Bab 17 -- Come What May

Eliana membuka kotak berisi empat potong donat dengan topping berbeda yang menggugah selera. Matanya berbinar saat melihat topping almond, capucino, tiramisu dan keju. Pilihan Toni memang yang terbaik.

"Mau aku suapi?" Eliana menawari Toni.

Toni hanya melirik dan tersenyum sebagai jawaban. Dia terus melajukan mobilnya.

"Ada empat donat dengan empat topping yang berbeda. Bagaimana kalau masing - masing mendapat separoh untuk setiap rasa?" tanya Eliana sambil tersenyum manis.

"Kamu selalu berbagi hal yang baik denganku, Eliana. Aku berterima kasih sekali padamu."

Pipi Eliana memerah. "Jangan begitu, Toni. Aku--- "

"Eliana, bagaimana kalau kita terus berbagi?" potong Toni sebelum Eliana menyelesaikan kalimatnya.

Eliana menoleh dan tertegun menatap wajah Toni yang nampak serius. Dia tak jadi mengambil donat untuk disuapkan ke Toni, tangannya berhenti diatas kotak donat.

"Kesedihanmu, kesedihanku. Kebahagiaanmu, kebahagiaanku. Bisakah kita berbagi segalanya?" ucap pria itu padanya. Mobil terus melaju menuju ke tempat kencan yang dimaksud oleh Toni.

Eliana kembali memandangi donat - donat cantik dihadapannya. "Baiklah, Toni." ucapnya sambil menahan haru, tak bisa dipungkiri kata - kata Toni menyentuhnya.

"Hey, wajahmu jangan seperti itu." tegur Toni. Dia bisa melihat wajah Eliana yang terharu bercampur bahagia dari sudut matanya. Ekspresi yang selalu membuat dirinya ingin merengkuh dan memeluk wanita itu erat - erat.

"Ha?" Eliana memegang pipinya dengan satu tangan.

"Aku jadi ingin menci-ummu." celetuk Toni asal.

DIENG!

Blak - blakan sekali laki - laki ini. Jantung Eliana seperti gong yang dipukul oleh palu godam raksasa dan sekarang bertalu - talu begitu nyaring sampai - sampai Eliana takut kalau Toni bisa mendengar bunyi detak jantungnya.

Tak berani melihat kearah Toni, Eliana berpura - pura menikmati pemandangan yang nampak dari kaca jendela mobil. Mulutnya komat kamit, merapal mantra yang sama berulang - ulang.

'Santai, Eliana. Calm down!'

Tawa Toni membahana, gemas sekaligus geli melihat tingkah wanita itu. Tanpa Eliana sadari mobil sudah berhenti di tepi sebuah danau yang masih bersih dengan pohon - pohon rindang di sekelilingnya.

"Aku tak tahu ada tempat seperti ini di Lake Wood." kata Eliana. Toni membantunya turun dari mobil dan menggandeng tangannya berjalan di sekitar danau. Tangan Eliana yang satunya membawa sekotak donat yang tadi tak jadi dimakan.

"Aku suka tempat seperti ini, Eliana. Sepi dan tak ada siapa - siapa. Disini kamu bisa melepaskan semua penat."

Hati Eliana berdebar. Apakah Toni sedang membicarakan masa lalunya.

"Apa lagi yang kamu suka Toni?"

Naluri perawat Eliana mulai bekerja, secara otomatis dia mencoba menstimulus ingatan Toni dengan pertanyaan - pertanyaan ringan.

Toni benar. Tempat ini sangat bagus, sejuk dan membuat orang merasa relax. Mereka duduk bersebelahan di rerumputan pinggir danau, pandangan mereka tertuju pada air yang beriak kecil karena tiupan angin.

"Freedom!" jawab Toni yakin.

Eliana terkejut. Apa maksudnya? Bebas darimana? Benarkah Toni adalah napi yang kabur dari tahanan? Tidak, tidak. Toni tak pernah menyakitinya, dia bukan seorang penjahat. Eliana harus tetap percaya pada Toni.

"Apa yang ada di dalam pikiranmu Toni?" kali ini tangan Eliana menggenggam tangan Toni.

"Akhir - akhir ini aku sering melihat wajah - wajah asing di kepalaku."

"Siapa?"

"Aku tak tahu siapa, tapi aku tak menyukai mereka."

"Kenapa?" tanya Eliana sambil tersenyum. Dia berusaha mengajukan pertanyaan yang membuat 'pasiennya' bercerita.

Ada rasa perih bercampur takut di dalam hati Eliana. Hatinya mengatakan tinggal selangkah lagi, Toni ingat masa lalunya. Dan dia tak pernah tahu, apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka.

"Kalau aku mengingat kembali masa laluku, apa aku masih bisa bersamamu Eliana?"

Toni kembali mengajukan pertanyaan yang sama, yang selalu menghantuinya selama ini. Ada sebuah harapan didalam manik mata Toni, harapan yang sama seperti yang ada di hati Eliana. Tetap bersama meski masa lalu Toni sudah kembali.

"Aku tak tahu. Semua tergantung kondisi dan situasi yang kita hadapi nanti." sahut Eliana tak. mau menjanjikan apa pun. Tangannya membuka kotak donat yang dari tadi terlupakan. Dia menepis semua kekhawatiran yang akhir - akhir ini sering berdesakan di dada. Ini adalah kencan mereka, biarkan semua berkesan.

Toni memandang jauh kearah danau.

Eliana membagi masing - masing rasa menjadi dua, dan menyodorkan kotak donat ke Toni.

"Ambillah." kata Eliana sambil menepuk bahu Toni.

Toni membuka mulutnya, telunjuknya bergantian menunjuk donat dan mulutnya. Eliana terbelalak. Melihat reaksi Eliana, mulut Toni kembali tertutup. Dia melengos.

"Kamu tadi bilang mau menyuapi aku." bibir Toni mencebik seperti anak kecil yang sedang ngambek.

"Baiklah, baiklah. Aaaa.... " Dengan hati merekah, Eliana menyuapi Toni.

"I wish I could be your man." ucap Toni sungguh - sungguh, saat donat mereka sudah habis.

(Aku berharap aku bisa menjadi lelakimu.)

He? Entah sudah keberapa kalinya laki - laki dihadapannya ini membuatnya terkejut dengan kata - katanya.

"I think I love you." ucap Toni beberapa waktu yang lalu.

Eliana tak tahu harus menjawab apa, yang pasti dia takut. Takut untuk bahagia dan kemudian menghadapi ketidak pastian karena mencintai pria amnesia.

"Let it flows, Toni." sahut Eliana waktu itu. Eliana tak berani menjanjikan dan mengharapkan apa pun. Just let it flow.

(Biarkan mengalir.)

Tanpa aba - aba, Toni sudah mencondongkan wajahnya ke wajah Eliana. Bibirnya menempel ke bibir Eliana yang sedikit terbuka karena terkejut. Ciuman itu terasa hangat di hati Eliana. Wanita itu memejamkan matanya, menerima Toni dengan sepenuh hati. Dan, ci-um-an mereka meleburkan semua kekhawatiran dan kegugupan akan perjalanan kisah cinta mereka.

Come what may.

***

Atmosphere yang sama seperti saat di St. Paul kembali dirasakan oleh Eliana ketika memasuki apartment mereka. Para penghuni apartment yang biasa ramah, tak lagi mengucapkan salam. Bisik - bisik dan pandangan sinis kembali dilayangkan kepadanya.

Tak mau mengambil pusing, Eliana hanya mengangkat bahu dan membuka pintu unit miliknya.

"Eliana."

"Oh, Ibu Rebecca... " sapa Eliana pada pemilik apartment yang disewanya. Dibelakangnya nampak beberapa wanita yang juga tinggal di apartment yang sama dengan Eliana.

"Dimana Kakakmu?"

"Dia kembali bekerja setelah mengantarkanku pulang." jawab Eliana dengan jujur.

Setelah dari danau, Toni memang berkata kalau dia akan ke coffee shop untuk bekerja disana sore ini. Eliana mengatakan apa adanya kepada ibu Rebecca.

Pemilik apartment itu mendengus tak percaya.

"Sebaiknya aku membicarakannya denganmu sekarang, dari pada kalian menjadi gunjingan orang."

Eliana tertegun, perasaan tak enak kembali merayap masuk ke dalam hatinya. Perasaan yang sama seperti saat menjelang pemecatannya di St. Paul. Tatapan menghakimi itu kembali di layangkan kepadanya.

"Aku rasa kalian harus keluar dari apartment. Ini adalah keputusanku dan juga seluruh penghuni apartment. Kami sudah membicarakannya."

Eliana shock. "Kenapa?" tanyanya pelan.

"Aku tak sudi unitku dihuni oleh kamu dan kakakmu. Aku tak mau ada orang yang tak jelas tinggal di sini."

'Tak jelas?'

Seketika darah naik ke kepala Eliana. Dia tak terima dengan ungkapan 'tak jelas' yang dilontarkan oleh wanita paruh baya dihadapannya.

"Siapa yang tak jelas identitasnya?" geram Eliana. Suaranya meninggi.

"Laki - laki yang tinggal denganmu! Entah itu kakakmu atau bukan." jawab Ibu Rebecca sinis.

"Dia itu pasti bandit!" celetuk seorang wanita yang berdiri di belakang Ibu Rebecca.

Hah?!

"Iya! Dia bandit!" sahut yang lainnya.

Bersambung ya....

Note:

Come what may : Datanglah yang mungkin datang / Apapun yang terjadi.

Gaes, sorry aku ga bisa terjemahin artinya yang pas. Intinya : Yang terjadi nanti biarin terjadi. Kalau ada yang bisa bantu terjemahin, monggo comment 😅

Thanks before.

Terpopuler

Comments

Sagara Banyu

Sagara Banyu

terjadilah apa yang akan terjadi...gitu kali ya....😁

2023-07-24

1

Nanda Lelo

Nanda Lelo

aduuuh,, dpt gossip gak2 dari mana lagi tuh Bu Rebecca

2022-11-02

1

Mamahe 3E

Mamahe 3E

ibarat pepatah sdh jatuh tertimpa pohon gede pulal,hns di phk dr rmh skt eh skrg diusir dr apartemen...
kasian bener nasibmu eliana...

2022-10-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!