Bab 10 bertemu Sahabat

irfan pun hanya diam mendengar penuturan Istri nya, ia sendiri tahu kalau istrinya tidak punya pulsa karena Ia belum memberi uang sepeserpun padanya.

"ya udah dek mas minta maaf udah marah sama kamu, insya Allah besok mas terima gaji, kalau bisa isi pulsa besok. " ucap irfan pada istrinya.

Metty yang tadinya cemberut karena ulah suaminya langsung merasa senang dan tersenyum sumringah ke suaminya.

" Alhamdulilah mas, tapi bener ya besok kasih aku uangnya sesuai dengan syarat waktu itu." Ujar Metty sembari mengingat kan suaminya tentang persyaratan yang telah disetujui itu.

" iya dek, mas ingat kok, kamu gak usah khawatir. mas akan menepati janji mas. " ujar irfan dengan mengelus puncak kepala istrinya.

" oh iya mas, besok sore aku mau jalan-jalan sama teman ku. " Metty berniat meminta izin ke suaminya kalau besok ia akan pergi dengan diana.

" teman mu yang mana dek, kamu mau jalan-jalan kemana? " irfan sedikit terkejut kala mendengar ucapan istrinya, ia takut kalau istrinya keluar sama laki-laki lain, tapi berdalil keluar sama teman.

" itu loh mas, Diana teman semasa Sma ku, tadi Ia menelepon dan mengajak aku jalan. "

" Oh Diana teman yang selalu sama kamu itu? yang gak suka sama aku itu kan?. " ungkap irfan yang menyadari kalau dari dulu Diana tidak suka pada nya, dia sering sekali mencari masalah dengan irfan dia juga tidak pernah membiarkan Metty untuk mendekat nya.

" iya mas, itu kan dulu sekarang mungkin dia udah gak kaya dulu lagi. "

"apa dia tahu kalau aku suami mu?. "

" aki belum kasih tahu mas, dia juga gak nanya. " ujar Metty beralasan padahal diana sudah menanyakan nya namun ia belum memberi tahu bahwa irfan adalah suaminya, Ia juga gak mau irfan sampai tahu, takutnya nanti dia gak dikasih izin untuk keluar bareng Diana.

" kenapa dia tiba-tiba ngajak kamu jalan, bukankah kalian jarang komunikasi?" tanya irfan yang penasaran dengan kehadiran Diana itu, setahu nya Metty tidak pernah saling tukar kabar dengan Diana selama mereka menikah toh juga istrinya gak pegang HP, irfan merasa ada yang aneh dengan kehadiran dia yang mendadak itu.

" kan las waktu kita nikah dia WA aku mas, tapi WA nya baru ku lihat pas aku pegang HP kemarin, setelah itu kami saling tanya kabar, dan dia ngajak aku ketemuan Mas. "

" pokoknya kamu gak boleh pergi sama dia, nanti dia malah menghasut kamu untuk membenci aku lagi. " irfan sangat khawatir akan kehadiran Diana bisa bisa dia merusak rencana yang selama ini dia susun dengan rapi dan sangat rapat sehingga tidak ada seorang pun yang tahu.

Metty yang merasa aneh dengan jawaban suaminya dan tidak memberi izin padanya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya itu, apalagi melihat suaminya yang kelihatan takut jika ia membahas Diana.

" kenapa mas, aku kan hanya ingin bertemu sama teman ku yang selalu melindungi ku semasa SMA, kok kamu kaya gak suka gitu sama Diana?. "

" nggak kok sayang, aku hanya takut kalau nanti Diana ngomong yang nggak-nggak tentang aku, soalnya dari dulu diakan gak pernah suka sama aku. "

"itu kan dulu mas, beda sama sekarang, lagi pula kami cuma ngobrol-ngobrol bentar abis itu pulang, kalau mas gak beri izin anti aku izin sama bapak atau sama ibu aja. " ungkap Metty yang belum kunjung mendapatkan izin dari suaminya.

" ya udah kamu boleh pergi besok, tapi siapa yang akan merawat Anak kita nanti? "

" nanti biar aku bawa saja mas, biar dia juga bisa merasakan jalan-jalan. " ungkap Metty dengan sedikit sumringah karena mendapatkan izin dari suaminya. "

" besok pergi sama siapa? kita kan gak punya motor? " tanya irfan yang menyadari bahwa mereka belum memiliki motor.

" besok Diana yang jemput aku mas, "

" mm, iya sudah kalau gitu, jangan pulang

kemalaman, dan izin juga sama ortu kamu biar mereka juga tahu kamu pergi besok." ujar irfan memberi nasehat pada istrinya.

" iya mas nanti aku bilang sama ibu juga bapak.

Setelah mendapat izin dari suaminya Metty segera bergegas untuk memasak agar sepulang ibunya nanti mereka bisa langsung makan. setelah selesai memasak Metty menyajikan semua masakan nya ditempat biasa mereka makan.

" assalamu'alaikum Nak, wah kamu sudah masak ya, kebetulan ibu sama bapak sudah lapar nih, bisa langsung makan dong. " ucap ibu yang tiba-tiba sudah ada di dapur itu.

" Wa'alaikumussalam bu, ibu sama bapak mandi dulu ya, abis mandi baru kita makan sama-sama. " kata Metty pada ibunya.

Ibu dan bapak pun segera berlalu untuk mandi sedangkan mas irfan masih ada di dalam kamar karena takutnya nanti Meityza terbangun dan tidak ada yang menjaganya, kebetulan mas irfan juga lagi tidak ada kerjaan. Beberapa menit ibu dan bapak pun selesai mandi, aku pergi memanggil mas irfan untuk mengajak nya makan ibu serta bapak sudah menunggu di dapur.

Mereka makan dalam keadaan diam, Metty yang mengingat bahwa besok akan bertemu Diana ia berniat meminta izin ke ibu dan bapaknya.

" bu pak, besok sore Metty mau jalan-jalan sama diana, apa boleh Metty pergi? " tanya Metty pada kedua orang tuanya itu.

" Diana teman yang sering datang Ke rumah dulu itu? " tanya ibu

" iya bu, tadi Diana nelpon katanya mau ajak Metty jalan-jalan besok sore. "

" kalau kamu pergi terus anak mu gimana bapak sama ibu kan di ladang pulangnya juga agak sore Nak. " ucap bapak yang mendengar putrinya akan pergi keluar besok.

" Kata Diana tadi, kalau anak Metty gak ada yang jagain, dia suruh aku bawah pak. " Metty menjelaskan bahwa Diana menyuruh membawa anaknya kalau gak ada yang jagain.

" yasudah nak, tapi kamu pulangnya jangan kemalaman ya, nanti diomongin tetangga. " ujar bapak.

Metty merasa sangat bahagia karena diizinkan pergi oleh kedua orang tuanya untuk bertemu Diana besok, ia rasa besok ia akan mengatakan semuanya pada Diana agar beban yang ia tanggung selama ini bis berkurang walau sedikit setidaknya ia akan mengurangi bebannya dengan sedikit berbagi cerita pada Diana besok.

keesokan harinya Diana pun datang menjemput Metty ke rumahnya. Ia masih hafal betul letak rumah Metty karena sewaktu SMA dia sering sekali berkunjung ke rumah Metty, kampung tempat tinggal Metty sangat asri menurut Diana maka dari itu dia suka sekali kalau berkunjung ke sana.

Sesampainya di depan rumah rumah Metty, ia segera turun dari mobilnya dan masuk ke pekarangan rumah Metty.

" assalamu'alaikum Metty, oh Metty. " ucap diana dengan suara cemprengnya itu.

Metty yang sangat mengenali suara sahabat segera menyusul nya.

" Wa'alaikumussalam Diana, wah kamu cantik sekali sekarang yah. " puji Metty yang melihat Diana dengan dress berwarna merah dan ngepas di badan nya itu.

" ih kamu bisa aja, kan aku udah cantik dari dulu. " ledek Diana sambil tersenyum sumringah kalah mendengar pujian dari sahabatnya itu.

" iya iya deh memang kamu yang paling cantik, ya udah aku pergi ambil anak ku dulu ya. " Metty segera berlalu dari hadapan Diana untuk mengambil anaknya.

" Yuk kita berangkat. " ungkap Metty yang sudah siap untuk pergi bareng Diana itu.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!