Bab 18 pura-pura Baik

setelah selesai menyuruh mbok siti irfan pun berlalu dari hadapan mbok siti. Sedangkan Metty masih sibuk dengan pakaiannya di dalam kamar, ia berusaha terus mencari bukti-bukti yang mungkin ada tersimpan di sekitar kamar ini.

Irfan yang merasa bosan di rumah apalagi melihat metty membuat ia semakin bosan. Ia berniat untuk keluar bersama tiara tanpa sepengetahuan Metty, ia pun menuju kamarnya untuk memberi tahu bahwa ia akan keluar, sebenarnya ia malas jika harus menemui metty namun untuk saat ini ia harus meminta izin dulu biar dia tidak curiga. batin irfan sembari menuju kamarnya.

"Dek mas mau keluar bentar kamu jangan kemana mana ya. " kata irfan agar istrinya tidak menaruh curiga.

" mau kemana mas? aku ikut dong, lagipula aku gak ada kerjaan disini. " ujar metty karena ia juga bosan tinggal di kamar terus.

" Kalau kamu ikut terus anak kita siapa yang jagain dek?, dia masih sangat membutuhkan mu" kata irfan yang enggan kalai mengajak istrinya keluar itu.

" Ya udah deh mas, kamu pulangnya jangan kemalaman ya. " jawab metty yang tahu bahwa suami pasti akan pergi bersama tiara.

"Kalau gitu mas berangkat dulu ya, oh iya kamu mas bawain apa nanti?. " tanya irfan sekali-kali dia menawarkan istrinya, karena selama menikah dia belum pernah memberikan apapun pada metty, meskipun ia tidak menyukai namun tidak ada salahnya kan kalau aku menawarkan nya sekarang. batin irfan.

" wa tumben sekali mas menawarkan ku biasanya mas kalau keluar gak pernah tuh nawarin aku kau dibawakan apa apa pulang nanti. " kata metty yang kaget kala mendengar ucapan suaminya itu, karena seumur-ukur irfan tidak pernah menawarkan nya apapun ketika keluar rumah.

"Ya makanya karena dulu mas gak pernah menawarkan makanya sekarang mas tanya kamu bau dibawakan apa?. " tanya irfan sekali lagi pada istrinya.

" Yasudah mas bawa apa saja yang sempat kamu beli. " kata metty karena ia sendiri tidak tahu mau meminta apa, karena ia sedang fokus ke tujuan utamanya datang ke rumah suaminya Kalau gitu mas pergi dulu ya, kamu kalau mau apa-apa bilang aja sama mbok siti nanti.

" iya mas, oh iya kamu mau pergi sama siapa mas, kok kelihatan rapi bener dan harum lagi? kaya mau ketemuan sama cewek aja. " celetuk metty yang melihat penampilan suaminya.

Ia sangat yakin pasti suaminya akan keluar bersama tiara itu. karena di rumah ada aku jadi mereka tidak bisa berduaan. " Nggak kok mas perginya sendiri dek, mas berangkat dulu ya, jangan lupa jagain meityza. " kata irfan sembari berlalu dari hadapan metty karena males berlama-lama dengan istrinya.

Metty yang melihat suaminya keluar kamar berniat untuk membuntuti nya, ia ingin memastikan kalau dugaannya benar bahwa ia kan keluar bersama tiara. Ia berjalan agak jauh dari suaminya dan sesekali bersembunyi di balik tiang-tiang penyanggah rumah ini. ia terus mengikuti langkah suaminya.

Dan benar saja sekarang irfan sedang menemui tiara dikamar yang baru metty lihat itu, ya kalau dilihat-lihat modelnya kaya kamar khusus untuk tamu. irfan menggandeng tangan tiara dengan begitu mesranya, metty yang melihat itu merasa hatinya terbakar karena melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain, tidak ingin Menyia-nyiakan kesempatan metty mengambil ponsel di saki daster yang ia kenakan, lalu memotret suaminya yang sedang memeluk tiara.

Meskipun bayinya terasa terbakar tapi ia harus kuat demi bisa terbebas dari hubungan tanpa cinta yang sedang ia jalanan ini.

" Ya Allah kuatkan lah hamba dari berbagai macam rintangan yang engkau berikan ya Allah. " kata metty dalam hati sembari meneteskan air mata karena tidak bisa menahan rasa sakit di dalam hatinya.

Metty pun bergegas menuju kamar karena merasa lelah membereskan barang-barang nya, ia terduduk di kasur seraya mengingat kembali kejadian tadi dimana suaminya bermesraan dengan perempuan lain. Tanpa sadar anaknya kini menangis karena sedari tadi ia belum menyusuinya karena sibuk berkutat dengan barang-barang nya.

Ia pun menghampiri anaknya yang berada dalam gendongan ibu mertuanya, ia lupa bahwa sedari tadi ia menitipkan anaknya ke ibu mertuanya.

" ini anak mu nangis mungkin karena belum disusui. " kata ibu mertua yang melihat kedatangan ku, aku pun segera mengambil alih meityza dari gendongan ibu mertua.

" Makasih ya bu udah jagain anak saya dari tadi. " kata ku pada ibu mertua, namu beliau kelihatan cuek-cuek saha bahkan tidak mau menatap ku.

" Iya sama-sama. sana kamu pergi susuin dulu dia biar gak nangis terus. " ujar ibu mertua.

Aku pun segera menuju kamar untuk menyusui anak ku, sesampainya di kamar aku pun, mulai menyusuinya, anak ku terlihat begitu kehausan ia menyedot susu ku dengan lahapnya tak lama ia pun terlelap, aku membelai wajahnya dengan lembut sembari membaringkannya di atas kasur.

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, mas irfan belum juga pulang, pasti ia sangat menikmati waktunya bersama dengan tiara, aku yanng merasa kelaparan karena sedari tadi pagi aku belum makan pun bergegas menuju dapur untuk makan. aku yang melihat menu yang sangat enak di meja makan itu pun langsung melahapnya.

selesai makan aku kembali lagi ke kamar dengan membawa segelas air putih siapa tahu nanti aku kehausan.

sesampainya di kamar ia membuka ponsel untuk membaca novel-novel yang ia suka. saat sedang asyik membaca novel irfan muncul di depan pintu kamar dengan menenteng berbagai macam barang-barang.

" Assalamu'alaikum dek, ini mas bawakan baju sama snack untuk kamu. " kata mas irfan.

"Wah terimakasih ya mas, letakan aja di atas meja mas, kok mas pulangnya lama? " tanya Metty yang capek menunggu suaminya sedari tadi.

" Tadi mas pergi ke rumah teman yang sedang ulang tahun, sepulang dari sana mas mampir di Mall untuk beliin kamu oleh-oleh. " jawab irfan asal,sembari berlalu untuk pergi mandi karena merasa gerah.

Metty yang melihat tingkah suaminya pun tak banyak berkomentar ia terus membaca novel di HP nya. Tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, metty sudah merasa sangat ngantuk, ia pun tak kuasa menahan kantuknya dan tertidur di samping anaknya.

melihat istrinya tertidur irfan mematikan lampu kamar dan ikut tidur di samping istrinya, karena ia merasa lelah menemani tiara jalan-jalan seharian.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!