"Oh itu pakaian nya Nak tiara, dia sering nginap disini dan naru pakaian di kamar den irfan. "
jawab mbok siti mendapatkan Metty yang kebingungan dengan semua pakaian yang ada di lemari irfan itu.
" memangnya tiara siapanya irfan mbok? kok sering nginap disini?. " tanya metty pada mbok siti siapa tahu dari mbok siti dia bisa mendapatkan informasi yang berguna.
" Tiara itu pacarnya irfan nak, memang nya kamu tidak tahu? "
Metty yang mendengar ucapan mbok siti semakin yakin bahwa selama ini memang ada yang disembunyikan oleh keluarga suaminya. ia berniat menanyakan semua itu pada mbok siti ia yakin bahwa mbok siti pasti tahu banyak hal dalam rumah ini.
"astaghfirullah kenapa mas irfan setega itu sama aku ya. " ujar metty pura-pura bersedih padahal ia tahu semuanya, ia sengaja begitu supaya mbok siti menaruh simpati padanya dan mau memberitahu tentang yang terjadi disini.
" loh memang bu metty gak tahu ya, saya saja gak tahu kalau mas irfan sudah menikah karena yang saya tahu irfan pacaran dengan tiara. " kata mbok siti sembari menenangkan metty.
" saya gak tahu bu, saya kira selama ini mas irfan cuma mencintai saya, oh iya boleh saya nanya sama mbok. "
" boleh Bu silahkan insya Allah saya jawab kalau saya tahu. "
" tapi mbok jawab jujur ya. " kaya metty berusaha meyakinkan mbok siti agar mengatakan yang sejujurnya nya.
" InsyaAllah Bu kalau saya tahu pasti akan saya beritahu ibu. " jawab mbok siti.
Akhirnya metty pun mulai menanyakan perihal keluarga irfan dan tentang tiara itu.
" jadi gini mbok, selama menikah dengan irfan baru sekarang saya diajak kesini dan saya rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh irfan sama saya mbok, Kira-kira mbok tahu gak ya kenapa irfan jarang mau ngajak saya ke rumah ini.
"kalau masalah itu saya kurang tahu Nak, atau mungkin karena irfan sering nyuruh tiara nginap disini jadinya gak mau ngajak ibu kesini. " jawab mbok siti.
" oh gitu ya mbok, terus apa benar bapaknya irfan pekerja keras sehingga mereka bisa sekaya ini? karena setahu saya irfan berasal dari keluarga yang sederhana dan baru sekarang saya tahu kalau dia punya rumah segede dan sebagus ini."
kata metty berusaha menanyakan semua yang ada membuat ia penasaran.
" bukan nak mereka bisa membuat rumah sebesar ini karena mereka sering mengambil tanah orang lain lalu menjualnya, mereka biasanya menipu dengan dalil berbisnis dimana bisnis yang di jalannya sangat menguntungkan bagi mereka. " jawab mbok sedikit berbisik takut didengar oleh orang rumah.
" berarti memang benar kata diana irfan menikahi ku karena menginginkan harta ku. " kata metty
mbok siti yang mendengar metty mengatakan itu langsung menanyakan maksudnya.
" " Apa bu? jadi den irfan menikahi ibu tidak lain hanya untuk mengambil harta ibu?"
" Kata teman saya sih gitu bu? saya aja baru tahu setelah teman saya menceritakan nya bu. " Jawab metty, ia merasa tidak ada salahnya dia bercerita tentang hubungan pernikahan nya dengan irfan.
" Oh pantesan den irfan baru mengajak ibu kemari, tapi biayanya den irfan tidak akan mengajak ibu apalagi disini ada tiara." jawab mbok siti sekaligus bingung mengapa irfan bisa mengajak metty sedangkan di rumah ada tiara.
" Saya yang memintanya bu, semenjak teman saya menceritakan tentang motif mas irfan menikahi saya, dan teman saya menyuruh saya untuk berkunjung kesini sekedar mencari bukti tentang keluarga irfan mbok. "
" oh gitu ya bu, lalu sekarang ibu mau melakukan apa? " tanya mbok yang merasa kasihan dengan metty.
" saya mau mencari bukti-bukti yang kuat agar saya bisa menceraikan mas irfan nanti mbok, apa mbok bersedia membantu saya jikalau saya membutuhkan bantuan? " tanya metty yang berharap mbok siti mau bekerja sama dengannya.
" tentu bu, selama saya bisa bantu pasti akan saya bantu bu. " ujar mbok siti.
Di lain sisi irfan baru selesai ngobrol dengan tiara dan kedua orang tua nya, irfan berjalan menuju kamarnya, setelah sampai di depan kamar ia kaget melihat barang-barang tiara berserakan di lantai dan ia lebih kaget melihat mbok siti sedang berbicara dengan istrinya itu, ia takut jikalau mbok siti mengatakan perihal tiara, tak menunggu lama ia pun masuk ke kamar.
" Dek, kok kamar berantakan sekali, terus kenapa baju-baju ini berserah kan? " tanya irfan berharap mbok siti tidak mengatakan apa-apa ke metty.
Metty dan mbok siti kaget karena tidak menyadari kehadiran irfan dalam hati mereka berharap bawa irfan tidak mendengar apa yang mereka omongin tadi.
" Tadi aku mau masukin baju ku ke lemari mas, namun aku melihat begitu banyak pakaian wanita disini, apakah itu pakaian wanita tadi? " Tanya metty sambil menatap suaminya dengan tajam, ia sengaja bersikap bodoh dan tidak tahu apa-apa, apabila dia sudah menemukan bukti nyata baru ia akan membuat suaminya itu tidak bisa bergeming, karena kalau sekarang dia melakukan itu dan tidak punya bukti malah nanti suaminya yang menuduh ia melakukan hal yang sebenarnya dia lakukan.
"oh itu barang mama ku dek, mungkin mama lupa memindahkan. " kata irfan dengan santainya.
" oh yasudah mbok tolong bawakan semua baju ini ke kamar mama ya. " kata metty
"Biarlah disini dek, kan barang kita gak terlalu banyak dan masih bisa kok masuk ke dalam lemari itu." irfan tidak mau barang-barang tiara dipindahkan oleh istrinya itu karena walau bagaimanapun tiara adalah istri nya, istri yang sangat ia cintai.
Sebenarnya irfan sudah menikah dengan tiara beberapa minggu lalu disaat metty sibuk ngurusin bayi nya. irfan menikah di sebuah cafe yang mewah karena tiara tidak mau melakukan pernikahan secara sederhana.
" Loh masa baju mama ditaruh disini, bukankah mama punya kamar serta baju sendiri lalu bagaiman mungkin baju mama ditaruh disini. "
tanya metty berusaha membuat suaminya mengatakan yang sebenarnya, siapa tahu nanti dia keceplosan dan bisa mengatakan sedikit rahasia yang ia simpan.
mendengar jawaban istrinya irfan jadi kebingungan menjawab apa, ia tidak mau baju tiara dipindahkan dari kamarnya, namun ia tidak punya pilihan lain, jikalau ia terus memaksa baju itu tetap disitu pasti metty akan curiga jadi terpaksa ia membiarkan metty melakukan apa yang ia mau, batin irfan.
" Ya sudah terserah kamu, mbok bawa bajunya. " titah irfan sembari keluar kamar. Metty merasa sedih karena ia tidak mendapat apa-apa sebagai bukti dari irfan, jadi ia memilih untuk memasukkan baju-baju nya ke dalam lemari.
Di lain sisi irfan menunggu mbok siti keluar membawa baju tiara, setelah melihat mbok siti keluar irfan menghampiri nya.
" mbok baju-baju ini taruh di kamar sebelah saja ya, tolong dirapikan. " kata irfan
" baik den akan saya lakukan. " kata mbok siti
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments