" satu lagi metty, irfan menikah kamu karena dia menginginkan warisan dari keluarga mu, dia tahu kalau orang tua kamu banyak ladang, maka dari itu dia memutuskan untuk menghamili mu lalu kalian menikah. "
Metty sangat kaget mendengar ucapan Diana, dia tidak menduga irfan bisa senekat itu demi mendapatkan lahan milik kedua orang tua nya.
" astaghfirullah kenapa mas irfan setega itu, dan aku bisa-bisanya terperdaya. "
" Irfan melakukan itu karena dipaksa oleh kedua orang tuanya, irfan sangat menyayangi tiara akan tetapi karena paksaan dari kedua orang tuanya irfan rela metty. " ujar Diana, hari ini dia memberitahu kepada metty semua rahasia irfan dan niatnya menikahi metty.
" sungguh tega mereka, apakah mereka tidak takut jikalau anak perempuan mereka berada di posisi seperti ku?. " ucap metty yang semakin terkejut mendengar bahwa dalang dibalik pernikahan ini adalah orang tua irfan.
" metty dengar kan aku, orang jaman sekarang bisa melakukan apapun demi mendapatkan uang, bahkan mereka rela menyakiti orang lain, seperti yang irfan lakukan padamu sekarang. "
" bagaiman jika orang tua ku tahu yang sebenarnya din?, mereka pasti akan marah besar pada ku karena telah melakukan kesalahan besar ini. " ujar metty yang memikirkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya jikalau mengetahui tujuan menantunya menikah putri mereka.
" kalau menurut aku si lebih baik kamu simpan ini sendiri sampai kamu mendapatkan bukti agar kelak kamu bisa bercerai dengan irfan tanpa ada harta sedikitpun yang Ia bawa dari rumah mu. " jawab Diana memberi saran pada metty.
" Din terimakasih kamu telah memberitahu ku berita sebesar ini. "
" Sama-sama sebagai sahabat kamu sudah sewajarnya aku membantu kami. "
" oh iya satu lagi metty gimana kalau besok kamu ajak irfan untuk menginap selam seminggu di rumah orang tua irfan, siapa tahu di sana kamu bisa mendapatkan bukti. " kata Diana memberi ide agar metty bisa segera lepas dari hubungan tanpa cinta itu.
" Oh iya iya, nanti aku bilang sama mas irfan, soalnya selama menikah mereka tidak pernah mengunjungi ku bahkan untuk melihat kelahiran cucu pertama nya saja mereka tidak datang. "ujar metty yang baru menyadari kalau bahwa mertuanya tidak pernah datang sekedar untuk menengok keadaan cucunya.
" Masa sih metty, biasanya semua orang tua bila menantu nya melahirkan pasti mereka akan datang. " jawab Diana kala mendengar kalau mertuanya tidak pernah menjenguk mereka.
" iya din, aku melihat mereka hanya waktu kami menikah saja sehabis itu aku tidak pernah melihat nya, mas irfan pun tidak pernah mengajak aku ke rumahnya. " jawab metty ia semakin curiga sama irfan dan keluarga nya.
" pas banget kalau begitu metty, kamu harus bisa bujuk irfan agar mau ke rumahnya dan kmu tinggal di sana beberapa minggu, kalau ada apa-apa kamu bisa memberitahu ku siapa tahu aku bisa bantu nantinya.
" iya din, aku akan membujuknya nanti agar ia mau ajak aku ke rumahnya.
" ya udah kita pulang yuk, udah hampir malam ini. " ajak Diana karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, sudah lama juga mereka mengobrol sampai lupa waktu.
"iya din, takut nanti aku dicari ibu sama bapak. "
" Oh iya sebelum pulang kita me Mall dulu ya buat beli baju bayi mu sekalian oleh-oleh buat ibu sama bapak mu. "ajak Diana ia sudah menganggap keluarga metty sebagai keluarga nya sendiri.
Di dalam perjalanan diana bilang kalau mau mampir sekedar untuk bertemu ibu bapak metty dan kalau pun ada irfan nanti di sana Diana meminta metty untuk bersikap biasa-biasa saja.
Setelah selesai shopping di Mall mereka pun pulang. Diana menyetir menuju rumah metty, sesampainya di rumah metty dia mampir sebentar untuk bertemu orang tua metty.
" Assalamu'alaikum. " ujar metty dan Diana bersamaan
Bu Ella yang sedang duduk di ruang tengah bersama suaminya segera membuka pintu kala mendengar suara oran hang mau bertamu.
" Eh Wa'alaikumussalam Nak, kalian sudah pulang toh. " ujar bu Ella yang mendapati putrinya sudah pulang bersamaan dengan Diana juga cucunya itu.
" Masuk dulu nak, kita ngobrol didalam saja. " ujar bapak yang melihat kami.
"hai bu pak. " kata diana sambil menyalami dan memeluk kala melihat orang tua metty yang diana anggap sebagai orang tua dia juga.
" eh Nak diana, yuk masuk ke dalam dulu, gak baik diluar malam-mala. " jawab bapak
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk lesehan di rumah tengah.
"maaf ya nak diana, kami tidak menyuguhkan apa-apa, soalnya ibu belum belanja pulang dari ladang kemalaman tadi. ujar bu Ella yang merasa tidak enak karena tidak menyuguhkan apa-apa
" gapapa bu santai aja, saya mampir kesini karena kangen sama ibu juga bapak, udah lama kit agak pernah ketemu bu." ujar Diana yang memang sangat kangen dengan mereka.
"oh Iya Nak, kalian abis darimana tadi kok pulangnya malem banget?. " tanya bapak yang gelisah karena kami pulang terlalu malam.
" Tadi saya ajak metty sma Tyza jalan bu, biar gak bosan di rumah terus. " ujar Diana.
" kok gak ngajak ibu sama bapak juga, kita juga mau di ajak jalan kan bosan di ladang terus. " ujar bapak sambil cengengesan berniat menggoda Diana.
" wah beneran ibu sama bapak mau kalau Diana ajak jalan?. "
" ya maulah kalau diajak nak, apalagi pakai mobil. " jawab ibu sambil tersipu.
"oke deh bu pak, kapan aku ajak kalian sekeluarga keliling kota, pokoknya kalian semua harus ikut dan aku tidak mau mendengar penolakan. " ujar diana karena memang dia pengen jalan bareng bersama mereka, pasti seru kalau ngajak sekeluarga gini. batin diana dalam hati.
"kita pasti mau nak, pasti seru ibu sama bapak kan jarang tuh keliling kota pakai mobil. "ujar bapak.
" Ibu pak jangan gitu dong, kan aku jadi malu sama diana. "jawab metty.
" Apa si metty pakai acara malu segala, aku tuh sudah anggap kalian kaya keluarga sendiri, pokonya kalian harus mau jika aku ajak nanti."
" iya deh din, aku siapapun cemilan sama buat jus untuk kalian dulu ya. " kata Metty sembari berlalu menuju dapur untuk membuat jus yang ia beli sama Diana tadi.
sementara diruang tengah Diana begitu asyik mengobrol dengan kedua orang tua metty.
" Bu lihat deh, ini baju khusus aku dan metty belikan untuk ibu, ibu harus coba. " ujar Diana sambil menyerah berbagai macam pakaian yang ia beli di mall tadi bersama metty.
"Wah beneran ini buat ibu, terimakasih Nak, kami memang baik pasti metty sangat bersyukur bisa punya sahabat sebaik kamu. " puji bu Ella.
" ah ibu bisa aja, jadi malu saya, oh iya ini buat bapak, pokoknya ibu sama bapak harus coba sekarang, titik gak pakai koma. " ujar Diana sambil cengengesan.
" loh buat bapak juga ada toh, makasih banyak Nak din, bapak coba sekarang ya. " ujar bapak tak kalah senang dari ibu yang menerima pemberian dari Diana itu.
" nah gimana nak, bagus gak kalau ibu sama bapak yang pakai. " jawab ibu sama bapak yang tengah mengenakan baju pemberian Diana itu.
" Wah bagus sekali bu pak, memang metty gak salah pilih warna baju untuk ibu sama bapak, pokoknya ibu sama bapak harus mengenakan pakaian ini kalau mau bepergian kemana-mana. "
" Pasti dipake dong Nak, wong baju bagus kaya gini masa gak di pakai ." ujar bapak.
Metty yang melihat orang tuanya tersenyum bahagia juga ikut senyum, ia baru pertama kali melihat mereka sebagai itu lagi, metty bersyukur bisa punya sahabat sepeti diana, dari dulu memang dialah yang bisa membuat orang tuanya selalu tersenyum bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments