...Kepalsuan adalah elemen penting dalam fiksi...
...Bagian dari sensasi menceritakan sebuah kisah adalah kesempatan untuk ditipu...
...Menceritakan kebohongan adalah semacam sihir...
...Yang menunjukkan perasaan terdalam kita tentang kehidupan...
Keringat dingin itu mengucur deras dikeningnya surai putihnya itu berantakan kepalanya menggeleng kesana kemari sambil meracau. Noella yang sedang mendengkur nyaman terlelap tenang didalam mimpi itu terbangun, ketika racauan itu kian mengeras.
"Maafkan aku!" Ujar Harith yang masih memejamkan matanya.
Noella berjalan mendekati Harith masih dengan wujud kucingnya Noella melompat ke atas meja memperhatikan Harith yang masih terpejam itu, tangan kecil berbulu miliknya mulai mengusik wajah itu menyentuhnya mencoba membangunkannya.
"Harith bangunlah!" Ujar Noella namun Harith masih terpejam disana.
Terlihat di mimpinya Harith sedang berlari diantara gurun pasir panas dengan kaki yang melepuh tanpa alas kaki. Sedangkan di belakangnya terlihat sebuah Asteroid besar yang hendak menghantamnya.
"Ku mohon maafkan aku Penguasa!" Pekik Harith Noella sedih rasanya mendengar itu.
"Harith bangunlah, kau sedang bermimpi!" Ucap Noella sedikit keras.
"Penguasa aku akan menyelesaikan segalanya!" Ujar Harith lagi seketika ketika ucapan itu usai ia terbangun.
"Kau bermimpi tentang itu lagi?" Tanya Noella, Harith hanya mengangguk mendengar itu.
Mimpi yang sama mimpi dimana Penguasa dengan Gema langitnya murka padanya, murka pada kekonyolan tiga Guardian Galaksi. Peluh itu masih mengucur Noella merubah dirinya menjadi seorang Elf saat ini, diatas meja ia duduk sebuah kain putih keluar dari tangannya dengan hati-hati, mungilnya tangan itu mulai mengusap tiap peluh yang berjatuhan disana.
"Kau sudah berjanji dan menerima, kita akan berhasil!" Ucap Noella, Harith hanya tersenyum menanggapi hal itu.
"Seluruh keberhasilan itu tergantung pada Baron dan Rey! Aku berdoa semoga Penguasa memudahkan mereka." Ucap Harith.
"Mereka pasti berhasil, Rey memiliki alasan kuat berada di Rensuar. Aku tau dia bukan anak yang mudah menyerah." Ucap Noella, Harith kembali mengingat ucapan Rey yang begitu bersemangat untuk menyelamatkan buminya ia bernafas lega setelah mengingat itu.
"Benar Rey manusia unik yang memang dipilih takdir, sesuai ramalan yang dikatakan Lapu-lapu." Ujar Harith, Noella mengangguk sembari tersenyum ke arahnya.
Weshhhhhh
Bunyi kepakan sayap burung hantu putih datang dari jendela. Baik Noella dan Harith keduanya mengarahkan netra mereka bersamaan ke arah burung itu, burung yang masih bertengger dijendela.
Dikakinya terdapat surat berwarna keemasan. Noella penasaran akan itu ia pun menghampiri burung itu ada lencana di leher burung itu darisana ia tau bahwa burung ini dari Rensuar. Noella mengambil surat itu perlahan lalu memberikan sebuah biskuit pada burung itu detik kemudian burung itu langsung menghilang.
Sembari berjalan menghampiri Harith, Noella membuka gulungan surat itu membacanya.
Kepada Paduka Kaisar Putih
Surat ini dari pihak Rensuar, ingin anda hadir dan menyaksikan acara perekrutan Pejuang Sihir kami yang akan kami selenggarakan besok di dalam Garena Rensuar Putih.
Dengan ini hormat saya, Selaku penanggung jawab Arena Rensuar juga pihak penyeleksi, Lenonin Axcel.
Noella tersenyum setelah membacakan surat itu.
"Kau akan kesana?" Tanya Noella, Harith menoleh dan mengangguk.
"Esok kita akan lihat kemampuan Rey beserta Baron ditubuhnya. Aku yakin akan ada hal yang luar biasa esok." Ujar Harith tersenyum.
Rasanya hari ini ia ingin malam cepat berlalu saja seleksi Rensuar esok membuatnya tak sabar menantikan harapannya beraksi, nama harapan itu adalah Rey Arlert. Harith dan Noella sangat percaya pada kemampuan Rey, karena Rey adalah jawaban dari segala masalah. Dengan dirinya mampu menguasai Baron mengkombinasikan kekuatan sihir dan mananya dengan Baron, maka melukai Iblis seratus juta jiwa adalah hal mudah.
______________
Suara petasan pagi ini membangunkan para Ksatria sihir yang masih terlelap di area Camp. Gerombolan pasukan datang berhenti tepat didepan Camp mereka, seluruh calon ksatria yang sibuk dalam mimpinya satu persatu terbangun. Mereka bangun mengarah pada gerombolan berkuda itu, salah seorang diantara mereka melayang terbang dengan posisi berdiri membawa sebuah gulungan.
"Selamat pagi calon ksatria sihir yang pemberani!" Sapa seorang pasukan yang sedang melayang itu.
"Aku kapten Dion, Senior tingkat empat divisi Crusher dengan ini memberitahu kalian bahwa gerbang depan Rensuar pagi ini menyambut kalian, untuk masuk juga mengundang kalian mengikuti seleksi demi seleksi untuk menjadi seorang Prajurit." Ucap salah satu pasukan yang sedang melayang bernama Dion ini.
"Yeay!!!" Teriak seluruh manusia di area camp.
"Dengan ini kalian harus mengenakan topi kerucut kalian, sebelum kalian berada didalam divisi jangan pernah lepas topi kerucut kalian." Perintah Dion.
"Baik, kami akan memakainya!" Ucap semuanya serempak, dalam hitungan detik seluruh kepala tak bertopi itu kini di hiasi topi kerucut penyihir.
Dion tersenyum melihat apa yang ada dihadapannya itu. Rey juga Riley bahagia sekali hari ini, keinginan mereka berdua sama ingin mengakhir dunia yang kacau ini segera. Titah pagi ini cukup membahagiakan mereka tangan dan hatinya tak sabar melalui segala ujian seleksi.
"Untuk itu, kami menyelenggarakan tiga tahap seleksi. Pertama, pengendalian sihir, dimana kalian akan di pertemukan dengan seratus target dan kalian harus membinasakan target itu dalam tiga puluh detik." Jelas Dion.
"Hah seratus?" Ujar salah satu dari mereka seakan tak percaya pada misinya.
"Kedua adalah sihir penyembuhan dan ramuan. Dimana otak kalian akan diasah disana, untuk menyembuhkan binatang yang sekarat yang sudah kami sediakan di laboratorium." Jelas Dion lagi.
"Ketiga, adalah Pertahanan juga Penyerangan. Dimana kalian akan di satukan dalam ajang duel melawan satu sama lain menggunakan sihir." Jelas Dion lagi.
Salah seorang diantara mereka mengangkat tangannya ingin bertanya orang itu adalah Rey. Rambut putihnya yang cerah itu menarik perhatian Dion.
"Ya ada apa? Apa ada yang belum jelas?" Tanya Dion memastikan, Rey menggeleng mendengar itu.
"Tidak Kakak, aku hanya ingin izin pergi ke kamar mandi saja." Ucap Rey, Riley menepuk keningnya mendengar itu sempat ia mengira Rey akan menanyakan sesuatu ternyata tidak.
"Baiklah kau boleh pergi, usahakan segera kembali ya!" Ucap Dion, segera Rey pun pergi darisana.
"Riley, ku tinggal sebentar ke belakang ya!" Ucap Rey pada Riley disampingnya.
"Ya silahkan saja kau pergi!" Ucap Riley, Rey berlari secepat kilat ke arah kamar mandi kemudian.
"Baiklah karena tidak ada pertanyaan lagi yang dilontarkan tandanya apa yang saya katakan sudah kalian pahami ya?" Tanya Dion lagi memastikan, seluruh calon ksatria itu mengangguk mengiyakan apa yang Dion pertanyakan.
"Waktunya kita pindah dimensi sekarang!" Ucap Dion.
Klikkkk
Petikan jarinya itu dalam sekejap memindahkan mereka dalam sebuah Arena. Bentuknya bundar dengan sisi sisi tembok yang tinggi.
"Oke, selamat datang di Garena Rensuar tempat kami berlatih dan dilatih disini dulu." Sambut Axcel yang muncul tepat di atas mereka memandangi mereka dari ketinggian, lihatlah mereka seperti anak semut sekarang dari atas sini.
Axcel adalah orang kepercayaan Harith itulah mengapa ia diberikan tanggung jawab mengurus Rensuar dibidang beladiri dan pertahanan. Hari ini akan menjadi hari sibuknya sepertinya.
...Aku, kamu dan mereka akan terus berlari...
...Dengan asa didalam dada kami masing-masing...
...Tak ada putus asa yang meracuni...
...Yang ada adalah ambisi kami yang meracun...
...Membunuh siapapun penghalang mimpi kami, kebebasan kami, bumi kami yang dulu...
__________
Ensiklopedia :
Dalam hipotesis tubrukan besar menyatakan bahwa Bulan terbentuk dari puing-puing yang tersisa dari tubrukan antara Bumi dan benda seukuran planet Mars yang disebut Theia, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
Matahari
ternyata di dunia fiksi ada sebuah tipu tipu seperti dunia nyata.sudah makanan sehari hari kayanya
2023-02-18
0
Nadia
kepalsuan bagi kehidupan sebenarnya tidak begitu penting tapi kalau di dunia fiksi pasti penting buat mereka
2023-02-18
0
sasmita
lah petasan .itu terlihat seperti petir yang sedang menyambar wilayah.kalau didunia nyata petasan seperti itu.pasti ngeri
2023-02-17
0