Bab 9 Gosip Receh

“ aku mau kamu jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama kamu sampai kamu bisa punya anak secepat itu. “ ujar Diana tidak mau basa basi, Ia langsung menyampaikan maksudnya.

“ jelasin apa din, kan emang waktunya aku punya anak. “ Metty belum bisa berterus terang saat ini, Ia berniat akan mengatakan semuanya ketika mereka bertemu nanti.

“ Jangan bohong Metty, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari ku. “ ungkap Diana yang masih penasaran dengannya.

“ Anu..... Itu din, nanti kapan-kapan kalau kita ketemu baru aku cerita ya. “ ujar Metty karena tidak mau membahas masalah ini lewat telepon.

“ Oke, kapan kamu bisa keluar biar aku jemput? “

“ Insya Allah besok sore kalau aku gak ada kerajaan ya din. “ ujar Metty karena ia belum punya keberanian untuk menjelaskan yang sebenarnya.

“Pokoknya besok sore ya. Kita pergi ke restoran ajak anak kamu juga bila perlu. “ Diana gak bisa menunggu lebih lama untuk mendengarkan penjelasan dari sahabat nya itu. Ia memutuskan bahwa besok adalah waktu yang tepat.

“ i'iya din. “

“ya sudah aku tutup dulu teleponnya, Assalamu’alaikum.”

“iya Wa’alaikumussalam.”

Obrolan mereka pun berakhir. Metty berpikir apakah Ia sanggup untuk memberitahu yang sebenarnya terjadi, karena kalau Diana mengetahui yang sebenarnya mungkinkah Ia masih mau berteman dengan ku, metty takut jika kehilangan sahabat sebaik Diana itu, akan tetapi menyembunyikan dari nya juga lebih jahat, jadi Metty sudah menetapkan keputusannya apapun yang terjadi kedepannya Ia akan memberitahu yang sebenarnya pada Metty.

Hari sudah sore Metty sedang duduk bersama putrinya di depan rumah sambil menunggu suaminya pulang, Ia baru saja selesai memasak serta membersihkan rumah agar ketika mereka pulang bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah. Merasa bosan duduk terus di rumah Metty memutuskan untuk berjalan-jalan sekadar mencari angin. Ia menyusuri jalan setapak menikmati angin sore yang terasa begitu sejuk menerpa wajah nya, Ia mampir ke rumah Bu sita karena melihat Bu sita sedang menyapu halaman depan rumahnya.

“Assalamu’alaikum Bu sita. “ sapa Metty ketika menyadari Bu sita belum melihat nya.

“ Eh Wa’alaikumussalam Nak Mety, tumben kamu kesini dek, apa ada yang bisa ibu bantu? “ tanya Bu sita yang melihat kedatangan Mety beserta anaknya.

“ tadi aku jalan-jalan, nah sekalian lihat ibu jadinya saya mampir ke sini Bu. “

“ Oalah, yuk masuk Nak, gimana kabar mu, soalnya ibu jarang berkunjung ke rumah mu, “ Ungkap Bu sita yang memang akhir-akhir ini jarang ke rumah.

“ disini aja Bu, alhamdulillah baik Bu, ibu sendiri gimana kabar nya? “

“baik Nak, oiya ibu sempat dengar kamu berantem sama suami kamu, apa betul itu? “ Tanya Bu Sita yang sempat mendengar gosip suami Metty melakukan KDRT, untuk memastikan yang sebenarnya Bu sita menanyakan langsung pada pemilik nama.

“ibu tahu dari mana? “ ucap Metty merasa kebingungan mengapa berita itu bisa sampai ke telinga orang lain. Karena setahu Metty hanya keluarga nya saja yang tahu.

“ Itu loh waktu itu pas ibu beli sayur ada Bu mita, dia bilang kalau kamu di pukuli suami mu, sampai kamu nangis dan teriak katanya. “ ujar Bu sita memberitahu dari siapa dia memperoleh gosip itu.

Metty yang menyadari kalau rumahnya berdekatan dengan rumah Bu Mita pun tidak merasa heran kalau berita ini sampai ke orang lain.

“Oh gitu ya Bu, itu gak benar Bu. “ jawab Metty yang tidak mau membeberkan masalah rumah tangganya.

“ibu juga gak yakin kalau suami mu suka bertindak kasar. “

“Soalnya kalau ibu lihat-lihat suami orang baik dan rajin Nak. Mungkin waktu itu bu mita salah dengar. “ucap Bu sita

“Iya Bu, waktu itu saya teriak karena ada ular, saya panik dan takut Bu akhirnya saya nangis, gak tahunya kalau Bu mita dengar. “ ujar Metty dengan sedikit berbohong

“ Owh pantas kalau gitu, terus gimana apa ularnya tidak menyakiti kalian?

“ nggak bu untuk saja mas Irfan dengan cepat menyingkirkan ular itu bu. “

“ syukurlah kalau gitu Nak, oh iya siapa nama anak kamu yang cantik ini. “ ujar bu sita, sudah lama bu sita tidak pernah melihat anak Metty hanya ketika anaknya lahir saja Ia melihat nya.

“ Meityza namanya bu, bisa panggil tiyza “ ungkap Metty.

“ Wah wah bangun sekali namanya sesuai dengan wajahnya yang cantik jelita ini. Puji bu Sita

“Terimakasih bu, bu saya pamit pulang dulu ya, udah mau malam ini. “ Metty ingin segera pulang takutnya nanti dia pulang malah sudah ada suaminya atau orang tuanya, bisa-bisa dimarah nanti karena keluar tanpa izin.

“ iya Nak, Hati-hati ya, jangan mampir ke sana ke mari karena kamu bawa bayi nanti takut nya terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya. Ujar bu sita memberi nasehat.

“iya bu, Metty pamit pulang dulu ya Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam Nak.”

Metty pun berjalan menyusuri jalan setapak agar bisa sampai rumah dengan cepat. “ semoga belum ada orang yang pulang. “ Batin Metty. Di lain sisi si irfan tengah terduduk di depan rumah karena mendapati rumah dalam keadaan sepi dan tidak ada satu orang pun.

Sesampainya di rumah ternyata sudah ada suaminya, sang suami duduk di depan rumah sembari menunggu kepulangan istrinya, dia tidak tahu kemana pergi istrinya itu. Metty yang melihat suaminya duduk di depan rumah itupun terkejut, takut kalau- kalau ia kena marah karena pergi tanpa izin, namun ia memberanikan diri daripada karena ia capek menggendong putrinya dari tadi.

" assalamu'alaikum Mas, tumben sudah di rumah. " ucap metty basa basi biar gak kena marah.

" Wa'alaikumussalam, kamu darimana aja. "

ungkap irfan merasa kesal karena istrinya keluar tanpa izin.

" abis jalan-jalan karena bosan di rumah terus. "

" bosan kenapa, apa kamu tidak bisa memberitahu kalau kamu mau keluar? "

" sudahlah mas aku capek mau masuk dulu. "

Metty melesat masuk ke kamar untuk meletakkan putrinya yang sudah tidur sedari tadi dan membuat tangannya pegal.

" Dek, mas belum selesai bicara, kenapa kamu gak izin kalau mau keluar. " selidik irfan karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari istrinya.

" Mas tadi kan aku sudah bilang, aku bosan di rumah. " ujar metty sedikit emosi kepada suaminya.

" apa kamu tidak bisa sekadar mengabari kalau kamu mau keluar, bukannya keluar malah tidak izin.

" memangnya aku harus mengabari ke siapa mas, orang di rumah gak ada, apakah aku harus menemui mu dulu ke tempat kerja mu?. " metty mulai tersulut emosi kala mendengar desakan suaminya itu.

"kalau kan bisa telepon mas, atau kamu bisa kirim pesan ke mas, supaya mas tahu kalau kamu keluar. jawab irfan dengan santainya.

" gimana aku mau telpon pulsa saja aku tidak punya, toh apa salah nya jika aku keluar tanpa izin, aku juga keluar cuma di sekitar rumah. "

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!