Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2

" oalah gitu toh mas, 2 juta ya mas sesuka dengan perjanjian kita. " jawab metty yang bahagia karena suaminya telah memberi dia uang untuk pertama kalinya.

" Iya sayang, mas udah taruh di laci kalau gak percaya kamu ambil saja sana dan kamu cek sendiri. " jawab irfan sambil membuang pandangan dari wajah istrinya.

Metty yang tidak mau dibohongi pun pergi mengambil uang ditempat irfan taruh, ia membawanya ke hadapan suaminya untuk dihitung.

" Ini mas, aku hitung dulu ya siapa tahu kurang atau lebih. " jawab metty sambil menghitung ubah tersebut, selesai menghitung memang benar uangnya ada 2 juta sesuai dengan janji yang telah disepakati.

" wah uangnya pas, makasih ya mas, kamu baik banget. " ujar metty sembari mengerutkan keningnya karena sekarang ia tahu suaminya orang seperti apa.

" iya sama- sama dek, oh iya semalam kamu pulang jam berapa? " tanya mas irfan sambil menatap ku dengan tajam nya kaya mau bunuh orang.

" jam 8 malam mas, tapi pas aku nyampai rumah kamu gak ada kata bapak kamu nginep di rumah teman. " jawab metty.

" iya mas ada kerjaan sama teman kemarin makanya mas nginap kalau pulang takutnya rumah sudah dikunci. "

" oh iya mas, tadi kan aku bilang mau ngomong sama kamu. "

mendengar metty berkata sepeti itu membuat ia takut jikalau metty mengetahui aku mengikutinya kemarin. aku harus bersikap biasa-biasa saja biar dia gak curiga. batin irfan dalam hati.

" kamu mau ngomong apa Dek. " tanya irfan ragu-ragu.

" gini mas, aku mau kita nginap di rumah irang tua mu. " kata metty tanpa basa basi.

" apa, kenapa kamu mau pergi ke sana. " bentar irfan yang terkejut mendengar omongan istrinya.

Metty yang melihat irfan begitu marah membuat ia makin penasaran dengan kedua orang tua suaminya itu.

" loh kok mas marah, apa aku salah jika aku ingin bertemu mertua ku?".

"Eh nggak ko sayang gapapa, mas cuma kaget tadi, nanti mas coba telpon ibu kalau kamu mau nginap di sana. " ujar irfan sembari merubah raut wajahnya agar tidak dicurigai oleh metty.

" Gak usah dikasih tau mas biar surprise, kita perginya gak usah bilang-bilang. " jawab metty karena mungkin kalau irfan memberitahu kedua orang tua nya terlebih dahulu, pasti ada yang mereka rencanakan. curiga Metty dalam hatinya.

" Eh tapi sayang, nanti siapa tahu mereka lagi gak ada di rumah. " elak irfan yang tidak mau membuat metty curiga padanya.

" Pasti ada kok di rumah nanti, kita perginya sore ya. siapa tahu mereka lagi sakit karena tidak pernah ada kabar."

" Tapi sayang gimana dengan ibu sama bapak disini kalau kita pergi ke sana, disini kan mereka cuma berdua, apa kamu gak kasihan ninggalin mereka?. " kata irfan yang mengharap istrinya itu bisa berubah pikiran dan membatalkan niatnya untuk menginap di rumah orang tua irfan.

" Aku sudah minta izin kok sama ibu juga bapak, mereka tidak keberatan malahan mereka seneng dengar aku mau nginap di rumah mu mas. " jawab metty yang tidak sabar untuk pergi ke rumah mertuanya.

" Besok ya kita perginya gak usah hari ini, mas banyak kerjaan hari ini. "

" Pokoknya aku mau hari ini mas, pasti orang tua mas irfan seneng kalau kita pergi ke sana, mereka kan tidak pernah datang menjenguk cucu pertama . " jawab metty yang tidak mau keputusan nya dibantah.

" ya udah nanti sore kita pergi nya sayang. " ujar irfan yang kebingungan dan tidak mau ribut dengan istrinya.

" kita pergi sekarang aja mas, kamu siap-siap gih sana, kita gak jadi pergi sore, aku juga mau dandanin meityza dulu. " ujar metty sembari berlalu dari hadapan suaminya menuju kamar untuk mendandani putrinya juga dirinya.

irfan diam mematung di luar dia bingung apa yang akan dikatakan oleh ibunya nanti kalau sampai metty datang, ibunya sangat membenci metty karena keluarga yang memiliki banyak harta itu, walaupun ibunya memaksa ia nikah sama metty tapi sedikitpun ia tidak mau kalau metty ku ajak tinggal di rumah.

" Tumben metty ngajak ke rumah apakah ini pengaruh dari Diana? apakah Diana tahu tentang alasan ku menikahi metty. seharusnya aku tidak membiarkan si Diana itu bertemu metty, dia membawa pengaruh buruk terhadap istriku ".

Batin irfan, karena selama ini metty tidak pernah meminta untuk nginap dirumahnya bahkan ia tidak pernah mempertanyakan tentang kedua orang tuanya yang tidak pernah datang sekedar untuk melihat cucu pertamanya, seperti kata metty tadi.

Dengan berat hati irfan melangkah kan kakinya berjalan menuju kamar untuk bersiap-siap karena percuma kalau ia membantah yang ada malah pertengkaran yang terjadi. irfan sangat mengetahui watak istrinya kali dia sudah memutuskan sesuatu ia akan memaksa agar apa yang ia inginkan tercapai.

Setelah semuanya sudah beres, mereka siap untuk berangkat, irfan dan metty menemui orang tua metty untuk pamit pulang selama yang metty mau nanti di sana. Irfan sangat takut jikalau di rumahnya ada sita, karena ia biasanya selalu menyuruh sita untuk tetap tinggal di rumah nya, jikalau metty melihat sita apa yang harus aku katakan nanti?. batin irfan, di lain sisi metty merasa sangat seneng irfan mau mengajaknya ke rumah mertuanya, ia akan mencari tahu bukti sebanyak-banyaknya tentang apa yang dikatakan Diana. Setelah pamit dengan orang tua metty mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah irfan.

Selama menempuh perjalan hampir 2 jam, mereka pun tiba di rumah irfan, Metty yang melihat pemandangan di rumah irfan yang terlihat begitu luas dan asri, metty melongo melihat pemandangan di depan matanya itu, Ia kira irfan berasal dari keluarga yang sederhana sama halnya sepeti dia, tapi dia salah ternyata irfan orang kaya dilihat dari luas rumahnya serta beberapa mobil berjejer di garansi metty ketahui bahwa suaminya kaya.

Namun ia tak habis pikir kenapa orang tua irfan menginginkan tanah milik bapaknya sehingga rela membiarkan irfan menikah dengan ku yang hanya seorang gadis desa ini. batin metty yang makin penasaran.

" Dek, kenapa bengong yuk kita masuk, mungkin ibu sama bapak ada didalam. " kata irfan menyadarkan metty dari lamunannya, irfan berharap semoga sita gak ada di rumah.

" Eh iya mas, aku baru tahu kalau kamu berasal dari keluarga kaya. "ujar metty spontan.

" Ngga kok dek, mas gak kaya cuma bapak aja yang sering kerja dan akhirnya bisa buat rumah sebesar ini. " jawab irfan asal karena Ia memang tidak pernah memberitahu kepada metty kalau dalia orang kaya.

"nanti ngomongnya di dalam lagi sekarang kita masuk dulu dek, "

" iya Mas. "

mereka pun masuk menuju pintu utama sesampainya didepan pintu irfan memencet bel yang ada di dekat pintu, bel itu khusus dibuat agar ketika ada orang bertamu mereka bisa memencet itu dan penghuni rumah pun tahu kalau ada orang. karena dulu kalau ad sorang bertamu jarang ada yang mendengar ucapan salam mereka, yang akhirnya mereka membuat bel tersebut.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!