Bab 4 Melahirkan

Setelah kejadian kemarin metty sering mengurung diri di kamar, Ia sadar apa yang dikatakan oleh bapaknya memang benar seandainya waktu itu Ia tidak melakukan perbuatan zina mungkin hidupnya akan lebih baik dari sekarang ini.

Irfan yang melihat istrinya sering murung dan jarang keluar rumah membuatnya khawatir akan kondisi bayi yang dikandungnya, Irfan merasa bahwa metty seperti itu karena dirinya, ia memutuskan untuk mengambil makanan dan membawakan makanan untuk istrinya sekedar untuk melindungi dan menjaga kesehatan bayi yang dikandungnya.

"Dek ini mas bawakan nasi, kamu makan ya dari kemarin mas lihat kamu gak makan. "

" Aku gak ada nafsu makan, mas makan aja sendiri. " Ucap metty sambil membuang muka dari tatapan suaminya. Ia masih marah kepada suaminya yang tidak membelikan beras kemarin hingga bapak memarahinya.

" Dek, Kamu jangan gitu dong, kamu harus jaga kondisi kamu  ."

" Apa peduli mu tentang aku mas, sekedar untuk membeli beras saja kamu tidak memberikan ku uang. "

" Dek, tolong jangan mulai lagi, mas kan udah bilang, mas gak punya uang kamu ngerti dong. " Ujar irfan sambil menahan amarahnya.

Metty tak habis pikir bisa-bisanya irfan ngomong gitu, minta dimengerti tapi dia tidak mau ngerti dirinya. " Mas minta aku ngertiin mas, tapi apakah selama ini mas bisa ngertiin aku?. "

" Aku sedang mengandung mas, bentar lagi melahirkan sedangkan mas nggak pernah nabung untuk biaya lahiran ku nanti atau hanya sekedar membelikan pakaian untuk anak kita nanti. "

"Dek, maafin mas ini juga mas lagi berusaha cari kerjaan lain biar bisa dapat uang. "

" Hasil jualan kamu hari ini mana mas? Biar aku yang pegang. " Ucap metty yang tidak mau berlama-lama dengan suaminya karena pada akhirnya pertengkaran yang akan terjadi jika terus menerus berada di dekat suaminya.

"Uangnya habis buat beli makan sama teman tadi dek. "

"Mas bisa gak sih kamu jangan terlalu Boros, kamu itu sudah punya istri dan aku harap kamu tau kewajiban mu sebagi suami. " Ungkap metty serasa meninggal suaminya.

Kini metty sedang membeli sayur dan bahan-bahan dapur lainnya yang sudah menipis, menggunakan uang yang diberikan oleh ibunya sebelum pergi ke ladang tadi.  Metty tak habis pikir kok bisa suaminya makin hari makin malas ikut ibu sama bapak ke ladang, padahal dulu waktu baru menikah irfan sangat rajin ikut ke ladang, tapi sekarang Ia lebih sering pergi main ke rumah temannya dengan alasan membantu temannya kerja di bengkel.

Kalaupun Ia bekerja di bengkel uang yang didapat pun langsung habis alasannya buat beli makan, dia sama sekali tidak memikirkan metty yang sedang hamil tua itu.

Metty berjalan pulang menuju rumahnya sambil menenteng sayuran yang di beli tadi, ketika hampir sampai dirumahnya Ia merasa perutnya sangat sakit hingga Ia tak mampu berjalan seorang diri menuju rumahnya.

"Ah Ya Allah kenapa perut ku sakit sekali. " Kata metty sambil memegang perutnya dan berusaha terus berjalan ke arah rumahnya, belum berapa lama Ia jalan perutnya kembali sakit hingga Ia tak dapat membendung air matanya dan meminta tolong kepada siapapun yang melihat nya.

"Ah Ya Allah sakit sekali, siapapun tolong aku. " Ketika sedang berusaha berjalan seorang tetangga yang melihat metty menghampiri nya. ”eh nak metty kenapa kok nangis, terus itu perutnya kenapa nak?. " Ucap Ibu sita.

" Ini bu tiba-tiba perut saya sakit, saya gak sanggup berjalan seorang diri bu. " Kata metty serasa terus memegang perutnya.

" Sini ibu bantu sampai rumah Nak. " Bu sita pun membantu metty berjalan sampai ke rumah, Ia membukakan pintu rumah metty dan membawa metty untuk berbaring di dalam kamar.

" Makasih ya bu, untung ada ibu tadi yang membantu saya, kalau tidak saya tidak tau apa yang akan terjadi dengan saya. " Ucap metty seraya memegang tangan bu sita.

" Iya Nak sesudah kewajiban kita saling bantu satu sam lain, oiya ibu kamu mana metty?. "

" Ibu pergi ke ladang sama bapak, tadi saya habis beli sayur biar bisa masak untuk dibawa ke ladang nanti bu. "

" Oh gitu toh Nak. Terus suami kamu mana metty? Ibu jarang lihat suami kamu akhir- akhir ini. " Kata bu sita penasaran.

" Mas irfan pergi ke bengkel doni bu, Katanya bantu doni jaga bengkel."

Bu sita yang mendengar penuturan metty merasa kasihan jika meninggal Ia seorang diri di rumah, Ia pun menemani metty sampai ibunya pulang.

"Nak ibu bantu kamu masak buat ibu mu yah, kamu istirahat aja disitu. "

" Apa nggak merepotkan bu? " Tanya metty kepada bu sita karena Ia tidka mau merepotkan orang lain. Ia rasa sudah cukup ia merepotkan kedua orang tuanya, Ia tidak ingin menjadi beban orang lain.

" Ya Allah ndu, ibu tidak merasa direpotkan. Sudah kamu istirahat aja ibu mau masak dulu. " Metty pun mengangguk saja mendengar ucapan bu sita.

Bu sita adalah teman ibunya sekaligus tetangganya setiap ibunya mengalami kesulitan bu sita selalu ada untuk ibu. Ibu sita selalu siap kapan pun ibunya membutuhkan bantuan baik dalam hal ekonomi maupun materi. Saat bu sita sedang memasak, metty merasa perutnya semakin sakit Ia pun berteriak dan menangis karena merasa begitu sakit. Bu sita yang mendengar metty kesakitan pun menyusulnya,

" Kamu kenapa ndu, kok teriak terus?. Ucap bu sita serasa menyibak gorden kamar metty, Ia terkejut melihat metty yang mengeluarkan begitu banyak darah dari selangkangannya.

" Astaghfirullah ndu, kamu mau lahiran, ibu panggilkan tetangga yang lain dan memanggil ibu mu ke ladang ya ndu, kamu yang sabar ibu akan segera kembali. "

Bu sita yang panik pun bergegas memanggil tetangga nya yang lain untuk menemani metty sedangkan bu sita sendiri pergi ke ladang untuk memanggil bu Ella dan suaminya.

Setibanya di ladang bu sita pun memanggil bu Ella. " Bu ella, Pak danu, metty mau melahirkan ayok cepat pulang. " Kata bu sita dengan nafas yang naik turun karena berlari ke ladang ini.

Bu Ella dan pak danu  yang mendengar ucapan bu sita segera berlari pulang ke rumah untuk melihat keadaan anak mereka. Setibanya di rumah Mereka melihat sudah banyak tetangga dan seorang bidan yang membantu proses kelahiran putrinya, mereka bergegas masuk dan melihat metty yang sudah bercucuran keringan karena proses melahirkan yang begitu sulit.

Setelah beberapa lama metty pun akhirnya melahirkan seorang putri yang cantik sangat mirip dengan nya, metty terlihat begitu bahagia karena bisa melahirkan secara normal. Ia ingin melihat kondisi putrinya, ia meminta ibunya membawakan bayinya.

" Bu, metty pengen gendong  anak metty bu. "

" Bayi mu sedang diazankan oleh ayah mu nak, dari tadi suami mu gak ada. " Ucap bu ella karena tidak mendapati irfan disisi metty, seharusnya disaat-saat seperti ini suami yang harus menemani istrinya serta menyalurkan kekuatan pada istrinya.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!