Bab 14 -- This Is The Day

I think I love you.

Sebuah kalimat sederhana tapi mampu menghancurkan dan merobohkan, tak hanya benteng pertahanan tapi juga logika seorang Eliana.

Tubuhnya membeku. Hatinya terbagi antara kebahagiaan dan profesioanalisme seorang perawat terhadap pasien.

"Eliana.... " panggil Toni lagi.

"Ya?"

"Promise me." ucap Toni penuh harap.

Tatapan penuh harap itu berhasil meluluhkan hati Eliana. "Kalau kamu belum bertunangan atau menikah, aku akan mengejarmu Toni, sampai kamu mengingatku kembali."

Haduuuh!!! Bisa - bisanya dirinya mengatakan hal seperti itu. Benar - benar memalukan.

"Argh! Bodoh! Bodoh! Bodoh!" gerutu Eliana. Tangannya memukuli kepalanya sendiri dengan gemas.

"Bau apa ini?"

Eliana gelagapan, tersadar dari monolognya. Hidungnya mencium bau sangit seperti bau sesuatu yang terbakar.

Toni berdiri di pintu kamarnya, hidungnya mengendus - endus. Sejak pulang dari rumah sakit, Toni memang disuruh beristirahat oleh Eliana. Dan Eliana berjanji akan memasak makanan enak untuk Toni yang baru sakit.

Eliana jadi ikutan mengendus - endus.

"YA TUHAN!" serunya panik ketika menyadari daging yang ditumis gosong akibat dirinya melamun.

Wuah! Teflon yang ada di hadapannya sudah berasap - asap, tergopoh - gopoh Eliana mematikan api.

Psstt... blup... blupp...

Suara desisan mengganggu pendengarannya.

Ya ampun sup di sebelahnya sudah mendidih. Airnya membludak, menyiram api dibawahnya hingga menimbulkan bunyi mendesis. Buru - buru Eliana mengangkat panci sup.

"OUCH!"

BRAK BRENG BRONG

"WADOOWW"

"ELIANA!" teriak Toni.

"Haduh, panas! Aku lupa memakai sarung tangan." rintih Eliana sambil meringis. Ekspresinya campuran antara malu dan sakit.

"Apinya terlalu besar." ucap Toni. Dengan tenang tangannya mematikan kompor yang masih menyala, padahal isi panci sup sudah berantakan di lantai.

Wajah Eliana merah padam. Dia benar - benar malu pada Toni. Masakannya gagal, dapurnya berantakan pula. Menyedihkan sekali.

"Maaf, aku bodoh kalau membuat sup." lirih Eliana.

"Memangnya sup saja?" tanya Toni sambil mengulum senyum. Matanya melirik kearah daging gosong diatas teflon.

'Duh!'

Wajah Eliana semakin merah hingga ke telinga.

"Biar aku yang bereskan dan memasak. Aku kuatir apartment ini kebakaran karenamu." ucap Toni lagi sambil tertawa kecil. Dia menarik kursi makan dan mempersilahkan Eliana duduk. Kemudian mengambil salep dan mengolesi tangan Eliana yang terkena air panas.

"Hufff... sepertinya aku tak akan bisa jadi istri yang baik." keluhnya pelan sambil meletakkan kepala di meja.

"Kalau aku yang menjadi suamimu, kamu tak perlu pintar memasak. Serahkan urusan dapur padaku." sahut Toni sambil mengedipkan sebelah mata.

Haiz, Toni! Eliana menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

***

"Suster Eliana, dokter Nathan menunggumu di ruangannya." ucap Suster Julie sambil tersenyum sinis pada Eliana.

"Baiklah, Suster Julie." jawab Eliana datar.

Tanpa banyak kata, Eliana langsung meninggalkan suster Julie. Tak mau berbasa basi, tak mau pula memperpanjang masalah. Eliana cukup tahu saja, siapa orang - orang yang tak menyukainya dan menyebarkan gossip tentang Toni dan dirinya. Iya, Suster Julie adalah salah satunya.

Eliana hanya mengikuti suara hatinya, and this is the day!

(Inilah harinya.)

Eliana melangkah keluar dengan mantap menuju ruang kepala rumah sakit. Dia menarik napas dan menghembuskannya perlahan, kemudian mengetuk pelan pintu ruangan.

"Masuk." terdengar suara berat dokter Nathan dari dalam ruangan.

"Selamat sore, Dok."

"Hm."

Hanya itu jawaban Dokter Nathan, matanya tak mau beralih dari kertas yang dipegangnya.

Sepi dan muram adalah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana ruangan dokter Nathan. Eliana berdiri diam ditempatnya, menunggu kata - kata dari dokter senior tersebut.

Tanpa sadar, Eliana menundukkan kepalanya.

Hmmm... lampu ruangan ini pun tak seterang biasanya. Mungkin sudah waktunya diganti. Eliana membiarkan pikirannya berkelana untuk memikirkan hal - hal random demi mengurangi kegelisahan yang mendadak muncul.

Dokter Nathan berdehem. Eliana mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan tatapan kecewa bercampur sedih milik dokter Nathan.

"Kamu tahu kenapa aku menyuruhmu datang menemuiku?"

"Tahu, Dok."

Dokter Nathan mengangguk. Dia kagum sekaligus heran melihat bagaimana Eliana tampak begitu tenang menghadap padanya. Eliana tampak begitu siap mendengar apa pun yang akan dikatakannya nanti.

"Dengan berat hati, aku harus menyampaikan keputusan direksi padamu, Eliana."

Dokter Nathan berhenti berbicara, dia tak sampai hati melanjutkan kalimat selanjutnya.

Eliana mengangguk.

"Tidak apa, Dokter. Saya mengerti kalau dokter hanya menjalankan tugas."

"Kenapa kamu membuatku terpaksa melakukan ini, Eliana?" suara dokter Nathan terdengar tak berdaya.

Lidah Eliana terasa kelu.

"Kamu tau? Aku sedih saat harus menanda tangani surat pemutusan hubungan kerja antara St. Paul Hospital denganmu." ucap dokter Nathan lagi. Suaranya yang tegas berbalut rasa getir.

"Maafkan saya, Dok."

Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Eliana, matanya berkaca - kaca. Bukan karena dia menyesali keputusan pihak rumah sakit tapi karena dirinya telah membuat kecewa dokter Nathan. Orang yang sudah seperti ayahnya sendiri.

"Seandainya saja kamu menuruti saranku, tentu kamu masih bisa bekerja disini." keluh pria paruh baya itu. Dia benar - benar menyesali tindakan Eliana.

"Andaikata di beri kesempatan lagi... "

Dokter Nathan mendongak, menunggu kalimat Eliana berikutnya.

"Saya akan melakukan hal yang sama. Saya akan tetap menolong dan tinggal bersamanya, Dok."

Final!

Dokter Nathan tahu, keputusan Eliana sudah bulat tak ada yang bisa mengubahnya lagi.

"Yang menyedihkan adalah aku tak bisa memberimu referensi yang baik."

"Saya paham. Itu sudah konsekuensi dari tindakan saya, Dok. Jangan khawatir, saya tak menyalahkan Dokter." Eliana mengucapkannya sambil tersenyum.

"Terima kasih atas bimbingannya selama ini. Mohon maaf karena telah menyusahkan anda." Eliana membungkukkan tubuhnya dalam - dalam.

Kemudian Eliana berpamitan pada Tuan Peterson.

"Itulah kenapa aku selalu menyebutmu perawat dungu." ketus Tuan Peterson.

Terbiasa dengan keketusan Tuan Peterson, Eliana hanya meringis dan menggaruk kepalanya.

"Sudahlah." kata Tuan Peterson sambil melambaikan tangannya.

"Tapi aku menyukaimu karena kamu dungu. Biasanya orang dungu itu memiliki hati yang tulus." ujar Tuan Peterson lagi.

Dia melengos, memandang ke arah taman St. Paul. Dia tak mau mengakui kalau hatinya sedih karena Eliana tak lagi melayaninya.

"Maafkan saya, Tuan. Saya akan merindukan Tuan." ucap Eliana sambil tersenyum manis.

Tuan Peterson menoleh dengan pandangan tak percaya. Bagaimana bisa wanita ini merindukannya sedangkan selama ini dirinya lebih banyak memaki - maki. Tapi wanita yang dilihatnya malah tersenyum, ada ketulusan terpancar dari wajah Eliana.

"Biarkan saya menyuapi Tuan. Apa anda mau makan?" tanya Eliana.

Tuan Peterson mengangguk, matanya berkaca - kaca.

"Kamu bodoh." katanya lagi dengan suara bergetar. "Aku akan kesepian kalau tak ada perawat bodoh sepertimu."

Eliana tertawa kecil. Berapa kali pun dikatakan bodoh oleh Tuan Peterson, dia tak akan marah. Pria tua itu tipe orang yang tak bisa mengungkapkan perasaannya selain marah.

"Aku akan menengok Tuan setiap hari kalau Tuan mau. Bagaimana?" Eliana menawari, dia tahu Tuan Peterson kesepian.

"Tidah usah. Bisa - bisa aku darah tinggi setiap bertemu denganmu." sahut Tuan Peterson cepat. Sebutir air mata menetes dari sudut matanya, yang cepat - cepat dihapusnya.

"Aaaa.... Tuan." kata Eliana mencoba mengalihkan perhatian. Dia menyodorkan sepotong apel di depan mulut pasiennya itu.

"Terima kasih, Eliana." bisik Tuan Peterson hampir tak terdengar.

Eliana mengangguk. "Maafkan saya kalau sering membuat anda darah tinggi." Tangan Eliana menangkup tangan keriput Tuan Peterson. Lembut dan hangat.

Bersambung ya....

Terpopuler

Comments

Lala lala

Lala lala

bingung yah..rumkit inggres ngurusin pribadi org tinggal bersama smpe dipecat, kayak pak RT indo grebek warga yg blm syah, pdhl rumkit di indonesia ndk ky gt juga 😀 kecuali si eliana melakukan malpraktek br blh dipecat

2024-11-25

0

Sagara Banyu

Sagara Banyu

kok aku jadi 😭😭😭

2023-07-24

1

Nanda Lelo

Nanda Lelo

Thor,, jgn sampai Eliana jadi PTT y Thor 🙂🤭

#pengangguran tingkat tinggi 🤭

2022-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!