Diana yang melihat chat dari metty langsung membukanya, dan betapa terkejutnya ia melihat buku nikah irfan dengan tiara.
" Apa jadi selam ini irfan sudah menikah dengan tiara? berarti mereka nikah diam-diam dong. " batin diana sembari membalas pesan dari metty
"Berhubung kamu sudah mempunyai bukti, sebaiknya kamu balik lagi ke rumah mu. " balas Diana, beberapa menit pesan balasan dari metty masuk.
" Iya din, niatnya nanti sore aku balik kampung. "
" Oh iya jangan sampai ada yang tahu kalau kamu sudah melihat buku itu. "
" iya din, aku sudah meletakkan buku-buku tersebut ke tempat semula dengan rapi. "
" jadi apa keputusan mu selanjutnya? " tanya Diana berharap Metty akan menceraikan irfan.
" Aku belum tahu din, jujur saja aku sangat kecewa padanya. "
" Maka dari itu, menurut aku sebaiknya kamu menceraikan irfan. "
" jika aku menceraikan bagaimana dengan anak ku din, Diana masih teramat bayi. "
" Gini Metty memangnya kamu sanggup untuk bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh dengan kebohongan itu? " tanya Diana yang merasa kesal dengan sahabat nya, sudah di khianati masa masih mau bertahan.
" Aku nggak sanggul din, tapi gimana nasib anak ku nanti jika besar dia menanyakan tentang ayahnya? " metty masih belum bisa mengambil keputusan untuk menceraikan suaminya.
" Metty dengar kan aku, apa gunanya kamu bertahan dengan suami yang sudah menikah tanpa seizin mu?, jangan bertahan karena alasan anak,Toh namun masih punya orang tua yang akan membantu mu membesarkan anak mu.
Mendengar ucapan diana metty merasa mendapat sedikit pencerahan, tidak apa-apa jika ia harus bercerai dengan irfan, terpenting anaknya bisa hidup bahagia tanpa merasa sakit seperti yang aku rasakan sekarang ini, batin metty.
" Baiklah din, aku akan menggugat cerai mas irfan, tapi aku harus meminta pendapat orang tua ku. "
" Baiklah din, besok aku jemput kamu,kita bahas langkah selanjutnya. "
" Iya din, Terimakasih kamu selalu membantu dan maaf jika aku terlalu merepotkan mu. "
Setelah selesai mengobrol dengan Diana metty menuju ruang tengah untuk menemui mertuanya, ia melihat mertuanya sedang ngobrol bareng irfan dan Diana, dia pun menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum bu pak, lagi ngomongin apa nih. "
melihat kedatangan metty yang tiba-tiba membuat mereka terkejut dan terdiam, mereka takut kalau metty mendengar apa saja yang barusan mereka omongin.
" kenapa kalian diam? apa ada yang salah?. " tanya metty untuk mencair suasana karena melihat mereka diam membisu kaya baru itu. pasti mereka baru membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan mereka mengira aku mendengar nya. batin metty.
" Eh Nak sejak kapan kamu disitu?
" Barusan Bu, apa saya tidak boleh kesini? " tanya metty kala mendengar ucapan mertuanya.
" Nggak kok sayang, ibu hanya bertanya.
" Saya kesini bilang kalau nanti sore saya sama mas irfan akan pulang ke kampung. " kata metty yang males melihat wajah-wajah yang penuh dengan drama itu.
" Lo kok cepat sayang, apa kamu tidak betah disini?, atau ada yang membuat mu tidak nyaman?. Tanya irfan padahal dalam hati ia seneng kalau istrinya akan pulang jadi ia bebas berduaan dengan tiara? ya walaupun dia harus bolak balik dari rumah metty ke rumahnya.
" Nggak gitu mas, malahan aku senang tinggal disini semua kebutuhan ku terpenuhi , hanya saja tadi ibu nelpon katanya rindu sama cucunya. " Kata metty beralibi padahal sama sekali ibunya tidak menelepon, hanya saja biar mereka tidak curiga maka metty harus mencari alasan yang pas.
" Ya sudah sayang nanti sore kita pulang. "
" Ia mas, kalau gitu aku pamit mau siapin barang-barang dulu. "
" Iya dek, sekalian nanti kita bawa oleh-oleh buat ortu mu di kampung. " kata irfan karena walau bagaimana pun dia harus tetap bersikap sopan sama keluarga metty.
" iya mas. " metty pun berlalu dari hadapan mereka untuk siapin barang-barang yang akan ia bawa pulang.
irfan bersama keluarga nya terlihat begitu senang kalah mendengar metty akan pulang.
" yang nanti setelah kamu antar istrinya mu pulang kamu balik lagi kesini ya. " kata tiara.
"Besok aja sayang, kan nanti sore aku balik masa mau balik lagi kesini, bisa curiga metty nanti. "
" Iya Nak, biarkan irfan di sana dulu untuk malam ini, besok baru dia kembali. " kata ibu yang melihat raut wajah ku yang tidak menyetujui ucapan tiara.
" Oke pokoknya besok malam kamu nginap disini, aku gak mau nerima alasan apapun. "ujar tiara sambil berlalu dari ruangan itu karena kesal dengan irfan yang tidak menuruti kemauannya.
Sore hari pun tiba Metty sudah mempersiapkan semua yang perlu ia bawa, ia bergegas mencari suaminya agar mereka bisa segera pulang. metty melihat irfan sedang minum di dapur ia pun menghampiri nya.
" Mas udah sore nih yuk kita pulang, ibu sudah menunggu di rumah. "
"Iya dek, semuanya sudah kamu siapkan? " tanya irfan memastikan kalau metty tidak meninggalkan sesuatu, males nanti jikalau ia di ajak balik lagi hanya untuk mengambil benda yang tertinggal.
"Sudah mas, oh iya kita pulang pakai motor atau pakai taksi? "
" Kita pakai taksi aja dek, soalnya kalau pakai motor gak muat karena banyak bawaan,motornya biar besok mas ambil. "
"Kamu sudah pesan taksinya mas? "
"Udah dek, yuk kita berangkat itu taksinya sudah di depan. "
" iya mas aku ambil Meityza dulu." Metty segera ke kamar untuk mengambil metty dan barang-barangnya, sudah ia suruh mbok siti untuk membawa nya ke depan tadi.
" Sudah mas, kita pamit sama mama papa dulu ya. "
" Iya dek. " kata irfan lalu berjalan menemui kedua orang tuanya untuk berpamitan.
" Ma pa, aku sama metty pulang dulu ya. " ujar irfan seraya mencium kedua tangan orang tua nya yang diikuti metty dari belakang.
" Kalian hati-hati di jalan ya nak, Kalau ada waktu sempat kan lagi datang kesini ya. " kata ibu
" iya bu pasti, kalau gitu kaki pergi dulu.
assalamu'alaikum " ucap irfan dan metty bersamaan.
Setelah pamit mereka pun akhirnya menaiki taksi yang di pesan tadi, dalam perjalan mereka hanya diam, tidak ada yang mau bicara mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing. Irfan yang melihat Mall segera meminta supir untuk berhenti, karena tadi ia udah bilang sma metty mau beli oleh-oleh untuk mertuanya.
" Mas berhenti di mall depan sana dulu ya. "
" Oh iya mas. "
" Kita mau ngapain mas? kok berhenti disini?. " tanya metty yang kebingungan karena irfan tiba-tiba menghentikan supir.
" Kan mas tadi sudah bilang kalau kita mau beli oleh-oleh buat ibu sama bapak, masa kita pulang gak bawa apa-apa. " kata irfan yang segera turun dari mobi.
" Oh iya mas metty lupa. " kaya metty dan mengikuti suaminya berjalan masuk mall.
Beberapa jam setelah selesai berbelanja mereka pun melanjutkan perjalan, agar sampai rumah tidak terlalu kemalaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments