Bab 20 Pulang kampung

Diana yang melihat chat dari metty langsung membukanya, dan betapa terkejutnya ia melihat buku nikah irfan dengan tiara.

" Apa jadi selam ini irfan sudah menikah dengan tiara? berarti mereka nikah diam-diam dong. " batin diana sembari membalas pesan dari metty

"Berhubung kamu sudah mempunyai bukti, sebaiknya kamu balik lagi ke rumah mu. " balas Diana, beberapa menit pesan balasan dari metty masuk.

" Iya din, niatnya nanti sore aku balik kampung. "

" Oh iya jangan sampai ada yang tahu kalau kamu sudah melihat buku itu. "

" iya din, aku sudah meletakkan buku-buku tersebut ke tempat semula dengan rapi. "

" jadi apa keputusan mu selanjutnya? " tanya Diana berharap Metty akan menceraikan irfan.

" Aku belum tahu din, jujur saja aku sangat kecewa padanya. "

" Maka dari itu, menurut aku sebaiknya kamu menceraikan irfan. "

" jika aku menceraikan bagaimana dengan anak ku din, Diana masih teramat bayi. "

" Gini Metty memangnya kamu sanggup untuk bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh dengan kebohongan itu? " tanya Diana yang merasa kesal dengan sahabat nya, sudah di khianati masa masih mau bertahan.

" Aku nggak sanggul din, tapi gimana nasib anak ku nanti jika besar dia menanyakan tentang ayahnya? " metty masih belum bisa mengambil keputusan untuk menceraikan suaminya.

" Metty dengar kan aku, apa gunanya kamu bertahan dengan suami yang sudah menikah tanpa seizin mu?, jangan bertahan karena alasan anak,Toh namun masih punya orang tua yang akan membantu mu membesarkan anak mu.

Mendengar ucapan diana metty merasa mendapat sedikit pencerahan, tidak apa-apa jika ia harus bercerai dengan irfan, terpenting anaknya bisa hidup bahagia tanpa merasa sakit seperti yang aku rasakan sekarang ini, batin metty.

" Baiklah din, aku akan menggugat cerai mas irfan, tapi aku harus meminta pendapat orang tua ku. "

" Baiklah din, besok aku jemput kamu,kita bahas langkah selanjutnya. "

" Iya din, Terimakasih kamu selalu membantu dan maaf jika aku terlalu merepotkan mu. "

Setelah selesai mengobrol dengan Diana metty menuju ruang tengah untuk menemui mertuanya, ia melihat mertuanya sedang ngobrol bareng irfan dan Diana, dia pun menghampiri mereka.

"Assalamu'alaikum bu pak, lagi ngomongin apa nih. "

melihat kedatangan metty yang tiba-tiba membuat mereka terkejut dan terdiam, mereka takut kalau metty mendengar apa saja yang barusan mereka omongin.

" kenapa kalian diam? apa ada yang salah?. " tanya metty untuk mencair suasana karena melihat mereka diam membisu kaya baru itu. pasti mereka baru membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan mereka mengira aku mendengar nya. batin metty.

" Eh Nak sejak kapan kamu disitu?

" Barusan Bu, apa saya tidak boleh kesini? " tanya metty kala mendengar ucapan mertuanya.

" Nggak kok sayang, ibu hanya bertanya.

" Saya kesini bilang kalau nanti sore saya sama mas irfan akan pulang ke kampung. " kata metty yang males melihat wajah-wajah yang penuh dengan drama itu.

" Lo kok cepat sayang, apa kamu tidak betah disini?, atau ada yang membuat mu tidak nyaman?. Tanya irfan padahal dalam hati ia seneng kalau istrinya akan pulang jadi ia bebas berduaan dengan tiara? ya walaupun dia harus bolak balik dari rumah metty ke rumahnya.

" Nggak gitu mas, malahan aku senang tinggal disini semua kebutuhan ku terpenuhi , hanya saja tadi ibu nelpon katanya rindu sama cucunya. " Kata metty beralibi padahal sama sekali ibunya tidak menelepon, hanya saja biar mereka tidak curiga maka metty harus mencari alasan yang pas.

" Ya sudah sayang nanti sore kita pulang. "

" Ia mas, kalau gitu aku pamit mau siapin barang-barang dulu. "

" Iya dek, sekalian nanti kita bawa oleh-oleh buat ortu mu di kampung. " kata irfan karena walau bagaimana pun dia harus tetap bersikap sopan sama keluarga metty.

" iya mas. " metty pun berlalu dari hadapan mereka untuk siapin barang-barang yang akan ia bawa pulang.

irfan bersama keluarga nya terlihat begitu senang kalah mendengar metty akan pulang.

" yang nanti setelah kamu antar istrinya mu pulang kamu balik lagi kesini ya. " kata tiara.

"Besok aja sayang, kan nanti sore aku balik masa mau balik lagi kesini, bisa curiga metty nanti. "

" Iya Nak, biarkan irfan di sana dulu untuk malam ini, besok baru dia kembali. " kata ibu yang melihat raut wajah ku yang tidak menyetujui ucapan tiara.

" Oke pokoknya besok malam kamu nginap disini, aku gak mau nerima alasan apapun. "ujar tiara sambil berlalu dari ruangan itu karena kesal dengan irfan yang tidak menuruti kemauannya.

Sore hari pun tiba Metty sudah mempersiapkan semua yang perlu ia bawa, ia bergegas mencari suaminya agar mereka bisa segera pulang. metty melihat irfan sedang minum di dapur ia pun menghampiri nya.

" Mas udah sore nih yuk kita pulang, ibu sudah menunggu di rumah. "

"Iya dek, semuanya sudah kamu siapkan? " tanya irfan memastikan kalau metty tidak meninggalkan sesuatu, males nanti jikalau ia di ajak balik lagi hanya untuk mengambil benda yang tertinggal.

"Sudah mas, oh iya kita pulang pakai motor atau pakai taksi? "

" Kita pakai taksi aja dek, soalnya kalau pakai motor gak muat karena banyak bawaan,motornya biar besok mas ambil. "

"Kamu sudah pesan taksinya mas? "

"Udah dek, yuk kita berangkat itu taksinya sudah di depan. "

" iya mas aku ambil Meityza dulu." Metty segera ke kamar untuk mengambil metty dan barang-barangnya, sudah ia suruh mbok siti untuk membawa nya ke depan tadi.

" Sudah mas, kita pamit sama mama papa dulu ya. "

" Iya dek. " kata irfan lalu berjalan menemui kedua orang tuanya untuk berpamitan.

" Ma pa, aku sama metty pulang dulu ya. " ujar irfan seraya mencium kedua tangan orang tua nya yang diikuti metty dari belakang.

" Kalian hati-hati di jalan ya nak, Kalau ada waktu sempat kan lagi datang kesini ya. " kata ibu

" iya bu pasti, kalau gitu kaki pergi dulu.

assalamu'alaikum " ucap irfan dan metty bersamaan.

Setelah pamit mereka pun akhirnya menaiki taksi yang di pesan tadi, dalam perjalan mereka hanya diam, tidak ada yang mau bicara mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing. Irfan yang melihat Mall segera meminta supir untuk berhenti, karena tadi ia udah bilang sma metty mau beli oleh-oleh untuk mertuanya.

" Mas berhenti di mall depan sana dulu ya. "

" Oh iya mas. "

" Kita mau ngapain mas? kok berhenti disini?. " tanya metty yang kebingungan karena irfan tiba-tiba menghentikan supir.

" Kan mas tadi sudah bilang kalau kita mau beli oleh-oleh buat ibu sama bapak, masa kita pulang gak bawa apa-apa. " kata irfan yang segera turun dari mobi.

" Oh iya mas metty lupa. " kaya metty dan mengikuti suaminya berjalan masuk mall.

Beberapa jam setelah selesai berbelanja mereka pun melanjutkan perjalan, agar sampai rumah tidak terlalu kemalaman.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!