Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti

"Oh itu pakaian nya Nak tiara, dia sering nginap disini dan naru pakaian di kamar den irfan. "

jawab mbok siti mendapatkan Metty yang kebingungan dengan semua pakaian yang ada di lemari irfan itu.

" memangnya tiara siapanya irfan mbok? kok sering nginap disini?. " tanya metty pada mbok siti siapa tahu dari mbok siti dia bisa mendapatkan informasi yang berguna.

" Tiara itu pacarnya irfan nak, memang nya kamu tidak tahu? "

Metty yang mendengar ucapan mbok siti semakin yakin bahwa selama ini memang ada yang disembunyikan oleh keluarga suaminya. ia berniat menanyakan semua itu pada mbok siti ia yakin bahwa mbok siti pasti tahu banyak hal dalam rumah ini.

"astaghfirullah kenapa mas irfan setega itu sama aku ya. " ujar metty pura-pura bersedih padahal ia tahu semuanya, ia sengaja begitu supaya mbok siti menaruh simpati padanya dan mau memberitahu tentang yang terjadi disini.

" loh memang bu metty gak tahu ya, saya saja gak tahu kalau mas irfan sudah menikah karena yang saya tahu irfan pacaran dengan tiara. " kata mbok siti sembari menenangkan metty.

" saya gak tahu bu, saya kira selama ini mas irfan cuma mencintai saya, oh iya boleh saya nanya sama mbok. "

" boleh Bu silahkan insya Allah saya jawab kalau saya tahu. "

" tapi mbok jawab jujur ya. " kaya metty berusaha meyakinkan mbok siti agar mengatakan yang sejujurnya nya.

" InsyaAllah Bu kalau saya tahu pasti akan saya beritahu ibu. " jawab mbok siti.

Akhirnya metty pun mulai menanyakan perihal keluarga irfan dan tentang tiara itu.

" jadi gini mbok, selama menikah dengan irfan baru sekarang saya diajak kesini dan saya rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh irfan sama saya mbok, Kira-kira mbok tahu gak ya kenapa irfan jarang mau ngajak saya ke rumah ini.

"kalau masalah itu saya kurang tahu Nak, atau mungkin karena irfan sering nyuruh tiara nginap disini jadinya gak mau ngajak ibu kesini. " jawab mbok siti.

" oh gitu ya mbok, terus apa benar bapaknya irfan pekerja keras sehingga mereka bisa sekaya ini? karena setahu saya irfan berasal dari keluarga yang sederhana dan baru sekarang saya tahu kalau dia punya rumah segede dan sebagus ini."

kata metty berusaha menanyakan semua yang ada membuat ia penasaran.

" bukan nak mereka bisa membuat rumah sebesar ini karena mereka sering mengambil tanah orang lain lalu menjualnya, mereka biasanya menipu dengan dalil berbisnis dimana bisnis yang di jalannya sangat menguntungkan bagi mereka. " jawab mbok sedikit berbisik takut didengar oleh orang rumah.

" berarti memang benar kata diana irfan menikahi ku karena menginginkan harta ku. " kata metty

mbok siti yang mendengar metty mengatakan itu langsung menanyakan maksudnya.

" " Apa bu? jadi den irfan menikahi ibu tidak lain hanya untuk mengambil harta ibu?"

" Kata teman saya sih gitu bu? saya aja baru tahu setelah teman saya menceritakan nya bu. " Jawab metty, ia merasa tidak ada salahnya dia bercerita tentang hubungan pernikahan nya dengan irfan.

" Oh pantesan den irfan baru mengajak ibu kemari, tapi biayanya den irfan tidak akan mengajak ibu apalagi disini ada tiara." jawab mbok siti sekaligus bingung mengapa irfan bisa mengajak metty sedangkan di rumah ada tiara.

" Saya yang memintanya bu, semenjak teman saya menceritakan tentang motif mas irfan menikahi saya, dan teman saya menyuruh saya untuk berkunjung kesini sekedar mencari bukti tentang keluarga irfan mbok. "

" oh gitu ya bu, lalu sekarang ibu mau melakukan apa? " tanya mbok yang merasa kasihan dengan metty.

" saya mau mencari bukti-bukti yang kuat agar saya bisa menceraikan mas irfan nanti mbok, apa mbok bersedia membantu saya jikalau saya membutuhkan bantuan? " tanya metty yang berharap mbok siti mau bekerja sama dengannya.

" tentu bu, selama saya bisa bantu pasti akan saya bantu bu. " ujar mbok siti.

Di lain sisi irfan baru selesai ngobrol dengan tiara dan kedua orang tua nya, irfan berjalan menuju kamarnya, setelah sampai di depan kamar ia kaget melihat barang-barang tiara berserakan di lantai dan ia lebih kaget melihat mbok siti sedang berbicara dengan istrinya itu, ia takut jikalau mbok siti mengatakan perihal tiara, tak menunggu lama ia pun masuk ke kamar.

" Dek, kok kamar berantakan sekali, terus kenapa baju-baju ini berserah kan? " tanya irfan berharap mbok siti tidak mengatakan apa-apa ke metty.

Metty dan mbok siti kaget karena tidak menyadari kehadiran irfan dalam hati mereka berharap bawa irfan tidak mendengar apa yang mereka omongin tadi.

" Tadi aku mau masukin baju ku ke lemari mas, namun aku melihat begitu banyak pakaian wanita disini, apakah itu pakaian wanita tadi? " Tanya metty sambil menatap suaminya dengan tajam, ia sengaja bersikap bodoh dan tidak tahu apa-apa, apabila dia sudah menemukan bukti nyata baru ia akan membuat suaminya itu tidak bisa bergeming, karena kalau sekarang dia melakukan itu dan tidak punya bukti malah nanti suaminya yang menuduh ia melakukan hal yang sebenarnya dia lakukan.

"oh itu barang mama ku dek, mungkin mama lupa memindahkan. " kata irfan dengan santainya.

" oh yasudah mbok tolong bawakan semua baju ini ke kamar mama ya. " kata metty

"Biarlah disini dek, kan barang kita gak terlalu banyak dan masih bisa kok masuk ke dalam lemari itu." irfan tidak mau barang-barang tiara dipindahkan oleh istrinya itu karena walau bagaimanapun tiara adalah istri nya, istri yang sangat ia cintai.

Sebenarnya irfan sudah menikah dengan tiara beberapa minggu lalu disaat metty sibuk ngurusin bayi nya. irfan menikah di sebuah cafe yang mewah karena tiara tidak mau melakukan pernikahan secara sederhana.

" Loh masa baju mama ditaruh disini, bukankah mama punya kamar serta baju sendiri lalu bagaiman mungkin baju mama ditaruh disini. "

tanya metty berusaha membuat suaminya mengatakan yang sebenarnya, siapa tahu nanti dia keceplosan dan bisa mengatakan sedikit rahasia yang ia simpan.

mendengar jawaban istrinya irfan jadi kebingungan menjawab apa, ia tidak mau baju tiara dipindahkan dari kamarnya, namun ia tidak punya pilihan lain, jikalau ia terus memaksa baju itu tetap disitu pasti metty akan curiga jadi terpaksa ia membiarkan metty melakukan apa yang ia mau, batin irfan.

" Ya sudah terserah kamu, mbok bawa bajunya. " titah irfan sembari keluar kamar. Metty merasa sedih karena ia tidak mendapat apa-apa sebagai bukti dari irfan, jadi ia memilih untuk memasukkan baju-baju nya ke dalam lemari.

Di lain sisi irfan menunggu mbok siti keluar membawa baju tiara, setelah melihat mbok siti keluar irfan menghampiri nya.

" mbok baju-baju ini taruh di kamar sebelah saja ya, tolong dirapikan. " kata irfan

" baik den akan saya lakukan. " kata mbok siti

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!