Pertahanan dan Pembelaan

...Pikiran yang tenang membawa kekuatan batin dan kepercayaan diri...

...Apa yang membuatmu berbeda atau aneh, itulah kekuatanmu...

__________________

Lapu-lapu

Lapu-lapu duduk di atas pedang mereka, melayang menjadikan pedang-pedang tempaan itu sebagai kursi mereka. Dibawah adalah tempat mereka bekerja logam panas yang meleleh itu melepuh, asap dari kepulan itu terbang ke atas suasana disini bagai Neraka saja rasanya panas juga mencekam.

Clingggg

Beberapa kapsul sihir muncul bersamaan ada dua kapsul besar yang datang masing-masing membawa beberapa ksatria sihir didalamnya. Mereka akan dilepas disini dibawah tanah, tempat Lapu-lapu bekerja membuat pedang.

Namun sebelum mereka kemari, Axcel membersihkan seluruh tempaan pedang disana. Sehingga hanya menyisakan lahan kosong dengan beberapa logam panas yang ditinggalkan disana. Dari dalam kaca kapsul, Riley memperhatikan tempat itu begitupun dengan yang lainnya, jarak mereka dengan permukaan cukup tinggi, bahkan sangat, jika sihir terbang tak ada mungkin lompat dari sini adalah bunuh diri.

"Gersang sekali tempat ini?" Lirih Debora, Rey yang berada disampingnya memperhatikan itu, memang benar ini sangat mengerikan bagaikan gambaran neraka.

"Lapu-lapu bekerja ditempat sepanas ini?" Ujar Rey tak percaya.

"Ya mereka penempa pedang hebat memang. Di bulan dingin, mereka lebih memilih tinggal dibawah tanah tinggal berdampingan bersama bara-bara api." Jelas Mikhail sepertinya akan ada dua Profesor dalam pertemanan Rey, rupanya Mikhail pun juga seorang penyihir yang serba tau sama seperti Debora.

"Lapu-lapu ini sebangsa Elf kah?" Tanya Rey penasaran.

"Bukan mereka, entahlah dibuku manapun belum pernah ku baca tentang asal muasal mereka. Yang aku tau mereka adalah penduduk bulan tinggal berdampingan dengan Elf." Jelas Mikhail, Rey mengangguk mendengar itu ilmunya bertambah lagi kali ini.

Sebuah cahaya hijau muncul dihadapan kapsul itu, terlihat Axcel berdiri melayang disana. Axcel tersenyum senang ke arah dua kapsul sihir dihadapannya itu, tak lama sebuah tepukan tangan Axcel berikan untuk mereka, tepukan itu di iringi oleh para Lapu-lapu ikut serta memeriahkan suasana.

"Wah selamat kalian sudah berada ditahap tiga, sebentar lagi setelah seluruh tahap terselesaikan. Maka kalian akan diletakan sesuai nilai kalian, jadi berusahalah semampu kalian dan sebaik-baiknya." Jelas Axcel pada mereka.

"Tetap semangat, The next wizard!" Ucap Axcel penuh dengan semangat.

Seluruh calon ksatria didalam kapsul bersorak meriah mungkin mereka lega berada diakhir tahap seleksi namun jantung mereka juga berdebar mengingat keputusan akhir bisa berubah kapan saja, fokus mereka hanya satu kali ini lakukan yang terbaik.

Axcel membentangkan tangannya lalu terpejam wajah itu selalu tersenyum, sumringah seakan tak mengenal apa itu kesedihan. Beberapa rapalan mantra mulai ia rapalkan, sebuah cahaya memanjang membentuk sebuah kubah menutupi langit-langit menjadi putih. Ketika Axcel membuka matanya bagian atas ruangan ini berubah menjadi putih, para calon ksatria sihir dibuat takjub akan hal itu binar mata mereka mematri langit-langit itu tak berkedip.

"Baiklah bisa kita mulai sekarang?" Tanya Axcel.

"Bisa!!!" Jawab kedua belah manusia didalam kapsul itu penuh semangat.

Axcel mengangguk mendengar semangat yang meriah itu, tak jauh dari sana sepasang mata milik Harith masih memperhatikan mereka.

"Peserta Battle pertama Debora Defanny melawan Riley Akaza!" Ucap Axcel kedua nama yang dipanggil itu saling menatap saat ini.

Kubu berbeda pemegang abjad sihir berbeda mereka adalah sepasang teman dekat namun hari ini di panggil untuk maju, dan saling melawan.

"Aku tidak tau apakah aku bisa menahan diriku?" Ujar Riley diiringi dengan pintu kapsul yang terbuka, sedangkan Debora disampingnya hanya tersenyum mendengar itu.

"Untuk adu mekanik memang tidak ada yang mampu mengalahkan Riley! Aku hanya penyihir strategi, mungkin aku akan banyak diam dan menghindarimu saja."Jelas Debora.

"Errium!" Ucap Debora sulur cahaya bercampur angin datang melilitnya seketika membawanya maju sesuai keinginannya.

"Batrium!" Ucap Riley merapal bersamaan dengan Debora, beberapa dedaunan mulai mengelilingi tubuhnya membawanya terbang sesuai keinginannya.

Mereka berdua saling berhadapan saat ini Axcel berada di tengah mereka siap memberikan aba-aba untuk menyerang. Rey dari balik kaca kapsul memperhatikan kedua temannya itu dalam hatinya Rey bertanya-tanya siapakah yang akan unggul kali ini. Tak sengaja netra Rey melihat ekspresi wajah Mikhail yang tersenyum penuh arti sambil menatap kedua temannya itu dari balik kaca kapsul.

"Kau tersenyum untuk apa?" Tanya Rey disampingnya heran.

"Tidak ada, aku hanya memikirkan kemungkinan mengenai siapakah yang unggul nanti." Ujar Mikhail, Rey menaikkan satu alisnya melipat tangannya di dada lalu kembali memperhatikan mereka.

"Debora unggul dalam pertahanan pemikirannya cerdas. Ditambah ia adalah ahli strategi dan pembaca pergerakan, sepertinya sulit bagi Riley mengalahkan Debora saat ini." Ujar Rey.

"Tidak Rey, jika kau lihat kemampuan dan kualitas mana milik Debora adalah yang terlemah. Jika Riley berpikir untuk menyerang gadis itu secara beruntun maka Debora akan mengeluarkan seluruh mananya untuk melindunginya dari Riley bukan? Jika keadaan terus seperti itu maka Riley lah pemenangnya nanti." Jelas Mikhail penuh dengan perhitungan Rey dibuat takjub akan pemikiran temannya itu.

Kembali netranya terfokus pada dua orang yang masih bertarung itu. Aba-aba dari Axcel beberapa detik yang lalu baru saja dimulai, sulur-sulur cahaya itu berusaha menangkis seluruh burung gagak yang Riley luncurkan pada Debora. Dibantu dengan alat pemanahnya, Riley mulai membidik celah-celah kesempatan untuk mengenai Debora, ketika celah itu cukup bagus Riley melepas anak panahnya cepat laku menghindar dari tempatnya.

Debora membaca tiap pergerakan Riley dengan analisanya. Debora memperhitungkan kemanakah Riley akan lari setelah serangan ini. Yakin akan hal itu Debora merapalkan mantra teleportasi.

"Leviousa!" Ucap Debora seketika itu juga ia berada dibelakang Riley. Mantra ini membutuhkan banyak mana dari pemakainya hanya petinggi sihir saja yang mampu menggunakannya berulang kali tanpa kehabisan mana dan lelah.

Itulah mengapa Debora memperhitungkan segala gerakan Riley sebab ia ingin menggunakan pelumpuhan satu serangan namun pasti menangnya.

Riley membelalakkan matanya ketika melihat kehadiran Debora dibelakangnya.

"Embius!" Ucap Debora mengarahkan telapak tangannya ke arah Riley yang masih lengah dan terkejut atas kehadirannya.

Dorongan dari sulur cahaya itu menjatuhkan Riley kebawah, Rey memekik ketika melihat Riley yang jatuh kebawah. Namun sebuah jaring cahaya datang menangkap tubuh Riley, bersamaan dengan itu Axcel menghentikan Battle mereka, sembari bertepuk tangan dan mendekat.

"Wahhh luar biasa sekali kau gunakan teknik untuk mengakali serangan Riley! Hebat Debora!" Puji Axcel pemenang dari sesi pertama ini tentu saja Debora, mereka yang berhasil menjatuhkan lawan mereka kebawah adalah pemenangnya itulah aturannya.

Riley menghela nafas mendengar apa yang dikatakan Axcel, sementara netranya melirik ke arah Rey saat ini yang juga sedang menatapnya. Riley mengacungkan kedua jempolnya menandakan bahwa ia masih bugar masih baik dan mampu. Melihat itu Rey juga mengacungkan kedua jempol nya menyemangati temannya itu dari kejauhan.

Debora dan Riley sama-sama bangkit mereka masuk kembali kedalam kapsul sihir, suara riuh dari Lapu-lapu menandakan bahwa mereka terhibur sekali akan aksi mereka.

"Kau tetap keren tadi Riley!" Puji Rey, namun Riley hanya menggelengkan kepalanya.

"Baron Putih, kau jangan mengecewakan gelar dan ramalanmu. Tunjukkan yang terbaik dan jangan kalah! Kau gagal di sesi kedua jika kau kalah saat ini maka kau akan ditendang dari Rensuar." Seperti sebuah ancaman itu membuat Rey kalut rasanya, dalam hatinya ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia mampu, ia pasti bisa.

"Aku mampu, aku bisa!" Ucap Rey semangat Riley tertawa mendengar itu.

"Kau tak perlu berteriak! Kau yakinkan dirimu dari dalam hati saja itu sudah cukup Rey!" Ujar Riley.

"Itu untuk menambah semangat!" Jawab Rey dengan suara lantangnya, Riley tertawa mendengar itu ia mengacak-acak surai putih Rey.

"Baron Putih, kami yakin kau bisa!" Ucap Mikhail menatap Rey, mengarahkan kepalan tangannya ke arah Rey menyodorkannya.

"Tentu saja, Rey yang terkuat untuk hal semacam ini." Ucap Rey membanggakan dirinya penuh rasa percaya diri seraya membalas kepalan tangan itu.

Kelakuan konyol dalam dirinya memang sangat dominan namun itulah yang menjadikan Rey lebih ekspresif dalam segala halnya sekalipun hati dan jiwanya hancur, sekalipun penyesalan menyelimuti relung hatinya namun ia tetap merengkuh seluruh ketidakmampuan juga kelemahannya itu segenap hatinya, membawanya berjalan bersamanya mencoba memperbaiki apa yang kurang dalam dirinya. Rensuar mungkin akan menjadi saksi bisu dimana kakinya sebagai ksatria sihir nanti akan disanjung dengan nama sesuai ramalan Baron Putih Legendaris.

...Hal-hal baik butuh waktu, hal-hal buruk tidak...

...Dia yang menaklukkan dirinya adalah prajurit terkuat...

...Kerapuhan adalah kekuatan...

...Satu-satunya cara, adalah belajar berjuang...

__________

Ensiklopedia :

Bintang neutron adalah inti bintang yang telah runtuh dari sebuah bintang super raksasa masif, yang memiliki massa total antara 10 hingga 25 massa matahari, namun massanya bisa lebih jika bintang tersebut kaya akan logam.

Selama ledakan, terjadilah proses di mana elektron saling bergabung membentuk neutron dan neutrino. Namun, ketika ledakan berhenti, neutrino menghilang dan hanya menyisakan neutron saja. Itulah sebabnya, bintang sisa yang terbentuk dari supernova disebut bintang neutron.

Sebagai gambaran, satu sendok teh materi bintang neutron itu beratnya bisa 10 juta ton.

Terpopuler

Comments

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Axcel kamu menghafal beberapa macam mantra

2023-02-17

0

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

@◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞ⒻͬⒺͧⒷᷤⒷͧⓎͪ🥑⃟🎻

Tunjukkan kemampuan Ray bawah Kam bisa mengalahkan semu musuh "mu dan km tetap bertahan

2023-02-02

1

B⃟c𝓝𝓐𝓝𝓐 19♧

B⃟c𝓝𝓐𝓝𝓐 19♧

Mendengar penjelasaanya bener bener takjub ..Lapu Lapu dapat bekerja dengan maksimal untuk membuat pedang...

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Senja Berdarah
2 Perapal dari Mimpi
3 Asrama Rensuar
4 Rumah Sihir
5 Selamat Datang
6 Cara Kerja Sihir
7 Memori dan Rensuar
8 Penyihir Bersurai Putih
9 Pembaca Gerakan dan Ramuan
10 Pertahanan dan Pembelaan
11 Bertemu Sihir Perasuk
12 Leonin Gila
13 Kunci Keberuntungan
14 Pergulatan Benang Tipis
15 Cerah namun Berantakan
16 Selubung Penghubung
17 Pelajaran Pedang dan Sihir
18 Hening dan Kekacauan
19 Kehebohan Pagi dan Fakta
20 Leonin dan Purnama
21 Misi Pertama
22 Bagian Diriku
23 Sosok Pengarung Langit #1
24 Sosok Pengarung Langit #2
25 Sosok Pengarung Langit #3
26 Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27 Debora Defanny
28 Detik dan Kesadaran
29 Kesadaran dan Kekonyolan
30 Nostalgia dan Kenakalan
31 Bermain Petak Umpet
32 Berpas-pasan
33 Selubung Penghubung
34 Berlabuh Sebentar ke Lalu
35 Kembali Kemari
36 Manusia yang Disanjung
37 Konsekuensi dan Teori
38 Rensuar Champion (Opening)
39 Silver Alaska (Simulation)
40 Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41 Kembali ke Markas
42 Purnama Malam Ini
43 Hening dan Riuh
44 Garena Rensuar (Rey Arlert)
45 Garena Rensuar (Teknik)
46 Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47 Menuju Matahari Terbenam
48 Berada dalam Kabut
49 Memasuki Kabut Setan
50 Datangnya Baron Putih
51 Pertemuan dan Kematian
52 Malam dan Salju
53 Seseorang yang Terluka
54 Sebelum Matahari Hilang
55 Sebelum Matahari Hilang #2
56 Aku pulang, aku pergi ya!
57 Gugurnya Jubah Putih
58 Tak Kunjung Usai
59 Seiring Berjalannya Waktu
60 Manusia Legenda (Belantara Curam)
61 Perjanjian Berdarah
62 Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63 Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64 Berulah di Alaska
65 Berita-berita dan Teror
66 Pertaruhan Manusia
67 Bayangan Tentang Dia
68 Memasuki Sihir Penyerapan
69 Aura dari Dalam Tanah Itu
70 Sebuah Fakta
71 Peraduan di Alaska
72 Laronna (Trying)
73 Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74 Cawan Api Emas
75 Sebuah Pertemuan
76 Sebuah Reuni Kecil
77 Singkat Saja ya!
78 Barisan Para Generasi Tuan
79 Manusia yang Mampu
80 Pada Waktu Bersamaan
81 Rey Arlert
82 Kedua Surai Putih
83 Pembicaraan Tentang Hati
84 Mengetuk Pintu
85 Rencanaku dan Komedi Kecil
86 Kataku Begini
87 Coba Ku Akurkan Kalian
88 Sihir Baru dan Persiapan
89 Perayaan dan Amarah
90 Bahagia Sebelum Runyam
91 Penggunaan Elden Ring
92 Penggunaan Tiga Sihir Murni
93 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94 Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95 Kebencian dan Kedatangan
