Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami

Sudah satu minggu kami mengarungi kehidupan rumah tangga ini, setiap harinya kami biasa menghabiskan waktu di ladang untuk  membantu ibu dan bapak memanen jagung yang akan kami jualan ke pasar atau ke desa-desa lainnya. Pagi hari setelah irfan pergi menjual jagung ke pasar, Metty membantu ibu membersihkan rumah, metty mencabut rumput yang mulai tumbuh di depan rumah agar tidak mengganggu pemandangan luar rumahnya.

Ketika sedang asyik mencabut rumput salah satu tetangga metty Bu Mita yang merupakan tukang gosip paling rese di kampung mendatangi metty,

"Eh metty lagi apa itu? " Tanya bu Mita.

Metty yang fokus mencabut rumput kaget karena tiba-tiba ada bu Mita di sampingnya.

" Eh bu Mita, ini lagi cabut rumput yang mulai tinggi bu" Ujar Metty.

"Oalah emang suami mu kemana Metty? Kok gak suruh suami kamu aja cabut rumputnya? "

"Mas irfan pergi bantu bapak jual jagung bu, kebetulan saya nggak ada kerjaan jadi saya berinisiatif mencabut rumput ini sendiri bu".

Mendengar ucapan metty bu Mita menjadi jengkel " Udahlah metty nggak usah sok rajin, pakai cabut rumput segala." .Ujar bu Mita yang memang tidak menyukai keluarga metty.

" Aduh bu bukannya saya sok rajin kan ini rumah saya jadi wajar dong kalau saya menjaga agar rumah saya keliatan tetap bersih dan terawat. "

Bu Mita menatap metty dengan tatapan sinis dan berlalu dari rumah metty tanpa ngomong apa-apa lagi. Metty yang melihat kelakuan bu Mita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala " Kok bisa ya ada orang seperti itu. Mau bersihin rumah aja di komen. " Metty pun melanjutkan aktivitas nya mencabut rumput.

Setelah Satu jam metty membersihkan halaman rumah Ia memutuskan untuk mandi. "Bu metty mau mandi dulu ya,Soalnya gatel ini abis bersihin rumput depan rumah. " Ujar metty sambil menatap ibunya.

"Iya Nak mandi sana. Setelah mandi nanti bantu itu siapkan makan siang buat bapak dan suami mu. " Kata bu Ella. Metty pun bergegas pergi mandi sekedar untuk membersihkan dirinya dari debu-debu yang menempel di badannya agar Ia Merasa lebih segar.

Metty sedang menyiapkan makan siang , Ia menyanyikan makanan untuk suami dan orang tuanya, mereka makan dengan lahap, bu Ella menanyakan pada metty tentang kedatang bu Mita.

"Nak metty tadi ibu lihat ada bu Mita ngobrol sama kamu . "

Metty pun menjawab pertanyaan ibunya perihal bu Mita tadi. " Iya bu, tadi bu Mita bilang kenapa aku yang cabut rumput bukan suami ku. "

"Padahal kan kalau aku mau cabut rumput ya gak papa , toh juga untuk membersihkan rumah agar terlihat rapi bu. " Ujar metty pada ibunya.

" Oh gitu toh Nak, yasudah  biarkan saja kamu tau sendiri kan bu Mita itu orangnya kaya gimana. "

"Iya bu, aku juga udah biasa ngeliat bu Mita ngomong gitu. "

Selesai makan siang metty ngobrol sama suaminya tentang hasil jualannya hari ini, Ia penasaran berapa si hasil jualan jagung yang tiap hari orang tuang dulu jualan tapi tidak pernah memberitahu metty berapa hasil dari setiap jualannya per hari itu.

" Mas, gimana hasil jualan hari ini?. "

" Cuma dikit dek, soalnya tadi banyak juga orang lain yang jualan di pasar. " Irfan menceritakan kepada istrinya tentang jualannya di pasar tadi.

"Oh gitu ya mas. Terus berapa hasil dari jualan mas hari ini?. " Ujar metty yang penasaran tentang hasil jualan suaminya.

" Cuma 50 ribu dek, itupun syukur-syukur ada yang beli. "

" Terus kemarin berapa hasil jualan nya mas? "

"Kemarin dapat 300 soalnya ada di borong  borong anak muda yang mau pergi ke puncak dek. " Metty merasa senang bisa mengetahui hasil jualan suaminya.

" Alhamdulillah kalau gitu mas, berarti bisa buat beli perlengkapan bayi kita nanti ya? . "

Mendengar ucapan istrinya irfan merasa kebingungan harus menjawab apa.

" Insya Allah ya dek, soalnya mas berniat mau beli motor dulu biar nanti kalau kita pergi kemana-mana bisa pakai motor nggak selalu minjam punya bapak dek. "

" Tapi mas bentar lagi kan aku mau lahiran masa kita nggak beli perlengkapan bayi kita si" Kata metty yang ingin membeli perlengkapan bayi yang akan dilahirkan nya nanti.

" Iya dek, doa kan ya supaya mas bisa mendapatkan uang lebih banyak biar bisa beli yang kamu inginkan. " Mendengar ucapan suaminya metty hanya menurut dan mendoakan suaminya agar Ia Bisa Membeli perlengkapan bayi yang akan lahir beberapa bulan lagi.

Suasana malam di pedesaan sangat sejuk dan memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya, irfan sedang duduk di kursi depan rumah sambil menatap cahaya rembulan dan bintang yang bersinar,Ia sedang memikirkan bagaimana nasib kehidupan kedepannya nanti jika Ia hanya mengandalkan Uang hasil jualan nya yang tidak seberapa itu. Metty yang melihat suaminya melamun di depan rumah menghampiri nya.

" Mas, dari tadi kok melamun terus aku lihat, Apa ada yang mengganggu pikiran mas?." Ujar metty seraya menepuk pundak suaminya.

" Eh dek , kok belum tidur  ini kan udh malam!. " Ucap  irfan yang kaget akan kedatangan istrinya.

" Belum ngantuk mas, mas sendiri ngapain melamun didepan rumah malam-malam?, ke sambet makhluk harus nanti loh. " Ujar metty seraya melirik suaminya.

"Ah kamu ada-ada aja dek, mana ada makhluk halus yang berani sama mas, mas kan pemberani. "

" Aduh mas-mas pemberani darimana wong dengar suara  kodok aja takut. "

"Hahaha, yasudah ayok kita tidur dek gak baik kamu kalau kamu tidur lama-lama nanti anak kita kenapa napa lagi. "

"Iya mas, yuk kita tidur  aku juga udh ngantuk ini ". Kata metty pada irfan.

Selesai ngobrol sambil menikmati angin malam Mereka pun memutuskan untuk masuk ke rumah dan tidur karena merasa lelah. Tengah malam irfan terbangun karena mimpi buruk yang menghantuinya,

" Astaghfirullah ya Allah mimpi apa ini, lindungilah hamba dan keluarga hamba Ya Allah " Ucap irfan dalam hatinya. Ia bermimpi  istrinya mengalami keguguran karena terjatuh di kamar mandi ketika metty mau mandi. Irfan tidak bisa melanjutkan tidurnya, Takut mimpi buruk itu datang lagi saat ia terlelap nanti, irfan pun bergegas meraih ponselnya untuk melihat jam, jam menunjukan pukul 2 dini hari.

Ia memutuskan untuk melaksanakan sholat tahajjud  irfan segera mengambil wudhu lalu melaksanakan  sholat dengan khusyuk Ia berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT  agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada istrinya.

" Ya Allah jauhkanlah hamba beserta keluarga hamba dari amarah bahaya yang ada dan jauhkanlah kami dari orang-orang yang berniat menyakiti dan menzolimi kami ya. Lindungilah calon anak hamba dan istri hamba Ya Allah semoga kami selalu berada dalam lindungan Mu Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang melimpah Ya Allah agar hamba bisa memenuhi kebutuhan istri hamba." .

Irfan mencurahkan segala isi hati dan kegelian kepada yang Maha Kuasa, hingga Ia terlelap di atas sajadahnya.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!