irfan pun hanya diam mendengar penuturan Istri nya, ia sendiri tahu kalau istrinya tidak punya pulsa karena Ia belum memberi uang sepeserpun padanya.
"ya udah dek mas minta maaf udah marah sama kamu, insya Allah besok mas terima gaji, kalau bisa isi pulsa besok. " ucap irfan pada istrinya.
Metty yang tadinya cemberut karena ulah suaminya langsung merasa senang dan tersenyum sumringah ke suaminya.
" Alhamdulilah mas, tapi bener ya besok kasih aku uangnya sesuai dengan syarat waktu itu." Ujar Metty sembari mengingat kan suaminya tentang persyaratan yang telah disetujui itu.
" iya dek, mas ingat kok, kamu gak usah khawatir. mas akan menepati janji mas. " ujar irfan dengan mengelus puncak kepala istrinya.
" oh iya mas, besok sore aku mau jalan-jalan sama teman ku. " Metty berniat meminta izin ke suaminya kalau besok ia akan pergi dengan diana.
" teman mu yang mana dek, kamu mau jalan-jalan kemana? " irfan sedikit terkejut kala mendengar ucapan istrinya, ia takut kalau istrinya keluar sama laki-laki lain, tapi berdalil keluar sama teman.
" itu loh mas, Diana teman semasa Sma ku, tadi Ia menelepon dan mengajak aku jalan. "
" Oh Diana teman yang selalu sama kamu itu? yang gak suka sama aku itu kan?. " ungkap irfan yang menyadari kalau dari dulu Diana tidak suka pada nya, dia sering sekali mencari masalah dengan irfan dia juga tidak pernah membiarkan Metty untuk mendekat nya.
" iya mas, itu kan dulu sekarang mungkin dia udah gak kaya dulu lagi. "
"apa dia tahu kalau aku suami mu?. "
" aki belum kasih tahu mas, dia juga gak nanya. " ujar Metty beralasan padahal diana sudah menanyakan nya namun ia belum memberi tahu bahwa irfan adalah suaminya, Ia juga gak mau irfan sampai tahu, takutnya nanti dia gak dikasih izin untuk keluar bareng Diana.
" kenapa dia tiba-tiba ngajak kamu jalan, bukankah kalian jarang komunikasi?" tanya irfan yang penasaran dengan kehadiran Diana itu, setahu nya Metty tidak pernah saling tukar kabar dengan Diana selama mereka menikah toh juga istrinya gak pegang HP, irfan merasa ada yang aneh dengan kehadiran dia yang mendadak itu.
" kan las waktu kita nikah dia WA aku mas, tapi WA nya baru ku lihat pas aku pegang HP kemarin, setelah itu kami saling tanya kabar, dan dia ngajak aku ketemuan Mas. "
" pokoknya kamu gak boleh pergi sama dia, nanti dia malah menghasut kamu untuk membenci aku lagi. " irfan sangat khawatir akan kehadiran Diana bisa bisa dia merusak rencana yang selama ini dia susun dengan rapi dan sangat rapat sehingga tidak ada seorang pun yang tahu.
Metty yang merasa aneh dengan jawaban suaminya dan tidak memberi izin padanya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya itu, apalagi melihat suaminya yang kelihatan takut jika ia membahas Diana.
" kenapa mas, aku kan hanya ingin bertemu sama teman ku yang selalu melindungi ku semasa SMA, kok kamu kaya gak suka gitu sama Diana?. "
" nggak kok sayang, aku hanya takut kalau nanti Diana ngomong yang nggak-nggak tentang aku, soalnya dari dulu diakan gak pernah suka sama aku. "
"itu kan dulu mas, beda sama sekarang, lagi pula kami cuma ngobrol-ngobrol bentar abis itu pulang, kalau mas gak beri izin anti aku izin sama bapak atau sama ibu aja. " ungkap Metty yang belum kunjung mendapatkan izin dari suaminya.
" ya udah kamu boleh pergi besok, tapi siapa yang akan merawat Anak kita nanti? "
" nanti biar aku bawa saja mas, biar dia juga bisa merasakan jalan-jalan. " ungkap Metty dengan sedikit sumringah karena mendapatkan izin dari suaminya. "
" besok pergi sama siapa? kita kan gak punya motor? " tanya irfan yang menyadari bahwa mereka belum memiliki motor.
" besok Diana yang jemput aku mas, "
" mm, iya sudah kalau gitu, jangan pulang
kemalaman, dan izin juga sama ortu kamu biar mereka juga tahu kamu pergi besok." ujar irfan memberi nasehat pada istrinya.
" iya mas nanti aku bilang sama ibu juga bapak.
Setelah mendapat izin dari suaminya Metty segera bergegas untuk memasak agar sepulang ibunya nanti mereka bisa langsung makan. setelah selesai memasak Metty menyajikan semua masakan nya ditempat biasa mereka makan.
" assalamu'alaikum Nak, wah kamu sudah masak ya, kebetulan ibu sama bapak sudah lapar nih, bisa langsung makan dong. " ucap ibu yang tiba-tiba sudah ada di dapur itu.
" Wa'alaikumussalam bu, ibu sama bapak mandi dulu ya, abis mandi baru kita makan sama-sama. " kata Metty pada ibunya.
Ibu dan bapak pun segera berlalu untuk mandi sedangkan mas irfan masih ada di dalam kamar karena takutnya nanti Meityza terbangun dan tidak ada yang menjaganya, kebetulan mas irfan juga lagi tidak ada kerjaan. Beberapa menit ibu dan bapak pun selesai mandi, aku pergi memanggil mas irfan untuk mengajak nya makan ibu serta bapak sudah menunggu di dapur.
Mereka makan dalam keadaan diam, Metty yang mengingat bahwa besok akan bertemu Diana ia berniat meminta izin ke ibu dan bapaknya.
" bu pak, besok sore Metty mau jalan-jalan sama diana, apa boleh Metty pergi? " tanya Metty pada kedua orang tuanya itu.
" Diana teman yang sering datang Ke rumah dulu itu? " tanya ibu
" iya bu, tadi Diana nelpon katanya mau ajak Metty jalan-jalan besok sore. "
" kalau kamu pergi terus anak mu gimana bapak sama ibu kan di ladang pulangnya juga agak sore Nak. " ucap bapak yang mendengar putrinya akan pergi keluar besok.
" Kata Diana tadi, kalau anak Metty gak ada yang jagain, dia suruh aku bawah pak. " Metty menjelaskan bahwa Diana menyuruh membawa anaknya kalau gak ada yang jagain.
" yasudah nak, tapi kamu pulangnya jangan kemalaman ya, nanti diomongin tetangga. " ujar bapak.
Metty merasa sangat bahagia karena diizinkan pergi oleh kedua orang tuanya untuk bertemu Diana besok, ia rasa besok ia akan mengatakan semuanya pada Diana agar beban yang ia tanggung selama ini bis berkurang walau sedikit setidaknya ia akan mengurangi bebannya dengan sedikit berbagi cerita pada Diana besok.
keesokan harinya Diana pun datang menjemput Metty ke rumahnya. Ia masih hafal betul letak rumah Metty karena sewaktu SMA dia sering sekali berkunjung ke rumah Metty, kampung tempat tinggal Metty sangat asri menurut Diana maka dari itu dia suka sekali kalau berkunjung ke sana.
Sesampainya di depan rumah rumah Metty, ia segera turun dari mobilnya dan masuk ke pekarangan rumah Metty.
" assalamu'alaikum Metty, oh Metty. " ucap diana dengan suara cemprengnya itu.
Metty yang sangat mengenali suara sahabat segera menyusul nya.
" Wa'alaikumussalam Diana, wah kamu cantik sekali sekarang yah. " puji Metty yang melihat Diana dengan dress berwarna merah dan ngepas di badan nya itu.
" ih kamu bisa aja, kan aku udah cantik dari dulu. " ledek Diana sambil tersenyum sumringah kalah mendengar pujian dari sahabatnya itu.
" iya iya deh memang kamu yang paling cantik, ya udah aku pergi ambil anak ku dulu ya. " Metty segera berlalu dari hadapan Diana untuk mengambil anaknya.
" Yuk kita berangkat. " ungkap Metty yang sudah siap untuk pergi bareng Diana itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments