setelah selesai menyuruh mbok siti irfan pun berlalu dari hadapan mbok siti. Sedangkan Metty masih sibuk dengan pakaiannya di dalam kamar, ia berusaha terus mencari bukti-bukti yang mungkin ada tersimpan di sekitar kamar ini.
Irfan yang merasa bosan di rumah apalagi melihat metty membuat ia semakin bosan. Ia berniat untuk keluar bersama tiara tanpa sepengetahuan Metty, ia pun menuju kamarnya untuk memberi tahu bahwa ia akan keluar, sebenarnya ia malas jika harus menemui metty namun untuk saat ini ia harus meminta izin dulu biar dia tidak curiga. batin irfan sembari menuju kamarnya.
"Dek mas mau keluar bentar kamu jangan kemana mana ya. " kata irfan agar istrinya tidak menaruh curiga.
" mau kemana mas? aku ikut dong, lagipula aku gak ada kerjaan disini. " ujar metty karena ia juga bosan tinggal di kamar terus.
" Kalau kamu ikut terus anak kita siapa yang jagain dek?, dia masih sangat membutuhkan mu" kata irfan yang enggan kalai mengajak istrinya keluar itu.
" Ya udah deh mas, kamu pulangnya jangan kemalaman ya. " jawab metty yang tahu bahwa suami pasti akan pergi bersama tiara.
"Kalau gitu mas berangkat dulu ya, oh iya kamu mas bawain apa nanti?. " tanya irfan sekali-kali dia menawarkan istrinya, karena selama menikah dia belum pernah memberikan apapun pada metty, meskipun ia tidak menyukai namun tidak ada salahnya kan kalau aku menawarkan nya sekarang. batin irfan.
" wa tumben sekali mas menawarkan ku biasanya mas kalau keluar gak pernah tuh nawarin aku kau dibawakan apa apa pulang nanti. " kata metty yang kaget kala mendengar ucapan suaminya itu, karena seumur-ukur irfan tidak pernah menawarkan nya apapun ketika keluar rumah.
"Ya makanya karena dulu mas gak pernah menawarkan makanya sekarang mas tanya kamu bau dibawakan apa?. " tanya irfan sekali lagi pada istrinya.
" Yasudah mas bawa apa saja yang sempat kamu beli. " kata metty karena ia sendiri tidak tahu mau meminta apa, karena ia sedang fokus ke tujuan utamanya datang ke rumah suaminya Kalau gitu mas pergi dulu ya, kamu kalau mau apa-apa bilang aja sama mbok siti nanti.
" iya mas, oh iya kamu mau pergi sama siapa mas, kok kelihatan rapi bener dan harum lagi? kaya mau ketemuan sama cewek aja. " celetuk metty yang melihat penampilan suaminya.
Ia sangat yakin pasti suaminya akan keluar bersama tiara itu. karena di rumah ada aku jadi mereka tidak bisa berduaan. " Nggak kok mas perginya sendiri dek, mas berangkat dulu ya, jangan lupa jagain meityza. " kata irfan sembari berlalu dari hadapan metty karena males berlama-lama dengan istrinya.
Metty yang melihat suaminya keluar kamar berniat untuk membuntuti nya, ia ingin memastikan kalau dugaannya benar bahwa ia kan keluar bersama tiara. Ia berjalan agak jauh dari suaminya dan sesekali bersembunyi di balik tiang-tiang penyanggah rumah ini. ia terus mengikuti langkah suaminya.
Dan benar saja sekarang irfan sedang menemui tiara dikamar yang baru metty lihat itu, ya kalau dilihat-lihat modelnya kaya kamar khusus untuk tamu. irfan menggandeng tangan tiara dengan begitu mesranya, metty yang melihat itu merasa hatinya terbakar karena melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain, tidak ingin Menyia-nyiakan kesempatan metty mengambil ponsel di saki daster yang ia kenakan, lalu memotret suaminya yang sedang memeluk tiara.
Meskipun bayinya terasa terbakar tapi ia harus kuat demi bisa terbebas dari hubungan tanpa cinta yang sedang ia jalanan ini.
" Ya Allah kuatkan lah hamba dari berbagai macam rintangan yang engkau berikan ya Allah. " kata metty dalam hati sembari meneteskan air mata karena tidak bisa menahan rasa sakit di dalam hatinya.
Metty pun bergegas menuju kamar karena merasa lelah membereskan barang-barang nya, ia terduduk di kasur seraya mengingat kembali kejadian tadi dimana suaminya bermesraan dengan perempuan lain. Tanpa sadar anaknya kini menangis karena sedari tadi ia belum menyusuinya karena sibuk berkutat dengan barang-barang nya.
Ia pun menghampiri anaknya yang berada dalam gendongan ibu mertuanya, ia lupa bahwa sedari tadi ia menitipkan anaknya ke ibu mertuanya.
" ini anak mu nangis mungkin karena belum disusui. " kata ibu mertua yang melihat kedatangan ku, aku pun segera mengambil alih meityza dari gendongan ibu mertua.
" Makasih ya bu udah jagain anak saya dari tadi. " kata ku pada ibu mertua, namu beliau kelihatan cuek-cuek saha bahkan tidak mau menatap ku.
" Iya sama-sama. sana kamu pergi susuin dulu dia biar gak nangis terus. " ujar ibu mertua.
Aku pun segera menuju kamar untuk menyusui anak ku, sesampainya di kamar aku pun, mulai menyusuinya, anak ku terlihat begitu kehausan ia menyedot susu ku dengan lahapnya tak lama ia pun terlelap, aku membelai wajahnya dengan lembut sembari membaringkannya di atas kasur.
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, mas irfan belum juga pulang, pasti ia sangat menikmati waktunya bersama dengan tiara, aku yanng merasa kelaparan karena sedari tadi pagi aku belum makan pun bergegas menuju dapur untuk makan. aku yang melihat menu yang sangat enak di meja makan itu pun langsung melahapnya.
selesai makan aku kembali lagi ke kamar dengan membawa segelas air putih siapa tahu nanti aku kehausan.
sesampainya di kamar ia membuka ponsel untuk membaca novel-novel yang ia suka. saat sedang asyik membaca novel irfan muncul di depan pintu kamar dengan menenteng berbagai macam barang-barang.
" Assalamu'alaikum dek, ini mas bawakan baju sama snack untuk kamu. " kata mas irfan.
"Wah terimakasih ya mas, letakan aja di atas meja mas, kok mas pulangnya lama? " tanya Metty yang capek menunggu suaminya sedari tadi.
" Tadi mas pergi ke rumah teman yang sedang ulang tahun, sepulang dari sana mas mampir di Mall untuk beliin kamu oleh-oleh. " jawab irfan asal,sembari berlalu untuk pergi mandi karena merasa gerah.
Metty yang melihat tingkah suaminya pun tak banyak berkomentar ia terus membaca novel di HP nya. Tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, metty sudah merasa sangat ngantuk, ia pun tak kuasa menahan kantuknya dan tertidur di samping anaknya.
melihat istrinya tertidur irfan mematikan lampu kamar dan ikut tidur di samping istrinya, karena ia merasa lelah menemani tiara jalan-jalan seharian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments