Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang

" satu lagi metty, irfan menikah kamu karena dia menginginkan warisan dari keluarga mu, dia tahu kalau orang tua kamu banyak ladang, maka dari itu dia memutuskan untuk menghamili mu lalu kalian menikah. "

Metty sangat kaget mendengar ucapan Diana, dia tidak menduga irfan bisa senekat itu demi mendapatkan lahan milik kedua orang tua nya.

" astaghfirullah kenapa mas irfan setega itu, dan aku bisa-bisanya terperdaya. "

" Irfan melakukan itu karena dipaksa oleh kedua orang tuanya, irfan sangat menyayangi tiara akan tetapi karena paksaan dari kedua orang tuanya irfan rela metty. " ujar Diana, hari ini dia memberitahu kepada metty semua rahasia irfan dan niatnya menikahi metty.

" sungguh tega mereka, apakah mereka tidak takut jikalau anak perempuan mereka berada di posisi seperti ku?. " ucap metty yang semakin terkejut mendengar bahwa dalang dibalik pernikahan ini adalah orang tua irfan.

" metty dengar kan aku, orang jaman sekarang bisa melakukan apapun demi mendapatkan uang, bahkan mereka rela menyakiti orang lain, seperti yang irfan lakukan padamu sekarang. "

" bagaiman jika orang tua ku tahu yang sebenarnya din?, mereka pasti akan marah besar pada ku karena telah melakukan kesalahan besar ini. " ujar metty yang memikirkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya jikalau mengetahui tujuan menantunya menikah putri mereka.

" kalau menurut aku si lebih baik kamu simpan ini sendiri sampai kamu mendapatkan bukti agar kelak kamu bisa bercerai dengan irfan tanpa ada harta sedikitpun yang Ia bawa dari rumah mu. " jawab Diana memberi saran pada metty.

" Din terimakasih kamu telah memberitahu ku berita sebesar ini. "

" Sama-sama sebagai sahabat kamu sudah sewajarnya aku membantu kami. "

" oh iya satu lagi metty gimana kalau besok kamu ajak irfan untuk menginap selam seminggu di rumah orang tua irfan, siapa tahu di sana kamu bisa mendapatkan bukti. " kata Diana memberi ide agar metty bisa segera lepas dari hubungan tanpa cinta itu.

" Oh iya iya, nanti aku bilang sama mas irfan, soalnya selama menikah mereka tidak pernah mengunjungi ku bahkan untuk melihat kelahiran cucu pertama nya saja mereka tidak datang. "ujar metty yang baru menyadari kalau bahwa mertuanya tidak pernah datang sekedar untuk menengok keadaan cucunya.

" Masa sih metty, biasanya semua orang tua bila menantu nya melahirkan pasti mereka akan datang. " jawab Diana kala mendengar kalau mertuanya tidak pernah menjenguk mereka.

" iya din, aku melihat mereka hanya waktu kami menikah saja sehabis itu aku tidak pernah melihat nya, mas irfan pun tidak pernah mengajak aku ke rumahnya. " jawab metty ia semakin curiga sama irfan dan keluarga nya.

" pas banget kalau begitu metty, kamu harus bisa bujuk irfan agar mau ke rumahnya dan kmu tinggal di sana beberapa minggu, kalau ada apa-apa kamu bisa memberitahu ku siapa tahu aku bisa bantu nantinya.

" iya din, aku akan membujuknya nanti agar ia mau ajak aku ke rumahnya.

" ya udah kita pulang yuk, udah hampir malam ini. " ajak Diana karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, sudah lama juga mereka mengobrol sampai lupa waktu.

"iya din, takut nanti aku dicari ibu sama bapak. "

" Oh iya sebelum pulang kita me Mall dulu ya buat beli baju bayi mu sekalian oleh-oleh buat ibu sama bapak mu. "ajak Diana ia sudah menganggap keluarga metty sebagai keluarga nya sendiri.

Di dalam perjalanan diana bilang kalau mau mampir sekedar untuk bertemu ibu bapak metty dan kalau pun ada irfan nanti di sana Diana meminta metty untuk bersikap biasa-biasa saja.

Setelah selesai shopping di Mall mereka pun pulang. Diana menyetir menuju rumah metty, sesampainya di rumah metty dia mampir sebentar untuk bertemu orang tua metty.

" Assalamu'alaikum. " ujar metty dan Diana bersamaan

Bu Ella yang sedang duduk di ruang tengah bersama suaminya segera membuka pintu kala mendengar suara oran hang mau bertamu.

" Eh Wa'alaikumussalam Nak, kalian sudah pulang toh. " ujar bu Ella yang mendapati putrinya sudah pulang bersamaan dengan Diana juga cucunya itu.

" Masuk dulu nak, kita ngobrol didalam saja. " ujar bapak yang melihat kami.

"hai bu pak. " kata diana sambil menyalami dan memeluk kala melihat orang tua metty yang diana anggap sebagai orang tua dia juga.

" eh Nak diana, yuk masuk ke dalam dulu, gak baik diluar malam-mala. " jawab bapak

Mereka pun masuk ke dalam dan duduk lesehan di rumah tengah.

"maaf ya nak diana, kami tidak menyuguhkan apa-apa, soalnya ibu belum belanja pulang dari ladang kemalaman tadi. ujar bu Ella yang merasa tidak enak karena tidak menyuguhkan apa-apa

" gapapa bu santai aja, saya mampir kesini karena kangen sama ibu juga bapak, udah lama kit agak pernah ketemu bu." ujar Diana yang memang sangat kangen dengan mereka.

"oh Iya Nak, kalian abis darimana tadi kok pulangnya malem banget?. " tanya bapak yang gelisah karena kami pulang terlalu malam.

" Tadi saya ajak metty sma Tyza jalan bu, biar gak bosan di rumah terus. " ujar Diana.

" kok gak ngajak ibu sama bapak juga, kita juga mau di ajak jalan kan bosan di ladang terus. " ujar bapak sambil cengengesan berniat menggoda Diana.

" wah beneran ibu sama bapak mau kalau Diana ajak jalan?. "

" ya maulah kalau diajak nak, apalagi pakai mobil. " jawab ibu sambil tersipu.

"oke deh bu pak, kapan aku ajak kalian sekeluarga keliling kota, pokoknya kalian semua harus ikut dan aku tidak mau mendengar penolakan. " ujar diana karena memang dia pengen jalan bareng bersama mereka, pasti seru kalau ngajak sekeluarga gini. batin diana dalam hati.

"kita pasti mau nak, pasti seru ibu sama bapak kan jarang tuh keliling kota pakai mobil. "ujar bapak.

" Ibu pak jangan gitu dong, kan aku jadi malu sama diana. "jawab metty.

" Apa si metty pakai acara malu segala, aku tuh sudah anggap kalian kaya keluarga sendiri, pokonya kalian harus mau jika aku ajak nanti."

" iya deh din, aku siapapun cemilan sama buat jus untuk kalian dulu ya. " kata Metty sembari berlalu menuju dapur untuk membuat jus yang ia beli sama Diana tadi.

sementara diruang tengah Diana begitu asyik mengobrol dengan kedua orang tua metty.

" Bu lihat deh, ini baju khusus aku dan metty belikan untuk ibu, ibu harus coba. " ujar Diana sambil menyerah berbagai macam pakaian yang ia beli di mall tadi bersama metty.

"Wah beneran ini buat ibu, terimakasih Nak, kami memang baik pasti metty sangat bersyukur bisa punya sahabat sebaik kamu. " puji bu Ella.

" ah ibu bisa aja, jadi malu saya, oh iya ini buat bapak, pokoknya ibu sama bapak harus coba sekarang, titik gak pakai koma. " ujar Diana sambil cengengesan.

" loh buat bapak juga ada toh, makasih banyak Nak din, bapak coba sekarang ya. " ujar bapak tak kalah senang dari ibu yang menerima pemberian dari Diana itu.

" nah gimana nak, bagus gak kalau ibu sama bapak yang pakai. " jawab ibu sama bapak yang tengah mengenakan baju pemberian Diana itu.

" Wah bagus sekali bu pak, memang metty gak salah pilih warna baju untuk ibu sama bapak, pokoknya ibu sama bapak harus mengenakan pakaian ini kalau mau bepergian kemana-mana. "

" Pasti dipake dong Nak, wong baju bagus kaya gini masa gak di pakai ." ujar bapak.

Metty yang melihat orang tuanya tersenyum bahagia juga ikut senyum, ia baru pertama kali melihat mereka sebagai itu lagi, metty bersyukur bisa punya sahabat sepeti diana, dari dulu memang dialah yang bisa membuat orang tuanya selalu tersenyum bahagia.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!