*Terlihat baik-baik saja tak berarti kalau semua juga baik, tapi terkadang apa yang terlihat dengan mata kepala, tak seperti dengan apa yang tak terlihat.
#Antariksa Rahardian
Kelas* 11 IPA1 yang tadinya ribut, kini sudah terlihat tenang tak ada suara sedikitpun, sejak kedatangan wali kelas dengan membawa seorang siswa perempuan yang cantik.
Bisik-bisik pun terdengar dari siswa kelas 11 IPA1, sampai pada akhirnya rasa penasaran mereka terjawab saat Bu Jessy memperkenalkan siswa baru itu.
"Anak-anak semua, kelas kita hari ini kedatangan seorang siswa baru, pindahan dari SMA Karya Bangsa," ucap Bu Jessy
"Silahkan kamu memperkenalkan dirimu, Nak." Bu Jessy melihat kearah Bintang.
"Nama saya Bintang Nazania Hazel, panggil aja Bintang," ucapnya memperkenalkan diri.
"Ya udah, kalau begitu kamu bisa duduk Bintang, semoga kamu betah disekolah ini." Setelah mengatakan itu, Bu Jessy pun pergi meninggalkan ruang kelas, sementara itu Bintang di ajak Moza untuk duduk bersamanya.
"Bintang sini, duduk disamping gue aja," Moza melambaikan tangannya memanggil Bintang.
Tak menolak Bintang pun langsung menuju ke kursi disamping Moza.
"Kenalin, nama ku Moza, semoga kita bisa jadi sahabat yah." Moza mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Bintang, dan di balas dengan senyum tulus dari seorang Bintang.
Bisa dibilang ini pertama kalinya gadis itu mau berteman dengan seorang wanita, karena selama ini Bintang begitu malas untuk berteman dengan wanita, yang menurutnya sangat membosankan karena hobi wanita yang selalu gibah.
Tapi menurut Bintang, Moza berbeda, gadis itu terlihat tulus, dan juga tidak terlihat seperti gadis-gadis lainnya.
"Senang berkenalan dengan kamu Moza," ucap Bintang sambil tersenyum kepada Moza.
Keduanya pun memutuskan untuk menjadi sahabat, dan Bintang pun terlihat nyaman bersahabat dengan Moza.
Bel istirahat berbunyi, Moza mengajak Bintang pergi ke kantin, dan hal itu tidak ditolak oleh Bintang.
"Ya ampun, kantinnya udah penuh aja." Moza terlihat mengerucutkan bibirnya karena melihat kantin yang sudah sangat ramai.
"Masuk aja dulu, kali aja didalam masih ada kursi kosongnya." Bintang menarik tangan Moza masuk kedalam kantin.
Saat mata Bintang sedang mencari kursi kosong, tak sengaja pandangannya terhenti pada seorang pria yang sedang duduk bersama dua orang temannya, pria itu tampak sedang membahas sesuatu bersama kedua temannya itu.
Bintang pun berjalan mendekati pria itu, pria yang sudah membuat Bintang kesal beberapa hari yang lalu, melihat Bintang yang sudah berjalan masuk ke kantin Moza pun mengikuti Bintang.
"Ternyata lo anak sekolahan ini," ucap Bintang dihadapan Antariksa, yang sukses menarik perhatian dari pria itu dan kedua sahabatnya.
"Lo ngomong sama gue?" Antariksa menunjuk dirinya dan bertanya pada Bintang.
"Iya lah, sama lo, masa sama setan," jawab Bintang acuh tak acuh.
Sementara itu Genta coba mengingat kapan dia pernah bertemu Bintang.
"Lo anak baru yah di sekolah ini?" Arsen pun bertanya kepada Bintang.
"Kalo iya kenapa?!" jawab Bintang dengan ketus.
"Biasa aja dong jawabnya, gue nanya baik-baik juga."
Bintang memutar bola matanya, dia merasa tidak penting meladeni Arsen, karena tujuannya ada untuk meminta Antariksa meminta maaf pada dirinya karena sudah membuatnya terjatuh waktu itu.
"Lo kesini ada urusan apa? Jangan bilang lo sama kayak cewek-cewek itu mau ngomong suka ke gue?" tanya Antariksa dengan pe-de nya.
Pertanyaan Antariksa itu membuat mulut Bintang menganga dan matanya membola.
"What? gak salah dengar gue? gue suka sama lo? ih, amit-amit." Bintang tak menyangka kalau rasa percaya diri Antariksa setinggi itu.
"Trus ... lo mau apa?" Antariksa kembali fokus dengan nasi goreng dihadapannya.
"Gue kesini mau lo minta maaf ke gue, karena lo udah nabrak gue dan membuat gue jatuh," Bintang menarik kursi kosong di hadapan Antariksa dan langsung mendudukkan tubuhnya ke kursi itu, dia melirik Moza yang masih terdiam dengan penuh kebingungan, dan meminta Moza untuk duduk di kursi lainnya disampingnya, dan Moza pun tak bisa menolak.
"Maksud Lo?" Antariksa terlihat bingung, dia mengangkat alis sebelahnya.
Ditengah kebingungan Antariksa dan kekesalan Bintang, Gentah malah berteriak senang karena dia berhasil memecahkan pemikirannya yang sempat bertanya-tanya dimana dia pernah melihat Bintang.
"Ah, gue ingat, lo yang waktu itu di SMA Karya Bangsa kan, yang jatuh saat bertabrakan dengan Antariksa." Gentar begitu antusias bertanya kepada Bintang.
Bintang yang mendengar hal itu, hanya memutar bola matanya malas.
"Oh ... jadi itu masalahnya, waktu itu salah lo, makanya kalau jalan yang kalem, perempuan juga tapi jalannya kayak lagi maraton," ucap Antariksa
"Enak aja, jelas-jelas lo jalannya gak pake mata, malah seenaknya nyalahin gue," Bintang semakin kesal.
"Bin, pergi yuk! kita sekarang lagi jadi pusat perhatian loh, gak enak banget." Moza menarik lengan Bintang mengajaknya pergi.
"Bentar, Za." Bintang melepaskan tangan Moza, dan kembali menatap Antariksa.
"Masalah kita belum selesai, gue tunggu permintaan maaf Lo." Bintang pun berdiri meninggalkan meja tempat Antariksa dan kedua sahabatnya duduk.
Antariksa hanya memandang kepergian Bintang, dia merasa aneh kenapa Bintang bisa marah-marah kepadanya, padahal saat itu Bintang yang salah.
"Gila ... ini untuk pertama kalinya, ada cewek datang-datang bukan buat mengagumi Antariksa, tapi buat mengomeli Antariksa, cewek yang unik," ucap Arsen yang mendapat anggukan dari Genta.
"Mana ceweknya cantik lagi, Veena aja kala cantik dari dia," Genta menambahkan dan kali ini Arsen yang mengangguk.
Di saat kedua sahabatnya sedang mengagumi Bintang, beda lagi dengan Antariksa yang terlihat cuek dan tak perduli sama sekali.
Sementara itu, sepanjang perjalanan kembali ke kelas, Bintang masih terlihat kesal, sedangkan Moza melihat Bintang dengan tatapan tak percaya.
"Gila Lo Bin, tadi itu Antariksa, kakak kelas yang selalu jadi idola para siswa perempuan di sekolah ini loh, dan lo malah ngomel-ngomel gitu di depan Antariksa." Moza menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan.
"Emangnya kenapa?" Bintang merasa heran dengan Moza.
"Lo, cewek pertama yang gak tertarik sama Antariksa, padahal gue aja gak pernah kepikiran bakal duduk semeja gitu sama Antariksa." Moza menatap Bintang dengan kagum.
"Menurut gue tuh cowok biasa aja, gak ada yang special dari dia," Bintang meneruskan langkahnya menuju kelas, sementara itu Moza terdiam mematung mendengar Bintang yang mengatakan kalau Antariksa biasa saja.
Menyadari kalau Bintang sudah tidak ada disampingnya, Moza langsung berlari menyusul Bintang.
Saat Bintang sudah masuk kedalam kelasnya, justru dikantin Antariksa sedang berusaha untuk menyembunyikan hidungnya yang saat ini sedang mengeluarkan darah, dia pamit pada kedua sahabatnya itu untuk pergi ke toilet sebentar, dan keduanya tak menyadari kalau hidung Antariksa berdarah.
"Tampaknya sepulang sekolah aku harus pergi memeriksakan diri ke rumah sakit, aku harus tau perkembangan penyakit yang ada di tubuhku," Antariksa berbicara pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Keyboard Harapan
endingnya pasti antariksa pergi😢
2022-11-03
0
Lo ayank gue titik!
gue enggak mau yah sad ending! gue enggak suka yg sad ending!
2022-09-30
0
Lo ayank gue titik!
eh, kelapa woi
2022-09-30
0