Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?

Tuan Peterson memandang punggung Eliana dengan heran, seheran - herannya. Entah apa yang ada di pikiran wanita yang beberapa hari ini sigap melayaninya. Meski dirinya sering memaki Eliana, tak bisa dipungkiri perawat ini telah berhasil menaklukkan hatinya. Meski sering mengomel, hati kecilnya bisa merasakan ketulusan Eliana saat merawatnya.

"Suster Eliana." panggilnya lagi untuk kesekian kalinya.

Yang dipanggil diam saja. Wanita itu sedang berdiri di balcony kamar Tuan Peterson yang menghadap taman St Paul. Matanya menerawang jauh, tersirat kesedihan di dalamnya. Beberapa kali, Tuan Peterson melihatnya menghembuskan napas seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat.

"Suster.... " panggilnya lagi beberapa menit kemudian setelah panggilan pertama tak mendapat respons. Melihat Eliana yang nampak bersedih, Tuan Peterson menahan diri untuk marah.

Eliana membalikkan tubuhnya.

Fiuuuh... Tuan Peterson merasa lega, akhirnya ada tanda - tanda kehidupan dari perawat yang ada di depannya.

Eh?

Bukannya datang menghampiri, Eliana malah melipat tangannya di dada dan menyandarkan bahu pada dinding balcony. Hanya merubah posisi.

Hhhh....

"Suster Eliana!" kali ini nada suara Tuan Peterson sudah mulai naik dan volumenya mulai membesar.

Eliana menggelengkan kepalanya.

"Aku akan merawatnya dengan sungguh - sungguh hingga dia pulih." katanya pelan. Tapi masih bisa didengar oleh Tuan Peterson.

"Siapa yang mau dirawat oleh tukang melamun sepertimu. Bisa - bisa aku mati karena darah tinggi." sahut Tuan Peterson kesal. Dia masih jengkel karena Eliana lebih banyak melamun sejak masuk ke ruangannya.

"Lagipula, kamu tak punya siapa - siapa." ucap Eliana. Matanya terlihat redup karena mengingat Toni.

"Kurang ajar. Apa maksudmu? Kamu pikir keluargaku tak menginginkan aku, hah?" sergah Tuan Peterson tanpa menyadari kalau Eliana tidak sedang bicara padanya.

Eliana menganggukkan kepalanya, sambil membulatkan tekat untuk terus merawat Toni.

HAH?! Sungguh keterlaluan perawat satu ini.

"Dasar bodoh! Apa kamu mau dipecat?" geram Tuan Peterson, kesabarannya habis.

Dia kesal pada Eliana, tapi yang dikatakan oleh wanita itu benar. Uangnya boleh banyak, tapi tak ada anggota keluarganya yang menyempatkan diri menemaninya. Mereka hanya menengok sesekali, itu pun kalau mereka sempat.

Sedangkan Eliana? Ya. Karena terlalu memikirkan Toni, dia jadi lupa kalau sedang berada di kamar pasien.

"SUSTER ELIANA!!!" geram Tuan Peterson, suaranya menggelegar.

"IIIYAAA!"

Eliana terjengit, dia kaget mendengar suara Tuan Peterson. Lebih kaget lagi mendengar suaranya sendiri. Apa yang dilakukannya tadi? Dia berteriak pada pasien? Astaga! Habis sudah riwayatnya, Eliana merutuki dirinya yang melamun.

"Maaf, Tuan. Apa ada yang anda butuhkan Tuan?" tanya Eliana cepat - cepat, khawatir kalau pasien di hadapannya semakin emosi.

Tuan Peterson mendengus. "Lama - lama aku kena stroke karena terus - terusan marah padamu."

"Maaf, Tuan." Eliana membungkukkan tubuhnya dalam - dalam.

"Aku mau makan." ucap Tuan Peterson tanpa mau melihat kearah Eliana.

"Siap, Tuan."

Eliana berlari ke ruang perawat, lalu dengan cepat kembali.

"TARAA.... "

Eliana tersenyum ceria. Dia sudah kembali ke mode perawat cantik dan berbahagia seperti biasanya.

Tuan Peterson terbelalak lebar, dihadapannya tersedia trolley penuh berisi berbagai macam kebutuhan. Beberapa macam minuman sudah tersedia disana, teh dengan beberapa macam variasi, su--su, air putih, roti gandum dan biskuit low fat, cake less sugar, dan beberapa macam makanan sehat lainnya. Belum lagi sekeranjang besar berisi banyak varian buah - buahan segar.

Detik berikutnya, Tuan Peterson tertegun.

Wanita di hadapannya tersenyum - senyum bahagia, puas terhadap dirinya sendiri. Kini pasien di hadapannya tak akan menyuruhnya mondar mandir lagi.

"Huh! Aku sedang tak mau apa pun." ucap pria tua itu sambil melengos. Harga dirinya tak mau mengakui kalau Eliana menang kali ini.

"Yah.... "

***

Di Coffee Shop,

PRANG!

Sebuah cangkir jatuh dan pecah, siku Toni tak sengaja menyenggolnya. Tangannya mer--emas grinder yang sedang digunakannya. Wajahnya berkerut - kerut.

Ada apa dengan dirinya?

Perut mual dan kepalanya juga pusing. Oh, ya ampun! Semua terasa berputar. Putaran itu semakin lama semakin kencang, seperti menyedotnya masuk ke dalam sebuah pusaran.

Argh... kepalanya sakit.

Napasnya sesak, sesak sekali. Dia kesulitan bernapas, seperti ada yang mencekiknya. Toni memegang kepalanya erat - erat, sekarang tak hanya pusing tapi juga sakit. Seperti ada sebuah benda besar menghantam kepalanya.

"WOAHHH!!!" teriaknya menahan sakit.

"Hey, Toni... "

"Kenapa dia?"

"Toni, Toni."

Pekikan - pekikan panik memenuhi ruangan itu, seluruh rekan kerja mengerumuni Toni yang meringkuk kesakitan di dekat meja barista. Keringat meluncur deras di pelipisnya, tubuh Toni gemetar menahan sakit.

"HEY! Jangan diam saja, bawa ke ruang istirahat." perintah owner coffee shop yang baru saja datang dan menyaksikan kegaduhan itu.

Toni memejamkan matanya, siapa tahu dengan begitu rasa sakitnya akan sedikit berkurang.

JREK JREK JREK... TUUT!

Bayangan sebuah kereta melintas di kepalanya, suaranya bising di telinga. Ada seorang pemuda duduk di lantai kereta, wajahnya nampak suram dan putus asa.

"Hey... tangkap dia!"

"Larinya kearah sana!"

Siapa mereka itu? Ada orang - orang yang mengejarnya. Napas Toni tersengal, dia berusaha sekuat tenaga untuk lari. Tak bisa, langkahnya berat dan lambat. Paru - parunya juga seperti hampir kehabisan udara.

"Tolong." teriak Toni sekuat tenaga. Yang keluar dari mulutnya hanyalah suara yang menyerupai sebuah bisikan.

Sekali lagi Toni mencoba berteriak. "Tolong."

Dan, gagal! Tak ada sedikit pun suara keluar dari mulutnya. Toni memutuskan terus berlari, entah apa yang mengejarnya. Yang pasti dia harus pergi.

UGH! Dia terperosok dari tempat yang tinggi, sebentar lagi dia pasti jatuh dan tubuhnya hancur berkeping - keping.

Oh, tidak. Dia salah. Kakinya tak juga menjejak dasar jurang dan tubuhnya terus melayang. Perasaan takut mendera, terasa begitu menyiksa.

SLAP!

Toni tersentak, matanya terbuka lebar dan nyalang menatap langit - langit diatasnya. Napasnya memburu, keringat dingin meluncur didahinya.

'Dimana dirinya sekarang?'

'Apa yang dilakukannya?'

'Bersama siapa?''

"Apa yang kamu rasakan, Toni?"

Sebuah suara lembut terdengar dari samping tempatnya berbaring. Suara yang begitu familiar dan juga dirindukannya.

Toni menoleh.

Seorang wanita cantik, memandangnya dengan penuh kasih sayang. Senyumnya begitu tulus, membuatnya merasa dicintai.

'Wanita ini... ?'

Toni menatap kosong wanita dihadapannya, terlihat jelas wajahnya sedang mengingat - ingat sesuatu.

Ouch! Kepalanya kembali berdenyut.

Toni memegang kepalanya sambil meringis kesakitan.

"Istirahatlah dulu, Toni. Aku akan menemanimu disini." wanita itu mengusap lengan Toni. Hangatnya menyelusup masuk ke dalam hati laki - laki itu.

"Aku dimana?" bisik Toni. Sakit kepalanya sudah mereda, tapi dia belum berani membuka matanya. "Apa ini Greenland? Rock town?" Toni menyebutkan nama - nama kota yang terlintas di ingatannya.

"Ini Lake Wood, Toni. Apa kamu ingat sesuatu?"

"Kenapa aku di Lake Wood?"

"Emmm... kamu sakit, Toni. Setelah sembuh, kamu bisa kembali ke tempat asalmu."

"Sakit?"

OH! Toni ingat sekarang.

SRET! Serta merta dia duduk, dan langsung menoleh pada wanita yang ada disebelah tempat tidurnya.

"Eliana!" serunya.

Tatapan Toni hangat dan penuh rindu. Sesaat tadi, dia seperti pindah ke dimensi lain. Dan, sendiri! Sungguh mengerikan.

Wanita dihadapannya mengangguk penuh haru.

"Toni---"

Kalimat Eliana terputus saat kedua tangan Toni menariknya ke dalam pelukan. Napas Eliana tercekat kaget, dia mengerjapkan matanya saat lengan kokoh Toni memeluknya semakin erat. Tiba - tiba saja tubuh Toni sudah melingkupinya.

Bersambung ya....

Terpopuler

Comments

Nanda Lelo

Nanda Lelo

aiiishhhh,,,, cepatlah pulih Tony,, bungkam semua mut sampah yg menjelekkan Eliana tu

2022-11-02

1

EYN

EYN

Dear All,
Sorry, kena review lama. Nggak lolos2 dari semalam. 😅

2022-10-26

0

Mamahe 3E

Mamahe 3E

sebenernya tony tuh siapa???
aq jd makin pinisirin...

2022-10-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2 Bab 2 -- Namamu Toni
3 Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4 Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5 Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6 Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7 Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8 Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9 Bab 9 -- Toni Si Barista
10 Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11 Bab 11 -- Gosip
12 Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13 Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14 Bab 14 -- This Is The Day
15 Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16 Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17 Bab 17 -- Come What May
18 Bab 18 -- Toni Berbohong
19 Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20 Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21 Bab 21 -- Dimana Toni?
22 Bab 22 -- I Saw Toni
23 Bab 23 -- Flashback From That Day
24 Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25 Bab 25 -- Back To The Past
26 Bab 26 -- Gut Feeling
27 Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28 Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29 Bab 29 -- Gelisah
30 Bab 30 -- Missunderstanding
31 Bab 31 -- Blank
32 Bab 32 -- Tiffany Wilson
33 Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34 Bab 34 -- Garden Tour
35 Bab 35 -- Astaga Alex!
36 Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37 Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38 Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39 Bab 39 -- A Poor Story
40 Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41 Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42 Bab 42 -- A Terrible Morning
43 Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44 Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45 Bab 45 -- Barbeque Time
46 Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47 Bab 47 -- Tiffany's Anger
48 Bab 48 -An Unexpected Moment
49 Bab 49 -- Can't Stop!
50 Bab 50 -- Konseling
51 Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52 Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53 Bab 53 -- Be Mine!
54 Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55 Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56 Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57 Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58 Bab 57 -- The Dinner
59 Bab 58 -- Chandelier Club
60 Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61 Bab 60 -- Find Eliana!
62 Bab 61 -- Bad Things Happened
63 Bab 62 -- Fail To Protect Her
64 Bab 63
65 Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66 Bab 65 -- Something Fishy
67 Bab 66 -- Guilty Feeling
68 Bab 67 -- Negosiasi
69 Bab 68 -- A Nightmare
70 Bab 69 -- Pain
71 Bab 70 -- Let Me Help You
72 Bab 71 -- Wanna Hug You
73 Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74 Bab 73 -- I Love You
75 Bab 74
76 Bab 75 -- Elianaku
77 Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78 Bab 77
79 Bab 78 -- Vacation
80 Bab 79 -- Australia
81 Bab 80 -- First Sight
82 Bab 81
83 Bab 82 -- Who Is Coming?
84 Bab 83 -- Stay At Home
85 Bab 84 -- First Fight
86 Bab 85 -- Insecure
87 Bab 86 -- Case Closed
88 Bab 87 -- Enjoy The Moment
89 Bab 88 -- The Reason
90 Bab 89
91 Bab 90 -- New Experience
92 Bab 91 -- The Same Question
93 Bab 92 -- A Good Night Kiss
94 Bab 93 -- Saying I Love You
95 Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96 Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Pengumuman Karya Baru
101 Pengumuman Karya Baru
102 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Bab 1 -- Pasien Kamar Nomer Nol
2
Bab 2 -- Namamu Toni
3
Bab 3 -- Tinggallah Bersamaku
4
Bab 4 -- Dia Saudaraku!
5
Bab 5 -- Siapa Toni Sebenarnya?
6
Bab 6 -- Seperti Apa Masa Lalumu?
7
Bab 7 -- Toni Is So Sweet
8
Bab 8 -- Tak Bisa Menganggapnya Orang Lain
9
Bab 9 -- Toni Si Barista
10
Bab 10 -- Apa Kamu Cemburu?
11
Bab 11 -- Gosip
12
Bab 12 -- Apa Kamu Ingat Sesuatu?
13
Bab 13 -- Jatuh Cinta Lagi Padamu
14
Bab 14 -- This Is The Day
15
Bab 15 -- Apa Kamu Dipecat?
16
Bab 16 -- Berbagi Itu Baik
17
Bab 17 -- Come What May
18
Bab 18 -- Toni Berbohong
19
Bab 19 -- Tetap Percaya Pada Toni
20
Bab 20 -- Toni Dan Gerombolan Itu
21
Bab 21 -- Dimana Toni?
22
Bab 22 -- I Saw Toni
23
Bab 23 -- Flashback From That Day
24
Bab 24 -- Flashback From That Day 2
25
Bab 25 -- Back To The Past
26
Bab 26 -- Gut Feeling
27
Bab 27 -- Menunda Kejujuran
28
Bab 28 -- Pretend Everything Is Fine
29
Bab 29 -- Gelisah
30
Bab 30 -- Missunderstanding
31
Bab 31 -- Blank
32
Bab 32 -- Tiffany Wilson
33
Bab 33 -- Kembali Ke Eliana
34
Bab 34 -- Garden Tour
35
Bab 35 -- Astaga Alex!
36
Bab 36 -- The Other Side Of Toni
37
Bab 37 -- Eliana Is Mine!
38
Bab 38 -- It Drives Them Crazy
39
Bab 39 -- A Poor Story
40
Bab 40 -- Nyaman Dan Tenang Bersama Eliana
41
Bab 41 -- Grandpa Is Number One
42
Bab 42 -- A Terrible Morning
43
Bab 43 -- Benar - Benar Tak Ada Kesempatan?
44
Bab 44 -- Aku Tak Mau Mengingatnya Lagi
45
Bab 45 -- Barbeque Time
46
Bab 46 -- Call Me Mr. Anthony
47
Bab 47 -- Tiffany's Anger
48
Bab 48 -An Unexpected Moment
49
Bab 49 -- Can't Stop!
50
Bab 50 -- Konseling
51
Bab 51 -- Mid-Nite Proposal
52
Bab 52 -- Sebuah Kenyataan
53
Bab 53 -- Be Mine!
54
Bab 54 -- Pisahkan Toni Dan Eliana
55
Bab 55 -- Unforgetable Seven Minute
56
Bab 56 -- A Twilight Kiss And Dance
57
Catatan Penulis (Kumpulan istilah asing)
58
Bab 57 -- The Dinner
59
Bab 58 -- Chandelier Club
60
Bab 59 -- Lake Wood Harbour
61
Bab 60 -- Find Eliana!
62
Bab 61 -- Bad Things Happened
63
Bab 62 -- Fail To Protect Her
64
Bab 63
65
Bab 64 -- Menyembunyikan Kenyataan
66
Bab 65 -- Something Fishy
67
Bab 66 -- Guilty Feeling
68
Bab 67 -- Negosiasi
69
Bab 68 -- A Nightmare
70
Bab 69 -- Pain
71
Bab 70 -- Let Me Help You
72
Bab 71 -- Wanna Hug You
73
Bab 72 -- Deserve To Be Loved
74
Bab 73 -- I Love You
75
Bab 74
76
Bab 75 -- Elianaku
77
Bab 76 -- Last Thing Before Vacation.
78
Bab 77
79
Bab 78 -- Vacation
80
Bab 79 -- Australia
81
Bab 80 -- First Sight
82
Bab 81
83
Bab 82 -- Who Is Coming?
84
Bab 83 -- Stay At Home
85
Bab 84 -- First Fight
86
Bab 85 -- Insecure
87
Bab 86 -- Case Closed
88
Bab 87 -- Enjoy The Moment
89
Bab 88 -- The Reason
90
Bab 89
91
Bab 90 -- New Experience
92
Bab 91 -- The Same Question
93
Bab 92 -- A Good Night Kiss
94
Bab 93 -- Saying I Love You
95
Bab 94 -- The Heart Of The Ocean
96
Bab 95 -- Berebut Dengan Burung Camar
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Pengumuman Karya Baru
101
Pengumuman Karya Baru
102
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!