96 Surai Putihku
97 Baron Putihku
98 Pembicaraan Kedua Wanita
99 Lahirnya Iblis Baru
100 Serangan Balasan
101 Mari Ungkap Faktanya!
102 Bersantai Sebentar
103 Manusia yang Menangis
104 Sembari mencari tau kebenaran
105 Dorongan Ambisi
106 Iblis Berwujud Kelabang
107 Kelabang Sialan
108 Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109 Berakhirnya Kelabang Sialan!
110 Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111 Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112 Leonin dan Dua Manusia
113 Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114 Merenung Sejenak
115 Kucing Putih ku
116 Kemakmuran yang Dicari
117 Pembicaraan Di antara Kami
118 Kucing Putihku
119 Sebuah Berita Buruk
120 Syena dan Elvas
121 Momen Sebentar
122 Satu Hal Untukmu
123 Berjalan-jalan Sebentar
124 Waktu-waktu yang Berharga
125 Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126 Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127 Terkuaknya Satu Fakta
128 Sesuatu yang Jahat
129 Perjuangan Sebelum Kemenangan
130 Pengorbanan dan Kehancuran 1
131 Pengorbanan dan Kehancuran 2
132 Mantra Ilusi Terkuat
133 Kemunduran
134 Kemurkaan dan Kesedihan
135 Kucing Putih Kesayangan ku
136 Malam dan Berita
137 Sebelum Menjalankan Misi
138 Misi Perebutan Tanah
139 Sebelum Pergi Berperang
140 Menyambut Hari Besar
141 Keberhasilan Merebut Wilayah
142 Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143 Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144 Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145 Siksaan Baru di Luar Benteng
146 Mencari Kelemahannya
147 Sebelum Memulai Misi
148 Salah Satunya
149 Pembicaraan dan Beberapa Momen
150 Diamlah Sebentar Rey!
151 Berjalan Keluar Benteng
152 Memasuki Area Hitam
153 Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154 Pertarungan Berdarah
155 Jangan Mati, Kucing Putih!
156 Sebelum Memilikinya
157 Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158 Hari-hari Tanpa Dirimu
159 Rey di mana?
160 Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161 Kimono Untukmu
162 Lentera Malam Ini
163 Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164 Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165 Perjalanan
166 Iblis Lintah
167 Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168 Kau Milikku Malam Ini
169 Ada yang Melihat
170 Persiapan Untuk Berperang
171 Datangnya Para Eksekutor
172 Pertempuran 1 (Bertemu)
173 Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174 Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175 Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176 Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177 Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178 Senja yang Selalu Kutatap
179 Rey Arlert Kesayanganku
180 Menemui Mereka
181 Mari Kita Kembali
182 Undangan Mengarungi Masa Lalu
183 Menapaki Jalur Masa Lalu
184 Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185 Bertemu Elvas
186 Perjalanan Tanpa Suara
187 Tentang Syal itu
188 Pertemuan di Gereja
189 Hallo, Rey!
190 Perihal Rey
191 Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192 Takdir yang Kutunggu
193 Kekasihku Kemana?
194 Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195 Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196 Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197 (Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198 (Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 199 Episodes

