“Loh, mas sudah pulang? “ batin Metty yang melihat Irfan yang tengah tertidur di sampingan, Ia pun membangun Irfan untuk melaksanakan sholat subuh.
“mas bangun sholat subuh”. Sambil mengguncangkan tubuh suaminya.
“Ia dek bentar lagi mas masih mengantuk, kamu sholat duluan aja. “ ujar Irfan yang merasa sangat mengantuk akibat pulang kemalaman.
“Gak bisa mas kita harus sholat samaan nanti dicariin sama bapak. “
“ Udahlah dek tinggal kamu bilang kalau nanti mas sholat di kamar saja. “ ucap Irfan yang tidak mau diganggu. Metty pun berlalu dari kamar untuk mengambil wudhu dan segera menyusul ibu bapaknya untuk sholat berjamaah di ruang tengah.
Sesampainya di sana Ia menatap kedua orang tuanya yang sedang menunggu Metty dan Irfan, namun mereka merasa kebingungan karena metty hanya datang seorang diri tanpa suaminya.
“ Loh Nak irfan mana?.” Ujar bapak yang sedari tadi ingin menanyakan hal tersebut.
“ Mas irfan nanti sholat sendiri ya, masih mengantuk katanya. “ Ucap Metty pada bapaknya.
“ ya gak bisa gitu Nak, Dia itu imam kamu seharusnya dia datang sholat kemari bukannya malah sholat sendiri, dimana mana seharusnya calon imam lah yang mengajak maklum ( istri) untum sholat bukan malah sebaliknya. “ Ujar bapak yang mulai tersulut emosi kalah mendengar menantunya yang tidak mau sholat berjamaah dengan alasan masih ngantuk.
“ Sudah-sudah pak, lebih baik kita sholat dulu sekarang, keburu waktu sholat nanti habis dan terbuang percuma hanya gara-gara membahas hal yang bisa dibahas nanti. Ujar ibu untuk menengahi kami dan agar tidak terjadi pertengkaran.
Metty sedang menyajikan sarapan untuk keluarga nya, sehabis sholat subuh tadi metty lebih memilih untuk membuat sarapan agar bapak tidak marah lagi nanti kalau-kalau ketemu sama mas irfan nanti.
“ Nak kok suamimu belum kelihatan dari tadi?. “ ucap Ibu yang sudah berada di samping ku.
“Tadi pas aku ke kamar mas irfan masih tidur bu. “ ujar metty pada ibunya yang tidak mau membahas irfan takut kedengaran oleh bapaknya. Bisa-bisa diomelin lagi nanti.
“Kok kamu gak bangunin suamimu nak?. “
“ Metty udah coba bangunin bu, tapi mas irfan gak mau bangun, masih tidur dengan pulas nya bu. “ujar metty tanpa basa basi, karena tadi ia udah berusaha membangunkan suaminya akan tetapi sang suami belum juga mau bangun, jadi Ia biarkan saja suaminya bangun sendiri nanti.
“ ya sudah nak, semoga bapak mu nggak marah nanti kalau tahu suamimu belum bangun, ibu takut bapak mu ribut pagi-pagi. “ ujar ibu kepada anaknya itu.
“Iya Bu, kebetulan meityza juga lagi tidur di kamar jadi aku memilih untuk membuat sarapan saja
biar bapak gak marah. “ ujar metty menyampaikan kegelisahan nya, selesai Ia menyiapkan sarapan.
“ ya sudah Nak, ibu panggil bapak dulu buat sarapan. Kamu coba pergi bangunin suami mu lagi, siapa tahu Ia sudah bangun, ajak Ia untuk sarapan biar gak dimarah bapak nanti. Ujar ibu sebelum berlalu dari hadapan ku.
Aku pun segera bergegas ke kamar untuk membangunkan mas irfan, untuk sarapan biar nanti dia gak kesiangan untuk pergi kerja.
“Mas bangun dong, dari tadi gak mau bangun makanya pulang itu tahu waktu biar gak ketiduran sampai subuh gini. Ujar Metty yang mulai emosi melihat suaminya yang masih tertidur itu.
“Sebentar lagi dek, Mas masih ngantuk ini. “ ucap irfan dengan posisi tertidur.
“Yasudah kalau mas gak mau bangun biar aku panggil bapak aja. “ ucap metty yang capek melihat tingkah suaminya itu.
“ iya. Iya ini mas bangun, kamu ini bukannya membiarkan suami tidur malah mengadu pada bapak, suami masih capek juga. “ ungkap irfan yang risih karena ucapan istrinya.
“ Oh jadi sekarang mas nyalahin aku iya, mas sadar gak sih udah berapa kali aku bangun? DNA setelah bangun malah nyalahin aku?. “ ujar metty kala mendengar ucapan suaminya.
“kamu tahu mas masih ngantuk ya jangan di bangunin dong, mas bisa bangun sendiri tanpa kamu bangunkan. “
“ Irfan kamu lupa ya, kamu itu seorang suami dan seharusnya kaki tahu tugas seorang suami kan? Udah berapa kali aku memperingati kamu akan tugas mu yang selalu kamu abaikan heh? Ujar Metty dengan sedikit meninggikan suaranya.
“ oh jadi sekarang kamu mau ngatur-ngatur aku, jangan merasa paling pintar dek, ingat kamu harus bersyukur atas apa yang sudah mas berikan ke kamu. “
“ Heh Irfan memangnya apa yang kamu berikan pada sehingga dengan PedeNya kaki bilang aku harus bersyukur, setahu aku. Kaki tidak pernah sedikit pun memberikan aku sesuatu, jangankan sesuatu menafkahi aku dan anak aku saja kamu tidak pernah ingat itu. “ Metty sudah tidak bisa menahan emosinya kalah mendengar Irfan yang merasa benar dengan perkataan nya.
Mendengar pertengkaran membuat Meityza pun menangis dengan keras karena Ia terbangun akibat suara pertengkaran mereka.
“Kamu lihat itu, gara-gara kamu ngajak ribut pagi-pagi kaya gini, anak kita jadi terbangun. “ ucap irfan yang sudah tidak memikirkan apa kata bapaknya nanti kalau mengetahui anaknya bertengkar.
“ Coba saja kamu tidak membuat masalah seperti ini. Maka hal seperti ini tidak akan terjadi. Malah kamu melimpahkan semua kesalahan mu padaku. Ujar metty tak mau kalah dengan suaminya itu.
"praakk,tamparan keras mendarat di pipi metty,ini akibatnya kalau kamu berani berucap tidak sopa pada suami, dasar wanita tidak tahu diri. " ucap irfan dengan dada naik turun menahan emosi.
metty yang mendapat tamparan sekeras itupun tidak dapat membendung Air matanya, Ia pun menangis kala mengetahui suami yang sangat Ia cintai berani bermain tangan pada perempuan.
" Mas sekarang udah berani menampar dan mengatai aku." ucap metty dengan sedikit berterima pada suaminya.
Kedua orang tua metty yang mendengar pertengkaran mereka pun menghampirinya.
" Nak,kenapa kaki menangis dan kenapa dari tadi kalian berteriak? apa kalian tidak malu kalau sampai tetangga mendengar kalian? ucap ibu sembari mengelus kepala putri dan mengambil alih menggendong cucunya.
" Mas irfan menampar Ku bu,tadi aku berusaha membangunkannya,namun mas irfan tidak mau dan aku berniat menyuruh bapak membangunkannya. "
" akan tetapi setelah bangun Ia mengatai-ngatai ku bu dan akhirnya menampar ku. " ucap metty dengan sesenggukan menahan isak tangisnya.
" Dasar laki-laki tidak tahu di untung, praakkk." ucap bapak sembari menampar mas irfan sampai Ia tersungkur.
" Berani sekali kamu menampar anak ku dan membuatnya menangis,kami saja sebagai orang tuanya tidak pernah bermain tangan kepada putri kamu, lah kamu cuma menantu tapi udah berani memukul anak ku. " bapak sudah tidak bisa amanah amarah lagi, ia memukul irfan sampai babak beluk. ibu yang melihat itu berusaha menghentikan pertengkaran itu,Ibu berusaha meraih tang bapak dan mengajak nya ke rumah keluarga.
" pak sudah pak, kita bicarakan secara baik-baik.
" Dia sudah keterlaluan Bu. Dia pantas mendapatkan ini,dia sudah berani menampar putri kita bu." ujar bapak yang sangat sulit untuk mengendalikan emosinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments