Bab 8 Sahabat semasa SMA

Setelah kejadian seminggu yang lalu aku dan suamiku jarang berkomunikasi dia sudah merubah sifat dan sikapnya walau secara perlahan, begitu pun ibu dan bapak mereka juga menyadari akan perubahan Irfan, mereka juga sudah bersikap seperti biasa ke mas Irfan.

Aku sedang menyusui Meityza di kamar, yang lain sudah pada pergi kerja , sembari menyusui anak ku aku membuka benda pipi milikku sekedar untuk buka sosmed, sudah hampir berbulan-bulan aku tidak pernah memegang handphone karena masalah yang terus datang.

Dan baru kali ini aku punya kesempatan untuk memegang handphone lagi, aku pun tidak menyia- nyiakan kesempatan aku meraih handphone ku dan membuka Facebook juga WhatsApp, begitu menyalakan paket data begitu banyak pesan yang masuk ke dalam ponsel ku. Aku pun membuka salah satu chat dari teman semasa SMA ku, yang bernama Diana.

“Metty kamu nikah kok gak ngundang-ngundang sih, “

“ Halo Metty kok gak balas “

“cieee, udah lupa ya sekarang sama sahabat sendiri. "

“ Huhu kamu gak asyik sekali si Metty

“Udah nikah malah lupa teman. “

“ duh Metty udah seminggu nih kamu gak balas-balas pesan ku. “

“Semoga kamu sehat selalu ya, walau kamu gak balas pesan ku ini. “ujar Diana, pesan itu dikirim sudah beberapa bulan lalu sewaktu aku baru menikah, aku ragu untuk membalas pesan tersebut takutnya nomer ini sudah tidak aktif. Namun aku memilih untuk tetap membalas pesan dari Diana.

“Assalamu’alaikum Diana mohon maaf tidak pernah membalas pesan mu, soalnya aku baru bisa pegang Handphone sekarang. “ balas Metty Ia melihat pesannya masih centang satu kemungkinan Diana sudah ganti nomor pikirnya, Ia pun lanjut membalas pesan yang lainnya. Merasa bosan main HP Metty pun memutuskan untuk istirahat, anaknya juga sudah terlelap dalam gendongannya.

Hari sudah sore, selesai bersih-bersih rumah dan mandi Metty bermain ponsel sembari menunggu suaminya pulang. Ia membuka aplikasi WhatsApp dan mendapati pesan dari Diana, ia merasa bersyukur karena Diana tidak mengganti nomor ponselnya.

“Wa’alaikumussalam Metty, gapapa aku tahu kok kamu sibuk sampai tidak membalas pesan ku. Dan kamu tidak pernah aktif juga. “ isi pesan Diana.

“ Maaf din, aku banyak kesibukan waktu itu sehingga tidak sempat membalas pesan mu jangankan untuk membalas pesan sekadar untuk memegang ponsel saja aku tidak bisa. “ ujar Metty membalas pesan Diana.

“Hmmm, emang apa si kesibukan kamu sampai tidak bisa memegang ponsel Metty? “

“ Setelah aku menikah aku harus mandiri din apalagi aku tinggal bareng orang tua ku, sebisa mungkin aku harus bisa melakukan semuanya sendiri din. “ ucap Metty sedikit curhat, karena Ia rasa hanya Diana yang bisa mengerti akan situasi dia, dari SMA hanya Diana yang mau menolong dirinya ketika ia berada dalam kesusahan.

“ terus sekarang gimana kabar mu? Ucap Diana penasaran akan sahabat Metty yang telah menghilang beberapa bulan terakhir ini bahkan chat nya saja tidak pernah dibalas, lalu tanpa ada angin badai topan) Tiba-tiba dia muncul, dia sangat penasaran dengan Sahabat yang satu ini.

“Alhamdulillah aku baik-baik saja din? Jawab Metty pada Diana, Metty ingin mengetahui lebih dalam akan kehidupan seorang Diana karena yang Ia tahu, dulu selesai sekolah Diana mendapat beasiswa untuk kuliah ke Malaysia dan Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dia memutuskan mengambil beasiswa tersebut. Sekarang Metty penasaran dengan Diana apakah dia masih kuliah di dana atau sudah berhenti.

“ Syukurlah kalau gitu, maaf ya Metty saat kamu nikah aku gak sempat hadir soalnya aku sibuk ngurusin berkas-berkas untuk kuliah. “

“ Gapapa din. Oh iya kamu jadi kuliah di Malaysia atau dimana din?. “ ujar Metty penuh tanda tanya.

“ iya aku kuliah di Malaysia Metty, sekarang aku sedang libur makanya balik ke Indonesia. “

“ wah syukurlah semoga kamu bisa menyelesaikan kuliah mu Ya din. “

“terimakasih Metty. Oh iya kamu sibuk gak sekarang, Kalau gak kita jalan yuk. “ ajak Diana pada Metty, Diana sudah lama sekali gak pernah jalan bareng Metty, ia ingin menceritakan banyak hal pada Metty tentang lika liku perjalanannya menempuh pendidikan sebagai seorang Mahasiswa di negeri orang.

“ Maaf din, di rumah ku lagi gak ada orang suami ku pergi kerja ibu sama bapak ku masih di ladang. “ujar Metty membalas pesan Diana.

“ ya, padahal aku pengen ajak kamu jalan udah lama kita gak ngobrol bareng dan jalan-jalan kaya dulu. Balas Diana dengan menambah emot kecewa.

“ maaf ya din, insya Allah lain kali yah kalau ada orang di rumah.”

“ Memangnya sekarang kamu di rumah sama siapa? “ tanya Diana

“aku lagi sama anak ku, nunggu suami pulang."

“ apaa, kamu sudah punya anak? Sejak kapan?." Diana bertanya dengan penasaran Ia tidak tahu kalau sahabatnya itu sudah memiliki anak, Diana kaya orang bodoh karena ketinggalan informasi yang sangat penting itu.

Ia merutuki dirinya kok bisa-bisanya Tidak tahu akan informasi sepenting itu. Memang menurut Diana berita apapun yang menyangkut Metty itu sebuah informasi yang sangat penting baginya.

“Iya din aku sudah melahirkan dua bulan yang lalu. Mungkin memang banyak teman-teman yang lain juga gak tahu kalau aku sudah melahirkan karena aku jarang aktif sosmed dan pegang handphone din. “ujar Metty dengan menambah emot raut sedih.

“ Aduh Metty kabar sepenting ini kok bisa aku gak tahu, Btw kok bisa kamu melahirkan secepat itu? “ tanya Diana penuh selidik karena setau Diana Metty menikah baru beberapa bulan dengan suaminya, Diana juga gak tahu wujud dari suami Metty karena Ia tidak hadir di acara pernikahan sahabatnya itu.

Sewaktu SMA juga Metty tidak pernah memberi tahu siapa pacarnya ke Diana. Ia sangat privasi tentang masalah pribadi itu. Dan sekarang Ia malah dikejutkan dengan kabar bahwa Metty sudah melahirkan pasti ada yang tidak beres dengan pernikahan sahabatnya itu.

“ah gak din. Memang sudah waktu aku melahirkan. “ ujar Metty dengan sedikit ragu karena biasanya ia tidak akan berbohong kepada Diana kalau Ia ada masalah.

Jikalau Ia memberitahu kalau Ia hamil diluar nikah bisa berabe urusannya nanti.

Melihat jawaban Metty Diana tidak percaya, Ia sangat tahu kamu mereka menikah belum masuk 6 bulan masa sudah Hamil dan melahirkan.

Tak ingin dipenuhi tanda tanya dia langsung menelepon Metty karena Ia rasa kalau dengan menelepon Metty bisa bicara jujur padanya.

Metty yang melihat panggilan suara dari Diana sedikit ragu untuk mengangkatnya, Ia tahu kalau Diana sudah menelepon berarti Ia ingin mengetahui yang sebenarnya dan Ia tahu kalau aku tidak berbicara jujur, Metty membatin dalam hatinya. Sudah dia kali Diana menelepon tapi Metty belum berani mengangkat nya, ketika Diana menelepon yang ketiga kalinya barulah ia mengangkat nya.

“ Halo Assalamu’alaikum Metty kok lama banget sih ngangkat nya, udah tiga kali loh aku menelepon. “ terdengar ocehan Diana diseberang sana.

“ i'iya Wa’alaikumussalam din, maaf aku baru selesai dari kamar mandi nih din. “ ucap Metty beralasan.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!