1
Senja Berdarah
2
Perapal dari Mimpi
3
Asrama Rensuar
4
Rumah Sihir
5
Selamat Datang
6
Cara Kerja Sihir
7
Memori dan Rensuar
8
Penyihir Bersurai Putih
9
Pembaca Gerakan dan Ramuan
10
Pertahanan dan Pembelaan
11
Bertemu Sihir Perasuk
12
Leonin Gila
13
Kunci Keberuntungan
14
Pergulatan Benang Tipis
15
Cerah namun Berantakan
16
Selubung Penghubung
17
Pelajaran Pedang dan Sihir
18
Hening dan Kekacauan
19
Kehebohan Pagi dan Fakta
20
Leonin dan Purnama
21
Misi Pertama
22
Bagian Diriku
23
Sosok Pengarung Langit #1
24
Sosok Pengarung Langit #2
25
Sosok Pengarung Langit #3
26
Memasuki Satu Nostalgia Kelam
27
Debora Defanny
28
Detik dan Kesadaran
29
Kesadaran dan Kekonyolan
30
Nostalgia dan Kenakalan
31
Bermain Petak Umpet
32
Berpas-pasan
33
Selubung Penghubung
34
Berlabuh Sebentar ke Lalu
35
Kembali Kemari
36
Manusia yang Disanjung
37
Konsekuensi dan Teori
38
Rensuar Champion (Opening)
39
Silver Alaska (Simulation)
40
Lanjutkan untuk Kembali (Labirin)
41
Kembali ke Markas
42
Purnama Malam Ini
43
Hening dan Riuh
44
Garena Rensuar (Rey Arlert)
45
Garena Rensuar (Teknik)
46
Garena Rensuar (Rey Arlert Baron)
47
Menuju Matahari Terbenam
48
Berada dalam Kabut
49
Memasuki Kabut Setan
50
Datangnya Baron Putih
51
Pertemuan dan Kematian
52
Malam dan Salju
53
Seseorang yang Terluka
54
Sebelum Matahari Hilang
55
Sebelum Matahari Hilang #2
56
Aku pulang, aku pergi ya!
57
Gugurnya Jubah Putih
58
Tak Kunjung Usai
59
Seiring Berjalannya Waktu
60
Manusia Legenda (Belantara Curam)
61
Perjanjian Berdarah
62
Kehangatan Baru Orang-orang Asing
63
Beberapa Tahun Lalu dan Sebuah Ramalan
64
Berulah di Alaska
65
Berita-berita dan Teror
66
Pertaruhan Manusia
67
Bayangan Tentang Dia
68
Memasuki Sihir Penyerapan
69
Aura dari Dalam Tanah Itu
70
Sebuah Fakta
71
Peraduan di Alaska
72
Laronna (Trying)
73
Pekan Perayaan (Rensuar Champion)
74
Cawan Api Emas
75
Sebuah Pertemuan
76
Sebuah Reuni Kecil
77
Singkat Saja ya!
78
Barisan Para Generasi Tuan
79
Manusia yang Mampu
80
Pada Waktu Bersamaan
81
Rey Arlert
82
Kedua Surai Putih
83
Pembicaraan Tentang Hati
84
Mengetuk Pintu
85
Rencanaku dan Komedi Kecil
86
Kataku Begini
87
Coba Ku Akurkan Kalian
88
Sihir Baru dan Persiapan
89
Perayaan dan Amarah
90
Bahagia Sebelum Runyam
91
Penggunaan Elden Ring
92
Penggunaan Tiga Sihir Murni
93
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #1
94
Hancurnya Iblis Suara dan Perasuk #2
95
Kebencian dan Kedatangan
96
Surai Putihku
97
Baron Putihku
98
Pembicaraan Kedua Wanita
99
Lahirnya Iblis Baru
100
Serangan Balasan
101
Mari Ungkap Faktanya!
102
Bersantai Sebentar
103
Manusia yang Menangis
104
Sembari mencari tau kebenaran
105
Dorongan Ambisi
106
Iblis Berwujud Kelabang
107
Kelabang Sialan
108
Rahasia Mata Kirinya (Syena Arlert)
109
Berakhirnya Kelabang Sialan!
110
Manusia Yang Terkontaminasi (Konspirasi)
111
Beberapa Jam Sebelum Kejadian
112
Leonin dan Dua Manusia
113
Kembali ke Lalu (Suster Agarwa)
114
Merenung Sejenak
115
Kucing Putih ku
116
Kemakmuran yang Dicari
117
Pembicaraan Di antara Kami
118
Kucing Putihku
119
Sebuah Berita Buruk
120
Syena dan Elvas
121
Momen Sebentar
122
Satu Hal Untukmu
123
Berjalan-jalan Sebentar
124
Waktu-waktu yang Berharga
125
Mengalahkan Iblis Kutukan 1
126
Mengalahkan Iblis Kutukan 2
127
Terkuaknya Satu Fakta
128
Sesuatu yang Jahat
129
Perjuangan Sebelum Kemenangan
130
Pengorbanan dan Kehancuran 1
131
Pengorbanan dan Kehancuran 2
132
Mantra Ilusi Terkuat
133
Kemunduran
134
Kemurkaan dan Kesedihan
135
Kucing Putih Kesayangan ku
136
Malam dan Berita
137
Sebelum Menjalankan Misi
138
Misi Perebutan Tanah
139
Sebelum Pergi Berperang
140
Menyambut Hari Besar
141
Keberhasilan Merebut Wilayah
142
Manusia yang Tidak Pernah Puas 1
143
Manusia yang Tidak Pernah Puas 2
144
Terbangunnya Iblis Seratus Juta Jiwa
145
Siksaan Baru di Luar Benteng
146
Mencari Kelemahannya
147
Sebelum Memulai Misi
148
Salah Satunya
149
Pembicaraan dan Beberapa Momen
150
Diamlah Sebentar Rey!
151
Berjalan Keluar Benteng
152
Memasuki Area Hitam
153
Mencari Keberadaan Arlert Bersaudara
154
Pertarungan Berdarah
155
Jangan Mati, Kucing Putih!
156
Sebelum Memilikinya
157
Alam Bawah Sadar (Pertemuan)
158
Hari-hari Tanpa Dirimu
159
Rey di mana?
160
Bolehkah Aku Mengajaknya Pulang?
161
Kimono Untukmu
162
Lentera Malam Ini
163
Purnama Berdarah (Hitungan Mundur)
164
Purnama Berdarah (Menceritakannya)
165
Perjalanan
166
Iblis Lintah
167
Aku Ingin Menghabiskan Waktuku Denganmu
168
Kau Milikku Malam Ini
169
Ada yang Melihat
170
Persiapan Untuk Berperang
171
Datangnya Para Eksekutor
172
Pertempuran 1 (Bertemu)
173
Pertempuran 2 (Kelicikan Iblis)
174
Pertempuran 3 (Datangnya Axcel di Medan Pertempuran)
175
Pertempuran 4 (Mengendalikan Naga)
176
Pertempuran 5 (Hilangnya Dua Jantung)
177
Pertempuran 6 (Sekuat Tenaga)
178
Senja yang Selalu Kutatap
179
Rey Arlert Kesayanganku
180
Menemui Mereka
181
Mari Kita Kembali
182
Undangan Mengarungi Masa Lalu
183
Menapaki Jalur Masa Lalu
184
Bolehkah, aku mengenalmu lebih dekat?
185
Bertemu Elvas
186
Perjalanan Tanpa Suara
187
Tentang Syal itu
188
Pertemuan di Gereja
189
Hallo, Rey!
190
Perihal Rey
191
Menemui Ingatan dan Sesuatu di Masa Lalu
192
Takdir yang Kutunggu
193
Kekasihku Kemana?
194
Malam ini akan Kujadikan Kau Milikku
195
Aku ingin Mengatakan Ini Sejak Dulu
196
Penyatuan itu Berhasil (Last Chapter)
197
(Ekstra Chapter) Hallowen Momen
198
(Ekstra Chapter) Pesta Dansa
199
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!