Keesokan paginya Metty bangun dan melaksanakan sholat subuh, tak lupa ia juga membangun kan suaminya agar mereka bisa sholat bersama, tapi kali ini mas irfan tidak mau bangun, meski berkali-kali metty berusaha membangunkan nya, karena irfan tidak mau bangun ia pun akhirnya memutuskan untuk mengambil wudhu dan melakukan sholat sendiri, karena jika terus menunggu irfan yang tak kunjung sadar dari tidurnya bisa-bisa waktu sholatnya habis.
Metty pun sholat sendirian di kamar dengan khusyuk nya. setelah selesai sholat ia berdoa kepada sang pemberi kehidupan.
" Ya Allah jauhkanlah hamba dan keluarga hamba dari berbagai macam amarah bahaya serta penyakit juga fitnah di dunia dan di akhirat nanti, Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, dan berikanlah ridho mu kepada kami ya Allah. " ucap metty memohon perlindungan dan petunjuk kepada sang Ilahi, ia mengeluarkan semua beban pikiran yang selalu menghantui nya.
" Bantulah hamba untuk menemukan bukti-bukti atas kecurangan yang dilakukan suami hamba dan keluarganya ya Allah, berikanlah mereka hidayah agar mereka dapat menyadari dan bertaubat kepada engkau ya Allah, jangan biarkan mereka terus-terusan berada dalam kesesatan ini. Aamiin Aamiin Y Rabbal Allamin. ucap metty mengakhiri doanya, ia sangat berharap Allah bisa mengabulkan doa-doanya.
selesai sholat ia pun bergegas untuk mandi karena menurut ia mandi di pagi hari dapat menyegarkan dan menjernihkan pikirannya. sebelum menuju kamar mandi ia mengambil pakaiannya di lemari karena ia akan mengganti pakaian di dalam kamar mandi nanti ia memilih baju yang ia rasa nyaman untuk dipakai.
Setelah Mendapatkan baju yang diinginkan ia segera menutup lemari, namun ketika hendak menutupnya mata ia terfokus pada suatu map yang berada di bawah tumpukan baju suaminya. Karena penasaran ia berniat mengambil map tersebut tapi sebelum itu ia melihat ke arah suaminya untuk memastikan kalau dia benar-benar sedang tertidur dengan pulsanya.
Saat dirasa aman ia pun langsung mengambil map tersebut dan mengeceknya, Saat ia membuka map tersebut ia tampak terkejut kalah melihat di dalam map tersebut terdapat buku kecil seperti buku nikah, untuk memastikannya dia membuka buku tersebut satu-persatu dan benar saja itu memang benar buku nikah dan lebih terkejut ketika ia melihat buku nikah tersebut milik suaminya dan tiara, Ia bagai disambar petir ternyata suaminya diam-diam sudah menikah tanpa seizin dia sebagai istri pertamanya.
Di lain sisi ia merasa doanya di ijabah oleh Allah SWT karena telah menemukan bukti kuat untuk menggugat cerai suaminya. Tanpa pikir panjang ia pun bergegas mengambil ponselnya untuk memfoto buku tersebut dan merekam lembar demi lembar buku milik suaminya dan milik tiara itu.
Setelah selesai merekamnya ia pun mengirim foto serta video tersebut pada diana, ia rasa diana bisa membantunya untuk membawa kasus ini ke pengadilan sepulangnya ia dari rumah mertuanya.
Selesai mengirim nya ia segera menaruh kembali map-map tersebut ketempat semula takut jikalau suaminya terbangun dan melihat ia nanti, bisa-bisa semua yang ia rencanakan bisa gagal, selesai melakukan semuanya ia pun bergegas menuju kamar mandi.
Selesai mandi ia mendapati irfan sedang menggendong putrinya yang sedang menangis,
" Kamu darimana saja si dek, lihat ini anak mu nangis. " kata irfan yang melihat metty baru keluar dari kamar mandi, ia kesal karena mendengar suara anaknya yang menangis dan membuat ia terbangun dari tidurnya itu.
" Aku baru selesai mandi mas, kan kamu sendiri ada disini jadi sudah kewajiban kamu juga mengurus anak kita jikalau aku sedang tidak ada atau sedang ada pekerjaan. " ujar Metty yang kesal melihat tingkah suaminya.
" Iya mas tahu kok kewajiban mas, tanpa perlu kamu kasih tahu, ini anak mu susuin dulu sana dari tadi dia nangis terus. " ujar irfan dengan sini sembari menyerahkan anaknya pada metty dan berlalu keluar dari kamar.
Metty hanya diam saja melihat suaminya itu. katanya tahu kewajiban tapi nikah lagi kok gak bilang-bilang. Batin metty seraya menyusui anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments