Bab 16. Mulai curiga

Sepulang sekolah Bintang pergi menemui ibunya di rumah sakit, dia terpaksa harus naik taksi karena tadi Antariksa harus pulang lebih awal karena dia ada urusan keluarga, dan saat ke sekolah Bintang tidak membawa mobilnya sendiri karena dia di jemput Antariksa.

Saat ini dia sudah sampai di rumah sakit tempat ibunya bertugas, dan juga sekaligus milik keluarganya yang nantinya pasti akan menjadi milik Bintang juga, saat dia berjalan di koridor dia beberapa kali berpapasan dengan perawat dan dokter dan pastinya dia akan menyapa mereka dan karena dia putri dari pemilik rumah sakit maka sebagian besar dokter dan perawat yang bekerja dirumah sakit itu mengenalinya.

Kini dia sudah tiba di depan pintu ruangan ibunya, saat dia hendak membuka pintu tiba-tiba seseorang membuka pintu dari bagian dalam, keduanya sama-sama terkejut saat tak sengaja mereka bertemu.

"Kak Antariksa?? Kok ada disini? Siapa yang sakit?" Bintang terlihat celingukan mencari siapa yang sedang bersama kekasih itu.

"Oh ... itu, tadi ..." Antariksa kebingungan mencari alasan yang tepat untuk Bintang.

"Antariksa datang mengambil hasil cek-up tante Dinda sayang," Sarah ibunya Bintang membantu memberikan alasan karena dia melihat Antariksa yang kelabakan mencari alasan.

"Kakak kok gak bilang kalau mau datang ke rumah sakit sih, kan Bintang bisa sekalian nebeng kesini, jadi gak perlu buang-buang duit buat bayar taksi, jadi duitnya bisa di pake buat beli bakso," Bintang mengomeli Antariksa wajahnya terlihat cemberut.

Antariksa tersenyum melihat Bintang, dia mengacak rambut Bintang saking gemesnya dengan tingkah gadis yang sudah berhasil mencairkan hatinya itu.

"Gue kan gak tau kalau Lo mau datang ke rumah sakit, Sayang." Saat ini Antariksa sedang memperbaiki rambut Bintang yang sempat dia acak tadi.

Mendapatkan panggilan sayang dari Antariksa membuat pipi Bintang merona, apalagi disitu sedang ada mamanya, dokter Sarah hanya tersenyum melihat kedua remaja yang sedang kasmaran itu

"Kalau begitu untuk menebus kesalahan yang udah gue buat, gimana kalau kita pergi makan bakso aja," Antariksa memberikan tawaran kepada Bintang dan hal itu disambut dengan senyum gembira diwajahnya Bintang.

"Ya udah, kalau itu sih Bintang gak bisa nolak." Bintang terlihat begitu bahagia sampai-sampai dia melupakan tujuannya untuk menemui ibunya.

"Mama, Bintang mau ijin pergi makan bakso sama kak Antariksa," Bintang meminta ijin kepada mamanya dan tak menunggu lama dokter Sarah langsung mengijinkan dia pergi bersama kekasih hatinya itu.

Keduanya pun langsung pergi meninggalkan ruangan dokter Sarah setelah mereka pamit kepada mamanya Bintang.

Saat ini mereka sudah berada dalam mobil Antariksa, mereka memutuskan akan makan bakso langganan Bintang yang letaknya berada di taman yang tak jauh dari rumahnya.

"Ka ..." Bintang memanggil pria yang ada disampingnya itu.

"Iya sayang," Antariksa menoleh sebentar dan kemudian kembali fokus dengan jalanan.

"Kakak beneran cuma ngambil hasil cek-up tante Dinda? Kakak lagi gak menyembunyikan sesuatu dari gue, Kan?" Bintang menatap ragu kepada Antariksa, pasalnya ini kedua kalinya dia bertemu dengan Antariksa di tempat praktek ibunya.

"Beneran sayang, emang apa yang harus gue sembunyikan dari Lo?." Antariksa mengambil tangan Bintang dan menggenggamnya erat.

"Lo gak perlu khawatir kayak gitu, gue baik-baik aja kok," Antariksa mencoba untuk meyakinkan Bintang dia menatap Bintang dan tersenyum kepada gadis itu.

Bintang pun akhirnya percaya dengan apa yang dikatakan Antariksa, dia merasa lega karena ternyata kekasihnya itu baik-baik saja.

Saat ini mobilnya Antariksa sudah sampai di tempat warung bakso favorit Bintang, keduanya turun dari mobil dan mereka berjalan sambil bergandengan tangan membuat keduanya menjadi sorotan dari orang-orang yang sedang menyantap bakso ditempat itu.

Mereka terlihat sedang berbisik-bisik mengomentari pasangan kekasih itu, bahkan ada beberapa yang bisa di dengar oleh keduanya seperti 'Keduanya begitu serasi, yang cowok tampan dan yang cewek cantik.'

Ada juga yang bilang kalau mereka ingin anaknya mendapatkan pacar yang tampan dan baik kayak Antariksa, tapi semua itu dihiraukan oleh keduanya, malah mereka berdua terlihat biasa-biasa saja.

Mereka berdua memilih untuk duduk di meja yang berdekatan dengan jendela, Bintang sengaja memilih tempat itu agar dia bisa melihat orang-orang yang lewat di taman.

Antariksa sudah memesan dua porsi bakso dan es teh, kini mereka sedang menunggu pesanan datang sambil berbincang-bincang tentang pelajaran disekolah tadi.

Tiba-tiba Antariksa merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari hidungnya, dia menyentuhnya dan ternyata itu darah, beruntung Bintang tak menyadarinya karena saat ini dia sedang melihat keluar jendela. Antariksa pun pamit untuk ke toilet sebelum Bintang bisa menyadari apa yang sedang terjadi saat ini

Saat ini di toilet Antariksa sedang membasuh wajahnya, dia tak ingin Bintang tau tentang penyakitnya dia hanya ingin membuat Bintang bahagia di sisa hidupnya ini, seandainya ada keajaiban dan dia bisa sembuh mungkin dia akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia, tapi mencari sumsum tulang belakang yang cocok tak semudah itu dan sekalipun itu ditemukan belum tentu orang itu akan mau untuk mendonorkan.

Setelah merasa kalau darah yang keluar sudah tak ada lagi, Antariksa pun memutuskan untuk kembali ketempat Bintang, karena dia tak ingin Bintang menunggu lama dan malah akan mengakibatkan Bintang menaruh curiga kepada dirinya.

"Maaf yah kalau gue terlalu lama di toilet, perut gue sakit banget,"

"Gue pikir kakak ketiduran di toilet makanya lama," Bintang tertawa mengejek kepada Antariksa.

Antariksa menjitak kepala Bintang membuat gadis itu meringis, "Yang bener aja gue tidur di toilet,"

Bintang kembali tertawa karena dia merasa sudah berhasil membuat Antariksa kesal, melihat Bintang yang tertawa seperti itu, kedua sudut bibir pria itu terangkat, dia merasa bahagia saat bisa melihat wanitanya itu tertawa bahagia.

Dia tak tau masalah apa yang menimpah Bintang sampai membuat gadis menjadi sosok yang dingin dan suka membuat masalah, tapi saat ini dia hanya ingin merubah Bintang menjadi gadis yang lembut dan selalu bahagia.

Pesanan mereka akhirnya datang, Bintang yang paling bersemangat saat melihat makanan favoritnya itu.

Setelah menghabiskan makanan mereka Antariksa pergi untuk membayar, dan setelah itu dia mengantarkan Bintang pulang kerumahnya.

Berhubung rumah Bintang tak jauh lagi dari warung bakso itu maka tak membutuhkan waktu lama untuk mengantarkan Bintang pulang, kini mobil Antariksa sudah memasuki halaman rumah Bintang, dari dalam mobil Bintang melihat ada sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya, dia baru pertama kalinya melihat mobil itu, itu bukan milik papa atau mamanya.

Kini Antariksa sudah memarkirkan mobilnya dan dia membukakan pintu untuk Bintang, dan Bintang pun tersenyum kepada pria itu.

"Kak, mampir sebentar yuk," Bintang mengajak Antariksa masuk tapi pria itu menolaknya, karena saat ini dia sudah merasa kurang enak badan, dan dia ingin segera beristirahat dirumahnya.

"Maaf yah sayang, aku harus ngerjain tugas jadi gak bisa mampir dulu." Antariksa mengusap kepala Bintang dengan lembut.

"Cie ... yang ngomongnya udah pake aku kamu," Bintang meledek Antariksa lagi.

"Soalnya rasanya risih kalau ngomong sama pacar pake Lo gue." Antariksa mencubit hidung Bintang, membuat Bintang tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari pacarnya itu.

"Udah masuk gih, besok aku jemput yah, see you again tomorrow my love." Antariksa pun segera masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Bintang.

Bintang pun kembali menatap mobil yang baru pertama kali ini dilihatnya, dengan rasa penasarannya dia masuk kedalam rumah, pintu tak terkunci jadi dia bisa langsung masuk, saat dia masuk dia begitu terkejut melihat siapa yang datang ke rumahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!