Bab 16 Tiara

Beberapa lama mereka menunggu di depan pintu akhirnya pintu dibuka oleh seseorang, ia adalah mbok siti pembantu di rumah mas irfan yang sudah bekerja bertahun-tahun di rumah itu.

" assalamu'alaikum mbok, ibu sama papa ada? " tanya irfan pada mbok siti.

mbok siti yang melihat kedatangan den irfan dengan seorang perempuan membawa anak itu terkejut.

"Wa'alaikumussalam den, ada di dalam, ini siapa den? " tanya mbok siti yang bingung melihat metty. irfan yang menyadari kebingungan mbok siti pin segera berbicara dan memberi isyarat kepada mbok siti untuk tidak banyak bicara.

"Ini istriku mbok, yasudah mbok kami masuk dulu. " jawab irfan sambil berlalu dari hadapan mbok siti di susul metty di belakang nya.

Mbok siti yang mengetahui perempuan yang dibawa irfan adalah istrinya cukup terkejut, karena mbok siti kira irfan belum menikah. dan yang tak kala membuatnya terkejut adalah ia tahu bahwa irfan berpacaran dengan tiara, tiara juga ada di dalam rumah.

Mbok siti merasa ada yang tidak beres dengan kelakuan irfan dan keluarga nya akhir-akhir ini. biasanya setiap ada masalah dalam rumah yang ia tempati sekarang, pasti ia selalu tahu dan ibu selalu menceritakan nya, namun sekarang rasanya tidak lagi. tidak mu berpikir aneh akhirnya mbok siti membawa barang yang dibawa den irfan tadi.

Irfan mengajak metty ke ruang tengah kayanya di sana tempat ibu dan papanya berada. Dan benar saja terlihat kedua orang tua irfan sedang asyik menonton. irfan pun menyusul mereka tak lupa mengajak metty.

" assalamu'alaikum ma pa." kata irfan sembari mengalami kedua orang tuanya diikuti dengan metty.

kedua orang tua irfan kaget melihat irfan bersama istrinya itu. mereka terdiam cukup lama dan akhirnya membuka suara.

" Wa'alaikumussalam nak, tumben kalian kemari. " kata ibu dengan suara yang dibuat selembut mungkin.

" ini Mah metty katanya mau buat surprise untuk mama dan papa. " jawab irfan sambil mengedipkan mata ke kedua orang tuanya.

orang tua irfan yang mendapat isyarat dari anak nya pun mengerti, tapi yang mereka takutkan adalah di atas sana dalam kamar irfan ada tiara, gimana kalau metty melihatnya nanti, batin mamanya irfan.

" wah surprise apa nak, ibu gak enak jadinya ngerepotin kamu. " ujar mamanya irfan

" Ini loh bu, aku kesini mau nginap selama beberapa hari, dan aku membawa cucu ibu yang sedari lahir belum ibu maupun bapak lihat. " jawab metty dengan santainya. karena ia tahu banyak drama dalam rumah ini.

"Oalah maafin ibu sma aja pak ya nak gak sempat hadir saat kamu melahirkan soalnya waktu itu ibu sama bapak lagi diluar kota. " kata mamanya irfan bu Rani

" iya gapapa bu, ibu mau gendong cucu ibu? " tanya metty yang memang sengaja akan membuat mertuanya itu capek mengurus bayinya.

" eh iya nak sini mama gendong, siapa namanya ini sayang? " tanya bu Rani sembari mengambil Meityza dari dalam dekapan ku.

" ini namanya Meityza Bu. "jawab metty ia ingin tahu letak kamar suaminya. ia mencari alasan agar bisa secepatnya menuju kamar irfan.

" oh iya mas, kamar kamu dimana aku mau masukin pakaian yang kita bawa tadi. " tanya metty tanpa basa basi.

mama dan papa irfan terkejut kala mendengar ucapan menantunya itu, mereka takut kalau sampai mendapati tiara sedang tertidur di sana.

" ya sudah yuk mas antar kan ke kamar. " kata irfan yang mengira kalau tiara sudah pulang.

ibu yang mendengar ucapan irfan mencoba untuk menghentikan nya.

" Irfan nanti biar mbok siti yang beresin kalian istirahat saja disini dulu, kalian pasti capek kan habis menempuh perjalan jauh. kata bu Rani asal.

"Eh gak usah bu saya biasanya lakukan sendiri apalagi ini pakaian pribadi saya. " jawab metty yang tidak mau kalah irfan yang mengetahui watak istrinya pun memilih untuk mengantarnya ke kamar.

" bu biar aku antar istrinya ku ke kamar dulu, nanti kita bicara lagi. " ujar irfan segera berlalu dari hadapan orang tuanya.

"ini kamar mas. " kata irfan sembari membuka pintu kamarnya, dan alangkah terkejutnya ia kalah mengetahui di dalam masih ada tiara yang sedang tertidur. ia mencari cara agar tiara bisa terbangun dan mengetahui kedatangan mereka, ia membuka pintu dengan cukup keras dan tiara pun terbangun karena kaget.

" mas kok buka pintunya gitu "tanya metty yang juga kaget ketika irfan membuka pintu cukup keras. irfan pun sengaja mengeraskan suaranya agar si tiara mengetahui bahwa ada istrinya.

" Iya dek, soalnya pintu kamar mas memnag terkadang susah dibuka. kata irfan beralasan

Saat metty hendak memasuki kamar irfan si tiara tiba-tiba muncul dari balik kamar itu.

" Loh? kayanya aku pernah lihat kamu deh, tapi dimana ya? " tanya metty, ia berpikir sejenak ia sangat familiar dengan wanita di depannya, dan setelah mengingat barulah ia sadar bahwa itu adalah tiara, namun ia pura-pura tidak mengetahui nya karena pasti mas irfan tidak akan jujur dengannya, metty memilih diam menunggu salah satu dari mereka bicara duluan.

"Ah masa si kamu kenal dia? dia hanya pembantu disini. " ujar irfan dengan dapat takut metty mengetahui bahwa itu adalah tiara.

"Oh, gitu to, cantik sekali pembantunya, btw siapa nama kamu mbak? . " tanya metty ia mengikuti semua alur permainan yang ada di rumah ini.

"Nama saya Tias bu, maaf tadi saya abis bersih-bersih kamar ini, silakan ibu dan bapak masuk. " kata tiara dengan menatap mas irfan tajam, dia pasti ingin kesel karena dibilang pembantu sama irfan,ternyata jago juga sandiwara mereka. batin metty sambil tersenyum dan memasuki kamar suami ku.

" Aku menjelajahi setiap sudut ruang kamar suami q, siapa tahu aku bisa mendapatkan bukti atas kejahatan yang mas irfan lakukan padaku. ujar metty sambil terus menyusuri ruang kamar tersebut, ketika Ia membuka lemari, ia mendapati banyak pakaian wanita.

" ini pasti pakaian si wanita ****** itu. " kata metty dalam hati.

Ia terus membongkar semua isi lemari dan banyak sekali ia menemukan pakaian tiara, ia akan menanyakan pada irfan nanti.

Di lain sisi irfan sedang berbicara bersama tiara bersama kedua orang tuanya, sedangkan metty sibuk mencari-cari bukti untuk menggugat cerai irfan nantinya.

Mbok siti yang tidak sengaja lewat melihat metty sedang membongkar kamar berniat untuk membantunya.

" assalamu'alaikum Nak, apa ada yang bisa si

mbok bantu, dari tadi si

mbok lihat kamu kesibukan kayanya butuh bantuan. " kata mbok siti seraya menghampiri metty.

Metty kaget mengetahui ada tiba-tiba ada mbok siti di belakang nya, mumpung mbok siti menawarkan bantuan jadi metty menerimanya saja.

" Wa'alaikumussalam mbok, ini mbok tadi saya mau menaruh pakaian saya di lemari ini, tapi kok banyak pakaian wanita ya, saya kan baru pertama kesini jadi nggak mungkin ini punya saya. " kata Metty serasa menunjuk semua pakaian yang ia keluarkan tadi.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!