Bab 7 -- Toni Is So Sweet

Days later...

"Hai.... "

"Toni, lagi - lagi kamu menungguku." tegur Eliana saat mendapati Toni sudah berdiri di pintu keluar bus yang baru saja dinaikinya. Beberapa hari ini, Toni selalu stand by setiap kali Eliana pulang kerja. Dia tak pernah absen menjemput perawat cantik kesayangannya.

Toni mengangguk dan tersenyum, tangannya mengambil alih barang bawaan dari tangan Eliana.

"Kamu membeli jeruk? Banyak sekali?"

"Hm-hm. Ada yang menawarkan jeruk murah dan penjualnya sudah tua. Karena kasihan jadi aku beli saja semuanya."

Toni tertawa pelan. Seminggu bersama Eliana, membuatnya tahu satu hal. Eliana adalah tipe orang yang mudah kasihan terhadap orang lain. Pernah suatu kali, Eliana memborong kue dari seorang anak kecil yang menjajakan dagangannya dan memberikannya begitu saja pada seorang ibu tua di pinggir jalan.

Toni benar - benar kagum pada wanita yang sedang berjalan di sampingnya, dia bukan orang yang berlebihan secara materi namun hatinya benar - benar kaya.

"Kamu tak perlu menjemputku seperti ini. Kamu bisa mengerjakan yang lainnya dari pada menjemputku." ucap Eliana sambil melangkah menuju kembali ke apartment.

"Tak apa. Lagipula aku pengangguran." jawab Toni. Matanya menerawang jauh dan kelihatan sedih.

Astaga! Sepertinya Eliana salah ngomong, dia hanya tak ingin merepotkan Toni.

"Ehm... maksudku lebih baik kamu beristirahat supaya ingatanmu cepat pulih, Toni." ralat Eliana cepat - cepat. Dia tak mau melihat Toni tersinggung atau pun bersedih.

"Jadi apa saja yang kamu lakukan hari ini Eliana?" Toni mengalihkan pembicaraan, dia tahu Eliana tak bermaksud buruk.

"Tak ada yang istimewa. Aku sibuk mengurus pasien seperti biasa."

"Ada cerita apalagi soal suster kepala?" tanya Toni sambil terkekeh, matanya bersinar jenaka.

Eliana tertawa sambil menutup mulutnya. "Hey, kenapa kamu menanyakannya? Apa kamu merindukan dia?" ledek Eliana.

Dia mengerti kalau Toni bermaksud menghiburnya sepulang dari kerja. Hampir setiap hari Eliana mengeluh bagaimana suster kepala kian hari kian menjadi - jadi. Dia selalu menegur keras bukan saja perawat yang menjadi anak buahnya tapi juga beberapa pasien kadang - kadang 'rewel'. Tak ada satu pun yang benar dimata suster kepala.

"Rindu marahnya?" Toni terbahak. "Kalau sudah ada perawat cantik dan sabar di sisiku, buat apa aku merindukan suster yang judes seperti dia?" balas Toni dengan santainya.

"Manis sekali mulutmu, Toni. Aku curiga, jangan - jangan pekerjaanmu sebenarnya adalah seorang salesman." gerutu Eliana sambil terus berjalan. Beberapa meter lagi mereka sampai di apartment.

"Welcome home, Eliana. Kamu bisa mandi, sementara aku siapkan makanan untukmu." kata Toni saat mereka sudah sampai di apartment.

Eliana mengucapkan terima kasih dan membuka pintu kamarnya untuk mengambil perlengkapan mandinya. Astaga! Matanya langsung terbelalak saat melihat apa yang ada di dalam kamarnya.

Kamarnya begitu bersih dan harum, sprei sudah diganti yang baru. Lalu apa itu? Sebuah cermin berukuran tak terlalu besar terpasang di dinding, lengkap dengan rak kayu mini dan kotak kecil menyerupai bangku di bawahnya. Sederhana namun manis.

Perlahan Eliana mendekati 'furniture barunya'. Dari baunya, dia tahu kalau catnya masih baru. Diatas kotak itu ada busa tak terlalu tebal tapi sepertinya akan nyaman kalau duduk diatasnya. Sebuah bangku dari kotak kayu, salah satu sisi bangku itu bisa dibuka untuk menyimpan barang - barang kecil. Multifungsi.

Kalau dilihat - lihat, kedua benda ini lebih menyerupai meja rias yang di design minimalis. Cantik dan halus buatannya.

'Toni.... '

Eliana membalikkan badannya dengan cepat.

BUGH!

HADUH!

"Kenapa kamu berdiri disitu Toni?" tanya Eliana sambil mengusap hidungnya yang sedikit sakit karena menabrak dada Toni yang keras.

"Sorry, are you okay? Aku cuma mau memberitahu kalau air hangatnya sudah siap di kamar mandi." ucap Toni dengan wajah kuatir, jempolnya menunjuk kearah belakang punggungnya. Di apartment ini memang hanya ada satu kamar mandi, yaitu di dekat dapur.

"Apa yang kamu lakukan hari ini Toni?" Eliana malah balik bertanya. Dagunya menunjuk ke arah meja riasnya.

"Uhm... maaf, aku menggunakan sisa uang belanja darimu untuk membeli cermin dan bangku."ucap Toni. Suaranya pelan seperti seorang anak yang sedang mengaku dosa pada mamanya. Tersirat rasa inferior di dalam ucapannya.

Ugh, Eliana tak suka melihat Toni yang seperti itu. Lagipula, Eliana tahu bukan orang yang suka memanfaatkan kebaikan orang lain.

"Tadi aku melihat tukang loak lewat dan membawa cermin dan bangku itu. Aku tak tega melihatmu terus - terusan menggunakan cermin di compact powder setiap kali berdandan."

"Barang sebagus ini beli di tukang loak?"

"Aku memperbaikinya. Barangnya sedikit rusak, kayunya pun kasar. Aku takut kamu terluka jadi aku memperbaikinya dengan menghaluskan kayunya dan mengecat ulang." Toni bercerita tentang furniture sekaligus kesibukannya hari ini. Wajahnya telihat menyesal, merasa bersalah karena menghamburkan uang Eliana.

"Jadi seharian ini kamu membersihkan apartment dan bertukang?" Eliana tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

Dia percaya Toni bisa membersihkan rumah dan memasak, tapi tak percaya Toni bisa memperbaiki barang. Permukaan kayunya begitu halus, sepertinya diproses dengan teknik yang bagus.

"Maaf, aku akan mencari kerja dan mengganti semua uangmu." sahut Toni. Suaranya tegas, saat itu juga dia memutuskan untuk mencari pekerjaan.

"Bukan begitu, Toni." suara Eliana terdengar lembut. Dia mengusap lengan Toni sekilas, tak mau membuat Toni merasa tak nyaman.

"Aku hanya tak tahu kalau kamu bisa memperbaiki barang - barang." lanjut Eliana lagi. Matanya yang lembut menatap Toni, tak ada kemarahan atau emosi di dalamnya.

Toni menghembuskan napas dan mengedikkan bahunya. "Ide itu muncul begitu saja, dan aku melakukannya secara otomatis."

Eliana memasang senyum terbaiknya. "Hey, jangan begitu. Aku menyukainya. Terima kasih untuk usahamu menyenangkan aku." Tangannya menepuk bahu Toni.

"Kalau kau merasa bersalah, lebih baik kamu masak makanan enak untukku. Bagaimana?" Eliana mengedipkan sebelah matanya, mencoba bercanda untuk mencairkan suasana. Kemudian wanita itu berjalan menuju ke kamar mandi.

"Makanan sudah siap Eliana." sapa Toni

Eliana menghampirinya setelah selesai mandi, wanita itu nampak santai dengan pakaian rumahnya, celana selutut dan kaos oversized tapi tak menghilangkan kesan manis.

"Bisa - bisa aku gemuk kalau begini terus." komentar Eliana, air liurnya menetes. Masakan Toni sangat enak, tak mungkin cukup kalau makan dengan porsi kecil.

"Tak apa. Makin berisi seorang wanita, dia akan semakin menarik." jawab Toni dengan santainya.

Dia duduk di sebelah Eliana.

"Buah ini bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makan yang banyak. Pekerjaanmu berhubungan dengan orang sakit, jadi jagalah kesehatan." ucap Toni lembut, sambil menggeser piring berisi jeruk - jeruk yang sudah dikupas.

'Oh, Toni... '

Eliana menoleh dengan mata berkaca - kaca, dia menarik napas dan menghembuskannya perlahan.

"What's up Eliana?"

Tak pernah sebelumnya ada orang yang memperlakukannya seperti Toni. Pria itu mengurusnya dengan baik, mulai dari makanan, air mandi, meja rias, membersihkan rumah termasuk membuang sampah, menjemputnya setiap pulang kerja dan entah apa lagi. Eliana tak bisa mengingatnya lagi.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Eliana saat melihat Toni duduk di sebelahnya dan menarik piring jeruknya.

"Makanlah, aku siapkan jeruknya." jawabnya sambil mengeluarkan biji jeruk satu per satu.

'Oh, My God.'

It touched Eliana deep down in her heart.

(Menyentuh Eliana hingga ke dalam hatinya.)

"Kamu itu pria yang baik. Wanita yang menjadi istrimu pasti akan berbahagia, Toni."

Eliana menatap Toni dengan pandangan penuh kasih bercampur haru, mulutnya menyungging senyum sebagai tanda terima kasih terbaiknya untuk Toni.

Toni melengos, menyembunyikan pipinya yang merona.

Bersambung ya....

Terpopuler

Comments

Ricis

Ricis

Ini sih bukan sang perawat yg merawat pasien, tapi pasiennya yg mengasuh sang perawat 😀

2022-11-03

1

Nanda Lelo

Nanda Lelo

perhatian bgt

2022-11-02

1

olive

olive

Toni manis banget 😘

2022-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!