" oalah gitu toh mas, 2 juta ya mas sesuka dengan perjanjian kita. " jawab metty yang bahagia karena suaminya telah memberi dia uang untuk pertama kalinya.
" Iya sayang, mas udah taruh di laci kalau gak percaya kamu ambil saja sana dan kamu cek sendiri. " jawab irfan sambil membuang pandangan dari wajah istrinya.
Metty yang tidak mau dibohongi pun pergi mengambil uang ditempat irfan taruh, ia membawanya ke hadapan suaminya untuk dihitung.
" Ini mas, aku hitung dulu ya siapa tahu kurang atau lebih. " jawab metty sambil menghitung ubah tersebut, selesai menghitung memang benar uangnya ada 2 juta sesuai dengan janji yang telah disepakati.
" wah uangnya pas, makasih ya mas, kamu baik banget. " ujar metty sembari mengerutkan keningnya karena sekarang ia tahu suaminya orang seperti apa.
" iya sama- sama dek, oh iya semalam kamu pulang jam berapa? " tanya mas irfan sambil menatap ku dengan tajam nya kaya mau bunuh orang.
" jam 8 malam mas, tapi pas aku nyampai rumah kamu gak ada kata bapak kamu nginep di rumah teman. " jawab metty.
" iya mas ada kerjaan sama teman kemarin makanya mas nginap kalau pulang takutnya rumah sudah dikunci. "
" oh iya mas, tadi kan aku bilang mau ngomong sama kamu. "
mendengar metty berkata sepeti itu membuat ia takut jikalau metty mengetahui aku mengikutinya kemarin. aku harus bersikap biasa-biasa saja biar dia gak curiga. batin irfan dalam hati.
" kamu mau ngomong apa Dek. " tanya irfan ragu-ragu.
" gini mas, aku mau kita nginap di rumah irang tua mu. " kata metty tanpa basa basi.
" apa, kenapa kamu mau pergi ke sana. " bentar irfan yang terkejut mendengar omongan istrinya.
Metty yang melihat irfan begitu marah membuat ia makin penasaran dengan kedua orang tua suaminya itu.
" loh kok mas marah, apa aku salah jika aku ingin bertemu mertua ku?".
"Eh nggak ko sayang gapapa, mas cuma kaget tadi, nanti mas coba telpon ibu kalau kamu mau nginap di sana. " ujar irfan sembari merubah raut wajahnya agar tidak dicurigai oleh metty.
" Gak usah dikasih tau mas biar surprise, kita perginya gak usah bilang-bilang. " jawab metty karena mungkin kalau irfan memberitahu kedua orang tua nya terlebih dahulu, pasti ada yang mereka rencanakan. curiga Metty dalam hatinya.
" Eh tapi sayang, nanti siapa tahu mereka lagi gak ada di rumah. " elak irfan yang tidak mau membuat metty curiga padanya.
" Pasti ada kok di rumah nanti, kita perginya sore ya. siapa tahu mereka lagi sakit karena tidak pernah ada kabar."
" Tapi sayang gimana dengan ibu sama bapak disini kalau kita pergi ke sana, disini kan mereka cuma berdua, apa kamu gak kasihan ninggalin mereka?. " kata irfan yang mengharap istrinya itu bisa berubah pikiran dan membatalkan niatnya untuk menginap di rumah orang tua irfan.
" Aku sudah minta izin kok sama ibu juga bapak, mereka tidak keberatan malahan mereka seneng dengar aku mau nginap di rumah mu mas. " jawab metty yang tidak sabar untuk pergi ke rumah mertuanya.
" Besok ya kita perginya gak usah hari ini, mas banyak kerjaan hari ini. "
" Pokoknya aku mau hari ini mas, pasti orang tua mas irfan seneng kalau kita pergi ke sana, mereka kan tidak pernah datang menjenguk cucu pertama . " jawab metty yang tidak mau keputusan nya dibantah.
" ya udah nanti sore kita pergi nya sayang. " ujar irfan yang kebingungan dan tidak mau ribut dengan istrinya.
" kita pergi sekarang aja mas, kamu siap-siap gih sana, kita gak jadi pergi sore, aku juga mau dandanin meityza dulu. " ujar metty sembari berlalu dari hadapan suaminya menuju kamar untuk mendandani putrinya juga dirinya.
irfan diam mematung di luar dia bingung apa yang akan dikatakan oleh ibunya nanti kalau sampai metty datang, ibunya sangat membenci metty karena keluarga yang memiliki banyak harta itu, walaupun ibunya memaksa ia nikah sama metty tapi sedikitpun ia tidak mau kalau metty ku ajak tinggal di rumah.
" Tumben metty ngajak ke rumah apakah ini pengaruh dari Diana? apakah Diana tahu tentang alasan ku menikahi metty. seharusnya aku tidak membiarkan si Diana itu bertemu metty, dia membawa pengaruh buruk terhadap istriku ".
Batin irfan, karena selama ini metty tidak pernah meminta untuk nginap dirumahnya bahkan ia tidak pernah mempertanyakan tentang kedua orang tuanya yang tidak pernah datang sekedar untuk melihat cucu pertamanya, seperti kata metty tadi.
Dengan berat hati irfan melangkah kan kakinya berjalan menuju kamar untuk bersiap-siap karena percuma kalau ia membantah yang ada malah pertengkaran yang terjadi. irfan sangat mengetahui watak istrinya kali dia sudah memutuskan sesuatu ia akan memaksa agar apa yang ia inginkan tercapai.
Setelah semuanya sudah beres, mereka siap untuk berangkat, irfan dan metty menemui orang tua metty untuk pamit pulang selama yang metty mau nanti di sana. Irfan sangat takut jikalau di rumahnya ada sita, karena ia biasanya selalu menyuruh sita untuk tetap tinggal di rumah nya, jikalau metty melihat sita apa yang harus aku katakan nanti?. batin irfan, di lain sisi metty merasa sangat seneng irfan mau mengajaknya ke rumah mertuanya, ia akan mencari tahu bukti sebanyak-banyaknya tentang apa yang dikatakan Diana. Setelah pamit dengan orang tua metty mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah irfan.
Selama menempuh perjalan hampir 2 jam, mereka pun tiba di rumah irfan, Metty yang melihat pemandangan di rumah irfan yang terlihat begitu luas dan asri, metty melongo melihat pemandangan di depan matanya itu, Ia kira irfan berasal dari keluarga yang sederhana sama halnya sepeti dia, tapi dia salah ternyata irfan orang kaya dilihat dari luas rumahnya serta beberapa mobil berjejer di garansi metty ketahui bahwa suaminya kaya.
Namun ia tak habis pikir kenapa orang tua irfan menginginkan tanah milik bapaknya sehingga rela membiarkan irfan menikah dengan ku yang hanya seorang gadis desa ini. batin metty yang makin penasaran.
" Dek, kenapa bengong yuk kita masuk, mungkin ibu sama bapak ada didalam. " kata irfan menyadarkan metty dari lamunannya, irfan berharap semoga sita gak ada di rumah.
" Eh iya mas, aku baru tahu kalau kamu berasal dari keluarga kaya. "ujar metty spontan.
" Ngga kok dek, mas gak kaya cuma bapak aja yang sering kerja dan akhirnya bisa buat rumah sebesar ini. " jawab irfan asal karena Ia memang tidak pernah memberitahu kepada metty kalau dalia orang kaya.
"nanti ngomongnya di dalam lagi sekarang kita masuk dulu dek, "
" iya Mas. "
mereka pun masuk menuju pintu utama sesampainya didepan pintu irfan memencet bel yang ada di dekat pintu, bel itu khusus dibuat agar ketika ada orang bertamu mereka bisa memencet itu dan penghuni rumah pun tahu kalau ada orang. karena dulu kalau ad sorang bertamu jarang ada yang mendengar ucapan salam mereka, yang akhirnya mereka membuat bel tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments