“ aku mau kamu jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama kamu sampai kamu bisa punya anak secepat itu. “ ujar Diana tidak mau basa basi, Ia langsung menyampaikan maksudnya.
“ jelasin apa din, kan emang waktunya aku punya anak. “ Metty belum bisa berterus terang saat ini, Ia berniat akan mengatakan semuanya ketika mereka bertemu nanti.
“ Jangan bohong Metty, aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari ku. “ ungkap Diana yang masih penasaran dengannya.
“ Anu..... Itu din, nanti kapan-kapan kalau kita ketemu baru aku cerita ya. “ ujar Metty karena tidak mau membahas masalah ini lewat telepon.
“ Oke, kapan kamu bisa keluar biar aku jemput? “
“ Insya Allah besok sore kalau aku gak ada kerajaan ya din. “ ujar Metty karena ia belum punya keberanian untuk menjelaskan yang sebenarnya.
“Pokoknya besok sore ya. Kita pergi ke restoran ajak anak kamu juga bila perlu. “ Diana gak bisa menunggu lebih lama untuk mendengarkan penjelasan dari sahabat nya itu. Ia memutuskan bahwa besok adalah waktu yang tepat.
“ i'iya din. “
“ya sudah aku tutup dulu teleponnya, Assalamu’alaikum.”
“iya Wa’alaikumussalam.”
Obrolan mereka pun berakhir. Metty berpikir apakah Ia sanggup untuk memberitahu yang sebenarnya terjadi, karena kalau Diana mengetahui yang sebenarnya mungkinkah Ia masih mau berteman dengan ku, metty takut jika kehilangan sahabat sebaik Diana itu, akan tetapi menyembunyikan dari nya juga lebih jahat, jadi Metty sudah menetapkan keputusannya apapun yang terjadi kedepannya Ia akan memberitahu yang sebenarnya pada Metty.
Hari sudah sore Metty sedang duduk bersama putrinya di depan rumah sambil menunggu suaminya pulang, Ia baru saja selesai memasak serta membersihkan rumah agar ketika mereka pulang bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah. Merasa bosan duduk terus di rumah Metty memutuskan untuk berjalan-jalan sekadar mencari angin. Ia menyusuri jalan setapak menikmati angin sore yang terasa begitu sejuk menerpa wajah nya, Ia mampir ke rumah Bu sita karena melihat Bu sita sedang menyapu halaman depan rumahnya.
“Assalamu’alaikum Bu sita. “ sapa Metty ketika menyadari Bu sita belum melihat nya.
“ Eh Wa’alaikumussalam Nak Mety, tumben kamu kesini dek, apa ada yang bisa ibu bantu? “ tanya Bu sita yang melihat kedatangan Mety beserta anaknya.
“ tadi aku jalan-jalan, nah sekalian lihat ibu jadinya saya mampir ke sini Bu. “
“ Oalah, yuk masuk Nak, gimana kabar mu, soalnya ibu jarang berkunjung ke rumah mu, “ Ungkap Bu sita yang memang akhir-akhir ini jarang ke rumah.
“ disini aja Bu, alhamdulillah baik Bu, ibu sendiri gimana kabar nya? “
“baik Nak, oiya ibu sempat dengar kamu berantem sama suami kamu, apa betul itu? “ Tanya Bu Sita yang sempat mendengar gosip suami Metty melakukan KDRT, untuk memastikan yang sebenarnya Bu sita menanyakan langsung pada pemilik nama.
“ibu tahu dari mana? “ ucap Metty merasa kebingungan mengapa berita itu bisa sampai ke telinga orang lain. Karena setahu Metty hanya keluarga nya saja yang tahu.
“ Itu loh waktu itu pas ibu beli sayur ada Bu mita, dia bilang kalau kamu di pukuli suami mu, sampai kamu nangis dan teriak katanya. “ ujar Bu sita memberitahu dari siapa dia memperoleh gosip itu.
Metty yang menyadari kalau rumahnya berdekatan dengan rumah Bu Mita pun tidak merasa heran kalau berita ini sampai ke orang lain.
“Oh gitu ya Bu, itu gak benar Bu. “ jawab Metty yang tidak mau membeberkan masalah rumah tangganya.
“ibu juga gak yakin kalau suami mu suka bertindak kasar. “
“Soalnya kalau ibu lihat-lihat suami orang baik dan rajin Nak. Mungkin waktu itu bu mita salah dengar. “ucap Bu sita
“Iya Bu, waktu itu saya teriak karena ada ular, saya panik dan takut Bu akhirnya saya nangis, gak tahunya kalau Bu mita dengar. “ ujar Metty dengan sedikit berbohong
“ Owh pantas kalau gitu, terus gimana apa ularnya tidak menyakiti kalian?
“ nggak bu untuk saja mas Irfan dengan cepat menyingkirkan ular itu bu. “
“ syukurlah kalau gitu Nak, oh iya siapa nama anak kamu yang cantik ini. “ ujar bu sita, sudah lama bu sita tidak pernah melihat anak Metty hanya ketika anaknya lahir saja Ia melihat nya.
“ Meityza namanya bu, bisa panggil tiyza “ ungkap Metty.
“ Wah wah bangun sekali namanya sesuai dengan wajahnya yang cantik jelita ini. Puji bu Sita
“Terimakasih bu, bu saya pamit pulang dulu ya, udah mau malam ini. “ Metty ingin segera pulang takutnya nanti dia pulang malah sudah ada suaminya atau orang tuanya, bisa-bisa dimarah nanti karena keluar tanpa izin.
“ iya Nak, Hati-hati ya, jangan mampir ke sana ke mari karena kamu bawa bayi nanti takut nya terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya. Ujar bu sita memberi nasehat.
“iya bu, Metty pamit pulang dulu ya Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam Nak.”
Metty pun berjalan menyusuri jalan setapak agar bisa sampai rumah dengan cepat. “ semoga belum ada orang yang pulang. “ Batin Metty. Di lain sisi si irfan tengah terduduk di depan rumah karena mendapati rumah dalam keadaan sepi dan tidak ada satu orang pun.
Sesampainya di rumah ternyata sudah ada suaminya, sang suami duduk di depan rumah sembari menunggu kepulangan istrinya, dia tidak tahu kemana pergi istrinya itu. Metty yang melihat suaminya duduk di depan rumah itupun terkejut, takut kalau- kalau ia kena marah karena pergi tanpa izin, namun ia memberanikan diri daripada karena ia capek menggendong putrinya dari tadi.
" assalamu'alaikum Mas, tumben sudah di rumah. " ucap metty basa basi biar gak kena marah.
" Wa'alaikumussalam, kamu darimana aja. "
ungkap irfan merasa kesal karena istrinya keluar tanpa izin.
" abis jalan-jalan karena bosan di rumah terus. "
" bosan kenapa, apa kamu tidak bisa memberitahu kalau kamu mau keluar? "
" sudahlah mas aku capek mau masuk dulu. "
Metty melesat masuk ke kamar untuk meletakkan putrinya yang sudah tidur sedari tadi dan membuat tangannya pegal.
" Dek, mas belum selesai bicara, kenapa kamu gak izin kalau mau keluar. " selidik irfan karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari istrinya.
" Mas tadi kan aku sudah bilang, aku bosan di rumah. " ujar metty sedikit emosi kepada suaminya.
" apa kamu tidak bisa sekadar mengabari kalau kamu mau keluar, bukannya keluar malah tidak izin.
" memangnya aku harus mengabari ke siapa mas, orang di rumah gak ada, apakah aku harus menemui mu dulu ke tempat kerja mu?. " metty mulai tersulut emosi kala mendengar desakan suaminya itu.
"kalau kan bisa telepon mas, atau kamu bisa kirim pesan ke mas, supaya mas tahu kalau kamu keluar. jawab irfan dengan santainya.
" gimana aku mau telpon pulsa saja aku tidak punya, toh apa salah nya jika aku keluar tanpa izin, aku juga keluar cuma di sekitar rumah. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments