02| Deal!

Di kelas, terlihat kedua temannya memandangi Carissa dengan wajah keheranan. Sebenarnya bukan hanya mereka, melainkan teman-teman kelasnya juga.

Carissa yang merasa terus diperhatikan pun membuka suara.

   "Jangan liatin gue kaya gitu, emangnya ada yang aneh sama muka gue?" tanyanya sembari menatap mereka secara bergantian.

Salah satu dari keduanya pun menggeleng.

   "Kita cuma heran, gimana bisa lo seberani itu sama kak Fay!"

Carissa lantas mengendikan bahunya acuh. Tak penting bagi mereka untuk tahu bahwa yang berada di dalam tubuh Carissa sekarang adalah seorang Nala, gadis dengan sifat yang sulit ditebak.

Karena tak ingin menimbulkan kecurigaan, akhirnya dia memilih jalur berbohong dan meminta maaf di dalam hati.

    "Gue itu lelah berpura-pura menjadi pendiam."

   "Jadi selama ini lo cuma berakting?" tebak gadis dengan rambut yang di kuncir dua.

   "Begitulah. Jadi sekarang kalian nggak boleh terkejut kalau gue ngelakuin hal-hal yang gak terduga kedepannya. Coba untuk bersikap biasa saja."

Keduanya hanya mengangguk paham, tak ingin bertanya lebih lanjut, mereka pun mengalihkan pembicaraan. Bel istirahat kedua terdengar, Carissa memilih untuk pergi ke rooftop saja daripada ke kantin lagi.

Di sinilah dia sekarang, menikmati semilir angin sembari menutup kedua matanya.

   "Ah, seru juga berada di tubuh Carissa. Ngelihat gimana mereka terkejut sama tingkah laku gue adalah kesenangan tersendiri buat gue. Yah, pokoknya nggak boleh ada yang tau tentang gue, Nala Greyson berada di tubuh seorang Carissa Brawijaya."

   "Tau apa?"

Carissa yang mendengar itu langsung terkejut dan menoleh ke samping. Terlihat seorang pria seumuran dengannya bangun dari tidur dan langsung menatap datar ke arahnya.

   "Mati gue, apa dia denger yang gue omongin tadi? Kebiasaan, kenapa mulut gue selalu aja ceroboh."

   "Ahaha, bukan apa-apa."

Dia menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal, semata-mata hanya ingin menghilangan kecanggungan diantara mereka.

   "Lo punya dua tubuh kayak di komik Look**m?" tebaknya membuat Carissa langsung mengubah ekspresi wajahnya.

   "Maksudnya? Gak mungkin manusia punya dua tubuh?"

   "Terus apa yang lo omongin tadi? Nala Greyson? Siapa dia?"

Terlalu banyak pertanyaan membuat Carissa sendiri ingin pergi dari sana.

   "Ssstt, ini rahasia. Tolong jangan bilang apapun yang lo denger tadi. Anggap saja gue cuma membual!" mohonnya berharap pria di depannya itu mengerti.

   "Kalau gue gak mau, gimana?" tolaknya sembari beranjak dari sana.

   "Aaah, tunggu ... Gue bakalan melakukan apapun yang lo suruh selama seminggu, tetapi lo harus berjanji buat tutup mulut!"

   "Sebulan."

   "Deal!"

Sore ini Carissa nampak tengah bersantai di taman belakang, ibu jarinya terus menggeser layar ke atas sembari sesekali dia tertawa terbahak-bahak.

Abian sejak tadi hanya memperhatikan adiknya lewat balkon kamar yang berada di belakang. Seharian ini adiknya selalu bertingkah ceria, tidak ada lagi Carissa yang pendiam. Yah, hal itu juga membuat kekhawatiran pada dirinya berangsur menghilang.

Raut wajah Carissa yang tadinya bahagia berubah menjadi kesal. Bagaimana tidak? Dia mendapatkan pesan dari seseorang dan memintanya untuk bertemu di taman dekat toserba.

Carissa langsung menyambar jaket abu-abunya dan berlari. Dia tahu toserba yang dimaksud oleh orang itu. Setibanya di sana, Carissa langsung merampas minuman pria itu dan meneguknya sampai habis.

   "Ah, lelahnya!"

Pria itu mengernyitkan dahinya, menatap kesal pada botol yang telah kosong.

   "Lima menit aja, biarin gue beristirahat!"

Posisi Carissa sekarang bersandar di bahunya, dengan cekatan ia langsung berdiri membuat gadis tersebut terjatuh.

    "Keenan, biarin gue bersandar sebentar!" rengeknya sembari menarik kaos pria bernama Keenan itu.

    "Gue nyuruh lo ke sini bukan buat bersandar ke gue, sekarang cepet beliin gue roti isi selai pisang!" titahnya membuat Carissa bangkit sembari mendengus.

   "Oh, jangan lupa sama minumannya."

   "Berisik!"

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Carissa kembali dengan membawa dua kresek sedang roti serta minuman. Dia langsung saja menyerahkannya pada Keenan.

   "Kenapa beli banyak sekali?" tanyanya sembari mengambil roti dan minuman tersebut.

   "Nggak tau, kalau lo gak habis ya kasih aja ke anak-anak itu!" ucap Carissa dengan menunjuk ke arah beberapa anak-anak yang bermain bersama.

   "Ide yang bagus."

Keenan langsung menarik tangan Carissa dan membawanya ke anak-anak itu, sementara yang di tarik hanya pasrah.

    "Halo!" sapa Keenan membuat anak-anak itu langsung menoleh seketika.

   "Kalian kemarilah sebentar!"

Mereka memandang satu sama lain dan langsung berjalan ke arah Keenan dan Carissa.

   "Kalian mau roti? Tenang saja, kak Carissa baru aja beli dan kebanyakan."

Ada sekitar enam anak kecil, mereka mengangguk bersemangat.

   "Ambil satu-satu, ya?"

Keenan pun menyerahkan kresek minuman pada Carissa dan mengisyaratkan pada gadis itu untuk membagikannya.

Malam itu Carissa tertidur dengan sangat nyenyak tanpa tahu bahwa dirinya telah menjadi bahan gosipan yang hangat, bahkan banyak sekali pesan dan telepon tak terjawab dari dua temannya.

Keesokan harinya, Carissa terbangun dengan pemandangan Abian telah berdiri tepat di depan kasurnya.

   "Hoam ... Selamat pagi kak!"

Carissa seperti orang yang tak peduli dan beranjak dari sana menuju kamar mandi, sebelum mencapai gagang pintu Abian lebih dulu menariknya.

   "Carissa!" teriaknya hingga membuat gadis itu tersadar seratus persen.

   "Ada apa? Kebakaran, kah?"

Abian mengusap wajahnya kasar, tak paham dengan sifat sang adik.

   "Apa yang sudah kamu lakukan sampai menjadi pembicaraan anak-anak?"

Carissa yang memang tidak tahu apa-apa, pun menatap heran ke arah Abian.

   "Gue ngelakuin apa?" tanyanya membalik.

   "Cobalah serius sedikit, kamu menjadi topik hangat nomor satu di sekolah kita. Entah gimana jadinya kalau papa tahu."

Carissa bergegas mengambil ponselnya dan melihat banyak sekali pesan masuk serta panggilan tak terjawab. Dia membuka grup kelas dan melihat sebuah foto di mana dirinya digosipkan telah berselingkuh dengan Keenan, salah satu siswa yang kepintarannya membuat semua orang angkat tangan.

    "Apa!"

Saat ini di sekolah, Carissa nampak seperti orang yang jika diganggu, maka wajahnya akan dicakar habis-habisan.

Dina dan Lala selaku temannya pun perlahan mendekat dan mulai bertanya sebenarnya ada apa ini? Mengapa sampai-sampai dia dituduh sebagai orang yang berselingkuh.

   "Carissa, sebenarnya ada masalah apa yang sampai-sampai lo dituduh berselingkuh?" tanya Lala dengan wajah cemasnya.

    "Aagh, mereka semua salah paham."

Carissa lantas berdiri di atas kursi dan menaikan satu kaki di atas meja.

   "Gue bakalan cari pelaku yang udah nyebarin rumor palsu. Lihat aja, gue bakalan buat dia bertekuk lutut meminta maaf ke gue, hahahaha!"

Carissa tertawa sampai tak tahu kalau Cakra selaku ketua osis memperhatikannya dari ambang pintu. Dia tak habis pikir dengan tingkah laku gadis itu yang dulunya sangat pendiam.

Cakra lantas mengetuk pintu kelas membuat Carissa yang terkejut pun terjatuh, untunglah dia berhasil menyeimbangkan diri dan mendarat dengan sempurna. Semua yang berada di kelas pun dibuat tercengang.

    "Hebat! Sejak kapan lo bisa ngelakukan atraksi seperti itu?" ucap Dina penuh rada takjub.

   "Hehe, inilah salah satu keahlian seorang Na- maksud gue Carissa."

Cakra pun mengambil alih perhatian dan berdiri tepat di depan papan tulis.

   "Maaf, mengganggu waktunya. Di sini saya sebagai ketua osis ingin mengumumkan terkait ulang tahun sekolah yang ke tiga belas. Sekolah akan mengadakan lomba drama antar kelas juga lomba bermain basket putra dan putri. Dipastikan untuk setiap kelas berpartisipasi karena pastinya akan ada hadiah. Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa melihat di mading sekolah. Saya permisi!"

Setelah Cakra keluar, semangat Carissa semakin menjadi. Dia berniat untuk mengikuti lomba basket karena di sekolahnya dulu Carissa pernah memenangkan lomba basket bersama teman-teman kelasnya.

   "Yosh, ketua kelas ... " Carissa berlari dan berdiri tepat di depan papan tulis.

   "Masukin gue ke dalam tim basket putri, dengan begitu kelas kita bakalan mencetak sejarah."

Semuanya hanya tersenyum kikuk melihat tingkah aktif Carissa yang tak biasa. Sepertinya mereka akan mulai beradaptasi dengan dirinya yang baru.

Nama-nama yang akan masuk dalan daftar peserta telah diserahkan pada anggota osis. Carissa sendiri akan berperan penting dalam drama nantinya.

    "Pertama kalinya Carissa mau ikut lomba, biasanya dia cuma berdiam diri saja!" ucap salah satu anggota osis ketika mengetahui adanya nama Carissa.

   "Tingkah lakunya juga sangat berbeda dari biasanya. Yah, mungkin sudah saatnya buat dia menunjukan sifat aslinya!" ucap Cakra yang langsung melongos pergi entah ke mana.

Saat ini Carissa tengah berada di kantin, menatap mangkuk yang tersisa kuah baksonya saja. Pikirannya menerawang jauh siapa pelaku yang menyebarkan rumor tentangnya berselingkuh.

Tolong ya, pada akhirnya yang berselingkuh nanti adalah Cakra bukan dirinya. Ah, Carissa lupa kalau dia sekarang berada dalam tubuh seorang gadis yang menjadi tokoh utama sebuah novel.

   "Sebelum memikirkan rumor itu, kenapa gue sampai masuk ke tubuh Carissa?"

   "Nggak mungkin karena gue ngebanting novel itu, kan? Sangat nggak masuk di akal!" dia membatin sembari raut wajah yang sedikit kebingungan sekaligus kesal.

Dina dan Lala menatap khawatir pada Carissa, mereka berpikir bahwa gadis itu tengah stress sekarang memikirkan rumor itu.

   "Carissa, kayaknya lo harus meluruskan kesalahpahaman ini. Bilang aja ke publik kalau lo sama kak Abian itu saudara kandung!" ucap Lala khawatir.

   "Nggak bisa!" bentaknya membuat seisi kantin terkejut.

Seketika Carissa tersadar dan meminta maaf. Dia kembali duduk dan meneguk habis kuah bakso itu.

   "Ck, lagian rumor murahan kayak gitu nggak akan ngebuat nama baik gue memburuk. Faktanya adalah gue  dan Keenan hanya teman baik, haha!"

Tiba-tiba seseorang memukul kasar kepala Carissa, membuat gadis itu menggeram kesal.

   "Siapa yang mukul kepala gue?" bentaknya sembari menoleh ke arah belakang dan menemukan Abian yang menatapnya tajam.

   "Ehehe, kak Abian ... Kabur!"

   "Carissaaaa!"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

anca

anca

mulutmu itu carisa aka nala banyak cerobohnya

2023-01-25

1

anca

anca

ini gmn ceritanya si nala jadi carisa secara tiba tiba saat bangun tidur

2023-01-25

2

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Abian mulai depresot sama tingkah baru adiknya😂😂😂

2022-11-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!