Aku melahirkan jam 12 siang dibantu oleh bidan desi beserta tetangga yang dipanggil oleh bu sita tadi. Saat itu ayah dan ibuku sedang di ladang, suamiku sendiri pergi kerja, dengan bantuan bu sita akhirnya ibu dan bapak pulang untuk melihat aku melahirkan. Ketika bayi ku lahir ibu menanyakan perihal suami ku yang tidak ada disisi ku, aku yang tadi pagi bertengkar dengan suami ku menjawab pertanyaan ibu ku.
" Tadi mas irfan katanya kerja di bengkel doni bu, Mungkin mas irfan nggak tau kalau aku mau lahiran bu. " Ujar ku pada ibu.
" Nak seharusnya suamimu menjaga kamu di rumah, dia sendiri kan tahu kalau kamu udah hamil tua dan sewaktu waktu bisa melahirkan. "
" Suami kamu itu memang gak becus, diajak kerja di ladang juga gak mau, alasannya aja itu kerja di bengkel, wong pulang juga gak bawa duit. " Ungkap bapak yang mendengar obralan aku sama ibu.
"Sudah pak, nggak usah bertengkar metty baru lahiran berikan saja anaknya biar disusuin. " Ujar ibu pada bapak.
Di lain sisi Irfan sedang membetulkan motor salah satu pelanggan di bengkel doni. " Ini pak motor Nya udh beres. " Ujar irfan pada bapak tersebut.
Setelah diberi upah oleh doni irfan berniat untuk pulang karena udah kesiangan, dalam perjalanan pulang irfan melihat banyak orang di rumahnya, Ia pun bergegas menuju rumah nya.
" Eh nak irfan darimana saja, itu istri mu baru melahirkan." Ungkap bu sita yang melihat kedatangan irfan.
" Apa bu, metty sudah melahirkan?. "Tanya irfan pada bu sita.
" Iya nak. Tadi metty kesakitan di jalan dan saya membawanya pulang, tau-taunya mau lahiran. " Irfan yang mendengar penuturan dari bu sita segera berlari menemui istrinya. Sesampainya di kamar irfan mendapati istrinya sedang menyusui putri mereka.
"Assalamu'alaikum dek, maafkan mas yang tidak tahu kalau kamu melahirkan. " Ucap irfan pada istrinya.
" Waalaikumsalam, gapapa mas untung ada bu sita yang nolongin aku tadi. "
" Seharusnya mas ada di sisi kamu saat melahirkan dek, maafkan kesalahan mas. " Ucap irfan penuh rasa bersalah kepada istrinya, ia tidak menyangka bahwa istrinya akan melahirkan hari ini.
Metty sedang duduk sambil menyusui anaknya di depan rumah, ia memikirkan bagaimana kehidupan putri nya jika irfan hanya bekerja di bengkel dan uang sehari hari yang didapat suaminya hanya cukup untuk beli rokok saja,Irfan yang melihat istrinya merenung menghampiri nya.
" Dek kenapa melamun terus nanti kamu ke sambet loh. " Ucap irfan serasa menggendong anaknya yang baru selesai disusui oleh istrinya itu.
"Gapapa mas, aku cuma mikirin bagaimana hidup anak kita nanti kalau mas cuma kerja di bengkel saja. " Ucap metty tanpa menghiraukan suaminya.
" Mas akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak kita sayang. Kamu jangan khawatir yang penting kamu selalu mendoakan mas. Mendengar ucapan suaminya metty hanya mengangguk pasrah.
" Mas, Kira-kira nama apa yang cocok kita berikan pada putri kita?. " Ujar metty yang belum mendapatkan nama yang cocok buat putri kecilnya.
"Mas udah mempersiapkan nama untuk putri kita, semoga kamu menyukai namanya. "
" Oh iya nama apa yang akan mas berikan pada putri kita?. " Metty penasaran dengan nama yang akan diberikan kepada putri mereka.
" Gimana kalau namanya Amira utami, kamu setuju gak dek?, " Ujar irfan pada metty.
" Bagus si tapi kayanya terlalu singkat itu mas? "
" Lalu nama apa yang cocok menurut kamu dek? ". Ucap irfan yang juga tidak terlalu bisa membuat nama untuk anaknya.
