"Mas bangun, udah tunggu bapak kita sholat subuh berjamaah lagi mas. " Metty yang mendapati suaminya tertidur begitu pulas di atas sajadah membangunkannya agar bisa sholat berjamaah lagi.
" Eh iya dek, mas ambil wudhu dulu ya kamu tunggu di sana sama ayah duluan nanti mas gabung abis wudhu. " Ujar irfan, Ia tidak menyadari kalau dirinya tertidur sehabis melaksanakan sholat tahajjud semalam.
Metty berniat membuat sarapan untuk keluarga sehabis sholat tadi, Ia meminta kepada ibunya supaya beristirahat agar ia bisa memasak sendiri.
" Bu biar metty saja yang masak, ibu istirahat saja di kamar. "
"Nanti kalau semua udah siap biar metty panggilkan. " Ujar metty pada bu Ella
" Tumben kamu mau masak sendiri Nak, biasa selalu sama ibu?. " Ujar bu Ella yang merasa aneh dengan sikap putrinya.
" Hehehe, ya gapapa bu, biar Metty terbiasa dan ibu bisa istirahat sebelum ke ladang nanti sama bapak".
" Ya sudah nak, pergi dah masak nanti keburu pagi. "
Metty memasak dengan bahan dapur seadanya, sayuran udah mau habis begitupun dengan beras yang tersisa hanya untuk makan siang nanti. Ia menyajikan masakannya seperti biasa dan dirasa sudah siap Ia memanggul keluarga untuk segera sarapan.
Bapak yang melihat metty masak sendiri merasa penasaran dan menanyakan nya ke metty. " Tumben tadi masak sendiri nak. Biasanya sama ibu. "Ujar bapak memulai obrolan di ruang makan.
" Eh iya Pak, metty cuma ingin masak sendiri biar bisa mandiri Pak. " Ujar metty salah tingkah mendengar ucapan bapaknya.
"Oalah gitu toh, baguslah kalau gitu kenapa gak dari dulu kamu masak sendiri?. "
" Anu Pak, dulu kan metty belum bisa masak. " Ungkap metty dengan rasa bersalah, bu Ella yang mendengar obrolan putri dan suaminya menengahi mereka.
" Udah pak, mari kita lanjut sarapannya biar biar bisa ke ladang lebih awal pak. " Ujar bu Ella.
Setelah bapak dan ibu berangkat ke ladang metty memutuskan untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian kotor milik suami dan orang tuanya, dirasa semua sudah selesai metty merebahkan tubuh di depan TV berniat untuk menonton film kartun kesukaannya. Saat sedang asyik menonton pintu rumah dibuka oleh seseorang yang ternyata adalah suaminya metty si irfan.
Metty yang aneh melihat suaminya sudah pulang lebih awal dari biasanya pun menanyakan ke suaminya.
" Loh mas kok udah pulang, gak biasanya pulang jam segini?. "
Irfan yang mendapati istrinya sedang asyik menonton dan ia merasa keberatan atas pertanyaan metty berkata;
" Suami pulang kok gak disambut malah ngomong gitu dek-dek. "
" Bukan gitu mas, biasanya kan pulang bareng sama bapak. " Ujar metty yang merasa aneh dengan sikap suaminya.
" Buatin mas kopi dek, mas capek ini. "
"Iya mas, sebentar aku buatin dulu. " Metty pun berlalu dari hadapan suaminya dan menuju dapur untuk membuat kopi.
Irfan duduk di kursi sambil main handphone sembari menunggu istrinya yang sedang membuat kopi.
"Mas ini kopinya . " Metty meletakkan kopi di atas meja di depan suaminya dan berniat meminta uang pada suaminya untuk membeli keperluan dapur yang sudah menipis.
"Mas, minta uang dong aku mau beli sayur sama beras. "
Irfan terkejut mendengar ucapan istrinya mana uang hasil jualannya udah habis dipakai buat beli rokok, Ia bingung mau jawab apa, tapi melihat istrinya yang menunggu jawabannya dari tadi irfan pun menjawab.
" Mas gak punya uang dek, minta ke ibu atau bapak mu saja dulu. "
" Bukannya kemarin uangnya ada mas?, kok bisa habis mas beli apa? ". Tanya metty dengan penuh selidik.
" Uang kemarin udah mas beli rokok dek. Kamu tau kan kalau mas tidak merokok rasanya kaya gak makan seminggu dek. "
" Mas-mas coba kurang porsi merokok kamu, disini kita numpang gak enak terus terusan ibu sama bapak yang beli beras. " Metty mulai tersulut emosi tatkala mendengar penuturan irfan.
" Sudahlah dek, mas itu capek pulang kerja bukannya dilayani malah diomelin. "
" Mas sadar gak si, kalau mas lebih mementingkan rokok daripada memenuhi kebutuhan aku yang bentar lagi mau lahiran. "
" Mas kira dengan merokok mas bisa kenyang dan gak perlu makan lagi?, kalau gitu ya enak mas gak usah makan sekalian merokok aja tiap hari. " Mendengar istrinya yang marah-marah membuat irfan tidak betah di rumah, Ia memutuskan pergi ke rumah temannya di gang sebelah rumahnya.
" Kamu ini bukannya mendoakan suami malah memarahi, sudahlah aku mau pergi ke rumah teman, bisa meledek kuping ku kalau terus terusan mendengar ocehan kamu. "
Melihat tingkah suaminya membuat metty diam sembari meneteskan air mata, Ia tidak menyangka suaminya bisa ngomong kasar padanya. Ia memutuskan untuk masuk dan memasak untuk kedua orang tuanya yang sedang bekerja di ladang, metty khawatir bagaimana caranya Ia bisa mendapatkan uang untuk membeli beras yang sudah habis itu, Ia takut kalau meminta ke bapaknya nanti bakal menimbulkan masalah bagi rumah tangga bersama suaminya.
Selesai menyiapkan masakan ia memasukan ke keranjang yang biasa ia pakai untuk membawa makanan, ia menempuh perjalan dengan bersusah payah karena perutnya yang makin hari makin membesar itu. Di ladang kedua orang tuanya sedang beristirahat, bu Ella yang melihat kedatangan metty pun menyambutnya. " Nak kok kamu yang datang, suami mu kemana? " Tanya bu Ella.
" Mas irfan tadi pergi ke rumah temannya buk. "Ungkap metty yang melihat raut kebingungan di wajah orang tuanya
" Loh bukannya irfan tadi bilang mau ambil makanan, kok sekarang malah kamu yang datang. " Ungkap bapak dengan tatapan marah.
" Iya Pak, tadi mas irfan marah sam metty karena meminta uang untuk beli bahan dapur dan beras yang udah habis Pak. " Ujar metty dengan sedikit ragu-ragu, Ia takut bapak nya marah sama mas irfan nantinya.
" Sudah bapak duga kalau suami mu itu memang laki-laki pemalas,lihat sekarang uang buat beli beras saja tidak dikasih. "
" Sudah Pak jangan bilang gitu kasian metty dia lagi hamil besar jangan membebani pikiran anak kita Pak. "Kata bu Ella yang melihat metty meneteskan air mata.
" Bukan apa-apa bu coba saja metty pandai menjaga dirinya dulu, semua ini tidak akan terjadi. "
" Maafin aku Pak, aku sadar telah melakukan kesalahan tolong maafkan aku Pak. " Ucap Metty sembari memeluk kaki bapaknya dengan isak tangis yang tak dapat dibendung lagi.
" Pak sudah lah, Jangan mengungkit ungkit masa lalu anak kita Pak, kasian dia. " Ujar bu Ella yang melihat putrinya menangis di kaki suaminya itu.
" Biar saja bu, kita terlalu memanjakan dia. Tapi apa yang dia berikan ke kita? Bukannya mendapatkan suami yang baik malah begini jadinya. "
"Metty yuk berdiri nak jangan gitu, kamu naik ke sana biar ibu yang ngomong sama bapak nanti. " Ucap bu Ella sembari meraih tangan anaknya dan mengajaknya naik ke atas gubuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments