Saat ini Carissa tengah duduk di taman belakang sekolah, matanya menangkap awan yang bergerak bebas di langit.
"Hah, kenapa gue harus bertransmigrasi ke tubuh orang ini!" ucapnya frustasi sebelum akhirnya mengacak rambutnya.
"Tuhan, kembaliin aja gue ke tubuh asli huhu ... Gue gakk mau berada di tubuh Carissa, gue mau pulang huaaa!" rengeknya sembari berpura-pura menangis.
"Oh ayolah, Tuhan. Gue janji nggak akan ngehina novel buatan orang lain lagi dan bakalan bersikap baik. Juga beliin Amira dengan banyak es krim!" ocehnya tanpa sadar Keenan tengah berdiri dibalik tembok sembari mendengarkan segala bacotannya.
"Seenggaknya kasih tau tujuannya ke gue kenapa gue harus ada di tubuh gadis bodoh dan tolol ini!" umpatnya dengan memukul ke arah batang pohon hingga menyisahkan bekas di sana.
Keenan terkejut melihat bagaimana Carissa yang dia tahu adalah gadis lemah lembut berubah menjadi kuat. Ah, dia lupa kalau tubuh gadis itu sekarang ditempati oleh orang lain yang dia tahu bernama Nala.
"Aagh, Carissa. Kalau aja di ending novel lo nggak mati bunuh diri akibat diselingkuhi, mungkin gue gak akan mengumpati novel itu dan berada di sini!" geramnya lagi, oke sudah berapa kali dia mengamuk.
"Sial, kalau gue gak dikasih tau tujuannya maka biarin gue yang menentukannya sendiri."
Carissa berdiri di atas kursi panjang, menatap ke arah langit dan menunjuk.
"Gue bakalan buat ending yang bagus buat Carissa dengan dia menikahi pria yang bakalan bucin banget ke dia, menyingkirkan siapapun yang akan melukainya dan setelah itu ..."
Ia mengumpulkan tenaganya sebelum akhirnya berteriak heboh.
"Kami-sama, biarkan gue kembali!"
*kami-sama \= Tuhan (dalam bahasa jepang)
Keenan mengusap wajahnya, bingung dengan tingkah laku gadis itu. Dia terlihat benar-benar konyol sekarang.
.
.
.
Carissa saat ini sedang menikmati cemilan di tangannya, ah dia lupa tentang rumor yang semakin merajalela itu. Kedua temannya sendiri meminta dia untuk segera meluruskan semuanya sebelum terlambat.
"Ck, rumor yang mendokusai."
*mendokusai\=Merepotkan
"Kenapa pula gue jadi pake bahasa Jepang. Sebaiknya kita selesaikan saja rumor palsu itu!"
Carissa mengambil ponsel dan mengirim pesan pada seseorang juga dengan foto keluarganya. Setengah jam kemudian, ponselnya berbunyi tak henti-henti. Dia sudah menduga bahwa dirinya menjadi topik hangat dan Fay tersangka utama menurut Carissa, pasti menahan mati-matian rasa malunya karena sudah mempermalukan dirinya waktu di kantin.
"Yah, kenapa juga Carissa dulu gak kasih tau ke publik kalau dia anak bungsu dari keluarga Brawijaya, dengan begitu masalah bakalan terselesaikan."
Dia kembali menikmati cemilannya, sebelum sebuah suara mobil mengacaukan kosentrasi dalam menikmati keripik kentang. Carissa yang saat itu sedang menggunakan celana pendek dengan tanktop, langsung tertegun melihat siapa yang datang.
Itu adalah Keenan dan mungkin kedua orang tuanya. Saat netra mereka saling bertemu, dia buru-buru berlari menuju kamarnya membuat pria itu mengernyitkan dahinya bingung.
"Haduh, mana gue pake baju seksi. Bodoh lo Nala, tolong hilangin kebiasaan buruk lop menggunakan pakaian minim saat di rumah!"
Sebuah ketukan di pintu kamar mengejutkan dirinya, Carissa yang saat itu berada di belakang pintu pun membukanya dengan perlahan. Terlihat sang maid berada di sana.
"Nona, keluarga Mahesa menunggu anda di bawah. Sepertinya ada hal penting yang ingin mereka bicarakan."
Mendengar itu, Carissa hanya mengernyit. Dia lantas mengambil rok dan menyambar sweeter hijau army lalu berjalan turun bersama sang maid.
Keenan yang melihat kehadiran Carissa pun hanya bisa menatapnya datar. Entah bagaimana reaksi gadis itu kalau tahu maksud kedatangan keluarganya.
"Carissa, duduk di sebelah papa!" Carissa hanya mengangguk dan bergegas duduk di sebelah papanya.
"Jadi dia anak yang kau bicarakan, cantik!"
Carissa yang tidak tahu menahu hanya menatap mereka dengan perasaan aneh dan bingung.
"Ahaha, maksudnya bagaimana?" tanyanya sembari mendelik ke arah Keenan.
Dia yakin pasti Keenan telah bercerita yang tidak-tidak kedua orang tuanya.
"Jadi begini nak Carissa ... Kedatangan kami ke sini ingin melamar nak Carissa untuk menjadi menantu keluarga Mahesa!"
"Ahahah melamar, ya?"
Sedetik kemudian ekspresi wajahnya berubah menjadi keterkejutan hingga berteriak heboh.
"Carissa, tolong jaga sikapmu!" tegur sang papa.
"Habisnya ... Bagaimana bisa kalian melamarku yang masih berusia enam belas tahun juga aku ini tidak mau menikah muda. Masih ada banyak hal yang ingin aku lakukan contohnya adalah pergi berkeliling dunia!" ucapnya membuat papanya menggeleng heran, sementara Keenan memalingkan wajahnya. Sungguh, Carissa ini orang yang sulit di tebak.
"Hanya bertunangan Carissa, mengikat agar kalian lebih mudah menikah saat lulus nantinya!" jelas sang papa membuat Carissa semakin kesal.
"Huh, hanya? Papa pikir aku akan menerimanya dengan senang hati?"
Carissa berdiri dan menatap mereka satu persatu.
"Aku tidak mau hidupku dikekang oleh satu orang dan masa depanku masih panjang. Aku menolak lamaran ini, maafkan aku tante dan om. Hanya saja, aku masih ingin menikmati masa muda yang orang lain bilang adalah masa percobaan."
"Anak-anak harus mencari jati diri mereka terlebih dahulu, memuaskan diri mereka dengan hal-hal yang tidak akan mereka sesali dikemudian hari. Menikah muda hanya akan menambah angka perceraian. Tidak masalah jika aku harus menikah di umur tiga puluh tahun, asalkan aku bisa merasa puas dengan hal yang sudah aku lakukan!" ucapnya mutlak. Dia adalah gadis yang tetap pada pendiriannya, jika di paksa nantinya maka akan nekat untuk melarikan diri.
Dulu, saat dia duduk dibangku kelas satu SMA. Nala pernah nekat melarikan diri dari rumah karena mendengar bahwa dirinya akan dipertemukan oleh pria yang kelak menjadi suaminya.
Lahir dikeluarga yang kaya tak menjamin seseorang itu bahagia. Biasanya mereka akan dituntut pada perjodohan karena kerja sama, Nala benci hal itu.
"Jika kalian masih memaksaku untuk menerima lamaran ini, maka jangan salahkan aku jika besok kalian tidak menemukanku di manapun!" ancamnya yang kemudian pergi dari sana.
Papanya mendesah pasrah, entah dari mana sifat keras kepalanya itu berasal. Padahal sebelumnya Carissa adalah anak yang penurut, tidak pernah sekalipun mendengar kalimat yang menolak permintaan papanya.
Sesungguhnya dia cukup lega dengan sifat Carissa yang ini, berani mengambil tindakan tanpa bantuan orang lain.
Keenan tersenyum penuh arti, sepertinya memang tidak mudah menaklukan gadis itu.
"Ucapan Carissa ada benarnya. Kami masih terlalu muda untuk menikah, aku juga masih harus melakukan pendekatan terlebih dahulu."
Akhirnya keluarga Mahesa pamit pulang dan menyisahkan pria paruh baya yang menatap ke arah pintu.
"Laras, aku rasa putri kita telah tumbuh dewasa. Dia jadi lebih banyak berbicara dan memberikan pendapat. Aku senang dengan pribadinya yang seperti itu, membuat suasana rumah sama seperti saat kau masih hidup!"
Terjawab sudah mengapa selama ini sosok ibu Carissa tak pernah terlihat, karena telah meninggal.
Di sisi lain, Carissa tengah duduk termenung menatap pintu balkon yang terbuka hingga semilir angin malam menerpa wajahnya.
"Inimah sudah keluar dari jalur novel yang ada. Lagipula kenapa tiba-tiba orang tua Keenan melamarku? Tidak mungkin ini permintaan dari laki-laki gila itu. Agh, bagaimana pun aku tidak mau menikah muda. Masih banyak pria tampan diluaran sana yang belum aku lihat!"
Carissa adalah anak yang bebas dalam artian dia tidak suka dirinya dikekang dengan alasan sudah memiliki suami jadi harus menurut. Itu sungguh merepotkan dirinya, mengingat dia juga bisa melakukan apapun sendirian.
Dia sudah diajarkan kemandirian sejak umur lima tahun, jadilah Carissa tak ingin merepotkan orang lain.
Ingat dulu saat kerja kelompok di rumah dan air galon habis, Nala memesan galon. Begitu tiba teman laki-lakinya hendak mengangkatnya, tetapi dia meminta pria itu untuk duduk saja. Jadilah dirinya yang mengangkat galon tersebut seperti tidak ada beban.
Mendekatinya juga tidak semudah yang mereka bayangkan. Dia tidak terlalu tertarik pada laki-laki yang menurutnya bukan tipenya.
Keesokan harinya, Carissa tiba di sekolah saat keadaan sudah ramai. Banyak siswa dikoridor yang menyapanya dan tidak menbicarakannya lagi. Carissa hanya diam tanpa mau membalasnya, anggaplah dia masih kesal karena terfitnah.
Saat akan memasuki kelas, dia terkejut melihat ada seorang pria tak dikenal tiba-tiba duduk di tempatnya. Di sana ada Dina dan Lala, mereka hendak menyuruhnya pindah, tetapi Carissa lebih dulu menendang kaki meja.
"Hei!"
Pria itu tak terkejut dan berbalik menatap Carissa datar.
"Minggir, itu tempat gue!" kesalnya dengan melotot ke arahnya.
"Nggak ada nama lo di sini!" balasnya membuat gadis di depannya benar-benar jengah.
"Minggir atau lo gue lempar keluar lewat jendela?" ancamnya yang tentu saja tidak akan dipedulikan.
"Minggiiiir!" teriaknya tepat ditelinga pria itu, hingga mau tak mau dia harus menyingkir.
"Ck, telinga gue bisa tuli!" omelnya, tetapi Carissa hanya tersenyum bangga.
Kedua temannya lantas mendekati Carissa dan memberitahukan padanya, siapa sebenarnya pria itu.
"Hei, Carissa. Lo nggak kenal pria itu?" tanya Lala was-was.
"Buat apa gue tau?" ketusnya dengan menatap ke luar jendela.
"Dia itu anak donatur di sekolah kita, selama ini dia belajar di rumah karena suatu alasan dan namanya Leon."
Carissa tak peduli, dia hanya mengangguk bosan.
"Ah, reaksi lo kurang seru!" ungkap Dina dengan menepuk pelan bahu Carissa.
"Terus, lo mau gue terkejut terus pingsan? Atau berteriak heboh?"
"Udahlah, lupain aja. Ngomong-ngomong, rumor tentang lo berselingkuh dengan Keenan udah nggak ada lagi sejak pihak sekolah mengumumkan kalau lo anak bungsu dari keluarga Brawijaya."
"Tentu saja, biarin si nenek lampir itu malu, karena udah mempermalukan diriku yang syantik ini. Untung aja gue nggak ngasih tau masalah ini ke kak Abian, bisa-bisa dia ngamuk!"
Di sisi lain, bagian jendela paling terakhir, terlihat Cakra tengah menatap Carissa dengan tatapan yang sulit di artikan, di bagian tangga juga ada Keenan. Sungguh, posisi sekarang seperti penguntit yang dikuntit, eh?
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
suamy🐼
kasian yatim
2023-05-12
0