Bab 16 -- Berbagi Itu Baik

"Kamu dipecat karena aku?" tanya Toni.

Nah, ini!

Ini yang dari kemarin malam dikhawatirkan oleh Eliana. Bukan dipecat yang membuat dirinya gelisah dan bingung.

Tapi, Toni!

Iya, Toni dan pertanyaan laki - laki itu.

"No, Toni. Bukan karena kamu. Semua ini hanya karena perbedaan point of view antara pihak rumah sakit dan aku." Eliana buru - buru menjelaskan.

Toni hanya diam dan memandang sedih pada Eliana. Beberapa saat dia tidak mengatakan apa pun, kemudian Toni menghempaskan pant-atnya di bangku yang tadi di duduki oleh Eliana. Kedua tangannya bertumpu di atas kedua lutut, tubuhnya condong kedepan.

"Kamu tahu kalau berbagi itu adalah baik. Tapi kenapa kamu tak mau berbagi kesulitanmu denganku, Eliana?" tanya Toni, suaranya terdengar kecewa.

Menyadari kekecewaan Toni, Eliana kembali menunduk. Hatinya ikut pilu, dia tahu Toni tak ingin dirinya yang menanggung semua resiko itu sendirian. Tapi tetap saja, dia tak tahu harus mulai dari mana bercerita.

'St Paul memutuskan aku berhenti kerja karena aku tinggal bersamamu?'

'St Paul memberiku waktu untuk membicarakan semuanya denganmu."

'Apa sebaiknya kita tinggal sendiri - sendiri? Terpisah? Aku janji akan menemuimu setiap hari.'

'Toni, kamu sudah mulai punya teman di daerah sini. Biarkan aku kembali ke rumahku sendiri.'

'Penghasilanmu sebagai barista sudah cukup untuk menghidupimu, Toni.'

Cih! Eliana berdecih dalam hati. Entah kenapa tak satu pun kalimat yang cocok dihatinya untuk diucapkan kepada Toni.

Toni menggelengkan kepala saat menyadari Eliana yang hanya diam dan menunduk, ekspresinya seperti seorang anak yang baru selesai dimarahi.

Mendadak saja Toni merasa perannya berubah menjadi antagonis yang sedang semena - mena. Laki -laki itu menghembuskan napas kasar.

"Duduklah." ucapnya, tangannya menepuk sisi kosong di sebelahnya.

Akhirnya mereka duduk berdua di bangku, sama - sama diam. Suasana taman kota siang itu terasa sepi, mungkin karena anak - anak masih sekolah. Hanya ada beberapa orang melintas dan anak - anak berusia dibawah tiga tahun bermain bersama mamanya disana.

"Kok kamu tau aku ada disini?" tanya Eliana untuk membuka percakapan.

"Aku mengikutimu." jawab Toni. Sekarang dia menyandarkan punggungnya di sandaran bangku. "Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari kemarin."

Eliana tersenyum canggung.

"Aku tak sanggup bercerita padamu."

"Kenapa? Takut aku berpikiran jelek?" tanya Toni lagi sambil tertawa pelan.

Tawa yang terdengar sumbang di telinga Eliana. Dan, Eliana pun hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.

"Lagipula, aku kuatir kamu akan langsung pergi begitu tau syarat dari dokter Nathan."

"Syarat?"

Duh! Eliana merutuki dirinya sendiri. Kenapa malah melebar kemana - mana.

Toni masih menunggunya bicara.

Baiklah! Baiklah! Eliana menyerah, sudah kepalang tanggung untuk apa lagi disembunyikan. Toh, Toni sudah tau dia dipecat.

"Yeah, dokter Nathan memberiku waktu dua hari untuk pindah dari apartment dan kembali ke rumahku. Dia sarankan supaya kita hidup terpisah." Eliana berhenti sejenak, mencoba membaca reaksi Toni.

Tak ada. Ekspresi Toni datar, tak ada gejolak emosi apa pun disana.

"Dan kamu memilih dipecat daripada berpisah denganku?"

Tepat sasaran! Eliana tertegun, tak tahu harus menjawab apa. Toni menatap Eliana dalam - dalam dengan pandangan yang tak terbaca.

"Sudahlah! Yuk, kita pulang."

Toni meraih tangan Eliana dan membawa tas Eliana dengan tangannya yang lain. Eliana tidak menolak, hatinya lega untuk alasan yang dia sendiri tak tahu.

Toni melepaskan genggamannya, menarik tubuh Eliana kian merapat, tangannya berpindah ke bahu Eliana dan merangkulnya.

"Aku yang akan bekerja untukmu, Eliana. Bagaimana?"

***

Hari - hari berikutnya Eliana lebih banyak diam di apartment, sibuk mencari lowongan kerja. Dia bahkan tak lagi memasukkan rumah sakit dalam list pencarian lowongan kerjanya.

Dia mulai memasukkan surat lamaran ke lowongan apa pun yang dilihatnya. Tak peduli itu marketing, waiters, sekretaris, baby sitter untuk orang tua. Eliana sudah tak memikirkannya lagi. Dia harus bekerja, apa pun itu. Tak mungkin dia membiarkan Toni bekerja keras untuk mereka.

