Sudah satu minggu kami mengarungi kehidupan rumah tangga ini, setiap harinya kami biasa menghabiskan waktu di ladang untuk membantu ibu dan bapak memanen jagung yang akan kami jualan ke pasar atau ke desa-desa lainnya. Pagi hari setelah irfan pergi menjual jagung ke pasar, Metty membantu ibu membersihkan rumah, metty mencabut rumput yang mulai tumbuh di depan rumah agar tidak mengganggu pemandangan luar rumahnya.
Ketika sedang asyik mencabut rumput salah satu tetangga metty Bu Mita yang merupakan tukang gosip paling rese di kampung mendatangi metty,
"Eh metty lagi apa itu? " Tanya bu Mita.
Metty yang fokus mencabut rumput kaget karena tiba-tiba ada bu Mita di sampingnya.
" Eh bu Mita, ini lagi cabut rumput yang mulai tinggi bu" Ujar Metty.
"Oalah emang suami mu kemana Metty? Kok gak suruh suami kamu aja cabut rumputnya? "
"Mas irfan pergi bantu bapak jual jagung bu, kebetulan saya nggak ada kerjaan jadi saya berinisiatif mencabut rumput ini sendiri bu".
Mendengar ucapan metty bu Mita menjadi jengkel " Udahlah metty nggak usah sok rajin, pakai cabut rumput segala." .Ujar bu Mita yang memang tidak menyukai keluarga metty.
" Aduh bu bukannya saya sok rajin kan ini rumah saya jadi wajar dong kalau saya menjaga agar rumah saya keliatan tetap bersih dan terawat. "
Bu Mita menatap metty dengan tatapan sinis dan berlalu dari rumah metty tanpa ngomong apa-apa lagi. Metty yang melihat kelakuan bu Mita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala " Kok bisa ya ada orang seperti itu. Mau bersihin rumah aja di komen. " Metty pun melanjutkan aktivitas nya mencabut rumput.
Setelah Satu jam metty membersihkan halaman rumah Ia memutuskan untuk mandi. "Bu metty mau mandi dulu ya,Soalnya gatel ini abis bersihin rumput depan rumah. " Ujar metty sambil menatap ibunya.
"Iya Nak mandi sana. Setelah mandi nanti bantu itu siapkan makan siang buat bapak dan suami mu. " Kata bu Ella. Metty pun bergegas pergi mandi sekedar untuk membersihkan dirinya dari debu-debu yang menempel di badannya agar Ia Merasa lebih segar.
Metty sedang menyiapkan makan siang , Ia menyanyikan makanan untuk suami dan orang tuanya, mereka makan dengan lahap, bu Ella menanyakan pada metty tentang kedatang bu Mita.
"Nak metty tadi ibu lihat ada bu Mita ngobrol sama kamu . "
Metty pun menjawab pertanyaan ibunya perihal bu Mita tadi. " Iya bu, tadi bu Mita bilang kenapa aku yang cabut rumput bukan suami ku. "
"Padahal kan kalau aku mau cabut rumput ya gak papa , toh juga untuk membersihkan rumah agar terlihat rapi bu. " Ujar metty pada ibunya.
" Oh gitu toh Nak, yasudah biarkan saja kamu tau sendiri kan bu Mita itu orangnya kaya gimana. "
"Iya bu, aku juga udah biasa ngeliat bu Mita ngomong gitu. "
Selesai makan siang metty ngobrol sama suaminya tentang hasil jualannya hari ini, Ia penasaran berapa si hasil jualan jagung yang tiap hari orang tuang dulu jualan tapi tidak pernah memberitahu metty berapa hasil dari setiap jualannya per hari itu.
" Mas, gimana hasil jualan hari ini?. "
" Cuma dikit dek, soalnya tadi banyak juga orang lain yang jualan di pasar. " Irfan menceritakan kepada istrinya tentang jualannya di pasar tadi.
"Oh gitu ya mas. Terus berapa hasil dari jualan mas hari ini?. " Ujar metty yang penasaran tentang hasil jualan suaminya.
" Cuma 50 ribu dek, itupun syukur-syukur ada yang beli. "
" Terus kemarin berapa hasil jualan nya mas? "
"Kemarin dapat 300 soalnya ada di borong borong anak muda yang mau pergi ke puncak dek. " Metty merasa senang bisa mengetahui hasil jualan suaminya.
" Alhamdulillah kalau gitu mas, berarti bisa buat beli perlengkapan bayi kita nanti ya? . "
Mendengar ucapan istrinya irfan merasa kebingungan harus menjawab apa.
" Insya Allah ya dek, soalnya mas berniat mau beli motor dulu biar nanti kalau kita pergi kemana-mana bisa pakai motor nggak selalu minjam punya bapak dek. "
" Tapi mas bentar lagi kan aku mau lahiran masa kita nggak beli perlengkapan bayi kita si" Kata metty yang ingin membeli perlengkapan bayi yang akan dilahirkan nya nanti.
" Iya dek, doa kan ya supaya mas bisa mendapatkan uang lebih banyak biar bisa beli yang kamu inginkan. " Mendengar ucapan suaminya metty hanya menurut dan mendoakan suaminya agar Ia Bisa Membeli perlengkapan bayi yang akan lahir beberapa bulan lagi.
Suasana malam di pedesaan sangat sejuk dan memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya, irfan sedang duduk di kursi depan rumah sambil menatap cahaya rembulan dan bintang yang bersinar,Ia sedang memikirkan bagaimana nasib kehidupan kedepannya nanti jika Ia hanya mengandalkan Uang hasil jualan nya yang tidak seberapa itu. Metty yang melihat suaminya melamun di depan rumah menghampiri nya.
" Mas, dari tadi kok melamun terus aku lihat, Apa ada yang mengganggu pikiran mas?." Ujar metty seraya menepuk pundak suaminya.
" Eh dek , kok belum tidur ini kan udh malam!. " Ucap irfan yang kaget akan kedatangan istrinya.
" Belum ngantuk mas, mas sendiri ngapain melamun didepan rumah malam-malam?, ke sambet makhluk harus nanti loh. " Ujar metty seraya melirik suaminya.
"Ah kamu ada-ada aja dek, mana ada makhluk halus yang berani sama mas, mas kan pemberani. "
" Aduh mas-mas pemberani darimana wong dengar suara kodok aja takut. "
"Hahaha, yasudah ayok kita tidur dek gak baik kamu kalau kamu tidur lama-lama nanti anak kita kenapa napa lagi. "
"Iya mas, yuk kita tidur aku juga udh ngantuk ini ". Kata metty pada irfan.
Selesai ngobrol sambil menikmati angin malam Mereka pun memutuskan untuk masuk ke rumah dan tidur karena merasa lelah. Tengah malam irfan terbangun karena mimpi buruk yang menghantuinya,
" Astaghfirullah ya Allah mimpi apa ini, lindungilah hamba dan keluarga hamba Ya Allah " Ucap irfan dalam hatinya. Ia bermimpi istrinya mengalami keguguran karena terjatuh di kamar mandi ketika metty mau mandi. Irfan tidak bisa melanjutkan tidurnya, Takut mimpi buruk itu datang lagi saat ia terlelap nanti, irfan pun bergegas meraih ponselnya untuk melihat jam, jam menunjukan pukul 2 dini hari.
Ia memutuskan untuk melaksanakan sholat tahajjud irfan segera mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat dengan khusyuk Ia berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada istrinya.
" Ya Allah jauhkanlah hamba beserta keluarga hamba dari amarah bahaya yang ada dan jauhkanlah kami dari orang-orang yang berniat menyakiti dan menzolimi kami ya. Lindungilah calon anak hamba dan istri hamba Ya Allah semoga kami selalu berada dalam lindungan Mu Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang melimpah Ya Allah agar hamba bisa memenuhi kebutuhan istri hamba." .
Irfan mencurahkan segala isi hati dan kegelian kepada yang Maha Kuasa, hingga Ia terlelap di atas sajadahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments