"ini diminum dulu din. " ucap metty sembari membawa jus serta snack yang mereka beli di Mall tadi.
" Makasih ya metty, aku minum dulu ya, siapa tahu enak. " ucap Diana sembari meledek metty karena setahu Diana metty tidak pandai dalam hal dapur.
"hahaha ya pasti enak lah, aku tuh udah jago dalam urusan dapur. " kata metty yang menyadari kalau Diana mendapatkan minuman yang tidak enak, karena pernah dulu waktu Sma aku ajak dia ke rumah, terus aku buatkan dia teh karena waktu itu hawanya panas jadi kami butuh yang dingin-dingin, setelah membuatkan teh Diana meminumnya dan ia tanpa sengaja menyembur kan teh yang diminum karena terasa asin, metty yang melihat Diana menyembur teh lantar bertanya,betapa kagetnya ia mengetahui teh nya asin dan lebih padanya yang ditambah ke teh itu garam bukan gula. batin metty sambil mengingat masa lalunya.
" Benar kah bu metty sekarang udah jago dalam urusan dapur? " tanya Diana pada bu Ella karena tidak percaya dengan perkataan metty, takut nanti pas diminum jus nya malah keasinan lagi.
" bener Nak? ibu sudah mengajari metty perih dapur, apalagi kan dia sudah menikah gak mungkin kan selamanya dia gak bisa masak. " jawab bu Ella
mendengar jawaban dari bu Ella Diana lantas mencoba untuk meminum jus buatan metty dan benar saja rasanya enak sesuai lah dengan rasa jus-jus yang dijual diluar sana.
" wah benar enak jus nya, tidka sia-sia ibu mengajar metty, memang benar ya kata pepatah dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. "
" Darimana jus sama jajanan ini metty? " tanya bapak karena setahu bapak tadi gak ada apa-apa di rumah.
" Ini tadi Diana yang beli pak, katanya persediaan kalau nanti di rumah ada tamu, jadi bisa disuguhkan ini pak. " Kata metty menjelaskan pada bapaknya.
" Wah nak nak Diana baik banget ya sama kita metty, ibu seneng kalian bisa sahabat sepeti ini. "
"hehehe santai bu, dulu kan ibu sama bapak baik sama Diana jadi saya rasa kalian sudah seperti keluarga saya sendiri. " ucap Diana yang menyayangi keluarga Metty sepeti keluarga sendiri.
Metty bahagia mendengar Diana ngomong seperti itu, ia sudah menganggap Diana sebagai adiknya sendiri karena dialah yang selalu mensupport dirinya kala mendapatkan masalah. metty yang tidak melihat kehadiran mas irfan dari tadi pun bertanya pada orang tuanya.
" Bu Mas irfan belum pulang? kok dari tadi gak keliatan?. " tanah metty
" Tadi sore ada pulang terus pergi lagi katanya ada urusan sama teman. " Jawab bapak karena tadi irfan sempat izin sama bapak kalau dia akan pergi.
" Oh gitu toh pak, terus jam berapa pulang? "
" katanya sih mau nginap besok pagi baru
pulang. " jawab bapak.
"Oh iya dah pak, yuk diminum jus nya pak jangan dianggurin. " kata Metty sambil tersenyum malu-malu. ia bersyukur karena irfan tidak ada di rumah yang artinya dia tidak tahu kalau aku pulang jam segini tadi. batin metty.
" Bu pak Diana pamit pulang dulu ya, takutnya nanti kemalaman di jalan. " kata Diana yang menyadari sekarang sudah hampir jam 12 malam, gara-gara ngobrol ia sampai lupa waktu.
" apa gak sebaiknya kamu nginap aja Nak. " tawar bu Ella karena ia juga takut kalau terjadi apa-apa dengan Diana di jalan nanti karena waktu yang sudah larut malam ini.
" Lain kali aja bu, Diana pamit dulu ya bu pak metty" ucap Diana sembari berdiri dan menyalami kedua orang tua metty.
" kamu berani pulang sendirian nak? . " tanya bapak yang juga memiliki rasa takut kalau-kalau di jalan nanti ad sorang jahat.
" Berani kok pak, jangan khawatir tadi juga Diana sudah meminta papa untuk menjemput Diana di jalan besar. " ujar dian yang tadi sempat memberitahu ke papanya kalau dia sedang berada di rumah metty dan takut pulang sendiri.
Ia meminta bapaknya menunggu di depan jalan besar sekeluarnya dari gang ini.
" syukurlah kalau gitu nak. " kata ibu dan bapak sembari mengantar metty sampai ke depan
sesampainya di depan mobil Diana, sebelum main mobil Diana sempat memeluk metty serta kedua orang tuanya.
" Bu pak jangan lupa nanti kalau aku kesini kita pergi jalan-jalan. " kata Diana mengingat kan mereka.
" Iya nak yang penting kamu bisa sampai di rumah dengan selamat. " ujar ibu.
" Ya udah Diana pulang dulu ya, assalamu'alaikum semua. " kata dia sembari melambaikan tangannya.
" wa'alaikumsalam nak hati-hati di jalan. " ucap ibu dan bapak.
Mereka menunggu sampai mobil Diana tidak kelihatan oleh pandangan mata mereka barulah mereka masuk ke rumah. sesampainya di dalam rumah metty membereskan sisa-sisa jajanan tadi dan menyimpannya di dalam kulkas. Ia mengingat bahwa ia mau menginap di rumah mertuanya, ia meminta izin pada ibu dan bapaknya.
" Bu Pak, metty mau izin besok metty pengen pergi menginap ke rumah orang tua mas irfan, soalnya metty gak pernah pergi ke rumah merek. " kata metty menyampaikan maksudnya.
" kamu sudah bilang sama irfan nak, atau irfan yang ngajak kamu? ". tanya bapak yang mengerutkan kening nya kala mendengar ucapan ku tadi.
" Belum pak, niatnya metty mau bilang besok pas mas irfan pulang, soalnya metty penasaran sama kedua orang tua mas irfan, mereka jarang sekali datang menjenguk kami pak. " kata metty yang merasa ada yang aneh dengan keluarga suaminya.
" Ya sudah nak, kalau kamu ke sana jaga ucapan dan juga etika ya nak, jangan buat mereka tersinggung. " kata ibu yang takut kalau aku kenapa napa nanti di sana.
" Iya Nak, kita juga gak tahu gimana sifat mereka, karena kita bertemu cuma pas kamu menikah saja. " ujar bapak.
" iya Pak bu, maka dari itu metty ingin pergi ke sana sekedar untuk mengetahui lebih dalam tentang keluarga mas irfan. "
"Ya sudah kamu tidur dulu sana udah malam, gak baik tidur terlalu malam. " kata bapak yang melihat ku sudah mengantuk, Metty pun pergi ke kamarnya untuk tidur.
Keesokan harinya metty mendapati irfan sedang duduk di kursi depan rumah, ia pun menghampiri dan mengatakan bahwa ia ingin menginap di rumah mertuanya.
" Mas aku mau ngomong bentar sama kamu. " kata metty tanpa basa basi.
Irfan yang menyadari sudah ada istri disampingnya pun meletakkan ponsel yang ia mainkan tadi. dalam hati irfan berkata semoga metty tidak bertanya perihal dia mengikuti nya kemarin dan semoga tidak melihat nya.
"kamu mau nanya soal hasil gaji mas kemarin? itu sudah mas taruh di dalam laci lemari. " jawab irfan mengalihkan pembicaraan supaya metty tidak membicarakan soal ia mengikuti nya kemarin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments