihir miliknya pun hilang saat itu juga. Mereka bernafas lega melihat itu rasanya mereka sudah menang saat ini, Riley dan Rey datang menghampiri Axcel yang terjatuh membantunya bangun. Senyum sumringah itu terpampang jelas dalam diri Axcel kali ini ia mengacungkan kedua jempol nya pada mereka.

"Kalian hebat!" Puji Axcel.

"Latihan ini akan terus dilaksanakan setiap jam delapan pagi selama dua jam. Setelahnya kalian akan menghadiri kelas ramuan dan pengobatan, selama dua jam. Lalu kelas sejarah, yang akan menjelaskan pada kalian mengenai bumi ini, sihir, iblis dan para Guardian." Jelas Axcel lagi pada mereka, mendengar seluruh penjelasan itu mereka mengangguk.

"Baiklah, selamat menjalankan segala aktivitas di Rensuar para ksatria Sihirku." Ucap Axcel.

"Siap!" Jawab mereka serentak penuh dengan luapan semangat. Mereka bangkit dari duduknya, Rey menjabat tangan Axcel seraya mengucapkan terima kasih padanya.

"Pak Axcel!" Ucap Riley ketika kawannya hendak pergi juga Axcel yang akan meninggalkan mereka, Axcel berbalik mendengar sapaan itu.

"Ya Riley?" Tanya Axcel padanya Riley menunjuk gerombolan Khufra yang berjajar disana sambil memasang raut muka sumringahnya. Axcel tersenyum tau apa maksud Riley sedangkan Rey ia memperhatikan itu dengan cengiran khasnya, Debora dan dua temannya masih bingung akan apakah Riley dengan Axcel disana.

"Apa para Khufra ini boleh kubawa?" Tanya Riley.

"Sudah kuduga ia ingin koleksi peliharaan lagi!" Ujar Rey seraya menghela nafasnya.

"Dia memang sangat menyukai ternak ya!" Ucap Justice.

"Masalahnya yang ia pelihara itu rentetan hewan beringas juga buas. Serigala, harimau, para singa dan sekarang Serigala!" Gerutu Rey, Mikhail tertawa mendengar itu begitupun dengan Debora.

Atas persetujuan dari Axcel, Riley membawa lima Khufra itu ke arah mereka dengan seutas tali kekang yang ia jadikan satu. Rey menatap ngeri gerombolan hewan itu biarpun tadi tekadnya penuh menungganginya namun Rey tetap seorang penakut. Sejenak Riley merogoh sakunya lalu secarik kertas itu terpampang jelas ke arah kawannya, Rey juga Justice saling menatap melihat nama mereka berada tepat diatas kertas itu, itu adalah jadwal pergantian siapakah yang akan menyetok perbekalan mereka selama sebulan.

"Giliran kalian setelah seluruh tugas selesai berbelanja lah! Kita tidak mungkin bertahan tanpa makanan disini!" Jelas Riley seraya menempelkan kertas itu didada Rey, lalu berlalu dari sana.

Debora tersenyum tipis melihat ekspresi kedua temannya itu, terlihat tertekan rasanya begitupun dengan Justice. Mereka pergi dari sana meninggalkan Rey juga Justice yang sedang bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.

"Huh, baiklah-baiklah!" Ujar Rey pasrah melipat kertas itu lalu memasukkannya ke saku.

"Terima dan jalani hahaha...." Ucap Justice riang itu membuat Rey juga tersenyum keduanya mengangguk sambil tertawa.

...Dicintai begitu dalam, meskipun orang yang mencintai kita pergi...

...Akan memberi kita perlindungan selamanya...

_____________

Ensiklopedia :

Komet Halley adalah komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya.

Terpopuler

Comments

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

Hebat kalian semua kerja sama yg bagus

2023-02-18

0

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

jangan jalan trus sambil berlari biar cepat sampai

2023-02-18

0

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸

kerjasama merek udah keren semakin dilatih makan akan semakin kuat.

2023-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!