BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku

“iya Pak ibu Tahu, tapi kasihan Nak irfan dia sudah linglung gitu pak, kita bicara diluar saja. “ ujar bu Ella apada suaminya.

“ saya tunggu kamu di luar segera menyusul sebelum saya bertindak lebih jauh. “ ujar bapak pada mas irfan.

Aku yang menyaksikan bapak semarah itu pada mas irfan merasa takut kalau nanti bapak menyuruhku untuk menceraikan mas irfan, jujur saja aku masih sangat menyayangi laki-laki yang berstatus suami ku itu, terlebih lagi anak kami Meityza masih bayi.

Aku terus menangis dalam diam tidak sanggup lagi jika harus menahan tangis ini, aku berlalu dari hadapan mereka menuju ruang tengah sambil menggendong Meityza.

“Maafin mama ya Nak, gara-gara mama kamu terbangun dari tidur mu. “ ucap metty pada putrinya sembari menyusui Meityza. Metty heran makin lama suaminya makin berubah bahkan sampai tega memukulinya, dulu bahkan untuk membentaknya saja irfan tidak berani , Ia merasa ada yang aneh dengan suaminya itu, sekarang sekedar untuk menjalankan kewajiban nya sebagai hamba Allah SWT saja dia lalai, dulu sewaktu pacaran ia sangat rajin sekali untuk sholat bahkan dia yang selalu mengingat kan ku untuk selalu sholat tepat waktu.

“ Nak mengapa kamu melamun, kasihan itu anak mu nangis terus. Susuin dulu sana. “ ucap bu Ella yang melihat putrinya melamun dengan mata yang sembah akibat menangis dan mendengar cucunya menangis.

Metty yang mendengar ucapan ibunya pun segera tersadar dari lamunannya Ia tidak menyadari kalau anaknya menangis sedari tadi, perasaan tadi Ia sudah menyusui putrinya.

“ Iya bu, Maaf aku gak sadar kalau Meityza menangis. “ ucap Metty pada bu Ella sembari menyusui anaknya.

Beberapa menit muncullah bapak sama mas irfan dari kamar masing-masing. Bapak enggan menatap menantunya yang sudah berani main tangan sama putri satu-satunya, bapak duduk di samping ku bersamaan dengan ibu, mas irfan duduk di depan ku sembari bersujud di kaki ku.

“ Dek. Maafkan Mas. Tadi mas hilang kendali dan menampar kamu dek, mas tidak bermaksud untuk melakukan itu pada mu dek, mas menyesal, maafkan mas dek. “ Ujar mas irfan tanpa berani menatap ku sedikit pun Ia terus menunduk.

“ Dulu kamu bahkan tidak berani membentak ku, tapi sekarang kamu sudah berani menampar ku mas, hanya gara-gara aku membangunkan mu. “ ujar metty yang merasa kalau suaminya itu sudah keterlaluan.

“ Mas tahu dek, makanya mas minta maaf. Mas khilaf kamu mau kan maafin mas dek. “ ujar irfan

“halah minta maaf nanti diulangi lagi, kamu sudah berani menampar anak ku, saya tidak sudi punya menantu seperti kamu. “ ujar bapak tatkala mendengar penuturnya menantunya yang sudah keterlaluan.

“ pak tolong maafkan Saya, saya menyesal sudah melakukan itu pak, “ ujar Irfan yang tidak mau kalau dimintai cerai oleh Metty.

“ Metty kamu harus mengikuti nasehat bapak, bapak selalu memberikan yang terbaik untuk kamu, jadi bapak harap kamu mengambil keputusan seperti yang bapak bilang. “ ujar bapak pada Metty yang bermaksud menyuruh Metty untuk menceraikan Irfan.

“Pak, jangan menekankan anak kita, kasihan dia masih menyusui pak, nanti Metty stres jadi biarkan dia mengambil keputusan sendiri pak.” Ungkap Bu Ella pada suaminya.

“ Bapak tidak menekankan Metty bu, bapak tidak mau anak kita nanti jadi korban kekerasan di dalam rumah kita sendiri ini. “

“ibu tahu pak tapi alangkah lebih baiknya kalau kita memberi masukan yang baik-baik pada Metty pak. “

Metty yang mendengar ucapan kedua orang tuanya itu bingung harus mengatakan apa dan memilih siapa diantara mereka, karena Metty sangat mencintai mereka semua. Di lain sisi Irfan masih duduk bersimpuh di hadapan istrinya sembari menunggu pemberian maaf dari istrinya. Metty diam cukup lama untuk mengambil kesimpulan, ketika Ia sudah mendapatkan jawab yang tepat barulah Ia membuka suara.

“ Sudah bu pak Metty sudah memutuskan apa yang akan Metty lakukan sekarang semoga ibu dan bapak selalu mendukung keputusan Metty. “ ujar Metty pada kedua orang tuanya sebelum Ia memberi maaf kepada Irfan.

“ Ibu dan bapak selalu mendukung setiap keputusan yang kamu ambil sayang, selagi keputusan itu baik untuk kamu dan anak kamu nanti. Juga untuk nama baik ibu dan bapak. “ ujar bapak panjang lebar pada Metty.

“Baiklah pak, Metty akan memberi maaf kepada mas Irfan, semoga ibu dan bapak menerima keputusan Metty ini“ ujar Metty dengan sedikit ragu-ragu takut menyinggung ibu dan bapaknya.

“ Nak bapak sudah bilang bapak akan mendukung keputusan kaki selagi itu baik buat kamu, jika itu keputusan kamu bapak bisa apa? “ ujar bapak pada Metty walau Ia merasa keputusan anaknya tidak sesuai dengan yang dia harapkan.

“Baiklah pak, mas aku akan memberi maaf pada mu dengan syarat. “

Irfan yang mendengar ucapan istrinya dengan semangat menjawab istrinya itu.

“Apa pun syaratnya pasti akan mas penuhi dek, katakan apa syarat nya dek? “ tanya Irfan pada Metty dengan mata berbinar.

“ Pertama, Mas tidak akan mengulangi kesalahan yang mas lakukan kepada ku dan jika mas melakukannya lagi aku akan menceraikan mu, gimana mas? Apakah kamu sanggup. “ ujar Metty pada.

Mendengar persyaratan istrinya Irfan ragu-ragu untuk menjawab, akan tetapi demi untuk bisa tetap berada di keluarga Metty dia pun menyetujui nya.

“oke dek, mas setuju dengan syarat yang kamu berikan. Apakah masih ada lagi syaratnya? “ tanya Irfan pada Metty.

“Next, Mas harus mampu memenuhi kebutuhan keluarga kita ini dimana setiap bulannya minimal mas memberiku uang sebesar 2 juta, apakah mas sanggup?.

“ insya Allah mas sanggup dek, “ ujar Irfan dengan lantang walaupun anti ia tidak akan memberikan uang sebesar itu pada istrinya.

“ Oke yang terakhir mas harus selalu menjalankan sholat 5 waktu tanpa terkecuali dan mas tidak akan berkhianat di belakang ku. “ ujar Metty setelah selesai mengatakan syarat yang harus di penuhi oleh suaminya.

“mas akan berusaha untuk memenuhinya semua syarat yang kamu berikan dek. Dan terimakasih sudah mau memaafkan mas.

“ Dan ingat jika sekali saja mas melanggar salah satu dari syarat tersebut maka bersiaplah untuk angkat kaki dari rumah ini. “ ujar Metty dengan lantangnya.

"i'iya dek, mas akan berusaha untuk bisa menepati janji mas." ucap Irfan sedikit ragu kala mendengar penuturan istrinya.

" oiya mas juga harus minta maaf kepada orang tua ku, karena sudah berani menampar anak kesayangan mereka. "

" i'iya dek." irfan sebenarnya enggan untuk meminta maaf kepada kedua mertuanya itu,mau ditaruh dimana harga diriku".batin irfan dalam hatinya. Namun apa mau dikata untuk tetap berada di keluarga tersebut Ia harus melakukan itu,ia pun bergegas ke hadapan kedua mertuanya.

" Bu, pak maafkan saya telah melukai hati anak bapak, saya khilaf pak. mohon berikan maaf kepada saya pak. " ujar irfan tanpa menatap mertuanya.

" baiklah bapak akan memaafkan kamu dan awas saja kamu melakukan kesalahan yang sama,bapak tidak akan pernah memaafkan kamu lagi." ujar bapak dengan tegas.

"baik pak insya Allah akan saya menjaga putri bapak. "

Setelah semua perkara itu selesai, mereka mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing.

Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3 Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4 Bab 4 Melahirkan
5 Bab 5 Nama Putri Kecilku
6 Bab 6 Pertengkaran
7 BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8 Bab 8 Sahabat semasa SMA
9 Bab 9 Gosip Receh
10 Bab 10 bertemu Sahabat
11 Bab 11 Curhatan ku
12 Bab 12 rahasia suami ku
13 Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14 Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15 Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16 Bab 16 Tiara
17 Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18 Bab 18 pura-pura Baik
19 Bab 19 Buku Nikah
20 Bab 20 Pulang kampung
21 Bab 22 Dukungan orang tua.
22 Bab 23 Gugatan Cerai
23 Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24 Bab 24 Surat panggilan sidang
25 Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26 Bab 26 Sidang kedua
27 Bab 27 Rencana Tiara
28 Bab 28 Surat Cerai
29 Bab 29 Kaget
30 Bab 30 Akibat kecerobohan
31 Bab 32 Kedatangan irfan
32 Bab 33 Kemarahan Irfan
33 Bab 34 Kesadaran Irfan
34 Bab 31 Manipulasi tiara
35 Bab 36 Rencana Masa Lalu
36 Bab 35 Diana Vs Tiara
37 Bab 37 Berdamai
38 Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39 Bab 39 Mulai Bertindak
40 Bab 40 kerja sama
41 Bab 41 Ungkapan perasaan
42 Bab 42 Akur
43 Bab 43 Informasi kerja
44 Bab 44 Kesalahan?
45 Bab 45 Lelah
46 Bab 46 Kunjungan ke kantor
47 Bab 47 Di khianati
48 Bab 48 Terbongkar
49 Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50 Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51 Bab 51 Menata kantor
52 Bab 52 Kesibukan
53 Bab 53 Keceplosan
54 Bab 54 Ke kantor
55 Bab 55 Kembali mempimpin
56 Bab 56 rumah sakit
57 Bab 57 Tetangga julid
58 Bab 58 Menceritakan
59 Bab 59 Kerja sama perusahaan
60 Bab 60 Minta uang ke mama
61 Bab 61 pulang dari rumah sakit
62 Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63 Bab 63 perbuatan terlarang
64 Bab 65 kedatangan diana
65 Bab 64 Hotel
66 Bab 66 Sakit hati
67 Bab 67 Meityza
68 Bab 68 Kemarahan ibu
69 Bab 69 Mulai Berulah
70 Bab 70 Ketakutan pembantu
71 Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72 Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73 Bab 73 Pelukan sang ibu
74 Bab 74 Tak sapaan
75 Bab 75 Kegugupan
76 Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77 Bab 77 mengungkit masa kelam
78 Bab 78 awal dari permainan ku.
79 Bab 79 Lihat saja dulu
80 Bab 80 Si Suka memberi
81 Bab 81 Awal yang Baik
82 Bab 82 Keluarga pak doni
83 Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84 84 Siasat bu rani
85 Bab 85 POV keluarga irfan
86 Bab 86 Pak yanto
87 Bab 87 Merasa bahagia
88 Bab 88 Tetangga julid
89 Bab 89 Pergi ke pantai
90 Bab 90 Kebohongan
91 Bab 91 Kepergok
92 Bab 92 keinginan untuk rujuk
93 Bab 93 Kedua Kalinya
94 Bab 94 ketemu diana
95 Bab 95 keluarga yang seru
96 Bab 96 Kecewa
97 Bab 97 Masuk rumah sakit
98 Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99 Bab 99 Menghayal jari TKW
100 Bab 100 Selalu sabar
101 Bab 101 Pembantu angkuh
102 Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103 Bab 103 Kondisi mama
104 Bab 104 Ke ladang
105 Bab 105 tiba di ladang
106 Bab 106 gadis yang bersama irfan
107 Bab 107 Bukti
108 Bab 108 pulang ke rumah
109 Bab 109 Meityza
110 Bab 110 Tamparan untuk metty
111 Bab 111
112 Bab 112 dibutakan oleh irfan
113 Bab 113 ketakutan metty
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 134
126 Bab 132
127 Bab 131
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Uang Hasil Jualan Suami
3
Bab 3 Perselisihan Dalam Rumah Tangga
4
Bab 4 Melahirkan
5
Bab 5 Nama Putri Kecilku
6
Bab 6 Pertengkaran
7
BAB 7 permintaan Maaf Suami Ku
8
Bab 8 Sahabat semasa SMA
9
Bab 9 Gosip Receh
10
Bab 10 bertemu Sahabat
11
Bab 11 Curhatan ku
12
Bab 12 rahasia suami ku
13
Bab 13 Kebahagiaan yang sempat hilang
14
Bab 14 Kunjungan Ke Rumah Mertua 1
15
Bab 15 Kunjungan Ke rumah Mertua 2
16
Bab 16 Tiara
17
Bab 17 mengumpulkan bukti-bukti
18
Bab 18 pura-pura Baik
19
Bab 19 Buku Nikah
20
Bab 20 Pulang kampung
21
Bab 22 Dukungan orang tua.
22
Bab 23 Gugatan Cerai
23
Bab 21 Kesedihan Orang Tua
24
Bab 24 Surat panggilan sidang
25
Bab 25 Berlibur dimasa pengadilan.
26
Bab 26 Sidang kedua
27
Bab 27 Rencana Tiara
28
Bab 28 Surat Cerai
29
Bab 29 Kaget
30
Bab 30 Akibat kecerobohan
31
Bab 32 Kedatangan irfan
32
Bab 33 Kemarahan Irfan
33
Bab 34 Kesadaran Irfan
34
Bab 31 Manipulasi tiara
35
Bab 36 Rencana Masa Lalu
36
Bab 35 Diana Vs Tiara
37
Bab 37 Berdamai
38
Bab 38 Minggat dari rumah mertua
39
Bab 39 Mulai Bertindak
40
Bab 40 kerja sama
41
Bab 41 Ungkapan perasaan
42
Bab 42 Akur
43
Bab 43 Informasi kerja
44
Bab 44 Kesalahan?
45
Bab 45 Lelah
46
Bab 46 Kunjungan ke kantor
47
Bab 47 Di khianati
48
Bab 48 Terbongkar
49
Bab 49 Atasan Angkuh Yang Terpojok
50
Bab 50 Penggelapan dan perusahaan
51
Bab 51 Menata kantor
52
Bab 52 Kesibukan
53
Bab 53 Keceplosan
54
Bab 54 Ke kantor
55
Bab 55 Kembali mempimpin
56
Bab 56 rumah sakit
57
Bab 57 Tetangga julid
58
Bab 58 Menceritakan
59
Bab 59 Kerja sama perusahaan
60
Bab 60 Minta uang ke mama
61
Bab 61 pulang dari rumah sakit
62
Bab 62 Berkedok jalan-jalan
63
Bab 63 perbuatan terlarang
64
Bab 65 kedatangan diana
65
Bab 64 Hotel
66
Bab 66 Sakit hati
67
Bab 67 Meityza
68
Bab 68 Kemarahan ibu
69
Bab 69 Mulai Berulah
70
Bab 70 Ketakutan pembantu
71
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan
72
Bab 72 Tangisan mamanya irfan
73
Bab 73 Pelukan sang ibu
74
Bab 74 Tak sapaan
75
Bab 75 Kegugupan
76
Bba 76 Ku Ikuti Permainan mu
77
Bab 77 mengungkit masa kelam
78
Bab 78 awal dari permainan ku.
79
Bab 79 Lihat saja dulu
80
Bab 80 Si Suka memberi
81
Bab 81 Awal yang Baik
82
Bab 82 Keluarga pak doni
83
Bab 83 Tawaran untuk Menginap
84
84 Siasat bu rani
85
Bab 85 POV keluarga irfan
86
Bab 86 Pak yanto
87
Bab 87 Merasa bahagia
88
Bab 88 Tetangga julid
89
Bab 89 Pergi ke pantai
90
Bab 90 Kebohongan
91
Bab 91 Kepergok
92
Bab 92 keinginan untuk rujuk
93
Bab 93 Kedua Kalinya
94
Bab 94 ketemu diana
95
Bab 95 keluarga yang seru
96
Bab 96 Kecewa
97
Bab 97 Masuk rumah sakit
98
Bab 98 Kamu keterlaluan Metty
99
Bab 99 Menghayal jari TKW
100
Bab 100 Selalu sabar
101
Bab 101 Pembantu angkuh
102
Bab 102 Cek cok dengan pembantu
103
Bab 103 Kondisi mama
104
Bab 104 Ke ladang
105
Bab 105 tiba di ladang
106
Bab 106 gadis yang bersama irfan
107
Bab 107 Bukti
108
Bab 108 pulang ke rumah
109
Bab 109 Meityza
110
Bab 110 Tamparan untuk metty
111
Bab 111
112
Bab 112 dibutakan oleh irfan
113
Bab 113 ketakutan metty
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 134
126
Bab 132
127
Bab 131

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!