Setelah kejadian seminggu yang lalu aku dan suamiku jarang berkomunikasi dia sudah merubah sifat dan sikapnya walau secara perlahan, begitu pun ibu dan bapak mereka juga menyadari akan perubahan Irfan, mereka juga sudah bersikap seperti biasa ke mas Irfan.
Aku sedang menyusui Meityza di kamar, yang lain sudah pada pergi kerja , sembari menyusui anak ku aku membuka benda pipi milikku sekedar untuk buka sosmed, sudah hampir berbulan-bulan aku tidak pernah memegang handphone karena masalah yang terus datang.
Dan baru kali ini aku punya kesempatan untuk memegang handphone lagi, aku pun tidak menyia- nyiakan kesempatan aku meraih handphone ku dan membuka Facebook juga WhatsApp, begitu menyalakan paket data begitu banyak pesan yang masuk ke dalam ponsel ku. Aku pun membuka salah satu chat dari teman semasa SMA ku, yang bernama Diana.
“Metty kamu nikah kok gak ngundang-ngundang sih, “
“ Halo Metty kok gak balas “
“cieee, udah lupa ya sekarang sama sahabat sendiri. "
“ Huhu kamu gak asyik sekali si Metty
“Udah nikah malah lupa teman. “
“ duh Metty udah seminggu nih kamu gak balas-balas pesan ku. “
“Semoga kamu sehat selalu ya, walau kamu gak balas pesan ku ini. “ujar Diana, pesan itu dikirim sudah beberapa bulan lalu sewaktu aku baru menikah, aku ragu untuk membalas pesan tersebut takutnya nomer ini sudah tidak aktif. Namun aku memilih untuk tetap membalas pesan dari Diana.
“Assalamu’alaikum Diana mohon maaf tidak pernah membalas pesan mu, soalnya aku baru bisa pegang Handphone sekarang. “ balas Metty Ia melihat pesannya masih centang satu kemungkinan Diana sudah ganti nomor pikirnya, Ia pun lanjut membalas pesan yang lainnya. Merasa bosan main HP Metty pun memutuskan untuk istirahat, anaknya juga sudah terlelap dalam gendongannya.
Hari sudah sore, selesai bersih-bersih rumah dan mandi Metty bermain ponsel sembari menunggu suaminya pulang. Ia membuka aplikasi WhatsApp dan mendapati pesan dari Diana, ia merasa bersyukur karena Diana tidak mengganti nomor ponselnya.
“Wa’alaikumussalam Metty, gapapa aku tahu kok kamu sibuk sampai tidak membalas pesan ku. Dan kamu tidak pernah aktif juga. “ isi pesan Diana.
“ Maaf din, aku banyak kesibukan waktu itu sehingga tidak sempat membalas pesan mu jangankan untuk membalas pesan sekadar untuk memegang ponsel saja aku tidak bisa. “ ujar Metty membalas pesan Diana.
“Hmmm, emang apa si kesibukan kamu sampai tidak bisa memegang ponsel Metty? “
“ Setelah aku menikah aku harus mandiri din apalagi aku tinggal bareng orang tua ku, sebisa mungkin aku harus bisa melakukan semuanya sendiri din. “ ucap Metty sedikit curhat, karena Ia rasa hanya Diana yang bisa mengerti akan situasi dia, dari SMA hanya Diana yang mau menolong dirinya ketika ia berada dalam kesusahan.
“ terus sekarang gimana kabar mu? Ucap Diana penasaran akan sahabat Metty yang telah menghilang beberapa bulan terakhir ini bahkan chat nya saja tidak pernah dibalas, lalu tanpa ada angin badai topan) Tiba-tiba dia muncul, dia sangat penasaran dengan Sahabat yang satu ini.
“Alhamdulillah aku baik-baik saja din? Jawab Metty pada Diana, Metty ingin mengetahui lebih dalam akan kehidupan seorang Diana karena yang Ia tahu, dulu selesai sekolah Diana mendapat beasiswa untuk kuliah ke Malaysia dan Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dia memutuskan mengambil beasiswa tersebut. Sekarang Metty penasaran dengan Diana apakah dia masih kuliah di dana atau sudah berhenti.
“ Syukurlah kalau gitu, maaf ya Metty saat kamu nikah aku gak sempat hadir soalnya aku sibuk ngurusin berkas-berkas untuk kuliah. “
“ Gapapa din. Oh iya kamu jadi kuliah di Malaysia atau dimana din?. “ ujar Metty penuh tanda tanya.
“ iya aku kuliah di Malaysia Metty, sekarang aku sedang libur makanya balik ke Indonesia. “
“ wah syukurlah semoga kamu bisa menyelesaikan kuliah mu Ya din. “
“terimakasih Metty. Oh iya kamu sibuk gak sekarang, Kalau gak kita jalan yuk. “ ajak Diana pada Metty, Diana sudah lama sekali gak pernah jalan bareng Metty, ia ingin menceritakan banyak hal pada Metty tentang lika liku perjalanannya menempuh pendidikan sebagai seorang Mahasiswa di negeri orang.
“ Maaf din, di rumah ku lagi gak ada orang suami ku pergi kerja ibu sama bapak ku masih di ladang. “ujar Metty membalas pesan Diana.
“ ya, padahal aku pengen ajak kamu jalan udah lama kita gak ngobrol bareng dan jalan-jalan kaya dulu. Balas Diana dengan menambah emot kecewa.
“ maaf ya din, insya Allah lain kali yah kalau ada orang di rumah.”
“ Memangnya sekarang kamu di rumah sama siapa? “ tanya Diana
“aku lagi sama anak ku, nunggu suami pulang."
“ apaa, kamu sudah punya anak? Sejak kapan?." Diana bertanya dengan penasaran Ia tidak tahu kalau sahabatnya itu sudah memiliki anak, Diana kaya orang bodoh karena ketinggalan informasi yang sangat penting itu.
Ia merutuki dirinya kok bisa-bisanya Tidak tahu akan informasi sepenting itu. Memang menurut Diana berita apapun yang menyangkut Metty itu sebuah informasi yang sangat penting baginya.
“Iya din aku sudah melahirkan dua bulan yang lalu. Mungkin memang banyak teman-teman yang lain juga gak tahu kalau aku sudah melahirkan karena aku jarang aktif sosmed dan pegang handphone din. “ujar Metty dengan menambah emot raut sedih.
“ Aduh Metty kabar sepenting ini kok bisa aku gak tahu, Btw kok bisa kamu melahirkan secepat itu? “ tanya Diana penuh selidik karena setau Diana Metty menikah baru beberapa bulan dengan suaminya, Diana juga gak tahu wujud dari suami Metty karena Ia tidak hadir di acara pernikahan sahabatnya itu.
Sewaktu SMA juga Metty tidak pernah memberi tahu siapa pacarnya ke Diana. Ia sangat privasi tentang masalah pribadi itu. Dan sekarang Ia malah dikejutkan dengan kabar bahwa Metty sudah melahirkan pasti ada yang tidak beres dengan pernikahan sahabatnya itu.
“ah gak din. Memang sudah waktu aku melahirkan. “ ujar Metty dengan sedikit ragu karena biasanya ia tidak akan berbohong kepada Diana kalau Ia ada masalah.
Jikalau Ia memberitahu kalau Ia hamil diluar nikah bisa berabe urusannya nanti.
Melihat jawaban Metty Diana tidak percaya, Ia sangat tahu kamu mereka menikah belum masuk 6 bulan masa sudah Hamil dan melahirkan.
Tak ingin dipenuhi tanda tanya dia langsung menelepon Metty karena Ia rasa kalau dengan menelepon Metty bisa bicara jujur padanya.
Metty yang melihat panggilan suara dari Diana sedikit ragu untuk mengangkatnya, Ia tahu kalau Diana sudah menelepon berarti Ia ingin mengetahui yang sebenarnya dan Ia tahu kalau aku tidak berbicara jujur, Metty membatin dalam hatinya. Sudah dia kali Diana menelepon tapi Metty belum berani mengangkat nya, ketika Diana menelepon yang ketiga kalinya barulah ia mengangkat nya.
“ Halo Assalamu’alaikum Metty kok lama banget sih ngangkat nya, udah tiga kali loh aku menelepon. “ terdengar ocehan Diana diseberang sana.
“ i'iya Wa’alaikumussalam din, maaf aku baru selesai dari kamar mandi nih din. “ ucap Metty beralasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments