Bab 11 Curhatan ku

" yuk, kita ke restoran dulu ya, lapar soalnya. "ucap Diana.

" tapi aku gak ada uang kalau pergi restoran din, kita cari warung aja dah lebih murah. "Memang Metty belum pegang uang karena suaminya belum memberikan gajinya.

" tenang biar aku yang bayar, hitung-hitung sebagai bentuk rasa syukur karena bisa bertemu dengan mu sekarang ini. " ujar Diana pada Metty

" apa aku gak ngerepotin din, sudah kamu jemput masa kamu juga yang bayarin aku makan. " Metty merasa gak enak jika Diana juga yang membayar makanannya nanti, soalnya dia kira mau jalan-jalan ya makanya dia gak bawa uang.

" gak kok santai aja, kan aku yang ngajak kamu jalan. "

" ya udah makasih ya din, oiya kita berangkat pakai apa din? " tanya Metty karena melihat tidak ada motor di depan rumahnya.

" itu mobil ku, jadi kita berangkat pakai mobil, yuk ah kita jalan biar gak kemalaman nanti. " ujar Diana yang tidak mau basa basi lagi.

Mereka pun segera naik ke atas mobil dan keluar dari gang rumahnya Metty, Metty merasa kagum dan takjub terhadap mobil yang dibawa Diana, ia penasaran mobil siapa yang dibawa nya ini dan kapan dia bisa nyetir mobil. untuk menghilangkan rasa penasaran nya Metty pun menanyakan langsung ke diana yang sedang fokus menyetir itu.

" din, ini mobil siapa bagus banget dan sejak kapan kamu bisa nyetir?. "

" mobil aku Metty semenjak aku lulus masuk ke Universitas aku meminta abang ku mengajariku menyetir mobil,dan sekarang aku sudah terbiasa bawa mobil kalau mau jalan-jalan atau sekedar keluar beli cemilan. " ungkap Diana yang mendapati pertanyaan dari sahabatnya.

"wow, keren kamu din, sudah cantik bisa bawa mobil pula, iri aku jadinya. "

" hahaha, kalau kamu mau aku bisa ajarin kamu bawa mobil. ucap Diana yang mendapat pujian dari Metty.

" aku takut bawa mobil din, nanti malah ketabrak, lagipula aku gak punya mobil. "

" kapan-kapan deh aku ajaran siapa tahu suatu saat nanti kamu bisa punya mobil. "

"hehehe iya deh din, makasih yah udah mau ngajarin. " ujar Metty sambil cengengesan kalah mendengar ucapan sahabat nya itu.

mereka asyik mengobrol di dalam mobil sambil ketawa dan tanpa mereka sadari di belakang mereka ada irfan yang mengikuti mereka sedari tadi. Yah irfan yang mendengar Metty akan bertemu dengan Diana itu memutuskan untuk mengikuti nya, ia ingin tahu apa yang sebenarnya membuat Diana ingin menemui istrinya itu.

Dia terus mengikuti kemana perginya mobil yang membawa Metty, ketika mobil Diana berhenti di sebuah restoran irfan menunggu mobil itu masuk ke parkiran terlebih dahulu, biar ia tidak ketahuan kalau ia sedang membuntuti istrinya, bisa berabe nanti kalau istrinya tahu.

Diana memutuskan untuk berhenti di salah satu restoran yang sering ia kunjungi selama berada di kotanya, ia memasukan mobil ke halaman parkiran yang sudah dipenuhi oleh banyak mobil itu, serah selesai memarkir mobilnya dia mengajak Metty masuk ke dalam untuk memesan makanan dan minuman yang mereka suka.

Diana memilih duduk paling pojok tempat biasa ia duduk dulu waktu sering berkunjung ke restoran ini, karena ia nyaman sekali kalau duduk di paling pojok.

" Metty kita duduk di sana ya. " ujar Diana sambil menunjuk tempat duduk paling pojok dekat dengan aquarium ikan itu.

" yuk din, aku sih terserah kamu aja, soalnya aku baru pertama kali kesini jadi nggak terlalu tahu. " ujar Metty yang memang baru pertama dia memasuki yang namanya restoran.

mereka menuju tempat yang dimaksud Diana sesampainya disana Diana menyuruh Metty untuk memesan makanan yang ia mau yang berada di buku menu.

" Metty nih kamu mau pesan apa?. " tanya Diana pada Metty sambil menyodorkan buku menu yang ia pegang.

" iya din. " Metty mengambil buku menu yang disodorkan Diana tadi, ia memilih makanan yang murah.

" aku pesan nasi goreng aja din, minum nya teh aja. " jawab Metty sambil menyodorkan kembali buku menu pada Diana.

" oke Metty. " ujar Diana, ia pun memanggil salah satu karyawan yang bertugas dan menyerahkan pesanan yang diinginkan.

Sembari menunggu pesanannya datang Diana ingin menanyakan tentang pernikahan Metty.

" oh iya Metty, siapa suami kamu dan orang mana dia? " tanya Diana tanpa basa basi yang udah penasaran dengan wujud suami Metty itu.

sebelum menjawab pertanyaan Diana Metty diam sejenak mengambil napas dalam-dalam dan mulai menceritakan pada Metty.

" anu din, suami ku irfan. "

" irfan mana dan dimana kamu ketemu sama dia, setahu aku kamu gak pernah pacaran. " jawab Diana yang penasaran dengan orang yang bernama irfan itu.

" itu loh irfan teman sekolah kita, yang suka deketin aku dulu waktu masih sekolah. " jawab Metty.

" apaa, jadi kamu nikah sama dia? kan aku sudah bilang dia itu bukan laki-laki yang baik Metty. " Diana terkejut kala mengetahui bahwa suami Metty adalah irfan sih lelaki berandalan dan kejam, menurut Diana karena memang Diana tahu betul sifat dari irfan suami si Metty itu sayang disayang Metty menikah dengan dia.

" Tapi aku sayang sama dia din, sejak sma dia terus ngejar-ngejar aku, makanya aku jadi sayang sama dia. " ucap Metty yang memang menyayangi irfan dan menyembunyikan fakta ini dari Diana.

" Ya Allah Metty jadi selama kita sekolah kamu pacaran sama dia dan kamu gak kasih tau aku? "

" iya maaf din, aku tidak bermaksud begitu tapi irfan memaksa ku untuk menyembunyikan nya dari kamu. "

" berarti kamu lebih percaya sama dia daripada sama aku? bukannya aku sudah bilang kalau dia buka laki-laki baik. " ujar diana sembari menahan emosinya, tidak menyangka sahabat nya menyembunyikan hal sebesar ini dirinya.

" bukan gitu din, aku mohon maafkan aku, semuanya telah berlalu. " ucap Metty sedikit gugup karena merasa sangat bersalah telah menyembunyikan hal sebesar ini dari diana.

" lalu kenapa kamu mau menikah dengan nya, bukankah masih banyak laki-laki yang suka sama kamu? kenapa kamu malah memilih irfan?. " tanya Diana makin penasaran.

" waktu pacaran aku sering ngajak irfan ke rumah din, dan suatu hari kami melakukan hubungan terlarang sehingga mengharuskan kami untuk menikah karen aku udah hamil din. " ujar Metty seraya meneteskan air mata karena penyesalan di masa lalunya selalu ada dalam ingatannya kini ia menceritakan masalah itu kepada sahabat.

" Astaghfirullah Metty kenapa kamu sampai bisa melakukan hal seperti itu, sudah ku duga irfan itu memang brengsek dia. "

" udah din lagipula nasi sudah menjadi bubur, apa yang bisa ku perbuat, lalu kenapa kamu sangat membenci irfan?. " tanya Metty pada Diana, karena ia belum tahu pasti alasan Diana sangat membenci irfan, kalau hanya soal brengsek kayanya tidak mungkin membuat Diana sangat membenci suaminya, roh masih banyak temannya yang lebih brengsek dari irfan itu. batin Metty yang dipenuhi rasa penasaran.

" Irfan itu laki-laki brengsek din, kamu tahu tiara kan? ".tanya diana

" Tiara teman sekelas kita itu? yang populer karena kecantikan dan bodynya yang aduhai itu? "

"Iya, kamu tahu dia kan? "

"iya aku tahu si din, memang nya kenapa dengan dia? ". Metty makin dipenuhi dengan rasa penasaran kenapa Diana sampai membawa nama tiara dalam hubungan dengan irfan, "apakah tiara punya hubungan sama irfan?", Metty bertanya-tanya dalam pikiran nya sendiri.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!