...Melakukan apa yang kamu sukai adalah tempat kebahagiaan hidup...
...Hal-hal luar biasa terjadi ketika kamu melakukan sesuatu yang kamu sukai...
...Beristirahatlah dengan alasan; bergeraklah dengan semangat...
...
...
Rey masih terus berjalan menyusuri lautan manusia yang asing baginya, mereka disini rata-rata adalah calon Ksatria sihir. Setelah kakinya berada tepat disini beberapa jam lalu, seekor burung hantu putih mendekatinya burung itu duduk bertengger diatas topi Rey. Rey yang tak masalah dengan hal itu membiarkannya, Harith hanya meninggalkan topi di kepalanya dan secarik kertas berisikan alamat tempat Rey mengambil beberapa uang.
"Cih, sejak kapan bumi jadi negeri dongeng seperti ini?" Lirih Rey ketika tepat berada di wilayah Land White itu adalah wilayah narasi, dimana penyihir menggunakan kemampuannya untuk mengumpulkan imajinasi mereka kedalam sana.
Mirip sebuah kebun binatang, bedanya adalah ukuran hewan didalamnya lebih besar dari manusia. Seluruh hewan yang ada disana, berasal dari pikiran para Para Crusher divisi ketiga dari Asrama Rensuar.
Dimana divisi Chrusher adalah mereka para penyihir yang berani keluar perbatasan, mengarungi lautan iblis disana mencari tau sumber-sumber yang mampu di petik dibawa pulang dan di teliti. Umumnya mereka hanya akan maju sampai wilayah depan benteng Alaska, sampai saat ini belum ada ksatria yan berani masuk kedalam Silver Alaska.
"Untuk apa dia menyuruhku ke tempat ini, di bandingkan Bank tempat ini lebih mirip kebun binatang." Gerutu Rey saat memperhatikan suasana didalam dari balik pagar.
"Kau sedang mencari sesuatu anak muda?" Tanya suara besar di belakang Rey.
"Iya, aku sedang men...." Ucap Rey terpotong ketika berbalik, apa itu yang sedang berbicara padanya, siluman lagi?
"Hei, aku Axcel salah satu penyihir di asrama Rensuar. Ah kau pasti anak baru ya?" Tanyanya pada Rey. Rey memperhatikan makhluk itu sekarang, telinga itu, ekor itu persis sekali dengan Harith.
"Apa kau serigala?" Tanya Rey penasaran, Axcel tertawa mendengar itu.
"Manusia pasti syok menerima perubahan yang terjadi ya?" Ujarnya, Rey mengangguk mendengar itu.
"Lagi pula manusia yang mampu memakai sihir hanya mereka yang Indigo kan? Mengapa harus ada pengecualian seperti itu? Kau makhluk dari atas kan, jelaskan!" Tanyaku bertubi-tubi, Axcel hanya tersenyum mendengar itu namun tak menjawab apapun, ia menggerakan tangannya ke atas.
"Kalau begitu, belajarlah! Mengapa kau bertanya padaku, sedangkan masalah ini baru? Mari ku tuntun kau masuk sampai ke lobi." Ucap Axcel, Rey semangat sekali mendengar itu.
"Baiklah ayo!" Ujar Rey.
"Mahodayou!" Rapalan mantra dari Axcel seketika memasukkan mereka kedalam Land White.
"Hah?" Refleks Rey terkejut melihat dirinya berada didalam hutan saat ini, Axcel mengambil kertas yang masih Rey pegang membacanya.
"Aahhhh rupanya kau kirim an dari Kaisar putih ya, di lihat darimanapun kau memang pewaris kekuatannya ya!" Ujar Axcel seraya memperhatikan Rey, rambut putihnya itu khas sekali mirip dengan Kaisar putih.
"Iya, Harith yang menyuruhku kemari!" Ujar Rey, Axcel menutup mulutnya tak percaya mendengar itu. Barusan Rey memanggil Kaisar putih dengan sebutan namanya saja, betapa beraninya ia.
"Hei ada apa?" Tanya Rey was-was.
"Aku heran saja kau seberani itu menyebut nama Kaisar Putih." Ujarnya.
"Paman aneh itu! Dia kurang ajar melempar ku kemari. Seharusnya ia yang melatihku, lalu mengapa aku di buang kemari." Gerutu Rey sembari berjalan mengikuti Axcel.
"Ahh kau pasti mati jika belum mampu mengendalikan sihirmu." Jelas Axcel, mereka berhenti tepat di hadapan sebuah pohon besar dengan wajah di tengahnya.
"Dumbo, hei aku membutuhkan kitab sihir yang cocok untuknya." Ujar Axcel seraya terpejam saat mengatakan itu, Rey hanya menatap aneh pohon besar dengan wajah di tengahnya itu.
"Apa wajah sebesar itu tidak memakan makhluk hidup seperti manusia dan kau?" Tanya Rey yang masih menatap aneh pohon itu, pertanyaan konyol itu membuat Axcel tertawa.
"Rey, kau konyol sekali ya! Tentu saja tidak, Dumbo ada untuk menentukan Abjad sihirmu." Jelas Axcel, ia masih tak mengerti apa yang Axcel maksud sungguh.
"Abjad?" Tanya Rey lagi, Axcel mengangguk.
"Tiap penyihir memiliki Abjadnya sendiri, seperti aku, segala mantraku di awali dengan huruf M bukan? Karena aku sihir Medical, sihir penyembuhan yang artinya aku bisa melakukan penyembuhan apapun dengan sihirku." Rey mencoba mencerna penjelasan itu, apa itu artinya tiap penyihir hanya memiliki satu kemampuan.
"Jadi kau, tidak bisa bertarung?" Tanya Rey penasaran, Dumbo mulai menggema menghentikan obrolan mereka sejenak.
Wajah yang terlelap itu bangun, membuka matanya melihat tepat ke arah Rey dan Axcel. Axcel tersenyum melihat itu seraya melambaikan tangannya ke arah Dumbo.
"Dumbo?" Sapa Axcel.
"Axcel mengapa kau kemari?" Tanya Dumbo, Axcel melirik ke arah Rey kemudian.
"Karena ada kiriman baru dari Kaisar!" Ucap Axcel, Dumbo memperhatikan Rey kemudian, tak lama ia pun tersenyum.
"Ahhh bagus sekali auramu!" Puji Dumbo.
"Wah berita baik itu, jadi abjad apa untuknya?" Tanya Axcel.
Krekkkkkk
Dumbo menggerakkan rantingnya ke arah Rey, lalu memejamkan matanya.
"Gabungan kekuatan putih ada dalam dirinya, menyala-nyala apa ini? Petirkah Cahaya? Yang mana ini cocoknya?" Ucap Dambo seraya berfikir, gulatan buku abjad sihir dalam tubuhnya mulai muncul satu persatu.
Hanya ada sembilan buku Abjad sihir disini hanya ada huruf abjad A,B,C,D,E,F,G,M dan I untuk sihir pendukung. Sedangkan untuk Pedang Pembinasa juga dilengkapi dengan buku kekuatan, dimana dalam buku itu menentukan cara membinasakan iblis dengan rapalan mantra yang berbeda, karena tiap Iblis berbeda levelnya berbeda pula mantra membunuhnya. Mereka memegang segala abjad, mulai dari A sampai Z, itulah macam kekuatan yang dimiliki pedang Pembinasa.
Mereka yang terpilih setelah ujian masuk ksatria akan mendapatkan keduanya, Pedang dan Sihir. Sebelumnya seperti yang di lakukan Rey saat ini, calon ksatria pasti kemari, untuk memperoleh dua hal itu.
"Rey Arlert, kau berdedikasi dengan abjad A. Selamat, terima dan pelajarilah abjad paling bagus ini dengan baik." Ujar Dambo.
Seketika kitab berwarna putih itu turun menghampirinya. Rey dengan senang hati menerimanya, tepat ketika kitab itu berada di tangannya kilatan-kilatan cahaya muncul berulang kali sampai kitab itu masuk menyatu kedalam tubuh Rey.
"Argh!!!" Pekik Rey, sedikit sakit memang ketika buku itu masuk dan hilang di antara tubuhnya.
"Wah selamat Rey, abjad A adalah abjad petarung. Kau berbakat ada di Divisi Crusher!" Ucap Axcel seraya menjabat tangan Rey, Rey hanya mengangguk dan tersenyum mendengar itu.
"Dambo?" Gema suara yang bicara itu hanya bisa di dengar oleh Dambo, Dambo mengenali suara itu. Itu milik Baron, dan Kaisar putih.
"Ya, Yang Mulia?" Ujar Dambo, mereka berbicara melalui telepati sekarang.
"Berikan Baron padanya!" Ucap Baron.
"Tapi?" Ucapan Dambo terpotong.
"Kau menyimpan 3% Partikelku, berikan. Neutron itu harus selalu bersama neutronnya. Anak dihadapanmu itu, memiliki 75% partikelku. Aku ingin seluruh partikel ku ada padanya, karena aku mempercayainya!" Jelas Baron, Dambo tersenyum mendengar itu.
"Baiklah, aku akan memberikannya!" Ujar Dambo*.
Dambo kembali membuka matanya kali ini, kedua makhluk itu masih di hadapannya.
"Rey, ini Pedang Pembinasamu!" Ujar Dambo seraya menyerahkan pedang putih itu pada Rey.
Namun pedang itu tak mendekati Rey melainkan berhenti tepat di atas Rey.
"Kenapa dia hanya terbang di atasku?" Protes Rey.
"Aturan pedang Pembinasa, diberikan ketika kau lulus atau ketika Rensuar mengirimmu pergi misi keluar Rensuar. Ketika segala abjad sihir kau hafal, dan kau mampu menggunakannya, kau layak menggunakan pedang Pembinasa, dan kau akan di bimbing oleh ahlinya." Jelas Dambo, Rey mengangguk mendengar itu.
Dambo dengan rantingnya bergerak mengambil topi milik Rey, lalu melihatnya.
"Wah, Asrama Elang Putih ya? Selamat datang di Asrama Elang Putih, Rey!" Ujar Dambo.
Seketika portal bercahaya muncul disamping Rey. Rey membulatkan matanya melihat itu, apa itu kenapa terang sekali.
"Apa itu?" Tanya Dambo, namun Axcel menepuk bahunya lalu tersenyum.
"Portal itu akan seperti seluncur rasanya!" Jawab Axcel, ia mengambil topi Rey kemudian memakaikannya, mengambil kopernya juga yang baru saj di transfer oleh kaisar putih kemari melalui Dambo.
Axcel meletakkan koper itu di tangan Rey, kemudian seekor burung hantu yang tadi mengikutinya berubah menjadi besar. Mengangangkat Rey ke tubuhnya, Rey memekik melihat itu.
"Sampai jumpa Rey!" Ucap Axcel seraya menepuk pantat burung hantu itu, seketika burung itu pun langsung masuk ke dalam portal.
Rensuar
______________
Ensiklopedia :
Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya. Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma sementara asteroid tidak.
Asteroid sendiri adalah sisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 juta tahun yang lalu. Suhu benda ini mencapai -73 derajat Celcius. Asteroid merupakan benda langit yang memiliki permukaan yang tidak halus namun berbatu. Selain berbatu, permukaan.
asteroid juga banyak terdapat kawah.
Asteroid
Benda ini dingin sekali asal kalian tau
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 199 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau burungnya anteng ya biarin aja, kecuali emang suka matok dengan paruhnya yang sangat tajam itu. 🤣
2023-02-18
1
#••Embun ™^ad•~💦 🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
nanti dia balas balik baru tahu rasa... untung langsung masuk ke portalnya kalau tidak dia bala bantuan untuk membalas perbuatan kakak ini 🤭
2023-02-11
0
B⃟cIka🕊️⃝ᥴͨᏼᷛKartika🌍ɢ⃟꙰Ⓜ️
Salfok sama istananya aqu gila 🅚🅔🅡🅔🅝 banget. Tepi benar sih apa adanya bila kebahagiaan itu tidak bisa ditentukan atau dipaksa melainkan kita yang membuat dan mengambil jalan untuk kebahagian kita sendiri bukan pilihan orang lain 👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🤗🤗🤗
2023-02-07
0