“iya Pak ibu Tahu, tapi kasihan Nak irfan dia sudah linglung gitu pak, kita bicara diluar saja. “ ujar bu Ella apada suaminya.
“ saya tunggu kamu di luar segera menyusul sebelum saya bertindak lebih jauh. “ ujar bapak pada mas irfan.
Aku yang menyaksikan bapak semarah itu pada mas irfan merasa takut kalau nanti bapak menyuruhku untuk menceraikan mas irfan, jujur saja aku masih sangat menyayangi laki-laki yang berstatus suami ku itu, terlebih lagi anak kami Meityza masih bayi.
Aku terus menangis dalam diam tidak sanggup lagi jika harus menahan tangis ini, aku berlalu dari hadapan mereka menuju ruang tengah sambil menggendong Meityza.
“Maafin mama ya Nak, gara-gara mama kamu terbangun dari tidur mu. “ ucap metty pada putrinya sembari menyusui Meityza. Metty heran makin lama suaminya makin berubah bahkan sampai tega memukulinya, dulu bahkan untuk membentaknya saja irfan tidak berani , Ia merasa ada yang aneh dengan suaminya itu, sekarang sekedar untuk menjalankan kewajiban nya sebagai hamba Allah SWT saja dia lalai, dulu sewaktu pacaran ia sangat rajin sekali untuk sholat bahkan dia yang selalu mengingat kan ku untuk selalu sholat tepat waktu.
“ Nak mengapa kamu melamun, kasihan itu anak mu nangis terus. Susuin dulu sana. “ ucap bu Ella yang melihat putrinya melamun dengan mata yang sembah akibat menangis dan mendengar cucunya menangis.
Metty yang mendengar ucapan ibunya pun segera tersadar dari lamunannya Ia tidak menyadari kalau anaknya menangis sedari tadi, perasaan tadi Ia sudah menyusui putrinya.
“ Iya bu, Maaf aku gak sadar kalau Meityza menangis. “ ucap Metty pada bu Ella sembari menyusui anaknya.
Beberapa menit muncullah bapak sama mas irfan dari kamar masing-masing. Bapak enggan menatap menantunya yang sudah berani main tangan sama putri satu-satunya, bapak duduk di samping ku bersamaan dengan ibu, mas irfan duduk di depan ku sembari bersujud di kaki ku.
“ Dek. Maafkan Mas. Tadi mas hilang kendali dan menampar kamu dek, mas tidak bermaksud untuk melakukan itu pada mu dek, mas menyesal, maafkan mas dek. “ Ujar mas irfan tanpa berani menatap ku sedikit pun Ia terus menunduk.
“ Dulu kamu bahkan tidak berani membentak ku, tapi sekarang kamu sudah berani menampar ku mas, hanya gara-gara aku membangunkan mu. “ ujar metty yang merasa kalau suaminya itu sudah keterlaluan.
“ Mas tahu dek, makanya mas minta maaf. Mas khilaf kamu mau kan maafin mas dek. “ ujar irfan
“halah minta maaf nanti diulangi lagi, kamu sudah berani menampar anak ku, saya tidak sudi punya menantu seperti kamu. “ ujar bapak tatkala mendengar penuturnya menantunya yang sudah keterlaluan.
“ pak tolong maafkan Saya, saya menyesal sudah melakukan itu pak, “ ujar Irfan yang tidak mau kalau dimintai cerai oleh Metty.
“ Metty kamu harus mengikuti nasehat bapak, bapak selalu memberikan yang terbaik untuk kamu, jadi bapak harap kamu mengambil keputusan seperti yang bapak bilang. “ ujar bapak pada Metty yang bermaksud menyuruh Metty untuk menceraikan Irfan.
“Pak, jangan menekankan anak kita, kasihan dia masih menyusui pak, nanti Metty stres jadi biarkan dia mengambil keputusan sendiri pak.” Ungkap Bu Ella pada suaminya.
“ Bapak tidak menekankan Metty bu, bapak tidak mau anak kita nanti jadi korban kekerasan di dalam rumah kita sendiri ini. “
“ibu tahu pak tapi alangkah lebih baiknya kalau kita memberi masukan yang baik-baik pada Metty pak. “
Metty yang mendengar ucapan kedua orang tuanya itu bingung harus mengatakan apa dan memilih siapa diantara mereka, karena Metty sangat mencintai mereka semua. Di lain sisi Irfan masih duduk bersimpuh di hadapan istrinya sembari menunggu pemberian maaf dari istrinya. Metty diam cukup lama untuk mengambil kesimpulan, ketika Ia sudah mendapatkan jawab yang tepat barulah Ia membuka suara.
“ Sudah bu pak Metty sudah memutuskan apa yang akan Metty lakukan sekarang semoga ibu dan bapak selalu mendukung keputusan Metty. “ ujar Metty pada kedua orang tuanya sebelum Ia memberi maaf kepada Irfan.
“ Ibu dan bapak selalu mendukung setiap keputusan yang kamu ambil sayang, selagi keputusan itu baik untuk kamu dan anak kamu nanti. Juga untuk nama baik ibu dan bapak. “ ujar bapak panjang lebar pada Metty.
“Baiklah pak, Metty akan memberi maaf kepada mas Irfan, semoga ibu dan bapak menerima keputusan Metty ini“ ujar Metty dengan sedikit ragu-ragu takut menyinggung ibu dan bapaknya.
“ Nak bapak sudah bilang bapak akan mendukung keputusan kaki selagi itu baik buat kamu, jika itu keputusan kamu bapak bisa apa? “ ujar bapak pada Metty walau Ia merasa keputusan anaknya tidak sesuai dengan yang dia harapkan.
“Baiklah pak, mas aku akan memberi maaf pada mu dengan syarat. “
Irfan yang mendengar ucapan istrinya dengan semangat menjawab istrinya itu.
“Apa pun syaratnya pasti akan mas penuhi dek, katakan apa syarat nya dek? “ tanya Irfan pada Metty dengan mata berbinar.
“ Pertama, Mas tidak akan mengulangi kesalahan yang mas lakukan kepada ku dan jika mas melakukannya lagi aku akan menceraikan mu, gimana mas? Apakah kamu sanggup. “ ujar Metty pada.
Mendengar persyaratan istrinya Irfan ragu-ragu untuk menjawab, akan tetapi demi untuk bisa tetap berada di keluarga Metty dia pun menyetujui nya.
“oke dek, mas setuju dengan syarat yang kamu berikan. Apakah masih ada lagi syaratnya? “ tanya Irfan pada Metty.
“Next, Mas harus mampu memenuhi kebutuhan keluarga kita ini dimana setiap bulannya minimal mas memberiku uang sebesar 2 juta, apakah mas sanggup?.
“ insya Allah mas sanggup dek, “ ujar Irfan dengan lantang walaupun anti ia tidak akan memberikan uang sebesar itu pada istrinya.
“ Oke yang terakhir mas harus selalu menjalankan sholat 5 waktu tanpa terkecuali dan mas tidak akan berkhianat di belakang ku. “ ujar Metty setelah selesai mengatakan syarat yang harus di penuhi oleh suaminya.
“mas akan berusaha untuk memenuhinya semua syarat yang kamu berikan dek. Dan terimakasih sudah mau memaafkan mas.
“ Dan ingat jika sekali saja mas melanggar salah satu dari syarat tersebut maka bersiaplah untuk angkat kaki dari rumah ini. “ ujar Metty dengan lantangnya.
"i'iya dek, mas akan berusaha untuk bisa menepati janji mas." ucap Irfan sedikit ragu kala mendengar penuturan istrinya.
" oiya mas juga harus minta maaf kepada orang tua ku, karena sudah berani menampar anak kesayangan mereka. "
" i'iya dek." irfan sebenarnya enggan untuk meminta maaf kepada kedua mertuanya itu,mau ditaruh dimana harga diriku".batin irfan dalam hatinya. Namun apa mau dikata untuk tetap berada di keluarga tersebut Ia harus melakukan itu,ia pun bergegas ke hadapan kedua mertuanya.
" Bu, pak maafkan saya telah melukai hati anak bapak, saya khilaf pak. mohon berikan maaf kepada saya pak. " ujar irfan tanpa menatap mertuanya.
" baiklah bapak akan memaafkan kamu dan awas saja kamu melakukan kesalahan yang sama,bapak tidak akan pernah memaafkan kamu lagi." ujar bapak dengan tegas.
"baik pak insya Allah akan saya menjaga putri bapak. "
Setelah semua perkara itu selesai, mereka mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments