" yuk, kita ke restoran dulu ya, lapar soalnya. "ucap Diana.
" tapi aku gak ada uang kalau pergi restoran din, kita cari warung aja dah lebih murah. "Memang Metty belum pegang uang karena suaminya belum memberikan gajinya.
" tenang biar aku yang bayar, hitung-hitung sebagai bentuk rasa syukur karena bisa bertemu dengan mu sekarang ini. " ujar Diana pada Metty
" apa aku gak ngerepotin din, sudah kamu jemput masa kamu juga yang bayarin aku makan. " Metty merasa gak enak jika Diana juga yang membayar makanannya nanti, soalnya dia kira mau jalan-jalan ya makanya dia gak bawa uang.
" gak kok santai aja, kan aku yang ngajak kamu jalan. "
" ya udah makasih ya din, oiya kita berangkat pakai apa din? " tanya Metty karena melihat tidak ada motor di depan rumahnya.
" itu mobil ku, jadi kita berangkat pakai mobil, yuk ah kita jalan biar gak kemalaman nanti. " ujar Diana yang tidak mau basa basi lagi.
Mereka pun segera naik ke atas mobil dan keluar dari gang rumahnya Metty, Metty merasa kagum dan takjub terhadap mobil yang dibawa Diana, ia penasaran mobil siapa yang dibawa nya ini dan kapan dia bisa nyetir mobil. untuk menghilangkan rasa penasaran nya Metty pun menanyakan langsung ke diana yang sedang fokus menyetir itu.
" din, ini mobil siapa bagus banget dan sejak kapan kamu bisa nyetir?. "
" mobil aku Metty semenjak aku lulus masuk ke Universitas aku meminta abang ku mengajariku menyetir mobil,dan sekarang aku sudah terbiasa bawa mobil kalau mau jalan-jalan atau sekedar keluar beli cemilan. " ungkap Diana yang mendapati pertanyaan dari sahabatnya.
"wow, keren kamu din, sudah cantik bisa bawa mobil pula, iri aku jadinya. "
" hahaha, kalau kamu mau aku bisa ajarin kamu bawa mobil. ucap Diana yang mendapat pujian dari Metty.
" aku takut bawa mobil din, nanti malah ketabrak, lagipula aku gak punya mobil. "
" kapan-kapan deh aku ajaran siapa tahu suatu saat nanti kamu bisa punya mobil. "
"hehehe iya deh din, makasih yah udah mau ngajarin. " ujar Metty sambil cengengesan kalah mendengar ucapan sahabat nya itu.
mereka asyik mengobrol di dalam mobil sambil ketawa dan tanpa mereka sadari di belakang mereka ada irfan yang mengikuti mereka sedari tadi. Yah irfan yang mendengar Metty akan bertemu dengan Diana itu memutuskan untuk mengikuti nya, ia ingin tahu apa yang sebenarnya membuat Diana ingin menemui istrinya itu.
Dia terus mengikuti kemana perginya mobil yang membawa Metty, ketika mobil Diana berhenti di sebuah restoran irfan menunggu mobil itu masuk ke parkiran terlebih dahulu, biar ia tidak ketahuan kalau ia sedang membuntuti istrinya, bisa berabe nanti kalau istrinya tahu.
Diana memutuskan untuk berhenti di salah satu restoran yang sering ia kunjungi selama berada di kotanya, ia memasukan mobil ke halaman parkiran yang sudah dipenuhi oleh banyak mobil itu, serah selesai memarkir mobilnya dia mengajak Metty masuk ke dalam untuk memesan makanan dan minuman yang mereka suka.
Diana memilih duduk paling pojok tempat biasa ia duduk dulu waktu sering berkunjung ke restoran ini, karena ia nyaman sekali kalau duduk di paling pojok.
" Metty kita duduk di sana ya. " ujar Diana sambil menunjuk tempat duduk paling pojok dekat dengan aquarium ikan itu.
" yuk din, aku sih terserah kamu aja, soalnya aku baru pertama kali kesini jadi nggak terlalu tahu. " ujar Metty yang memang baru pertama dia memasuki yang namanya restoran.
mereka menuju tempat yang dimaksud Diana sesampainya disana Diana menyuruh Metty untuk memesan makanan yang ia mau yang berada di buku menu.
" Metty nih kamu mau pesan apa?. " tanya Diana pada Metty sambil menyodorkan buku menu yang ia pegang.
" iya din. " Metty mengambil buku menu yang disodorkan Diana tadi, ia memilih makanan yang murah.
" aku pesan nasi goreng aja din, minum nya teh aja. " jawab Metty sambil menyodorkan kembali buku menu pada Diana.
" oke Metty. " ujar Diana, ia pun memanggil salah satu karyawan yang bertugas dan menyerahkan pesanan yang diinginkan.
Sembari menunggu pesanannya datang Diana ingin menanyakan tentang pernikahan Metty.
" oh iya Metty, siapa suami kamu dan orang mana dia? " tanya Diana tanpa basa basi yang udah penasaran dengan wujud suami Metty itu.
sebelum menjawab pertanyaan Diana Metty diam sejenak mengambil napas dalam-dalam dan mulai menceritakan pada Metty.
" anu din, suami ku irfan. "
" irfan mana dan dimana kamu ketemu sama dia, setahu aku kamu gak pernah pacaran. " jawab Diana yang penasaran dengan orang yang bernama irfan itu.
" itu loh irfan teman sekolah kita, yang suka deketin aku dulu waktu masih sekolah. " jawab Metty.
" apaa, jadi kamu nikah sama dia? kan aku sudah bilang dia itu bukan laki-laki yang baik Metty. " Diana terkejut kala mengetahui bahwa suami Metty adalah irfan sih lelaki berandalan dan kejam, menurut Diana karena memang Diana tahu betul sifat dari irfan suami si Metty itu sayang disayang Metty menikah dengan dia.
" Tapi aku sayang sama dia din, sejak sma dia terus ngejar-ngejar aku, makanya aku jadi sayang sama dia. " ucap Metty yang memang menyayangi irfan dan menyembunyikan fakta ini dari Diana.
" Ya Allah Metty jadi selama kita sekolah kamu pacaran sama dia dan kamu gak kasih tau aku? "
" iya maaf din, aku tidak bermaksud begitu tapi irfan memaksa ku untuk menyembunyikan nya dari kamu. "
" berarti kamu lebih percaya sama dia daripada sama aku? bukannya aku sudah bilang kalau dia buka laki-laki baik. " ujar diana sembari menahan emosinya, tidak menyangka sahabat nya menyembunyikan hal sebesar ini dirinya.
" bukan gitu din, aku mohon maafkan aku, semuanya telah berlalu. " ucap Metty sedikit gugup karena merasa sangat bersalah telah menyembunyikan hal sebesar ini dari diana.
" lalu kenapa kamu mau menikah dengan nya, bukankah masih banyak laki-laki yang suka sama kamu? kenapa kamu malah memilih irfan?. " tanya Diana makin penasaran.
" waktu pacaran aku sering ngajak irfan ke rumah din, dan suatu hari kami melakukan hubungan terlarang sehingga mengharuskan kami untuk menikah karen aku udah hamil din. " ujar Metty seraya meneteskan air mata karena penyesalan di masa lalunya selalu ada dalam ingatannya kini ia menceritakan masalah itu kepada sahabat.
" Astaghfirullah Metty kenapa kamu sampai bisa melakukan hal seperti itu, sudah ku duga irfan itu memang brengsek dia. "
" udah din lagipula nasi sudah menjadi bubur, apa yang bisa ku perbuat, lalu kenapa kamu sangat membenci irfan?. " tanya Metty pada Diana, karena ia belum tahu pasti alasan Diana sangat membenci irfan, kalau hanya soal brengsek kayanya tidak mungkin membuat Diana sangat membenci suaminya, roh masih banyak temannya yang lebih brengsek dari irfan itu. batin Metty yang dipenuhi rasa penasaran.
" Irfan itu laki-laki brengsek din, kamu tahu tiara kan? ".tanya diana
" Tiara teman sekelas kita itu? yang populer karena kecantikan dan bodynya yang aduhai itu? "
"Iya, kamu tahu dia kan? "
"iya aku tahu si din, memang nya kenapa dengan dia? ". Metty makin dipenuhi dengan rasa penasaran kenapa Diana sampai membawa nama tiara dalam hubungan dengan irfan, "apakah tiara punya hubungan sama irfan?", Metty bertanya-tanya dalam pikiran nya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments