Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1

"ini diminum dulu din. " ucap metty sembari membawa jus serta snack yang mereka beli di Mall tadi.

" Makasih ya metty, aku minum dulu ya, siapa tahu enak. " ucap Diana sembari meledek metty karena setahu Diana metty tidak pandai dalam hal dapur.

"hahaha ya pasti enak lah, aku tuh udah jago dalam urusan dapur. " kata metty yang menyadari kalau Diana mendapatkan minuman yang tidak enak, karena pernah dulu waktu Sma aku ajak dia ke rumah, terus aku buatkan dia teh karena waktu itu hawanya panas jadi kami butuh yang dingin-dingin, setelah membuatkan teh Diana meminumnya dan ia tanpa sengaja menyembur kan teh yang diminum karena terasa asin, metty yang melihat Diana menyembur teh lantar bertanya,betapa kagetnya ia mengetahui teh nya asin dan lebih padanya yang ditambah ke teh itu garam bukan gula. batin metty sambil mengingat masa lalunya.

" Benar kah bu metty sekarang udah jago dalam urusan dapur? " tanya Diana pada bu Ella karena tidak percaya dengan perkataan metty, takut nanti pas diminum jus nya malah keasinan lagi.

" bener Nak? ibu sudah mengajari metty perih dapur, apalagi kan dia sudah menikah gak mungkin kan selamanya dia gak bisa masak. " jawab bu Ella

mendengar jawaban dari bu Ella Diana lantas mencoba untuk meminum jus buatan metty dan benar saja rasanya enak sesuai lah dengan rasa jus-jus yang dijual diluar sana.

" wah benar enak jus nya, tidka sia-sia ibu mengajar metty, memang benar ya kata pepatah dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. "

" Darimana jus sama jajanan ini metty? " tanya bapak karena setahu bapak tadi gak ada apa-apa di rumah.

" Ini tadi Diana yang beli pak, katanya persediaan kalau nanti di rumah ada tamu, jadi bisa disuguhkan ini pak. " Kata metty menjelaskan pada bapaknya.

" Wah nak nak Diana baik banget ya sama kita metty, ibu seneng kalian bisa sahabat sepeti ini. "

"hehehe santai bu, dulu kan ibu sama bapak baik sama Diana jadi saya rasa kalian sudah seperti keluarga saya sendiri. " ucap Diana yang menyayangi keluarga Metty sepeti keluarga sendiri.

Metty bahagia mendengar Diana ngomong seperti itu, ia sudah menganggap Diana sebagai adiknya sendiri karena dialah yang selalu mensupport dirinya kala mendapatkan masalah. metty yang tidak melihat kehadiran mas irfan dari tadi pun bertanya pada orang tuanya.

" Bu Mas irfan belum pulang? kok dari tadi gak keliatan?. " tanah metty

" Tadi sore ada pulang terus pergi lagi katanya ada urusan sama teman. " Jawab bapak karena tadi irfan sempat izin sama bapak kalau dia akan pergi.

" Oh gitu toh pak, terus jam berapa pulang? "

" katanya sih mau nginap besok pagi baru

pulang. " jawab bapak.

"Oh iya dah pak, yuk diminum jus nya pak jangan dianggurin. " kata Metty sambil tersenyum malu-malu. ia bersyukur karena irfan tidak ada di rumah yang artinya dia tidak tahu kalau aku pulang jam segini tadi. batin metty.

" Bu pak Diana pamit pulang dulu ya, takutnya nanti kemalaman di jalan. " kata Diana yang menyadari sekarang sudah hampir jam 12 malam, gara-gara ngobrol ia sampai lupa waktu.

" apa gak sebaiknya kamu nginap aja Nak. " tawar bu Ella karena ia juga takut kalau terjadi apa-apa dengan Diana di jalan nanti karena waktu yang sudah larut malam ini.

" Lain kali aja bu, Diana pamit dulu ya bu pak metty" ucap Diana sembari berdiri dan menyalami kedua orang tua metty.

" kamu berani pulang sendirian nak? . " tanya bapak yang juga memiliki rasa takut kalau-kalau di jalan nanti ad sorang jahat.

" Berani kok pak, jangan khawatir tadi juga Diana sudah meminta papa untuk menjemput Diana di jalan besar. " ujar dian yang tadi sempat memberitahu ke papanya kalau dia sedang berada di rumah metty dan takut pulang sendiri.

Ia meminta bapaknya menunggu di depan jalan besar sekeluarnya dari gang ini.

" syukurlah kalau gitu nak. " kata ibu dan bapak sembari mengantar metty sampai ke depan

sesampainya di depan mobil Diana, sebelum main mobil Diana sempat memeluk metty serta kedua orang tuanya.

" Bu pak jangan lupa nanti kalau aku kesini kita pergi jalan-jalan. " kata Diana mengingat kan mereka.

" Iya nak yang penting kamu bisa sampai di rumah dengan selamat. " ujar ibu.

" Ya udah Diana pulang dulu ya, assalamu'alaikum semua. " kata dia sembari melambaikan tangannya.

" wa'alaikumsalam nak hati-hati di jalan. " ucap ibu dan bapak.

Mereka menunggu sampai mobil Diana tidak kelihatan oleh pandangan mata mereka barulah mereka masuk ke rumah. sesampainya di dalam rumah metty membereskan sisa-sisa jajanan tadi dan menyimpannya di dalam kulkas. Ia mengingat bahwa ia mau menginap di rumah mertuanya, ia meminta izin pada ibu dan bapaknya.

" Bu Pak, metty mau izin besok metty pengen pergi menginap ke rumah orang tua mas irfan, soalnya metty gak pernah pergi ke rumah merek. " kata metty menyampaikan maksudnya.

" kamu sudah bilang sama irfan nak, atau irfan yang ngajak kamu? ". tanya bapak yang mengerutkan kening nya kala mendengar ucapan ku tadi.

" Belum pak, niatnya metty mau bilang besok pas mas irfan pulang, soalnya metty penasaran sama kedua orang tua mas irfan, mereka jarang sekali datang menjenguk kami pak. " kata metty yang merasa ada yang aneh dengan keluarga suaminya.

" Ya sudah nak, kalau kamu ke sana jaga ucapan dan juga etika ya nak, jangan buat mereka tersinggung. " kata ibu yang takut kalau aku kenapa napa nanti di sana.

" Iya Nak, kita juga gak tahu gimana sifat mereka, karena kita bertemu cuma pas kamu menikah saja. " ujar bapak.

" iya Pak bu, maka dari itu metty ingin pergi ke sana sekedar untuk mengetahui lebih dalam tentang keluarga mas irfan. "

"Ya sudah kamu tidur dulu sana udah malam, gak baik tidur terlalu malam. " kata bapak yang melihat ku sudah mengantuk, Metty pun pergi ke kamarnya untuk tidur.

Keesokan harinya metty mendapati irfan sedang duduk di kursi depan rumah, ia pun menghampiri dan mengatakan bahwa ia ingin menginap di rumah mertuanya.

" Mas aku mau ngomong bentar sama kamu. " kata metty tanpa basa basi.

Irfan yang menyadari sudah ada istri disampingnya pun meletakkan ponsel yang ia mainkan tadi. dalam hati irfan berkata semoga metty tidak bertanya perihal dia mengikuti nya kemarin dan semoga tidak melihat nya.

"kamu mau nanya soal hasil gaji mas kemarin? itu sudah mas taruh di dalam laci lemari. " jawab irfan mengalihkan pembicaraan supaya metty tidak membicarakan soal ia mengikuti nya kemarin.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!