Beberapa hari ini, Toni berangkat pagi - pagi sekali saat dirinya masih tidur dan pulang larut malam di waktu Eliana sudah naik ke tempat tidur. Eliana benar - benar khawatir dengan kondisi tubuhnya.

TIN! TIN!

'Siapa sih, tak sopan sekali!' Maki Eliana dalam hati. Dia tak menggubris bunyi klakson mobil di belakangnya, dan melanjutkan langkahnya. Tangannya menenteng kantong sampah dan berniat meletakkan di tong besar di belakang gedung.

TIN!

"Hey! Berisik sekali." ucap Eliana sambil berbalik dan melotot.

"Hey, sayang. Kenapa marah - marah begitu?" Kepala Toni muncul dari balik jendela mobil.

Mata Eliana terbelalak lebar. Toni mengenakan kaca mata hitam duduk di dalam sebuah mobil yang berisik tadi. Tampan sekali!

Ow! Tapi bukan itu, ada yang lebih menarik perhatian Eliana.

Hal pertama yang menjadi perhatian Eliana adalah Toni duduk di belakang kemudi. Jadi dia bisa menyetir mobil? Dan kedua, mobil itu. Mobil siapa yang dibawa oleh Toni? Memang bukan mobil mewah, tapi tetap saja mobil. Orang seperti mereka tak akan bisa dengan mudah membeli mobil.

Dengan wajah sumringah, Toni keluar dari mobil sambil tersenyum lebar.

"Silahkan masuk, Nona." ucapnya penuh gaya.

Toni membukakan pintu dan mempersilahkan Eliana untuk masuk.

"Tunggu, Toni. Mobil siapa ini?"

"Diam - diam aku mempelajari saham bersama seorang pelanggan coffee shop. Dan ternyata dia memberiku pekerjaan sebagai konsultan saham. Kantornya ada di kota sebelah. Setiap hari aku harus stand by mulai pukul sembilan pagi dan selesai pukul empat sore."

Toni berhenti sejenak dan tersenyum sambil menepuk body mobilnya. "Mungkin karena kasihan melihatku naik bis, dia meminjamiku mobil ini."

"Ooh... jadi itu sebabnya kamu berangkat subuh dan pulang malam?"

Toni mengangguk dengan bangga. "Bagaimana kalau kita kencan satu jam saja?"

Heh! Astaga!

Eliana melirik kantong sampah yang masih ada di tangannya, kencan kata Toni? Dasar laki - laki tak peka. Mana ada pria mengajak wanita kencan dengan cara seperti ini.

Menyadari kemana arah lirikan Eliana, Toni kembali bertanya. " Yang dipegang itu apa sih?"

Eliana memutar bola matanya. "Ini, sampah."

"Ooh... "

Toni ber 'oh', tangannya langsung meraih sampah yang ada di tangan Eliana, kemudian berjalan ke tempat pembuangan sampah.

PLUK!

Dengan santai kantong itu dilempar ke dalam tong super besar yang ada disana.

"Beres kan? Yuk kita kencan." ucapnya sambil tersenyum puas. Tangannya merangkul bahu Eliana, membimbingnya masuk mobil dan langsung menutup pintu mobilnya.

What?! Eliana benar - benar speechless. Tak tahukah Toni? Wanita butuh paling sedikit satu jam untuk berdandan sebelum kencan.

'Kamu mengajakku kencan! Kencan kan? Bukan jalan - jalan ke pasar!'

Oh, ya ampun. Eliana hanya memakai kaos berlengan pendek, celana kulot tujuh per delapan dan sandal rumah.

BRRMMM... BRRMMM...BRRT... BRRT...

Mobil melaju dengan bunyi yang memekakkan telinga. "Mobilnya hebat sekali." sindir Eliana.

Perasaan kesal yang tadi muncul karena pergi tanpa persiapan, berubah menjadi was was. Khawatir kalau mobil Toni mogok sewaktu - waktu.

"Iya, aku tau sekarang kenapa mobil ini dipinjamkan ke aku. Berdoalah supaya kita bisa sampai di tujuan dengan selamat." sahut Toni sambil terkekeh.

"Nih! Aku beli ini untukmu." Toni mengambil sebuah kotak dari atas dashboard dan meletakkannya di pangkuan Eliana.

Sekotak donat merek terkenal di kota sebelah.

"Wah, ini kan mahal?"

"Aku hanya beli sedikit, karena uangnya habis buat beli bensin."

Eliana tersenyum. "Anyway, thank you. Tak apa, kita berbagi saja." ucapnya sambil membuka kotak.

"Mau aku suapi?" Eliana menawarkan.

"Eliana, bagaimana kalau kita terus berbagi? Kesedihanmu, kesedihanku. Kebahagiaanmu, kebahagiaanku. Bisakah kita berbagi segalanya?"

Bersambung ya....

Note:

Point of view \= sudut pandang.

Terpopuler

Comments

Ricis

Ricis

mobilnya bagus sekali, dan seketika aq ngakak membacanya 🤣

2022-11-03

1

Nanda Lelo

Nanda Lelo

bisa bgt kok Tony 🤭

2022-11-02

1

Mamahe 3E

Mamahe 3E

jangan2 tony udh ingat sm siapa dirinya tp msh pura2 lupa kl didepan eliana

2022-10-29

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!