Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu

"Gawat, Eliana!... hhh...." Seorang gadis menyongsong Eliana di lobby rumah sakit.

"Gawat!... " ucapnya lagi disela - sela napasnya yang terputus - putus setelah berlari kencang dari UGD menuju lobby karena hendak memberi kabar pada Eliana.

"Ada apa?" tanya Eliana pada gadis yang dikenalnya sebagai pelayan di coffee shop. Tadi di kamar Tuan Peterson, seorang perawat datang dan memberitahunya kalau ada gadis berseragam pelayan cafe datang dan ingin bertemu dengannya.

"Kakakmu..."

Gadis itu langsung menarik tangan Eliana dan menyeretnya berjalan menyusuri lorong rumah sakit. "Kakakmu pingsan."

'Kakakku? Toni?'

"Ada apa dengan Toni?"

"Aku tak tahu, kami semua tak tahu. Dia berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya."

Eliana dan gadis pelayan itu terus berbicara sambil berjalan.

"Dimana Toni sekarang?"

"Awalnya Pak Boss menyuruhnya istirahat di ruang istirahat coffee shopp. Tapi Toni malah pingsan, jadi beliau membawanya kemari. Lagipula, kamu bekerja disini."

"Disini?" Eliana terbelalak.

"Pak Boss bilang kalau kamu harus segera menyusulnya di ruang rawat. Dia yang menjamin Toni disini. Dia sedang dipindahkan ke ruang rawat saat aku mencarimu barusan. Setelah melihat Toni, aku akan kembali ke coffee shop. Kuserahkan dia padamu."

"Ya, ya." sahut Eliana.

***

Dejavu!

Sebut saja begitu. Eliana merasa seperti mengulang lagi saat dimana Toni terbaring di kamar nomer nol. Perbedaannya hanyalah pada ruangan yang dipakai oleh Toni.

Eliana tertegun. Wajah Toni begitu pucat, seperti orang sudah meninggal. Perlahan Eliana mendekati tubuh yang sedang terbaring diatas tempat tidur.

"Are you okay, Toni?" bisik Eliana di telinga Toni.

"Nampaknya Toni sedang beristirahat. Aku pergi dulu, Eliana. Pak Boss pasti mencariku." pamit gadis pelayan tadi.

Eliana mengangguk, kemudian dia menggeser kursi dan duduk di dekat tempat Toni berbaring.

Beberapa waktu kemudian,

Mata Toni terbuka lebar, namun tatapannya kosong saat melihat ke arah Eliana. Tiba - tiba saja hati Eliana mendadak perih saat mengingat apa yang dialami Toni barusan bisa saja pertanda ingatannya akan kembali.

"Aku dimana?" bisik Toni. Lalu pria itu menyebutkan nama - nama kota yang sepertinya pernah dia kunjungi.

Mendengar pertanyaan itu, rasa takut menyeruak dari dasar hati Eliana yang paling dalam. Ketakutan akan kemungkinan Toni akan kembali ingat masa lalunya dan pergi darinya.

Hey, dirinya adalah seorang perawat. Bukankah dari awal dia sudah tahu kalau orang yang lupa ingatan suatu hari akan mengingat kembali masa lalunya? Eliana mengingatkan dirinya untuk back to reality.

Lagipula, mungkin saja ini jalan Tuhan untuk berpisah dengan Toni. Dokter Nathan membatalkan skorsing-nya atas permintaan Tuan Peterson. Orang kaya itu tak mau dirawat dengan orang lain selain Eliana. Dua hari adalah waktu yang diberikan oleh Dokter Nathan untuk menyelesaikan segala urusannya dengan Toni. Atau tak ada lagi kesempatan berikutnya untuk terus bekerja disini, meski Tuan Peterson yang memintanya sekalipun.

"Ini Lake Wood, Toni. Apa kamu mengingat sesuatu?" Eliana berusaha berbicara setenang dan selembut mungkin.

"Kenapa aku di Lake Wood?" Tanya Toni lagi.

Astaga! Sungguh pertanyaan Toni membuat Eliana semakin takut. Sepengetahuannya ada beberapa kasus yang membuat pasien amnesia lupa pada masa sekarang saat ingatan masa lalunya kembali.

Dengan berat hati, Eliana memberitahu Toni.

"Emmm... kamu sakit, Toni. Setelah sembuh, kamu bisa kembali ke tempat asalmu."

Good job, Eliana. Inilah yang terbaik. Toni nampaknya mengingat masa lalunya dan pergi tanpa harus merasa diusir. Eliana tak sampai hati mengucapkan kata perpisahan pada Toni.

SRET!

Toni tiba - tiba saja duduk, wajahnya seperti orang yang terbangun dari mimpi.

"Eliana."

Panggilan Toni dan cara Toni menatap seakan membuat jantung Eliana kembali berdenyut dan mendapatkan kembali nyawanya. Fakta bahwa Toni masih mengingatnya melebihi segala kecemasannya akan pekerjaan dan nasib mereka setelah ini.

Toni menariknya ke dalam pelukan. Napas Eliana tercekat kaget, dia mengerjapkan matanya saat lengan kokoh Toni memeluknya semakin erat. Tiba - tiba saja tubuh Toni sudah melingkupinya.

Eliana memejamkan matanya, membiarkan dirinya menikmati aroma maskulin yang terpancar dari tubuh Toni, menghirupnya dalam - dalam dan menyimpannya baik - baik di dalam ingatannya.

'Beri waktu sedikit lagi untukku menyiapkan hati hingga saatnya mengucapkan selamat tinggal. Meski aku tahu, kapan pun aku tak akan pernah siap.' ~ Eliana ~

Merasakan kegelisahan Toni yang memeluknya, Eliana membalas pelukan Toni dan mengusap punggungnya dengan telapak tangan. Toni mencium pucuk kepalanya dengan sayang.

Oh, My....

Tak ada kakak beradik yang berpelukan semesra ini, tak ada saudara atau pun teman yang merasakan emosi yang dirasakannya saat ini.

"Apa kamu baik - baik saja Toni?" tanya Eliana akhirnya merasa Toni dan dirinya lebih tenang.

"Aku seperti mengingat sesuatu, Eliana." Toni mengurai pelukannya dan mengusap wajahnya kasar.

"Apa yang kamu ingat?" Eliana menepuk tempat tidur yang tadi dipakai oleh Toni sambil menyodorkan segelas teh hangat.

Toni meminumnya dan meletakkan gelas di meja samping tempat tidur.

"Ada orang mengejarku, aku terjatuh dan.... " Toni memejamkan matanya, dia berusaha mengingat kelebatan - kelebatan yang muncul di dalam 'mimpinya' tadi. Wajahnya kembali berkerut seperti kesakitan.

Eliana mengusap lengan Toni. "Kamu bisa memulainya pelan - pelan. Pasien sepertimu tak boleh merasa tertekan. Relax dan kumpulkan lagi ingatanmu perlahan."

"Tapi aku benar - benar takut, Eliana."

"Apa yang kamu khawatirkan?"

"Yeah, You."

"Me?" Eliana mengerutkan keningnya dengan tatapan penuh tanya.

Toni menganggukkan kepalanya, tangannya meraih jari Eliana dan menggenggamnya erat.

"Aku tak melihatmu di dalam mimpiku. Tak ada dirimu disana." Toni berhenti sejenak. "Aku takut kalau aku melupakanmu saat ingatanku kembali." suara Toni bergetar.

Mata Eliana berkedip beberapa kali, menahan supaya tak ada air yang meluncur dari matanya. Tidak bisa, tak boleh ada perasaan diantara mereka. Dia tak pernah tahu apakah pria ini sudah menikah atau belum. Mempunyai kekasih atau tidak.

"Masih bisakah aku tinggal bersamamu kalau ingatanku kembali, Eliana?"

Oh, Toni! Dia tak tahu kalau semakin banyak dia berbicara, semakin tak baik untuk perasaan Eliana. Wanita itu bisa merasakan semakin hari, hatinya semakin terikat pada laki - laki tampan dihadapannya.

Eliana tersenyum pilu. Bukan dia tak mau, tapi dia tak mau menyulitkan Toni kemudian hari dengan perasaan mereka. Cepat atau lambat, Toni akan mengingat kembali masa lalunya. Eliana tak berani berharap banyak pada hubungan mereka.

"Bukankah kau bilang kamu menyayangiku Eliana?" cecar Toni lagi.

Eliana menggigit bibirnya, menahan jawaban 'Yes, I do.' keluar dari mulutnya.

Toni tak mau menyerah, dia melanjutkan kata - katanya.

"Kalau aku melupakanmu, tolong ingatkan aku. I promise you, Eliana. Just find me. Dan aku pasti jatuh cinta lagi padamu."

Jatuh

Cinta

Lagi

Padamu

Empat kata itu melayang masuk ke dalam telinga Eliana, merasuk ke dalam dadanya dan mendarat di hati Eliana.

"Apa kau bilang?"

"I think I love you, Eliana."

Eliana membeku.

Bersambung ya....

Terpopuler

Comments

Nanda Lelo

Nanda Lelo

tuan Peterpan eeh Peterson baik juga y walaupun mulutnya pedes kyk BonCabe y

2022-11-02

1

kenzie

kenzie

hmm kasian eliana kalau harus di skors

2022-10-26

1

Mamahe 3E

Mamahe 3E

yaelah nembak cinta kok ga ada romantis2 nya ya..
kalah niih sm tristan🤭🤭

2022-10-26

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!