Bab 5 Nama Putri Kecilku

Aku melahirkan jam 12 siang dibantu oleh bidan desi beserta tetangga yang dipanggil oleh bu sita tadi. Saat itu ayah dan ibuku sedang di ladang, suamiku sendiri pergi kerja, dengan bantuan bu sita akhirnya ibu dan bapak pulang untuk melihat aku melahirkan. Ketika bayi ku lahir ibu menanyakan perihal suami ku yang tidak ada disisi ku, aku yang tadi pagi bertengkar dengan suami ku menjawab pertanyaan ibu ku.

" Tadi mas irfan katanya kerja di bengkel doni bu, Mungkin mas irfan nggak tau kalau aku mau lahiran bu. " Ujar ku pada ibu.

" Nak seharusnya suamimu menjaga kamu di rumah, dia sendiri kan tahu kalau kamu udah hamil tua dan sewaktu waktu bisa  melahirkan. "

" Suami kamu itu memang gak becus, diajak kerja di ladang juga gak mau, alasannya aja itu kerja di bengkel, wong pulang juga gak bawa duit. " Ungkap bapak yang mendengar obralan aku sama ibu.

"Sudah pak, nggak usah bertengkar metty baru lahiran berikan saja anaknya biar disusuin. " Ujar ibu pada bapak.

Di lain sisi Irfan sedang membetulkan motor salah satu pelanggan di bengkel doni. " Ini pak motor Nya udh beres. " Ujar irfan pada bapak tersebut.

Setelah diberi upah oleh doni irfan berniat untuk pulang karena udah kesiangan, dalam perjalanan pulang irfan melihat banyak orang di rumahnya, Ia pun bergegas menuju rumah nya.

" Eh nak irfan darimana saja, itu istri mu baru melahirkan." Ungkap bu sita yang melihat kedatangan irfan.

" Apa bu, metty sudah melahirkan?. "Tanya irfan pada bu sita.

" Iya nak. Tadi metty kesakitan di jalan dan saya membawanya pulang, tau-taunya mau lahiran. " Irfan yang mendengar penuturan dari bu sita segera berlari menemui istrinya. Sesampainya di kamar irfan mendapati istrinya sedang menyusui putri mereka.

"Assalamu'alaikum dek, maafkan mas yang tidak tahu kalau kamu melahirkan. " Ucap irfan pada istrinya.

" Waalaikumsalam, gapapa mas untung ada bu sita yang nolongin aku tadi. "

" Seharusnya mas ada di sisi kamu saat melahirkan dek, maafkan kesalahan mas. " Ucap irfan penuh rasa bersalah kepada istrinya, ia tidak menyangka bahwa istrinya akan melahirkan hari ini.

Metty sedang duduk sambil menyusui anaknya di depan rumah, ia memikirkan bagaimana kehidupan putri nya jika irfan hanya bekerja di bengkel dan uang sehari hari yang didapat suaminya hanya cukup untuk beli rokok saja,Irfan yang melihat istrinya merenung menghampiri nya.

" Dek kenapa melamun terus nanti kamu ke sambet loh. " Ucap irfan serasa menggendong anaknya yang baru selesai disusui oleh istrinya itu.

"Gapapa mas, aku cuma mikirin bagaimana hidup anak kita nanti kalau mas cuma kerja di bengkel saja. " Ucap metty tanpa menghiraukan suaminya.

" Mas akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak kita sayang. Kamu jangan khawatir yang penting kamu selalu mendoakan mas. Mendengar ucapan suaminya metty hanya mengangguk pasrah.

" Mas, Kira-kira nama apa yang cocok kita berikan pada putri kita?. " Ujar metty yang belum mendapatkan nama yang cocok buat putri kecilnya.

"Mas udah mempersiapkan nama untuk putri kita, semoga kamu menyukai namanya. "

" Oh iya nama apa yang akan mas berikan pada putri kita?. " Metty penasaran dengan nama yang akan diberikan kepada putri mereka.

" Gimana kalau namanya Amira utami, kamu setuju gak dek?, " Ujar irfan pada metty.

" Bagus si tapi kayanya terlalu singkat itu mas? "

" Lalu nama apa yang cocok menurut kamu dek? ". Ucap irfan yang juga tidak terlalu bisa membuat nama untuk anaknya.

" Gimana kalau nama putri kita, kita gabungkan nama aku dan kamu mas? ". Metty memberikan ide kepada suaminya.

" Boleh dek, tapi mas gak terlalu bisa Mengkolaborosi nama dek, kaki saja yang buat ya. "

" Iya nas, jadi menurut aku Namanya meityza Zulfaini putri, cocok gak mas?. " Ujar metty metty memberikan nama yang dirasa sosok.

" Wah bagus sekali namanya dek, mas suka dan cocok untuk putri kita. "

Metty dan irfan merasa senang telah menemukan nama yang cocok untuk putri mereka, nanti sore mereka akan pergi membeli baju untuk putri kecilnya, karena baju yang ada di rumah cuma sedikit itupun pemberian dari tetangga.

Irfan sedang bekerja di bengkel supaya mendapatkan uang untuk membeli baju dan pampers putrinya. Metty  membersihkan rumah seperginya ibu, bapak serta suami kerja, putrinya masih tidur di kamar jadi ia bisa lebih leluasa untuk membersihkan rumah dan ia pun bergegas untuk mandi sebelum putrinya bangun.

Selesai mandi metty mendapati putrinya masih terlelap, ia melihat jam sudah menunjuk pukul 11 siang, metty bergegas untuk membuat makan siang sewaktu-waktu nanti jika ibu nya pulang semua sudah beres.

Ia tidak mau terlalu merepotkan orang tuanya, jadi apapun yang bisa dikerjakan pasti ia lakukan sekedar untuk mengurangi beban keluarganya. Apalagi sekarang sudah ada putrinya pasti semua kebutuhan akan semakin meningkat, ia berdoa supaya suaminya bisa membawa pulang uang agar bisa memenuhi kebutuhan untuk putrinya, setidaknya kalau tidak bisa membantu mengurang beban kedua orang tuanya metty berharap semoga suaminya itu bisa mencukupi kebutuhan untuk anaknya.

Bu Ella sampai di rumah begitu juga dengan bapak untung saja metty sudah memasak, agar ibu dan bapaknya bisa langsung makan karena pekerjaan di ladang itu sangat melelahkan, metty sudah merasakan betapa lelahnya bekerja seharian di ladang, dulu waktu dia  pulang sekolah langsung bergegas membantu ibu bapaknya di ladang walau terkadang Ia tidak pergi.

Hari sudah malam, metty menunggu kedatangan suaminya yang dari tadi siang belum pulang sampai sekarang.

" Mas irfan kemana sih kok belum pulang ya? Padahal tadi udah janji mau ajak aku beli baju buat meityza. " Ujar metty Yang bertanya-tanya kemana pergi suaminya sampai lupa dengan janjinya.

Bu Ella yang melihat metty gelisah pun menghampiri nya.

" Nak masuk kedalam,gak baik keluyuran diluar magrib-magrib. " Ucap bu Ella pada putrinya.

" Ini bu, aku lagi nunggu mas irfan dari tadi belum pulang padahal udah janji mau ajak aku pergi beli baju meityza bu. "

" Tunggu di dalam saja nak, jangan diluar nanti dilihat sama tetangga. "

" Iya bu, meityza mana bu, udah tidur?". Tanya metty pada ibunya, karena tadi dia menitipkan putrinya ke ibu.

" Ada di kamar lagi tidur nak, sudah kamu ke kamar sana temani putri mu. "

" Yasudah bu aku kamar dulu. " Metty bergegas menghampiri putrinya yang sedang terlelap, Ia menatap sambil menggendong putrinya. " Cantik sekali kamu Nak, semoga ketika kamu besar nanti tidak menjadi seperti ibu. "

" Seandainya waktu itu ibu bisa jaga diri mungkin nasib ibu akan lebih baik sekarang. " Ujar metty seraya meneteskan air mata, karena ia tidak mampu sekadar untuk membelikan pakaian putrinya, ia duduk di ranjang sambil melamun dan tersadar ketik putrinya menangis.

Ia segera berbaring seraya menyusui anaknya, agar tangisnya berhenti, ia mengusap lembut wajah putrinya hingga Ia tertidur bersama putrinya itu, dan melupakan tentang suaminya yang belum pulang.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!