" Gimana kalau nama putri kita, kita gabungkan nama aku dan kamu mas? ". Metty memberikan ide kepada suaminya.
" Boleh dek, tapi mas gak terlalu bisa Mengkolaborosi nama dek, kaki saja yang buat ya. "
" Iya nas, jadi menurut aku Namanya meityza Zulfaini putri, cocok gak mas?. " Ujar metty metty memberikan nama yang dirasa sosok.
" Wah bagus sekali namanya dek, mas suka dan cocok untuk putri kita. "
Metty dan irfan merasa senang telah menemukan nama yang cocok untuk putri mereka, nanti sore mereka akan pergi membeli baju untuk putri kecilnya, karena baju yang ada di rumah cuma sedikit itupun pemberian dari tetangga.
Irfan sedang bekerja di bengkel supaya mendapatkan uang untuk membeli baju dan pampers putrinya. Metty membersihkan rumah seperginya ibu, bapak serta suami kerja, putrinya masih tidur di kamar jadi ia bisa lebih leluasa untuk membersihkan rumah dan ia pun bergegas untuk mandi sebelum putrinya bangun.
Selesai mandi metty mendapati putrinya masih terlelap, ia melihat jam sudah menunjuk pukul 11 siang, metty bergegas untuk membuat makan siang sewaktu-waktu nanti jika ibu nya pulang semua sudah beres.
Ia tidak mau terlalu merepotkan orang tuanya, jadi apapun yang bisa dikerjakan pasti ia lakukan sekedar untuk mengurangi beban keluarganya. Apalagi sekarang sudah ada putrinya pasti semua kebutuhan akan semakin meningkat, ia berdoa supaya suaminya bisa membawa pulang uang agar bisa memenuhi kebutuhan untuk putrinya, setidaknya kalau tidak bisa membantu mengurang beban kedua orang tuanya metty berharap semoga suaminya itu bisa mencukupi kebutuhan untuk anaknya.
Bu Ella sampai di rumah begitu juga dengan bapak untung saja metty sudah memasak, agar ibu dan bapaknya bisa langsung makan karena pekerjaan di ladang itu sangat melelahkan, metty sudah merasakan betapa lelahnya bekerja seharian di ladang, dulu waktu dia pulang sekolah langsung bergegas membantu ibu bapaknya di ladang walau terkadang Ia tidak pergi.
Hari sudah malam, metty menunggu kedatangan suaminya yang dari tadi siang belum pulang sampai sekarang.
" Mas irfan kemana sih kok belum pulang ya? Padahal tadi udah janji mau ajak aku beli baju buat meityza. " Ujar metty Yang bertanya-tanya kemana pergi suaminya sampai lupa dengan janjinya.
Bu Ella yang melihat metty gelisah pun menghampiri nya.
" Nak masuk kedalam,gak baik keluyuran diluar magrib-magrib. " Ucap bu Ella pada putrinya.
" Ini bu, aku lagi nunggu mas irfan dari tadi belum pulang padahal udah janji mau ajak aku pergi beli baju meityza bu. "
" Tunggu di dalam saja nak, jangan diluar nanti dilihat sama tetangga. "
" Iya bu, meityza mana bu, udah tidur?". Tanya metty pada ibunya, karena tadi dia menitipkan putrinya ke ibu.
" Ada di kamar lagi tidur nak, sudah kamu ke kamar sana temani putri mu. "
" Yasudah bu aku kamar dulu. " Metty bergegas menghampiri putrinya yang sedang terlelap, Ia menatap sambil menggendong putrinya. " Cantik sekali kamu Nak, semoga ketika kamu besar nanti tidak menjadi seperti ibu. "
" Seandainya waktu itu ibu bisa jaga diri mungkin nasib ibu akan lebih baik sekarang. " Ujar metty seraya meneteskan air mata, karena ia tidak mampu sekadar untuk membelikan pakaian putrinya, ia duduk di ranjang sambil melamun dan tersadar ketik putrinya menangis.
Ia segera berbaring seraya menyusui anaknya, agar tangisnya berhenti, ia mengusap lembut wajah putrinya hingga Ia tertidur bersama putrinya itu, dan melupakan tentang suaminya yang belum pulang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments